Indonesia
NovelToon NovelToon
Bayu Dan Batu Kali Ajaib

Bayu Dan Batu Kali Ajaib

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Bayu hanyalah siswa SMA miskin sebatang kara yang terpaksa memancing di sungai setiap sore agar perutnya bisa diisi makanan.

Nasib malangnya berubah total saat sebuah sambaran petir misterius menyatukan tubuhnya dengan sebuah batu kali yang mendadak berubah menjadi batu giok hijau yang bercahaya.

Batu ajaib itu langsung menjejalkan ribuan pengetahuan tabib dewa dan ilmu pengobatan kuno ke dalam kepalanya, sekaligus memancarkan aura pemikat yang membuat wanita mana pun tak berdaya di dekatnya.

Kini, berbekal ilmu medis di luar nalar dan pesona mematikan, Bayu siap membungkam para murid kaya yang sering menghinanya dan membangun jalan pintas menuju puncak dunia kedokteran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21 Asap Ungu dan Runtuhnya Tembok Gengsi

Asap ungu kemerahan yang menguar dari sepuluh kuku panjang Ki Darmo berbau sangat menyengat, persis seperti bau bangkai tikus yang membusuk di selokan.

Asap itu tidak memudar tertiup angin, melainkan terus mengepul dan melingkari kedua lengan pria tua tersebut layaknya ular berbisa yang siap mematuk.

Bayu menatap asap beracun itu dengan mata menyipit, namun kakinya sama sekali tidak melangkah mundur.

"Kau merusak tubuhmu sendiri dengan berlatih ilmu racun rendahan seperti ini selama puluhan tahun?" ejek Bayu dengan suara datar yang memancing amarah.

"Ini bukan sekadar ilmu biasa, bocah tengik, ini adalah seni kematian yang akan mengantarmu ke neraka!" balas Ki Darmo dengan suara serak yang melengking.

Srat!

Ki Darmo melesat maju dengan kecepatan yang jauh melampaui Kevin.

Meskipun tubuhnya terlihat kurus kering seperti ranting mati, gerakan kakinya sangat ringan dan sulit diprediksi.

Sepuluh jari berkuku hitam itu menebas udara secara menyilang, mengarah langsung ke dada dan leher Bayu.

Bayu memiringkan tubuhnya ke samping, membiarkan kuku beracun itu menyapu ruang kosong di depan dadanya.

Wush!

Sisa asap ungu dari serangan itu menyambar wajah Bayu, namun Bayu sama sekali tidak berkedip atau menahan napas.

Giok hijau di telapak tangannya berdenyut hangat, secara otomatis menyaring setiap udara beracun yang masuk ke rongga pernapasan pemuda itu.

"Cepat juga refleksmu, tapi mari kita lihat berapa lama kau bisa menghindar!" teriak Ki Darmo kegirangan layaknya psikopat.

Serangan demi serangan terus dilancarkan oleh pria tua itu tanpa jeda sedetik pun.

Kuku-kukunya merobek udara, meninggalkan jejak asap ungu yang semakin lama semakin menebal dan mengurung posisi Bayu.

Trang!

Bayu menangkis salah satu tebasan kuku itu dengan punggung lengannya yang telah dialiri energi chi murni.

Suara benturan yang dihasilkan terdengar seperti dua batang besi yang saling beradu keras.

Ki Darmo menyeringai licik, memanfaatkan momen benturan itu untuk memutar pergelangan tangannya.

Sret!

Ujung kuku telunjuk Ki Darmo berhasil merobek kain seragam di lengan kiri Bayu dan menggores kulit pemuda itu hingga mengeluarkan setetes darah.

Goresan itu sangat tipis, nyaris tidak terasa sakit sama sekali.

Namun dalam hitungan detik, garis hitam pekat langsung menjalar dari luka tersebut, merambat naik ke arah pembuluh darah utama di lengan Bayu.

Bayu melompat mundur sejauh tiga meter, menatap luka di lengan kirinya dengan kening berkerut.

Hahaha!

Tawa Ki Darmo meledak membahana di halaman belakang sekolah yang sepi itu.

Pria tua berwajah penuh luka itu menghentikan serangannya dan berdiri dengan dada dibusungkan penuh kemenangan.

"Kau sudah tamat, pewaris Tabib Dewa," ucap Ki Darmo sambil menunjuk lengan Bayu yang menghitam.

"Itu adalah Racun Tiga Hembusan Napas, racun paling mematikan yang kucampur dari darah ratusan kelabang merah."

"Dalam tiga kali tarikan napas, darahmu akan membeku dan jantungmu akan hancur lebur menjadi cairan busuk."

Bayu tidak menjawab, dia hanya berdiri diam menatap lengannya yang kini terasa sedikit kebas.

Satu napas.

Dua napas.

Ki Darmo menghitung dengan seringai yang semakin melebar, menunggu tubuh pemuda di depannya itu ambruk berdarah-darah.

Tiga napas.

Waktu berlalu, namun Bayu tetap berdiri tegak dengan tenang.

Bahkan kini, senyum miring yang mematikan kembali menghiasi bibir pemuda berseragam SMA tersebut.

Bayu mengangkat tangan kirinya, memperlihatkan luka goresan itu kepada Ki Darmo.

Perlahan tapi pasti, cahaya hijau redup memancar dari bawah kulit Bayu, berpusat pada luka tersebut.

Garis hitam yang tadinya merambat naik kini dipaksa mundur, menyusut dengan cepat seolah ketakutan melihat cahaya hijau itu.

Dalam hitungan detik, racun kelabang merah yang dibanggakan oleh Ki Darmo menguap menjadi asap hitam kecil dan lenyap tertiup angin.

Luka goresan di lengan Bayu pun menutup dengan sendirinya, meninggalkan kulit yang mulus tanpa bekas luka sedikit pun.

"Apa... apa yang terjadi?! Ini tidak mungkin! Mustahil!" jerit Ki Darmo dengan mata terbelalak ngeri, wajahnya seketika pucat pasi layaknya mayat.

Selama tiga puluh tahun dia menyempurnakan racun itu, tidak ada satu pun manusia atau hewan buas yang bisa selamat dari goresan kecilnya.

"Racunmu terlalu lemah, Ki Darmo," ucap Bayu dengan suara berat yang menggema menggetarkan udara.

"Itu bahkan tidak cukup kuat untuk sekadar membuatku gatal."

Bayu menurunkan tangan kirinya, kini giliran energi giok hijau yang meledak dari dalam tubuhnya.

Hawa panas yang sangat luar biasa menyapu area tersebut, membuat rumput liar di sekitar kaki Bayu seketika layu dan mengering.

"Sekarang giliranku," desis Bayu.

Wushhh!

Tubuh Bayu menghilang dari pandangan Ki Darmo, meninggalkan bayangan buram saking cepatnya dia bergerak.

Sebelum pria tua itu sempat mengangkat tangannya untuk bertahan, Bayu sudah berada tepat di hadapannya.

Telapak tangan kanan Bayu yang diselimuti kabut energi hijau menghantam telak bagian tengah dada Ki Darmo.

Bam!!!

"Tapak Pemutus Nadi," ucap Bayu sangat dingin.

Energi murni dari giok hijau menembus tulang rusuk pria tua itu, menyebar ganas ke seluruh jaringan saraf dan titik meridian di tubuhnya.

Brak! Brak! Brak!

Terdengar suara letupan beruntun dari dalam tubuh Ki Darmo, seiring dengan hancurnya pusat penyimpanan energi chi yang dia bangun selama puluhan tahun.

Ki Darmo memuntahkan darah segar dalam jumlah banyak, tubuhnya terpental ke belakang dan menghantam dinding gudang dengan sangat keras.

Pria tua yang beberapa menit lalu bertingkah layaknya malaikat pencabut nyawa itu kini merosot ke tanah bagaikan boneka kain yang rusak.

Semua ilmu racun dan tenaga dalamnya lenyap tanpa sisa, dihancurkan secara permanen oleh energi medis tingkat tinggi milik Bayu.

Napas Ki Darmo tersengal-sengal putus asa, matanya menatap Bayu dengan teror yang belum pernah dia rasakan seumur hidupnya.

"Kau... kau bukan manusia... kau monster," rintih Ki Darmo dengan suara serak, darah terus mengalir dari sudut bibirnya.

Bayu berjalan perlahan menghampiri pria tua yang sudah tidak berdaya itu.

Namun, sebelum Bayu sempat melakukan tindakan penyelesaian, indra pendengarannya yang tajam menangkap suara langkah kaki kecil yang ragu-ragu dari arah lorong samping gedung sekolah.

Krak.

Suara ranting kering yang terinjak memecah kesunyian yang mencekam tersebut.

Bayu menoleh ke arah sumber suara, matanya yang masih memancarkan dominasi membunuh langsung menatap tajam ke sudut bangunan.

Di sana, Natasha berdiri mematung dengan wajah seputih kertas.

Gadis primadona sekolah itu menutupi mulutnya dengan kedua tangan yang gemetar hebat, berusaha menahan jeritan ketakutan yang tertahan di tenggorokannya.

Buku-buku catatan yang tadi dibawanya sudah jatuh berserakan di tanah.

Natasha diam-diam mencari Bayu setelah ujian selesai karena perasaannya yang tidak tenang, namun dia malah disuguhi pemandangan yang seperti mimpi buruk.

1
syarif ibrahim
👍👍👍💪
syarif ibrahim
tidak perlu jendral, karena cucumu sdh jadi milikku... 🤣🤣🤣🤣🤣
syarif ibrahim
terbalik bab nya
Yui: Terimakasih atas koreksinya kak😊😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!