Seorang gadis remaja berusia 18 tahun bernama Delia. Dia masih duduk di bangku SMK kelas tiga. Dia gadis yang tomboy karena dia terbiasa hidup dengan kakaknya yang semuanya laki-laki. Dia tidak begitu percaya cinta tapi suatu ketika dia punya cinta pertamanya.
Di suatu ketika, dia melakukan praktik kerja di tempat kakaknya. Dia merasa kagum dengan salah satu teman kakaknya. Hingga akhirnya dia menyukainya. Dia mencintai lelaki yang berusia 38 tahun. Lelaki itu adalah Kak Aldi teman kakaknya. Kak Aldi bekerja di salah satu perusahaan yang sama dengan kakak Delia. Kak Aldi adalah laki-laki yang sibuk dengan karirnya.
Kak Aldi tidak pernah memikirkan percintaan. Kesehariannya disibukkan dengan pekerjaan. Tanpa disadari karena terbiasa berkomunikasi dan bertemu dengan Delia, membuat cinta pun tumbuh di hatinya.
Hingga suatu saat, datanglah Clara sebagai teman kerja Kak Aldi yang baru. Clara menyukai Kak Aldi dan berusaha mendekatinya. Dan akhirnya Kak Aldi mulai dekat dengan Clara.
Suatu ketika Delia pun tahu tentang kedekatan mereka. Delia pun berusaha melupakan Kak Aldi.
Setelah Lulus SMK, Delia melanjutkan kuliah di Perguruan Tinggi Negeri dengan mengambil jurusan ekonomi. Delia pun bekerja di salah satu perusahaan yang sesuai bidangnya.
Setelah 2 tahun Delia bekerja. Delia bertemu kembali dengan kak Aldi dalam sebuah acara kantor.
Akankah Delia dan Kak Aldi dapat bersatu?
Simak terus dikelanjutan ceritanya ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e'Rmaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21# Senang
Dalam hati Delia sangat bahagia sekali karena kedatangan Kak Aldi. Delia tersenyum malu dengan Kak Aldi yang baru datang. Begitu juga Kak Aldi yang Bahagia bisa ketemu Delia.
“Kak Aldi ganteng banget sih,” ucap Delia dalam hati sambil menatap Kak Aldi.
“Kalian kok malah diam saja sih. Ayo duduk Al. Del, bilang sama bibi untuk buatkan minuman. “ Ucap Kak Dandi pada Delia.
“Gak usah repot-repot Del. Aku Cuma bentar aja kok,” sahut Kak Aldi.
“Delia gak merasa direpotkan kok kak. Tunggu bentar ya kak, “ jawab Delia.
Delia pun berjalan menuju dapur untuk membuatkan Kak Aldi dan Kak Dandi minuman.
“Lho non kenapa kok ke dapur ?,” tanya bibi.
“Mau buatkan minuman buatk Kak Aldi dan Kak Dandi, bi.” Jawab Delia.
“ Oh di depan ada nak Aldi ya non. Maaf bibi tidak tahu. Sini bibi buatkan minuman non. Sekarang non Delia Kembali ke depan saja. Nanti bibi antarkan minumannya,” ucap bibi.
“Biar Delia saja yang buatkan minumannya bi. Dan bibi bantu siapkan cemilan saja ya bi,” ucap Delia sambil mengambil gelas.
“Ya sudah kalau begitu non. Bibi siapkan cemilannya,” jawab bibi.
“Terima kasih ya bi,” ucap Delia.
Delia membuatkan sirup dan bibi menyiapkan cemilannya. Setelah selesai, Delia mengantarkan ke ruang tamu.
“Non, bibi bantu antarkan ke depan.” Ucap bibi.
“Tidak perlu bi. Delia bisa membawanya kok, “ jawab Delia.
“Non Delia yakin ?,” ucap bibi.
“Yakin dong bibi. Kaki Delia kan sudah enakkan,” jawab Delia.
Delia pun berjalan pelan-pelan dengan membawan makanan dan minuman di atas nampan. Setelah sampai di ruang tamu, Delia meletakkan minuman dan makanan di atas meja. Dan setelah meletakkan tiba-tiba kaki Delia sakit dan akhirnya hampir jatuh. Dan seketika itu Kak Aldi menopang badan Delia. Delia dan Kak Aldi saling berpandangan.
“Hmmm….hmmmm…sudah dong pelukannya,” ucap Kak Dandi.
“Eh…maaf ya Kak Aldi. Tadi kaki Delia tiba-tiba sakit,” ucap Delia dengan pipinya memerah.
“Iya Del. Aku takut kamu terjatuh,” ucap Kak Aldi sambil tersenyum malu.
“Ya sudah. Ayo diminum kak,” ucap Delia.
“Terima kasih Delia,” ucap Kak Aldi.
“Delia tuh modus sama kamu Al. Biar dibantuin sama kamu,” ucap Kak Dandi sambil tertawa.
“Gak lah kak. Tadi tuh memang kakiku sakit kok,” ucap Delia.
“Bohong….Itu buktinya pipimu merah tuh Del,” lanjut Kak Dandi godain Delia.
“Hmmm…kakak ini. Kok ngomongnya gitu sih,” sahut Delia dengan cemberut.
“Sudah …sudah..sekarang ayo minum dulu,” ucap Kak Aldi menyela pembicaraan Dandi dan Delia.
Kak Aldi dan Kak Dandi minum minuman buatan Delia. Kak Aldi menikmati minuman itu sambil melihat Delia.
“Hmm…manis banget minumannya. Ini buatan kamu ya Del,” ucap Kak Aldi.
“Iya dong kak. Kan manisnya kayak aku kak hehehe…” jawab Delia.
“Gak ada kecap nomor dua Del. Semua buatan sendiri pastilah dipuji-puji hehehe…” sahut Kak Dandi.
Ketika mereka asyik berbincang-bincang dan sambil menyemil makanan. Tak lama kemudian, bunda dan ayah Delia pun datang.
“Assalamuaalaikum,” ucap ayah dan bunda Delia.
“Walaikumsalam,” jawab Delia, Kak Dandi dan Kak Aldi.
Bunda dan ayah Delia masuk ke dalam rumah. Dan kaget melihat ada Aldi datang ke rumah.
“Lho ada nak Aldi. Kapan datangnya ?,” tanya bundanya Delia.
“Barusan kok te,” jawab Kak Aldi.
“Tumben nak Aldi,” tanya ayahnya Delia.
“Tadi pagi diberi kabar Dandi kalau Delia sakit. Jadi saya dating kesini untuk jenguk Delia om,” jawab Kak Aldi.
“Oh begitu ya nak. Delia pasti senang banget kalau nak Aldi datang. Dia pasti cepat sembuhnya,” ucap bundanya Delia sambil tersenyum pada Delia.
“Ah..bunda ini ada-ada saja deh. Delia sembuh kan memang karena sudah baikkan bun,” sahut Delia malu.
“Tapi anak bunda ini kan senang banget kalau Kak Aldi datang. Benar kan??,” ucap bundanya Delia.
“Hmm…hmmm…” sahut Delia dengan tersenyum malu.
"Bunda ini kok bener banget sih, " ucap Delia dalam hati.
“Ya sudah. Kalian lanjutkan ngobrolnya, kami masuk dulu ya nak Aldi.” Ucap bundanya Delia.
“Iya om dan tante,” jawab Kak Aldi.
Ayah dan bunda Delia pun meninggalkan mereka bertiga yang sedang mengobrol.
"Del, kapan ujianmu?. " Tanya Kak Aldi.
"Ujianku minggu depan kak, " jawab Delia.
"Sukses ya Del," ucap Kak Aldi.
"Terima kasih Kak Aldi. Delia kangen banget praktik kerja lagi di tempat kakak, " jawab Delia.
"Hmmmm... kangen praktik kerjanya atau kangen sama yang disana??, " sahut Kak Dandi godain Delia.
"Ya kangen praktik kerjanya dong kak. Memang kangen yang disana siapa sih??," ucap Delia.
"Ya kangen yang duduk di depanmu itu lho, " ucap Kak Dandi.
"Maksudnya Kak Aldi ya, " sahut Delia.
"Ya iyalah... memang siap lagi, " ucap Kak Dandi.
"Kenapa mesti kangen. Sekarang kan Kak Aldi sudah disini hehehe... " ucap Delia.
"Sudah.. sudah.. kalian nih kenapa sih. Trus sekarang kakimu apa masih sakit Del?, " tanya Kak Aldi.
"Sudah agak mendingan kok kak. Kemarin kan sudah dipijitin sama bibi, " jawab Delia.
"Syukur alhamdulillah Del. Kamu minggu depan sudah bisa mengikuti ujian, " ucap Kak Aldi.
"Iya kak. Untung kakiku sudah sembuh, " lanjut Delia.
"Makannya hati-hati kalau jalan Del, " ucap Kak Aldi.
"Iya kak, " jawab Delia.
"Hmmm... aku jadi obat nyamuk nih. Mending aku mandi dulu aja deh. Kalian lanjutin ngobrolnya dulu ya, " ucap Kak Dandi.
"Kamu tuh ada aja Dan," sahut Kak Aldi.
"Ya sudah cepetan mandi. Baunya sudah gak tahan nih, " ucap Delia.
"Kamu itu dek, " ucap Kak Dandi sambil memegang rambut Delia.
Kak Dandi pun meninggalkan mereka berdua. Setelah Kak Dandi masuk, mereka berdua diam karena malu.
"Hmm...di tempat kerja Kak Aldi sekarang, apakah ada yang praktik kerja lagi?. " Tanya Delia.
"Kalau bulan-bulan gini gak ada yang praktik kerja Del. Karena mereka pasti sama seperti kamu yang sibuk mempersiapkan untuk ujian akhir, " jawab Kak Aldi.
"Oh iya bener kak. Kebanyakan yang praktik kerja itu kan anak kelas 3," lanjut Delia.
Mereka pun kembali terdiam karena bingung tidak ada bahan pembicaraan.
"Aku harus ngomong apa ya sama Kak Aldi. Aku kok jadi grogi gini, " ucap Delia dalam hati.
"Aku mau ngomong apalagi nih. Jadi deg-deg an gini, " ucap Kak Aldi dalam hati.
Tak lama kemudian, Kak Dandi datang kembali.
"Hai... kalian kenapa jadi diam-diam gini? Lagi malu-malu kucing ya. Padahal kucing aja gak pernah malu hehehe... , " ucap Kak Dandi menggoda mereka berdua.
👑👑👑👑👑
calonnya Doni siapa Thor? jangan2 Rizka atau Win lagi.. hehehehe
rasanya kalo di Jakarta tak mungkin dehh, bisa begini wong macet bener gitu .