Indonesia
NovelToon NovelToon
Dia Suamiku

Dia Suamiku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:444.4k
Nilai: 4.7
Nama Author: riana a s

Rayana Aditama, seorang gadis remaja terpaksa menerima keputusan mamanya untuk menikahkan dia dengan seorang laki-laki, Adrian Ardinata. Seorang laki-laki yang telah lama menyandang status yatim piatu.

Pertengkaran demi pertengkaran di dalam rumah itu, harus ia tinggalkan demi menyelamatkan dirinya dari celaan saudari tirinya dan juga perbuatan papa tirinya di masa lampau.

Bahkan Rayana sampai rela meninggalkan mamanya karena rasa takut yang amat dalam tentang kekelaman pada masa itu.

Mampukah Rayana mempertahankan mahligai rumah tangganya bersama dengan lelaki yang menjadi kekasihnya itu?

Apakah suaminya bisa menerima kesalahan di masa lalu itu?

Akankah pernikahan mereka berjalan dengan mulus?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riana a s, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bekal Makan Siang

Di Star School Rayana akan mengikuti ujian untuk mendapatkan ijazah SMP atau yang biasa disebut paket C. Dimana setelah lulus ujian, Rayana akan mendapatkan ijazah yang status ijazahnya sudah disamakan dengan ijazah yang diperoleh lewat Ujian Nasional (UN).

Rencananya Rayana akan menggunakan ijazahnya itu untuk lenjut ke jenjang SMA.

“Selamat pagi, bu. Saya Rayana yang sudah mendaftar lewat online," ujar Rayana kepada petugas yang sedang duduk di lobi.

“Pagi, bu. Boleh saya melihat berkasnya?" Tanya wanita berkacamata minus itu.

Rayana menyodorkan amplop berisikan berkas-berkasnya yang sudah ia bawa dari rumah.

Petugas menginstruksikan Rayana untuk duduk dan menunggu informasi selanjutnya. Lalu Rayana pun menuruti petugas tersebut sembari maniknya celingukan kesana kemari melihat ramainya orang yang sedang berbaris menunggu giliran.

“Untung gue datang cepat. Kalau nggak bisa jadi gue urutan palig belakang,” gumamnya. “Apa mungkin mereka juga mau daftar buat ujian paket C? Tapi kok ada yang sudah tua? Memangnya mereka masih lulus gitu?” Ia bertanya-tanya dalam hati.

Beberapa menit kemudian, petugas lain memanggil nama Rayana. "Bu, berkas ibu masih kurang," tuturnya ramah dan sopan.

"Apa yang kurang ya, bu?" tanya Rayana sembari berjinjit karena ia ingin melihat lebih dekat. Maklumlah, Rayana kan pendek.

“Fotonya bukan seperti ini, ya bu.”

Rayana menatap bingung petugas tesebut. “Lalu yang bagaimana, bu?”

“Foto harus bacground merah dan mengenakan baju putih berkerah, bukan kaos ya, bu,” ucap petugas itu dengan jelas.

Rayana menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “Oh gitu ya, bu. Kalau besok saya antar bisa, bu?” tanya Rayana singkat.

“Bisa, bu. Nanti setelah berkasnya lengkap baru kita akan laksanakan uian.” Wanita itu menjawabnya begitu ramah.

Star School adalah sekolah yang didirikan pemerintah untuk membantu mereka yang ingin mendapatkan ijazah karena dulunya mereka nggak tamat, atau putus sekolah atau bisa juga bagi mereka yang ingin melamar jadi anggota dewan. Dan nggak memiliki ijazah.

Oh ya, disana usia mereka beragam loh, batasannya sampai usia

“Baik, bu. Trimakasih atas informainya. Saya permisi dulu ya, bu.”

Rayana meninggalkan lobi yang masih penuh dengan kerumunan orang yang mau mendaftar. Banyak juga yang seperti dirinya, belum lengkap berkas.

“Banyak juga ya yang mau ikut ujian paket C. awalnya kukira hanya aku, ternyata berjibun,” batinnya.

Rayana pulang menaiki angkot, ingin mengenang masa-masa sekolah dulu. Tapi bedanya dulu kalau berangkat sekoah dia naik bus.

"Kamu udah pulang?’" tanya nenek yang menyambutnya di pintu.

“Hmmm,” Rayana hanya berdehem.

“Ganti baju dulu gih, trus makan!”

“Iya, nek,” jawab Rayana. “Oh ya, nek aku mau ke kampus bang Ardi mau bawain makan siang. Boleh kan, nek?" tanya Rayana memelas.

“Ya boleh dong, nak. Dia kan suami kamu. Sudah semestinya kamu perhatian dengannya. Kenapa nggak dari kemarin-kemarin sih?"celetuk nenek.

"Kenapa juga mesti minta ijin sama nenek," imbuh nenek lagi. Ekor matanya melirik Rayana yang tersenyum.

“Hehehe.” Hanya gelak tawa yang keluar dari bibir mungil Rayana.

“Ya udah, nek. Raya siap-siap dulu, ya,” serunya lalu dibalas anggukan oleh nenek sembari menyunggingkan senyum ramah di bibirnya.

Sesampainya di kampus, Rayana kebingungan mencari keberadaan Ardi. Begitu ramainya mahasiswa yang berkeliaran kesana kemari. Beda dengan saat dia sekolah dulu. Jadi siswa yang berkeliaran pun tak ada meskipun masih pagi. Dan siang seperti ini sekolah sudah sunyi.

Beda dengan di kampus ini, meskipun waktu sudah menunjukkan jam makan siang, tapi masih banyak mahasiswa ataupun mahasiswi yang berlalu-lalang. Rayana yang belum mengenal dunia perkuliahan kebingungan.

"Eh, itu bukannya pembantu di rumahnya Ardi? Ngapain dia kesini? Hmmmm, pasti dia mau bertemu Ardi. Dasar pembantu, ganjen banget. Baiklah, sebaiknya aku pura-pura nggak lihat saja. Aku nggak mau sampai dia ketemu sama Ardi." gumam Mitha licik.

Jarak antara Mitha dan Rayana masih jauh sebenarnya, hanya saja Mitha tak ingin Rayana sampai melihatnya, makanya ia sampai menutupi wajahnya dengan buku dan berjalan santai dari depan Rayana.

"Kenapa sih harus ketemu sama si pembantu itu? Aihh nggak level banget," batinnya.

"Permisi, kak aku boleh tanya?" Seseorang memegang pergelangan tangannya.

"I-iya, ada apa?" tanya Mitha gugup. Ia masih berusaha menutupi wajahnya.

"Apakah kakak kenal dengan Adrian Ardinata? Boleh tau nggak di mana dia sekarang? Soalnya aku mau antarkan bekal makan siang," ucap Rayana ragu-ragu. "Kenapa dia menutupi wajahnya? Apa aku terlalu cantik?" gurau Rayana dalam hati.

"Ma-maaf, a-aku ng-nggak kenal," sahut Mitha terbata-bata. "Duh, semoga saja nggak ketahuan wajahku. Aku malas melihat wajahnya, kesal," gerutunya dalam hati.

"Hei, Mit.....!" teriak seseorang dari kejauhan.

"Mati aku, kenapa sih dia harus memekik gitu manggil aku." Mitha protes dengan teman yang memanggilnya.

"Mit, kenapa lo pake tutupin muka segala? Ada apa Mit?" tanya gadis itu lagi dari kejauhan. Dia pun berjalan cepat-cepat menghampiri Mitha.

"Eh lo kenapa sih? Takut kena matahari ya? Tumben lo kayak gini," cerocos gadis yang bernama Candy itu. Ia menarik paksa buku yang menutupi wajah Mitha.

"Apaan sih lo? Ganggu orang aja," gerutu Mitha.

"Eh, mimpi apa gue semalam ketemu ini cewek genit. Males ah, mending gue kabur. Masih banyak orang yang bisa ditanyai disini." keluh Rayana dalam hati.

"Kenalin kak, aku Rayana. Aku kesini mau...."

"Dia ini pembantu di rumah Ardi lho, Can. Lo mau kenalan sama dia?" Mitha langsung nyerocos tanpa diajak bicara. Senyum nyengirnya ia pamerkan.

"Aku Candy," ucap Candy mengulurkan tangannya kepada Rayana. Apa yang baru saja diucapkan oleh Mitha bahkan ia abaikan.

"Nama lo siapa?" tanya Candy penasaran.

"Kan aku uda ngomong tadi, kak. Nama aku Rayana. Aku kesini mau antarin kotak makan siangnya bang Ardi," imbuhnya lagi.

"Ja-jadi lo kenal Ardi? Dan....lo asisten rumah tangganya?" tanya Candy sembari menaikkan alisnya.

"A-a-aku...." Rayana gugup untuk menjelaskan. Padahal sebenarnya ingin rasanya ia mengucapkan dengan lantam kalau dirinya adalah istri salah satu mahasiswa terganteng dan ter-cool di kampus ini. Sehingga banyak wanita yang terpaut akan ketampanannya bahkan kepintarannya.

"Ia. Dia ini adalah pembantu di rumah Ardi. Ngapain lo dekat-dekat dia? Lo nggak takut ketularan kamseupaynya? Kalau gue mah ogah," sindirnya. Matanya melotot melihat Rayana.

"Eh, mau dong diceritain gimana Ardi di rumah. Soalnya gue kepo banget. Boleh ya?" tanya Candy bersemangat.

"Ini cewek kenapa sih? Kok malah nyosor. Sebel deh," gerutu Rayana dalam hati.

"Ayok, masuk kesana. Gue akan bilang dimana kelas Ardi. Supaya lo bisa anterin bekal ini untuknya. Yok!" ajak Candy penuh semangat. Ia menarik pergelangan tangan Rayana dan meninggalkan Mitha yang sedang mematung.

"Ini nggak bisa dibiarin. Kenapa sih si Candy itu dekat-dekat dengan pembantu itu. Apa jangan-jangan dia mau merebut perhatian Ardi. Oh tidak. Aku nggak mau dong, emangnya novel apa? Tidak, aku nggak mau Ardi jatuh ke pelukannya. Aku akan memberi pelajaran padanya," batin Mitha kesal.

Akhirnya Rayana dan Candy pun Sampai di kelas yang sepi oleh mahasiswa ataupun mahasiswi. Rayana masih kebingungan dengan tingkah Candy yang sok kenal sok dekat kepadanya.

1
Maliqa Effendy
buat pelajaran nih kaum wanita,biar dirumah jg klo mau msndi liat sekitar dulu
erni aurelia
ya ampun cewe bodoh nya ga ketulungan
erni aurelia
buat namanya klo kaya gitu tp bodoh
erni aurelia
ceritanya madu mundur,,,,pusing klo orang yg ga ngerti mah
erni aurelia
rayana hidup nya cuma dilecehoan sama cowo doang prasaan
erni aurelia
namanya juga cerita mah bebas mau ngapain aja
Rere EL Sadat ✅
😘😘😘😘👍
Sumiyati
ayo Thor buat raya ngelanjutin sekolahnya
Sumiyati
kalau malu sekolah kawatir ketahuan jika dah nikah,kenapa nggak pindah sekolah aja kan nenek Ardi tajir. nyesel hari gini cuman sampai SMP
Nasi Kaput
ini mau nikah, tapi masih belum umur.
Lastriani Basrin
Mudah2an menarik sampai akhir
🅰🅽🅰 Ig: meqou.te: semoga ya kak
total 1 replies
pxtrq_
semangat ka...🤗🤗🤗

salam dari THE MASK...yang mau mampir silahkan
Eni Rahayu
ceritanya kemana mana jadi bingung bacanya
🅰🅽🅰 Ig: meqou.te: maaf kalau nggak nyaman ya kak.. maklumlah, aku hanyalah remahan kerupuk. tulisanku ini hanya itu kak. heheh. makasii kak udah mampir
total 1 replies
cahaya
baru mampir thor
🅰🅽🅰 Ig: meqou.te: wkwkkw. silakan baca sampe tamat.. wkkwkw
total 1 replies
Dian
gimna dengan reynhard apa sdh tobat knp tidak diceritakan thor saya jadi penasaran thor
ANRI: masih di Noveltoon kak. judulnya Hello, my husband. udah banyak babnya. akunnya aku ganti kak. Nama penanya Anri
total 3 replies
Dian
lapor aja ke polisi biar kapok dia
re
Bucindah
Dian Anggraeni
Ah senangnya happy ending 👏👏👏👏👏
Laztri Fauzan
kow kemana..mana ceritanya ya... kadang jadi bingung... maaf thor.. klo misal dikasih flasback gitu enak ya bacanya...
🅰🅽🅰 Ig: meqou.te: makasi ya kak udah baca
total 2 replies
Laztri Fauzan
hukum apaan itu....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!