Bella yang tekenal gadis sempurna dimata semua orang, tapi bagi Bella dia hanyalah gadis yang kurang beruntung. Memiliki harta yang banyak dan cantik tidaklah penting baginya. Keinginan hanya satu dia ingin memilki rumah dimana ada kehangatan didalamnya.
Setelah tamat sekolah, Bella memutuskan untuk keluar dari rumahnya tanpa persetujuan orangtuanya, dia ingin jauh dari keluarganya.
Saat merantau di kota lain, Bella tidak sengaja harus berurusan dengan seorang pria duda yang memeliki satu orang putra. Putra dari duda tersebut selalu memanggilnya mama dan tidak ingin lepas darinya. Akankah Bella menemukan rumah impiannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wilda ellen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sempurna
Bella benar-benar merasa tidak enak pada kedua orang tua Philip dan Kennan. Dia merasa kalau dirinya telah menipu mereka. Dia dan Philip memutuskan untuk menikah bukan karena rasa cinta, hanya saja karena saling membutuhkan. Padahal mereka sangat menyayanginya dengan tulus.
Flash back
"Benarkah? Kalian tidak bercandakan?" tanya Bianca saat Philip memberitahu pada mereka kalau dia dan Bella akan menikah dua Minggu lagi.
Philip menarik pinggang Bella untul dipeluknya, lalu menggenggam tangan Bella dengan erat.
"Benar ma. Kami minta restu dari mama dan papa..." ucap Philip dengan tenang.
Bianca yang melihat tangan putranya melingkar di pinggang Bella tampak langsung bahagia.
"Papa jawab dong..." Bianca tampak sangat kesal karena suaminya tampak diam saja sambil menatap putranya dengan Bella.
"Sabar mama...."
"Bell, om mau tanya. Apa putra om ada mengancammu? Atau memaksamu supaya menikah dengannya? Kalau kamu dipaksa om beritahu, om. Om akan bantu kamu..." mendengar ucapan Felix, tentu saja membuat Bianca menatap suaminya tajam. Sedangkan Philip tampak biasa saja.
"Tidak, om! Tidak ada pemaksaan. Bella benar-benar sangat menyukai pak Philip. Pak Philip selalu ada disaat saya membutuhkan pertolongan dan Bella sangat nyaman dengan pak Philip" ucap Bella sambil menatap Philip.
Degh...
Jantung Philip berdegup kencang saat Bella mengatakannya sambil menatap dirinya dengan tersenyum. Philip sangat berharap apa yang dikatakan Bella benar-benar nyata, bukan sekedar akting.
"Baiklah, kami akan merestui kalian. Besok, nenek dan kakek akan tiba. Philip ajak Bella temui kakek dan nenek. Dan sebelum itu kalian harus tunangan dulu dan tunangan kalian akan diadakan di acara anniversary mama dan papa. Untuk tamu undangan, mereka tidak perlu tahu dulu. Kita buat acara surprise saja untuk mereka. Satu lagi yang penting, nak Bella apakah orang tua kamu sudah setuju? Kami ingin berkenalan dengan orang tua kamu..." ucap Felix.
Bella pun langsung mengeleng kepalanya. Dia sangat ragu kalau orang tuanya akan setuju dengan keputusannya.
"Begini saja, kamu hubungi orang tua kamu. Undang orang tua kamu untuk makan malam bersama kita. "
"Baik, om..." ucap Bella dengan ragu."
Flash back end
Keluarga Fernando tampak lagi bahagia, selain merayakan anniversary, mereka juga sedang mempersiapkan pertunangan Bella dan putra mereka. Mereka hanya memberitahu kepada keluarga besar mereka saja, untuk tamu undangan mereka sengaja tidak.memberitahu. Mereka ingin memberikan kejutan.
"Cantik...." ucap Bianca setelah Bella dirias.
Bella bangkit berdiri dengan malu dan sangat gugup. Bianca memeluk Bella dengan eras. Terlihat raut wajah Bianca yang sangat bahagia.
"Tante sangat senang kamu akhirnya menjadi menantu tante."
"Tante..." gumam Bella yang tampak bingung mau berkata apa.
"Bella sayang...." Bianca dan Bella langsung melepaskan pelukan saat mendengar suara Nana yang berteriak memanggilnya dari depan pintu kamar Bella.
"Na, Angga..." sapa Bella sambil merentangkan kedua tangannya. Dia ingin memeluk kedua sahabatnya itu.
"Akhirnya kalian tiba juga..." gumam Bella.
"Sorry, Bell tadi ada macet..."
"Hai tante..." sapa Angga pada Bianca yang dari tadi menatap mereka.
"Tante, maaf ya kami agak lama..." cicit Nana sambil membuat mimik wajah memelas.
"Tidak apa-apa. Kalau begitu tante keluar dulu ya. Oh, ya jangan lama-lama turunnya. Tamu undangan pasti sudah pada datang..." ucap Bianca.
"Baik tante..." ucap Nana dan Bella bersamaan, sedangkan Angga hanya tersenyum saja.
"Bell, bagaimana? Gugup ngak?" tanya Nana dengan penasaran.
"Ye, gugup lah! Rasanya jantungku mau copot..."
"Oh, ya Bell papa mu jadi datang?" tanya Angga dengan menatap Bella serius.
"Aku tidak tahu. Kalian tahu sendiri bagaimana kerasnya papa ku. Waktu makan malam kemarin, dia sudah tegas mengatakan kalau dia tidak akan merestui hubungan kami dan jika aku tetap dengan keputusan, ku. Aku akan dicoret dari kartu keluarga" ucap Bella dengan sendu.
"Aku juga tidak berharap mereka datang." sambung Bella. Meskipun dia mengucapkan kata-kata itu, dari dalam lubuk hatinya dia berharap papanya datang dan melihat dirinya.
Nana pun langsung menarik Bella kedalam pelukannya.
"Mama..." Kennan yang sudah selesai siap-siap datang bersama Bianca.
"Kennan sayang..." Bella langsung bangkit berdiri untuk memeluk Kennan.
"Bell, ayok sayang kita turun kebawah." ucap Bianca yang sama-sama masuk bersama Kennan.
...----------------...
Saat Bella, Kennan dan Bianca masuk bersamaan, para tamu tampak terpesona dengan kecantikan Bella. Mereka juga berbisik-bisik siapa Bella, kenapa Bella masuk bersamaan dengan Bianca dan gaun Bella kenakan satu warna dengan jas yang dikenakan Philip dan Kennan.
Pandangan Bella tampak lurus kedepan dimana Philip berdiri didepan besama Felix. Bella tampak terpesona dengan ketampanan Philip yang benar-benar sangat sempurna.
Felix menepuk pundak putranya dengan tersenyum bahagia. Felix dapat melihat putranya benar-benar sangat menyukai Bella. Dia juga tahu setelah mereka bertrmu dengan keluarga Bella, Philip meminta orang-orang mereka untuk menjaga gerak gerik ibu tiri dan saudara tiri Bella. Tidk hanya itu saja, Philip juga menjaga Steven dari jarak jauh.
"Papa dapat melihat Bella benar-benar sangat mencintai mu dan putra mu dengan tulus. Hanya saja, saat ini dia masih ragu. Ada rasa takut dalam dirinya..." Philip menatap papanya dengan mengerutkan kening.
"Kenapa? Kamu pikir papa tidak tahu kenapa nak Bella mau menikah dengan mu?"
"Aku tidak memaksanya..." ucap Philip dengan tegas.
"Memang kamu tidak memaksanya. Tapi kamu memanfaatkan keadaannya..."
Philip langsung diam, karena apa yang dikatakan papanya benar. Dia merasa dengan keadaan Bella saat ini, dia bisa mengikat Bella untuk menjadi miliknya.
Saat Bella semakin dekat kearahnya, jantung Philip semakin berdegup kencang. Philip benar-benar sangat terpesona dengan Bella.
...----------------...
Bella duduk disamping nenek Amelika, neneknya Philip. Sedangkan Kennan duduk bersama kakek Ariwo, kakek buyutnya.
"Nenek sangat senang akhirnya ada yang menaklukkan hati cucu nenek yang dingin..." ucap nenek Amelika sambil menggenggam tangan Bella.
"Pak Philip memang tampak dingin, tapi sebenarnya dia sangat hangat orangnya. Pak Philip juga sangat perhatian pada keluarganya." ucap Philip sambil melirik Philip yang lagi ngobrol dengan para tamu.
"Benar sayang. Ternyata kamu sudah sangat mengenal cucu nenek." pipi Bella tampak langsung memerah.
Acara pun akhirnya dimulai, setelah Felix mberikan kado untuk Bianca, Felix memberikan tanda pada mc nya untuk melanjutkan acara pertunangan Philip dan Bella.
Para tamu undangan sangat terkejut mendengar kalau acara yang mereka hadiri tidak hanya acara anniversary Felix dan Bianca saja, tapi juga pertunangan Philip.
"Apa wanita tadi tunangan pak Philip?"
"Benarkah? Tapi siapa wanita itu?"
"Bukannya wanita itu pernah kekantor untuk antar bekal pak Philip?"
Banyak pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan para tamu.
Saat Philip menjemput Bella yang dari tadi duduk disamping neneknya untuk berdiri didepan bersamanya, jantung Bella benar-benar seperti mau copot.
Para tamu yang hadir memuji Bella yang sangat cocok dan sempurna untuk bersanding dengan Philip.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
bahasa anak sekrang yg buat artinya jauh dari maksud. mendiami itu utk rumah/daerah atau tanah pokoknya tempat. kata yg seharusnya adalah "mendiamkan" itu baru kata kerja,