Indonesia
NovelToon NovelToon
Setelah Malam Pertama

Setelah Malam Pertama

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Julia And'Marian

Pernikahan adalah impian semua orang, termasuk Calista, ia terpaksa harus menikah dengan sosok pria yang seharusnya ia benci, karena sudah membunuh ayahnya. Namun, ayah Danis justru menukar semuanya dengan sebuah pernikahan dengan sang putra. Alih-alih mendapatkan kebahagiaan, Calista justru tersiksa. Ia di benci ibu dan kakak Danis, bahkan tak di anggap oleh Danis. Pria itu bersikap dingin padanya. Beberapa bulan kemudian, Calista sudah muak, apalagi saat Danis meminta akan menikah dengan kekasihnya, ia yang tak siap di madu, akhirnya memilih meminta cerai. Namun sebelum itu, Calista memberikan hak Danis, ia dan Danis malam itu melakukan hubungan suami istri untuk yang pertama kali, sebelum paginya Danis menceraikan Calista.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julia And'Marian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 22

Deg!

Calista benar-benar membeku.

Kalimat Arga tadi terus terngiang di kepalanya.

"Saya mau kamu sedikit berisi, mungkin lebih cantik."

Wajahnya perlahan memerah.

Arga yang baru menyadari apa yang baru saja keluar dari mulutnya ikut terdiam.

Untuk beberapa detik...

Keduanya hanya saling memandang.

Arga akhirnya berdeham.

"Maksud saya..."

Calista menunggu.

Arga mengalihkan pandangan.

"...supaya kamu tidak mudah sakit."

Calista menunduk sambil menahan senyum.

"Oh..."

Hening kembali.

Namun kali ini...

Justru Arga yang terlihat salah tingkah.

Ia mengambil gelas air mineral dan meminumnya, padahal air itu belum benar-benar ia perlukan.

Calista diam-diam tersenyum.

Untuk pertama kalinya ia melihat seorang CEO yang biasanya begitu tenang...

Bisa salah bicara hanya karena dirinya.

Namun sebelum percakapan mereka berlanjut...

Ponsel Arga bergetar.

Ia melihat layar sekilas.

Sebuah pesan dari bagian keuangan.

Ekspresi Arga langsung berubah serius.

Ada urusan perusahaan yang harus segera ia tangani.

Sementara Calista tidak tahu bahwa di tempat lain...

Masalah yang jauh lebih besar sedang menunggu Ratna.

Di rumah keluarga Arganta...

Ratna duduk di ruang keluarga dengan wajah tegang.

Ponselnya masih berada di tangannya.

Ia baru saja mentransfer Rp25.000.000 untuk biaya verifikasi tambahan.

Namun bukannya dana cair...

Pesan baru kembali muncul.

"Diperlukan pembayaran pajak pencairan sebesar Rp35.000.000."

Ratna langsung berdiri.

"Apa lagi ini?!"

Tangannya gemetar.

Ia segera menghubungi Pak Adrian.

Nomor tersebut tidak aktif.

Ratna mencoba lagi.

Tidak tersambung.

Ia membuka nomor layanan pelanggan yang tertera di brosur.

Tidak dapat dihubungi.

Ratna mulai panik.

"Jangan-jangan..."

Ia membuka aplikasi.

Saldo:

Rp360.000.000

Namun ketika ia menekan tombol pencairan...

Muncul tulisan:

"Akun sedang dibekukan sementara."

Ratna membelalakkan mata.

"Dibekukan?"

Ia mencoba berulang kali.

Tetap sama.

Saat itulah...

Ponselnya kembali berdering.

Nomor tidak dikenal.

Ratna segera mengangkat.

"Halo?"

Suara seorang perempuan terdengar dari seberang.

"Bu Ratna?"

"Iya."

"Saya Siska. Saya dapat nomor Ibu dari Melisa."

Ratna mengernyit.

"Kenapa?"

"Saya mau menanyakan soal investasi emas itu."

Ratna menarik napas.

"Kenapa?"

"Saya sudah setor seratus juta."

Ratna terdiam.

Perempuan itu melanjutkan.

"Katanya Ibu juga ikut?"

"Iya."

"Uang Ibu sudah bisa ditarik?"

Ratna tidak menjawab.

Keheningan beberapa detik membuat Siska mulai curiga.

"Bu?"

Ratna akhirnya berkata pelan.

"Belum."

"Kenapa?"

"Ada biaya verifikasi."

Siska terdiam.

"Berapa?"

"Sudah lima belas juta... lalu dua puluh lima juta."

Siska langsung terkejut.

"Apa?!"

Ratna menutup mata.

"Katanya setelah itu bisa dicairkan."

"Bu Ratna..."

Nada suara Siska mulai berubah.

"Jangan-jangan kita ditipu."

Ratna langsung membantah.

"Tidak!"

"Bu, saya sudah coba hubungi kantor mereka."

Ratna terdiam.

"Tidak ada yang menjawab."

Jantung Ratna berdegup semakin cepat.

Kemudian suara Siska terdengar lagi.

"Dan saya tadi datang ke alamat kantor yang ada di brosur."

Ratna menelan ludah.

"Terus?"

"Kosong."

Ratna membeku.

"Kosong?"

"Iya."

"Pegawainya?"

"Tidak ada."

"Pak Adrian?"

"Juga tidak ada."

Ratna menjatuhkan tubuhnya ke sofa.

Ponselnya hampir terlepas dari tangan.

"Tidak mungkin..."

Namun sebelum Siska menjawab...

Terdengar suara lain dari ujung telepon.

Beberapa orang rupanya sedang berada di sana.

Suara laki-laki terdengar keras.

"Siapa yang memperkenalkan investasi ini kepada kalian?!"

Siska menjawab dengan suara gemetar.

"Melisa..."

"Melisa siapa?"

"Temannya Bu Ratna."

Suara itu semakin keras.

"Hubungi Ratna!"

Ratna langsung membeku.

Beberapa detik kemudian...

Panggilan tersebut beralih.

"Bu Ratna!"

"I-iya?"

"Kami semua kehilangan uang!"

Ratna terdiam.

"Kamu bilang investasi ini aman!"

"Aku..."

"Kamu yang memperkenalkan kepada kami!"

"Aku juga korban!"

"KORBAN?!"

Bentakan itu membuat Ratna menjauhkan ponsel dari telinganya.

"Kamu sudah memasukkan kami ke dalam investasi ini!"

"Saya tidak tahu kalau ini penipuan!"

"Kalau tidak tahu, kenapa kamu menyuruh kami ikut?!"

Ratna tidak mampu menjawab.

Kemudian suara perempuan lain terdengar.

"Uang saya seratus lima puluh juta!"

Laki-laki lain menyahut.

"Saya dua ratus juta!"

"Suami saya sampai menjual mobil!"

Ratna semakin pucat.

Satu demi satu suara mulai terdengar.

Semua marah.

Semua merasa kehilangan.

Dan sebagian besar...

Mendapat informasi investasi itu dari Ratna.

"Kembalikan uang kami!"

"Saya tidak punya uang kalian!"

"Kamu yang mengajak!"

"Aku juga memasukkan uangku sendiri!"

"Kalau begitu cairkan uangmu!"

Ratna terdiam.

Bagaimana mungkin ia mencairkan sesuatu yang bahkan dirinya sendiri tidak bisa ambil?

"Ratna!"

Bentakan kembali terdengar.

"Kamu harus bertanggung jawab!"

Air mata mulai memenuhi mata Ratna.

"Aku tidak tahu..."

Namun kali ini...

Tidak ada yang mau mendengarkan.

Telepon akhirnya terputus.

Ratna menatap layar ponselnya dengan wajah pucat.

Tangannya gemetar hebat.

Rp300.000.000.

Itulah uang miliknya yang sudah ia masukkan.

Ditambah biaya verifikasi puluhan juta.

Semuanya...

Tidak bisa disentuh.

Ratna perlahan menutup wajahnya.

"Ya Allah..."

Untuk pertama kalinya...

Ia menyadari kesalahannya.

Ia bukan hanya kehilangan uang.

Ia juga sudah mengajak orang lain masuk ke dalam perangkap yang sama.

Dan sekarang...

Orang-orang itu mulai menagih pertanggungjawaban kepadanya.

Pintu rumah tiba-tiba terbuka.

Danis pulang.

Ia langsung melihat ibunya duduk dengan wajah pucat.

"Ma?"

Ratna tidak menjawab.

Danis berjalan mendekat.

"Mama kenapa?"

Ratna perlahan mengangkat wajah.

Matanya sembap.

"Danis..."

"Ada apa?"

Ratna menggenggam ponselnya erat.

"Uang Mama..."

Danis mengernyit.

"Kenapa dengan uang Mama?"

Ratna menangis.

"Kayaknya..."

Suaranya bergetar.

"Mama ketipu."

Danis langsung terdiam.

Beberapa detik kemudian...

"Investasi emas itu?"

Ratna mengangguk.

Danis menutup mata.

Ia sudah pernah memperingatkan.

Namun sekarang...

Tidak ada gunanya mengatakan sudah kubilang.

Danis menarik napas panjang.

"Berapa?"

Ratna menunduk.

"Tiga ratus juta."

Danis membelalakkan mata.

"Ma..."

"Belum termasuk biaya administrasi."

Danis menatap ibunya dengan tidak percaya.

"Mama bayar lagi?"

Ratna menangis semakin keras.

Danis mengusap wajahnya.

"Kenapa Mama tidak dengarkan aku waktu itu?"

Ratna tidak menjawab.

Karena kini...

Ia sendiri sudah mengetahui jawabannya.

Keserakahan.

Keinginan untuk mendapatkan keuntungan besar dengan cepat.

Dan keinginan untuk kembali hidup mewah tanpa bergantung kepada siapa pun...

Telah membuatnya mengabaikan semua tanda bahaya.

Dan sekarang...

Karma itu datang perlahan.

Bukan dalam bentuk hukuman yang tiba-tiba.

Melainkan melalui kehilangan...

Satu demi satu.

#kalau berantakan nanti aku revisi, aku lagi kurang sehat guys... Mangkanya aku gak update2

1
mama
ku pikir udh gk dilanjut ini cerita kak.. kan syg
Julia and'Marian: lanjut kak... kemarin tunggu kontrak nya dulu. lama bingit..
total 1 replies
Lia se
kalau gue jadi faas, udah gue tonjok Lo nis
Lia se
kapok, udah terasa kayaknya dia
Lia se
kau yang nggak tahu diri taiiu
Lia se
Ya ampun cal, kalau aku udah aku Jambak tuh orang
Lia se
benci banget sama keluarga kayak begitu
Lia se
😲
Lia se
Danis...🤭
partini
kena tipu ini mah
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
Eva Karmita
semoga saja ada maaf untuk mu Danis...,, dan semoga secepatnya bertemu Calista
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
Herman Lim
jgn hamil aja nanti Calista
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
Eva Karmita
rupanya semesta alam belum merestui Danis bertemu Calista 🥺... tetap semangat ya Danis temukan Calista dan minta maaf,
partini
sedikit lagi bertemu tapi ga jadi macam sinet indo gumussss
Eva Karmita
ayo terus cari Calista Denis semangat 🔥💪🥰
partini
Danis tuh cari Calista mau minta rujuk
fanny tedjo pramono
semangat update ditunggu guys
partini
udah di buang sekarang di cari mejilat ludah sendiri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!