Indonesia
NovelToon NovelToon
Teknisi Rendahan Sebenarnya Dewa Perang

Teknisi Rendahan Sebenarnya Dewa Perang

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Dikelilingi wanita cantik / Tamat
Popularitas:181.4k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Pria yang selama ini mereka remehkan adalah Dewa Perang yang mampu menghancurkan kerajaan dalam semalam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Gedung Kantor Dewan Tata Kota

Ketua Komite Tata Kota, Pak Herman, duduk di kursi kebesarannya dengan wajah arogan. Di seberang mejanya, Clarissa duduk dengan postur tegak, didampingi dua pengacara perusahaannya.

"Nona Clarissa, keputusan kami sudah bulat. Bukti bahwa material Anda mengandung limbah beracun sangat kuat dari pelapor anonim. Izin proyek Anda kami bekukan tanpa batas waktu," ucap Herman dengan nada meremehkan.

Brak!

​Pintu ruang rapat terbuka lebar. Devan melangkah masuk, menyeret kerah baju Budi dan Toni di kedua tangannya layaknya menyeret dua kantong sampah. Ia melemparkan kedua pengkhianat itu tepat di depan meja Pak Herman.

​"Bicaralah," perintah Devan singkat kepada dua tikus itu.

​Dengan suara bergetar dan menangis, Budi dan Toni membeberkan semua skema sabotase tersebut. Mereka mengakui memalsukan dokumen sampel tanah dan menyebarkan hoaks ke media demi bayaran dari perusahaan saingan.

​Wajah Pak Herman sedikit memucat, namun ia mencoba mempertahankan arogansinya. "Ehem! Pengakuan dari staf yang tidak puas ini tidak bisa langsung membatalkan keputusan komite! Saya butuh waktu seminggu untuk memvalidasi—"

​"Tidak perlu waktu seminggu, Pak Herman," potong Devan dengan cepat.

​Devan berjalan ke depan meja, mencondongkan tubuhnya, dan menatap lurus ke mata birokrat korup itu.

​"Saya kebetulan punya hobi membaca data mutasi rekening. Aneh sekali rasanya melihat ada dana tak bertuan sebesar 500 juta rupiah masuk ke rekening luar negeri atas nama istri Anda tepat pukul tujuh pagi tadi," bisik Devan dengan senyuman yang sangat membunuh. "Apakah itu biaya 'administrasi' untuk mempercepat pencabutan izin kami?"

​Mata Herman membulat sempurna. Seluruh tubuhnya menegang seolah disambar petir. Bagaimana pria ini bisa tahu rahasia yang bahkan ia tutupi menggunakan perantara berlapis?!

​"S-saya... i-itu..." Herman mulai berkeringat dingin, melirik panik ke arah Clarissa dan pengacaranya.

​"Jika izin proyek kami tidak diaktifkan kembali dalam waktu satu menit," lanjut Devan dengan suara pelan namun menekan, "saya jamin KPK akan mengetuk pintu rumah Anda sebelum jam makan siang selesai."

​Herman langsung menggebrak mejanya, berpura-pura marah kepada Budi dan Toni. "Kurang ajar! Kalian berani menipu pemerintah kota?! Keamanan! Seret dua penipu ini ke polisi!"

​Setelah Budi dan Toni dibawa pergi, Herman buru-buru mengeluarkan stempel emasnya dan mencap dokumen perizinan Grup Rajawali dengan tangan gemetar.

​"K-karena ini adalah kesalahan komite dalam memvalidasi laporan, saya juga akan memberikan status VIP Fast-Track untuk proyek ini. Kalian tidak perlu mengurus izin lanjutan, kami yang akan menanggung semuanya! Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini, Nona Clarissa," ucap Herman sambil membungkuk dalam.

​Clarissa mengambil dokumen itu, matanya masih memancarkan ketidakpercayaan atas betapa cepatnya krisis besar ini diselesaikan.

Di Dalam Lift

Hanya ada Devan dan Clarissa di dalam lift yang perlahan turun menuju lobi utama. Suasana hening sejenak sebelum Clarissa memecahkan kebisuan.

"Kamu mengancamnya dengan data rekening rahasia, kan?" tebak Clarissa sambil melipat tangannya di dada, menatap Devan dengan pandangan takjub.

"Hanya gertakan kecil untuk orang yang serakah, Bos," jawab Devan tersenyum simpul.

Ting!

[Misi Selesai: Sabotase perizinan proyek digagalkan.]

[Hadiah Diterima: Keterampilan Negosiasi Korporat Tingkat Menengah.]

[Pembukaan segel kekuatan tahap pertama telah mencapai 28%.]

Aliran informasi tentang hukum bisnis, negosiasi tingkat tinggi, dan celah-celah birokrasi langsung mengalir ke dalam otak Devan secara instan, menjadikannya bukan hanya mesin petarung, tapi juga monster di meja perundingan.

Tiba-tiba, Clarissa melangkah maju, memangkas jarak di antara mereka hingga ujung sepatu mereka saling bersentuhan. Wangi parfum vanilla dari tubuh Clarissa menguar lembut, menggoda indra penciuman Devan.

1
ZAHRANI
ngapain di ulang😏
ZAHRANI
bukannya 5%,harusnya kan jadi 15%,kok 20%,darimana itu thor,jangan korupsi😏
Hendra Irawan
kerennnn 👍
echa purin
👍👍👍👍
Agang Junior
mirip cerita "Dikira satpam rendahan rupamya mantan raja tentara" di novel satunya
Achmad Rozy
cepet banget menguasai ilmu naga itu 🤭
MAWI
assseeeeek
MAWI
mantaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaap
Mr T
👍
Aisyah Suyuti
good
Tatan Utari
iya lieur yg nyetir bisa gantian, kapan tukeran nya
yohana imetriuli
wah Thor.. td mo pulang si depan yg nyetir, lha ini kok si Clarisa yg nyetir... kapan tukerannya thorr 😄😄😄🤭
yohana imetriuli: devan mksud ku ikii
total 1 replies
Retno Palupi
bingung saya, yg setor dr kantor Devan, d jln kok jd Clarissa yg nyetir 🤭
Azzura Salma
agak risi sma panggilanx devan ke istrix kok bos terus,,sedangkan clarissa udh mulai mesra. kdg sayang kdg suamiku.
Indra
Rejeki nomplok nih
JJ opa
Dewa perang di lawan🤣🤣🤣
Musa Lamovic
maw komen bab yg pendek eh sdh ada yg nulis tuh
kiyoe: hehehe awalan merintis kak maaf
total 1 replies
Tiara Bella
aku mampir Thor salam kenal 😍😍
kiyoe: salam kenal kembali kak Tiara Bella terimakasih sudah mampir hihi🤭
total 1 replies
Muezza UnU
good
Ria Gazali Dapson
siap² siska n riko , jdi ob🤣😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!