Anak pertama selalu dituntut untuk menjadi terbaik dan menjadi contoh yang baik untuk adik adiknya. Kirana melakukan itu semua hingga suatu ketika, dia terjebak dalam lingkup 'Penjara cinta' dengan CEO labil nan arogan Reece Xaviero Kim. Niatnya cari kerja, eh... malah ketahan dipenjara mewah cuma jadi boneka.
Ada saja ujian yang dihadapi Kim untuk mempertahankan rasa cintanya terhadap Kirana. Berbagai masalah datang silih berganti. Apakah cinta mereka abadi atau kandas ditengah jalan?
Bagaimana kisah mereka selanjutnya?
Enjoy reading guys...!
*Note :
•Up setiap hari antara pukul 15.00-22.00
•Kalau ada yang ingin koreksi silahkan ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yumie_Ismi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 22: CLBK Dua Sejoli
Setelah kesepakatan antara mereka bertiga selesai dan Kim kembali menemui istrinya di rumah sakit. Setelah sekian lama, Riska dan Zayyan berbincang-bincang kembali tentang masalah hati. Zayyan memulai dengan basa-basi dan bertanya kepada Riska
"Haduh, selesai juga nih masalah, walaupun gue masih ngerasa nyesel buat kesepakatan itu, tapi ini demi kebaikan kita semua kan. Oh ya... BTW kita udah baikan juga kan, gue udah maafin kesalahan yang waktu itu lo lakuin, gue tetep ada rasa kecewa sih, soalnya orang yang gue cintai ternyata khianat. Oh ya lo udah punya pengganti gue?"
"Hah!? Oh.. Eh.. belom sih, tapi walaupun lo udah maafin gue, gue tetep ngerasa bersalah juga. Lo boleh jual rumah, mobil, dan semua peralatan yang gue beli pake uang lo. Lo boleh jabel semua barang yang udah gue beli pake uang lo. Itu hak lo ambil aja, gue bakalan kembali ke rumah gue yang penuh derita hehe... tapi lo janji ya jangan kasih tau masalah ini ke orang tua atau saudara gue. Bisa habis gue" Ucap Riska. "Iyaa... iya tenang aja..." balas Zay.
Mereka berdua tertawa kecil, lalu Zayyan mengajak nya makan malam untuk merayakan perdamaian mereka. Zayyan mengajak Riska ke sebuah rumah makan China yang berada di Singapura.
Wajar sekali disana banyak restoran China, Karena kebanyakan orang Singapura didominasi oleh rakyat yang bermigrasi dari wilayah tionghoa. Maka dari itu, orang Singapura sipit-sipit karena mereka banyak yang asli atau turunan tionghoa.
Riska tidak memakai baju yang spesial karena ia berangkat ke Singapura dengan terburu-buru, alias tanpa persiapan sama sekali, karena ia berencana kabur dari hadapan Zayyan yang waktu itu mengejarnya untuk meminta pertanggung jawaban atas uangnya. Saat mereka hendak berangkat menggunakan mobil Zayyan
"Lah... Riska, baju lo gak ganti, gak bawa baju ganti kah?" Zay bertanya. "Eh.. engga, aku buru-buru kemarin, emang kenapa jelek ya?" Tanya Riska sambil memperhatikan baju yang dipakainya. Dia saat itu menggunakan dress sebetis berwarna biru donker dan flat shoes hitam dan rambut hanya pakai jepit jadi hitam. Tidak terlalu norak sebenarnya, tetapi mungkin terlalu biasa jika mau makan malam, apalagi di restoran China terbaik dan termewah di Singapura bahkan asia
"Kami mau aku ajak ke restoran grand shanghai lho Ris, mau pake yang kaya gini kah? Haduuh... Sebentar" Zay menggelengkan kepalanya dan memainkan handphone nya sebentar. "Yaudah ayo naik aja, sekarang masih jam lima sore, masih lama tutupnya tuh restoran, kita cari baju dan salonan dulu yuk bentar" Zay segera membawanya naik ke mobil. Riska hanya bisa pasrah menuruti mantan kekasihnya itu.
Mereka akhirnya sampai ke sebuah tempat wardrobe. Disana mereka dapat menyewa baju, sepatu, dan aksesoris lain seperti kalung, cincin, jam tangan hingga tas. Bahkan di tempat itu terdapat beberapa MUA (Make Up Artist) profesional yang siap mendandani clientnya.
"Hello, good evening sir. Do you want to make up your wife today?" Zayyan dan Riska agak kaget dan mereka pun tertawa kecil karena salah satu karyawan yang menyambut menyangka mereka sebuah pasangan suami istri. "Sorry but we're not married yet, but maybe we'll get married sometime haha. Oh yes, she will be getting a Make Over today, please dress her up to make her even more beautiful" Zayyan mengatakan bahwa mereka belum menikah, dan mungkin akan segera menikah, Berchyandya... haha.
"Oh you guys aren't married yet? But you're look really good together. A handsome young man and a beautiful girl. And of course come with me, ma'am. I will make tou more beautiful today. Follow me here!" Seorang karyawan mempersilahkan Riska masuk untuk di make over.
Zayyan menunggu Riska diluar sambil mencari minuman karena ia merasa sangat haus dari tadi, memang hari ini cuaca cukup panas di Singapura walaupun sudah sore hari tapi tetap saja Zay merasa kegerahan.
Riska di dalam sangat asyik memilih baju, dia kebingungan mau pilih baju seperti apa yang akan ia kenakan agar pantas dan sesuai untuk acara makan malamnya dengan Zayyan.
"Aduh.. gue bingung harus pake baju apa, emh... oh iya, baju dress yang kalau aku pakai Zayyan suka aja, apa ya waktu itu.." Riska mengingat-ingat dan ia tahu apa yang dia maksud.
Ya... sebuah dress hitam elegan yang tidak terlalu panjang, ada belahan di pinggir sampai pahanya. Ia ingin berpakaian elegan tetapi tidak terlalu glamor, itu sangat sesuai tentunya untuk malam hari ini.
Untuk aksesoris nya ia menggunakan kalung berlian yang sedang untuk menghiasi lehernya dan sebuah jam tangan dan gelang. Tak lupa ia juga menyewa tas jinjing kecil untuk menaruh handphone dan dompet nya.
"Oke, that's a right choice. Let me Make you more beautiful with a thin but flawless make up. Follow me!" Seorang karyawan tersebut menyebut pilihan baju dan aksesoris yang Riska pilih tepat untuk acaranya malam ini, dia pun mengajaknya untuk di make up tipis agar terlihat flawless tetapi tidak terlalu glamor dan menor pastinya.
Setelah selesai Riska pun akhirnya keluar menemui Zayyan yang telah lama menunggunya hampir satu jam. Dia terkejut dengan penampilan mantan kekasihnya yang memang sudah manis tambah glow up.
Riska tidak berkulit putih tetapi sawo matang, tapi dia sangat manis karena orang jawa yang katanya memang hitam manis baik laki-laki maupun perempuan.
Riska juga memang tipe Zayyan, hitam manis agak tinggi dan lebih dewasa. Mungkin berbanding terbalik dengan Kim yang menginginkan wanita putih bertubuh mungil dan kekanak-kanakan. Ya pastinya tiap orang berbeda-beda tipe yang diinginkan.
"Eh... Ris... eehhh.. udah ya, ayo kalo gitu. Itu u.. udah dibayar kok, tapi nanti kita kesini lagi buat balikin bajunya. Nan-nanti aja ya habis makan malam atau kalo kamu nanti capek yaudah besoknya aja..." Zayyan tiba-tiba jadi gelagapan melihat begitu cantiknya Riska. Mungkin benih-benih cinta mereka yang telah kandas akan tumbuh kembali? karena Zayyan se salting itu sekarang melihat kembali Riska.
Mereka pun menuju parkiran, Zayyan membukakan pintu mobilnya untuk Riska, telapak tangannya yang satu ditempatkan di atas pintu mobil agar kepala Riska tidak terantuk ke mobil. memang Zayyan kalau sudah suka sama seseorang sebucin itu, bahkan harta bendanya juga pernah ia serahkan, hadeh...
Setelah setengah jam perjalanan mereka akhirnya tiba di Grand Shanghai Restauran. Salah satu restoran ter-thebest di Singapura. Dan mereka pun memesan makanan yang disuka. Selama menunggu makanan sampai, Zayyan sama sekali tidak menolehkan pandangan matanya dari wajah manis Riska, dia terus menatapinya dari tadi dan tibalah suatu ketika
"Ris, lo mau kan jadi pacar gue lagi?". Riska kaget dengan kebulol-an yang dilakukan mantan kekasihnya. Tetapi karena Riska juga masih mencintainya ia pun akhirnya menerima kembali Zayyan.
🌹
jangan lupa mampir juga Ken Novel ku ya kak buat beri dukungan nya