Ivy Zhang, seorang pengacara cerdas, akhirnya ingin mengakhiri pernikahannya dengan Leo Fung setelah kehilangan bayi mereka.
Namun Leo, suami yang masih mencintainya, menolak melepaskan Ivy.
Di saat yang sama, Calvin Duan, pria berkuasa sekaligus rival Leo, tiba-tiba menjadikan Ivy sebagai pengacara pribadinya. Dengan tujuan yang sulit ditebak, Calvin menyeret Ivy ke dalam perseteruan dengan suaminya sendiri.
Di antara suami yang berkuasa dan klien yang tak kalah berkuasa, siapa yang harus dibela Ivy?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
Apartemen tempat tinggal Ivy.
Malam itu, Leo datang menemuinya. Begitu masuk, ia langsung mengeluarkan beberapa foto yang memperlihatkan kebersamaan Ivy dan Calvin.
"Ada apa kau mencariku?" tanya Ivy sambil duduk tenang di sofa.
"Ivy, aku tahu kau membenciku. Kau bebas melakukan apa saja, tapi kenapa kau harus melakukan ini?" tanya Leo sambil menyerahkan foto-foto tersebut kepada Ivy.
Ivy menatap foto-foto itu sekilas, lalu mengangkat wajahnya.
"Tuan Duan adalah klienku. Jadi, sudah biasa jika aku bertemu dengannya. Leo Fung, apakah setiap kali mendapatkan klien baru aku harus melaporkannya kepadamu?" tanya Ivy dengan nada tenang.
"Aku yakin kau sudah tahu kasus apa yang dia berikan kepadamu. Kau belum tahu Calvin Duan sebenarnya seperti apa. Dia bisa melakukan segala cara untuk menjatuhkan seseorang. Di negeri ini ada begitu banyak pengacara. Kenapa dia harus mencarimu? Karena dia tahu hubungan kita," kata Leo.
"Lalu, apakah kau ingin aku menolak kasus ini setelah aku menyetujuinya?" tanya Ivy.
"Kau bisa melakukannya," jawab Leo
"Tidak. Dan aku rasa tidak ada alasan bagiku untuk mematuhimu," jawab Ivy tegas.
"Ivy, kita adalah suami istri. Apa yang kau lakukan sekarang sama saja dengan menantang suamimu sendiri," ujar Leo.
Ivy bangkit dari sofa dan berjalan menghampiri suaminya.
"Kalau begitu, ceraikan aku. Setelah itu kita bukan pasangan lagi. Setelah menerima kasus ini, aku tidak akan lepas tangan, bahkan jika pada akhirnya kita harus berhadapan di pengadilan," kata Ivy tanpa gentar.
"Tidak akan ada perceraian. Kau boleh membenciku seumur hidup, tetapi kata 'cerai' tidak akan pernah terjadi," ujar Leo dengan tegas.
"Kalau begitu, kau tidak berhak melarangku. Sebelum mengenalmu, aku sudah menerima berbagai macam kasus, mulai dari kasus kecil hingga kasus besar. Aku mengandalkan kemampuanku sendiri untuk meningkatkan posisi dan membangun reputasiku sebagai pengacara. Kali ini, menang atau kalah, aku akan menjadi pengacara pribadi Calvin Duan," jawab Ivy dengan tatapan penuh keyakinan.
"Semua yang kau lakukan hanya demi menantangku?" tanya Leo.
"Bukan! Aku melakukan ini karena aku percaya dia akan menjadi bos yang baik dan bisa kuandalkan," jawab Ivy.
"Kau juga bisa menjadi pengacara pribadiku," ujar Leo.
"Kalau dulu kau mengatakan hal seperti ini, mungkin aku akan menerimanya tanpa ragu. Tapi sekarang aku tidak berminat memiliki hubungan apa pun dengan keluarga Fung. Maaf, Tuan Fung, kasus ini menyangkut karierku. Kalau aku menolaknya sekarang, reputasiku sebagai pengacara bisa hancur," jawab Ivy.
"Jadi, kau lebih memilih melawan suamimu daripada menolak kasus ini?" tanya Leo.
"Tuan Fung, aku tidak sepertimu. Kalau reputasiku buruk, akan sulit bagiku untuk bangkit kembali. Berbeda denganmu. Kau bisa berselingkuh ratusan kali tanpa perlu memikirkan reputasimu. Dengan kekuasaan yang kau miliki, kesalahan sebesar apa pun seolah tidak mampu menjatuhkan namamu."
Ivy menatap Leo dengan tatapan dingin.
"Jadi, aku tidak akan menolak kasus ini, meskipun pada akhirnya kita harus menjadi musuh," tegas Ivy.
Leo menatap Ivy dalam-dalam. Tatapannya yang sejak tadi tenang perlahan berubah menjadi gelap.
"Musuh?" ulangnya dengan suara rendah.
"Ya. Jika itu yang harus terjadi," jawab Ivy tanpa menghindari tatapannya.
"Kau benar-benar ingin melawanku hanya demi seorang klien?" tanyanya.
"Ini bukan tentang Calvin. Ini tentang prinsip dan karierku. Aku sudah menerima kasus ini, jadi aku akan menyelesaikannya."
Leo tertawa dingin.
"Baik. Kalau begitu, jangan salahkan aku jika suatu hari nanti kau menyesal telah memilih jalan ini."
"Aku tidak akan menyesal."
"Begitu yakin?"
"Ya."
Leo melangkah mendekat hingga jarak mereka semakin dekat.
"Kalau kau ingin berhadapan denganku, silakan. Gunakan semua kemampuanmu sebagai pengacara. Aku juga tidak akan memberimu jalan mudah hanya karena kau istriku."
Ivy menatapnya tajam.
"Itu yang kuinginkan. Aku tidak membutuhkan belas kasihanmu."
"Dan satu hal lagi," ujar Leo, suaranya semakin rendah. "Jangan pernah berpikir bahwa karena kita sedang bermusuhan di pengadilan, kau bisa menghapus hubungan kita begitu saja."
Ivy mengerutkan kening.
"Aku sudah mengatakan padamu. Aku tidak peduli dengan status itu."
"Tapi aku peduli."
Leo menatapnya lekat-lekat.
"Selama aku belum menandatangani surat perceraian, kau tetap istriku. Jadi, meskipun suatu hari nanti kau berdiri di hadapanku sebagai pengacara yang membela musuhku, jangan berharap aku akan melepaskanmu."
Ivy mengepalkan tangannya.
"Kalau begitu, bersiaplah, Tuan Fung. Karena mulai sekarang, aku tidak akan mundur."
Leo tersenyum tipis, tetapi tidak ada kehangatan sedikit pun dalam senyumannya.
"Baik. Aku akan menunggu hari ketika kau mencoba mengalahkanku."
sebagai penyemangat untuk memulai harimu😍😍😍😍😍
tambah lagi dooooong. supaya kita gak nunggu lanjutannya dengan penasaran.🙏🙏🙏🙏🙏