Dalam dunia kegelapan hanya ada dua kata Blood and Ambition...darah dan ambisi
Kesalahan dimasa lalu termakan memori bernama amnesia. Melepas permata hanya untuk sebuah rasa dusta yang tersemat.
Daniel Maverick penguasa kelam sebagai ketua pemimpin jaringan mafia Amerika- Asia terbesar jatuh pada pesona wanita yang pernah ditorehnya luka. Dia lupa, tapi tidak dengan sang wanita, Anna Madison
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon farhati fara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 22
Rumah sakit...
Daniel menunggu dengan cemas diluar ruangan operasi, dimana Anna harus di operasi saat peluru merobek kulit punggung dan perutnya. Dia mengambil ponselnya dan menghubungi keluarganya serta keluarga Anna, memberitakan apa yang sudah menimpa calon istrinya
Pintu ruangan terbuka menandakan selesainya proses operasi. Daniel buru-buru berdiri dan menanyakan kabar calon istrinya
" Bagaimana kabar Anna, Dok?"
" Syukurlah operasi berjalan lancar dan pasien berhasil diselamatkan. Pelurunya tidak mengenai organ dalam istri Anda. Dia hanya kehilangan banyak darah. Tiga hari lagi mungkin akan segera siuman" jelas sang dokter ramah
" Terima kasih dok" ujar Daniel yang hanya diangguki oleh sang dokter dan berlalu dari hadapan Daniel
Daniel menatap pada wajah damai sang calon istri yang terpejam. Anna baru saja dipindahkan ke ruang rawat setelah selesai operasi. Pria yang namanya ditakuti di dunia kegelapan itu tidak pernah merasa ketakutan seperti yang dirasakannya saat ini. Memikirkan akan kehilangan Anna memang sangat menyakitkan. Dia tidak pernah jatuh cinta sebelumnya dan ketika rasa itu hadir, beginilah yang akan di hadapinya. Dunia yang di gelutinya tidaklah baik untuk orang-orang di sekitarnya
Klik...pintu ruang rawat terbuka menampilkan Nicki yang mematung di pintu. Nicki adalah orang terakhir yang dihubungi oleh Daniel setelah sebelumnya berencana tidak akan menghubungi pria itu
" Anna" gumam Nicki tidak percaya. Wanita yang di cintainya kini terpejam diatas ranjang rumah sakit dengan perut yang dipenuhi perban
" Kau datang" ujar Daniel yang kemudian mengerutkan kening bingung saat melihat seorang gadis dibelakang tubuh Nicki, gadis yang sangatlah cantik untuk ukuran seorang wanita dan sialnya Daniel harus mengakui itu
" Siapa?" tanya Daniel santai sembari menunjuk pada sang gadis dengan dagunya. Nicki menatap pada gadis yang sudah seminggu ini mengganggu dirinya, meminta pertanggungjawaban padanya atas apa yang dilakukannya pada gadis itu dan Nicki tidak yakin kalau dia sudah melakukan tindak asusila pada sang gadis
" Lupakan saja. Akan lebih baik jika kau tidak mengenalnya" kata Nicki kembali mengalihkan matanya pada Anna. Dia masih tidak bisa melupakan Anna sekalipun ada gadis lain yang lebih cantik di sampingnya
" Dia cantik..tidak! Sangat cantik" puji Daniel
" Kalau kau mau, kau boleh mengambilnya dan berikan Anna padaku" kata Nicki tanpa perasaan. Sang gadis yang mendengarnya menatap tajam pada Nicki. Enak saja pria itu main suruh ambil, emang dia pikir sang gadis barang apa
Daniel terkekeh dengan kata-kata Nicki. Tidak disangkanya kalau Nicki benar-benar memiliki cinta yang besar pada Anna
" Aku tidak tertarik karena Anna-ku sudah lebih dari cukup untukku. Dan kurasa, kata-katamu cukup kejam, Dude. Kau menyakiti hatinya" kata Daniel masih dengan senyum di wajah sembari menatap pada ekspresi sang gadis cantik. Nicki hanya menatapnya sekilas lalu mengabaikannya, dia tidak peduli dan sedang tidak ingin berdebat
" Oh ya Nona! Nicki tidak mau memperkenalkanmu. Bolehkah aku tahu namamu dari bibirmu sendiri" Daniel masih saja penasaran dengan sosok gadis bersama Nicki. Terlihat sekali sang gadis yang tidak ingin jauh-jauh dari Nicki dan itu sudah cukup memantik rasa penasaran di diri ketua mafia
" Airin Neptuna" jawab sang gadis yang menyentakkan Daniel. Suara gadis itu sangatlah indah mengalun
" Wow! Ternyata Anda tidak hanya cantik Nona, tapi juga memiliki suara yang indah"
" Dimana kau menemukan harta karun seperti ini Nick?" Daniel beralih pada Nicki yang memejamkan matanya malas
" Sudah kubilang untuk lupakan! Kau tidak perlu mengenalnya"
" Nicki mengambil hal berhargaku" jawab gadis bernama Airin itu lagi yang membuat Daniel menaikkan sebelah alisnya penasaran. Sedang Nicki sudah memejamkan matanya menahan geram " Sial!" batin Nicki kesal
" Hal berharga?" Daniel bertanya-tanya
" Dia memper-mmpmp" Nicki buru-buru menutup mulut sang gadis sebelum Airin bicara lebih jauh.
" Ayo kita keluar" pria itu langsung menarik Airin keluar dari ruang rawat Anna diiringi tatapan bingung Daniel
Di luar Nicki menatap tajam sang gadis didepannya
" Apa yang ingin kau katakan, hah!"
" Aku hanya akan membeberkan fakta kalau kau memperkosaku" jawab Airin dengan santainya. Nicki menghembuskan nafasnya sembari meraup wajahnya kasar. Wanita didepannya memang sangatlah cantik dari segi fisik tapi sangatlah menyebalkan dalam segala tingkah
Airin mengatakan kalau dia memperkosa gadis itu di malam ketika Nicki mabuk dan itu semakin meyakinkan dengan keadaan keduanya yang telanjang bulat paginya diatas pasir. Nicki tidak percaya kalau dia sudah bertindak asusila pada sang gadis tapi tidak ada yang dapat dilakukannya ketika bukti semua menjurus pada hal itu. Sialnya lagi, Nicki tidak dapat mengingat dengan jelas kejadian dimalam ketika dirinya mabuk, ingatannya menjadi buram saat mencoba mengingatnya
" Cobalah! Dan setelah itu pergilah menjauh dariku" kata Nicki dengan nada lemah apalagi saat matanya menatap pada bibir Airin. Ingatannya berputar pada saat mereka berciuman dan Nicki tidak akan mengelak bagaimana rakusnya dia saat itu
" Sial!" desisnya kesal. Dirinya mulai merasa bimbang kalau dirinya benar-benar telah menodai gadis didepannya, tapi bagaimana bisa? Selama ini dirinya tidak pernah mendekati wanita manapun kecuali Anna. Karena cintanya yang tulus pada sosok Anna. Jangankan untuk berhubungan badan, berciuman saja dia tidak pernah melakukannya dengan wanita manapun, hanya demi menjaga ketulusannya pada Anna.
" Tidak bisa! Aku tidak akan kemanapun. Kamu telah merenggut hal berhargaku! Kembalikan dulu baru aku akan pergi" ucap Airin tenang. Kembali Nicki memejamkan matanya menahan kesal. Bagaimana dia akan mengembalikan keperawanan gadis itu kecuali dengan melakukan operasi dan itupun tidak akan seratus persen sama. Lagian gadis macam apa yang masih perawan di kota seperti Toronto sekarang? Tapi itu tidak akan mengherankan bagi Nicki melihat Airin yang bahkan terlihat begitu polos dan tidak mengerti melakukan apapun. Tentu saja Airin adalah gadis desa yang kuno
" Kenapa kau harus mendekatiku malam itu?" tanya Nicki kemudian. Airin tersentak
" Bukankah sudah kubilang! Itu karena aku pikir kamu ingin bunuh diri dengan cara melompat dari batu karang. Makanya aku mendekatimu untuk mencegahmu melakukan hal bodoh itu. Tapi setelahnya kamu malah menyerangku dan mem..." jelas Airin dengan wajah sedihnya hingga akhirnya Nicki menghentikan kata terakhir gadis itu
"Cukup!" Nicki kembali menghembuskan nafasnya. Kepalanya rasanya ingin pecah dengan semua masalah yang dihadapinya
" Baiklah! Aku mengerti. Aku minta maaf, karena saat itu aku sedang mabuk berat hingga melakukan hal tercela terhadapmu. Tapi, bisakah kamu tidak selalu mengikutiku kemanapun aku pergi?"
" Kenapa?"
" Tidak apa-apa! Hanya saja semua jadi terlihat aneh. Orang-orang bisa salah persepsi nantinya" jelas Nicki yang membuat Airin menatap pria itu dengan fokus
" Baiklah! Akan aku pikirkan. Apa sekarang kita akan pulang?" jawab Airin sembari bertanya
" Tidak. Aku masih mau menunggu Anna siuman"
" Sepertinya kamu sangat mencintainya?"
" Iya. Memang hanya dia satu-satunya wanita yang kucintai" jawab Nicki yang berlalu masuk kedalam kamar rawat Anna kembali sedang Airin terhenti dari langkahnya, mendadak gadis itu merasakan sakit di hatinya mendengar kata-kata itu
.
.
.
Kritik dan saran diharapkan🙏🙏
semangat kakkkkk💪😍😘🤗
lagi tegang² nya eh aku malah ngakak pas di haik! 😭😭ya ampunn kakkk☺
btw lanjut kakk jgn lama² oke👍😚
semangatttttt😘🤗💪
nexttt kakkk
semangat kak kuu😘💪😌😚
lnjut thor jgn kelamaan ya
semngatttt😘🤗💪😘