Indonesia
NovelToon NovelToon
Langkah Sunyi Arunika

Langkah Sunyi Arunika

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Konflik etika / Penyesalan Suami
Popularitas:20.3k
Nilai: 5
Nama Author: Bunaya

Empat tahun lamanya Arunika mengalah dan hidup sebagai istri pajangan, demi menghormati amanah almarhum ayahnya. Namun, segalanya hancur saat ia mendengar rencana kejam Saka. Pria itu berniat menikah lagi dengan kekasihnya, namun menolak menceraikan Arunika hanya karena butuh statusnya demi warisan keluarga Daniswara. Saka mengira Arunika wanita lemah yang akan pasrah dipoligami.
Kekecewaan mendalam itu justru membangkitkan sisi cerdas yang selama ini Arunika sembunyikan. Tanpa labrakan histeris, Arunika menyusun skenario skakmat dalam senyap. Tepat di hari pernikahan megah Saka, ia melangkah pergi membawa dokumen cerai dan menayangkan video perselingkuhan suaminya di gedung pesta. Sebuah langkah sunyi yang tidak hanya menyelamatkan harga dirinya, tetapi juga menjadi awal runtuhnya seluruh takhta palsu yang Saka banggakan.

Ingin tahu kisah selengkapnya? Yuk ikuti cerita Langkah Sunyi Arunika hanya di NovelToon

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22 Menemukan Arunika

Ego Saka yang telah hancur kini dipaksa bertahan di tengah puing-puing penyesalan. Setelah semalaman duduk di ruang kerja almarhum ayahnya sambil memandangi foto-foto masa kecil bersama Arunika, penyesalan itu semakin menggerogoti batinnya.

Pagi itu, dengan keberanian yang kian menipis, Saka melangkah memasuki lobi kantor hukum Kevin Bramantya di kawasan elite Jakarta Pusat. Sebagai pengacara yang cukup terkenal, Kevin bukanlah sosok yang sulit ditemukan.

Penampilan Saka tampak rapi setelah ia membersihkan diri di kamar lamanya di rumah yang dahulu ditempatinya bersama kedua orang tuanya. Meskipun jiwanya sedang rapuh, ia menolak memperlihatkan kelemahannya kepada orang lain.

Kevin, pengacara pribadi Arunika, adalah orang yang diyakini Saka mengetahui keberadaan mantan istrinya, selain Dinda.

Dengan rahang mengeras dan tatapan penuh keputusasaan, Saka menerobos masuk ke ruang kerja Kevin tanpa memedulikan sekretaris yang berusaha menahannya.

“Kevin! Katakan di mana Arunika sekarang!” bentaknya. “Sebagai pengacaranya, kamu pasti tahu keberadaannya. Aku hanya ingin tahu di mana mantan istriku berada!”

Saka menarik napas sebelum melanjutkan dengan suara yang lebih rendah.

“Sebagai teman, aku minta kamu membantuku.”

Kevin perlahan meletakkan ponselnya yang masih terhubung dengan seseorang di seberang sana. Ia sengaja membiarkan sambungan itu tetap aktif agar orang tersebut dapat mendengar percakapannya dengan Saka.

Setelah itu, ia menegakkan punggung dan menatap Saka dengan tenang. Pengacara muda itu tidak menunjukkan sedikit pun rasa gentar menghadapi intimidasi sang CEO.

“Saka,” ucap Kevin tegas, “sebagai pengacara Arunika, aku perlu mengingatkanmu bahwa kamu tidak lagi memiliki hak untuk mengetahui informasi pribadi klienku. Putusan Pengadilan Agama sudah dijatuhkan. Hubungan kalian telah berakhir sejak satu minggu lalu.”

Kevin berhenti sejenak, lalu melanjutkan.

“Sebagai teman, aku juga sudah berulang kali mengatakan bahwa aku terikat kode etik profesi. Aku tidak bisa memberikan informasi pribadi klienku hanya karena kamu memintanya.”

“Aku ingin bertemu dengannya untuk meminta maaf, Kevin! Aku ingin memohon agar dia kembali!” Suara Saka meninggi, memperlihatkan emosi yang semakin sulit dikendalikan.

“Meminta maaf setelah semua yang kamu lakukan bersama Valerie selama ini?” Kevin menyela dengan senyum tipis. “Arunika sekarang berada di tempat yang aman. Dia berhak menjalani kehidupan baru tanpa terusik oleh masa lalunya.”

Tatapan Kevin mengeras.

“Sebagai teman, aku menyarankanmu untuk membiarkan Arunika hidup dengan tenang. Sebagai pengacaranya, aku juga memperingatkanmu, Saka. Jika kamu mencoba menguntit atau melacak keberadaannya dengan menyalahgunakan kekuasaanmu, tim hukum kami akan mengambil langkah hukum yang diperlukan.”

Kevin mengakhiri ucapannya dengan singkat.

“Pulanglah, Saka.”

Saka terdiam beberapa saat sebelum akhirnya berbalik. Napasnya memburu, menahan amarah dan kekecewaan yang bercampur aduk.

Namun, ketika ia melangkah keluar dari lobi, salah satu anak buahnya yang berjaga di luar kantor segera mengirimkan pesan rahasia ke ponselnya. Mereka berhasil menemukan jejak perjalanan Arunika menuju Yogyakarta.

Kabar itu kembali membangkitkan harapan sekaligus memperkuat keinginannya untuk menemui mantan istrinya.

Saka berniat memesan tiket penerbangan paling awal menuju kota tersebut. Namun, ketika membuka ponselnya, ia melihat deretan notifikasi pesan dari Valerie yang masuk sejak kemarin.

Salah satu pesan itu mengabarkan bahwa Lina dilarikan ke rumah sakit akibat serangan stroke setelah pembacaan wasiat di rumah utama Daniswara.

Saka terdiam.

Di tengah keinginannya mencari Arunika, ia tidak bisa mengabaikan kondisi ibunya begitu saja. Akhirnya, ia mengarahkan mobilnya menuju rumah sakit terlebih dahulu sebelum memutuskan keberangkatannya ke Yogyakarta.

Koridor rumah sakit yang putih dan sunyi menyambut kedatangan Saka. Langkahnya terasa berat ketika ia menuju ruang perawatan tempat Lina dirawat.

Begitu pintu terbuka, pandangannya langsung tertuju pada tubuh ibunya yang terbaring di ranjang dengan sejumlah alat medis terpasang. Dokter Hendrawan berdiri tidak jauh dari sana, memperhatikan keadaan Lina dengan raut wajah serius.

Saka mendekati ranjang dan menatap wajah ibunya yang pucat. Luka akibat isi surat Raditya masih terasa begitu dalam. Kenyataan bahwa dirinya bukan anak kandung pria yang selama ini dipanggilnya Papa membuat pikirannya kacau dan emosinya sulit dikendalikan.

“Ma ... bangun, Ma,” bisiknya dengan suara bergetar.

Ia menggenggam jemari Lina, lalu menunduk sejenak sebelum kembali menatap wajah ibunya.

“Katakan kalau isi surat Papa itu bohong, Ma. Katakan siapa ayah kandungku sebenarnya!”

Namun, Lina tidak memberikan jawaban. Tubuhnya tidak mampu merespons pertanyaan Saka, sementara tatapannya terpaku pada langit-langit ruangan.

Saka menunggu beberapa saat, berharap ibunya akan memberikan tanda atau sekadar menggerakkan jemari. Akan tetapi, keheningan tetap menyelimuti ruangan.

Melihat keadaan itu, Saka melepaskan genggamannya dengan kecewa. Ia tidak tahu apakah ibunya memang tidak mampu berbicara atau sengaja memilih diam. Yang ia rasakan hanyalah keinginan besar untuk mendapatkan jawaban yang tak kunjung datang.

Tanpa berkata apa-apa lagi, Saka berbalik dan meninggalkan ruangan. Ia bahkan tidak sempat menanggapi tatapan Hendrawan yang mengikuti langkahnya dengan kegelisahan.

Setelah Saka pergi, Hendrawan mendekati ranjang Lina. Barulah ia menyadari air mata yang mengalir di sudut mata perempuan itu.

“Lina, sepertinya sudah waktunya aku bicara dengan Saka,” ucapnya pelan.

Lina menggeleng lemah.

Serangan stroke yang dialaminya tidak separah yang terlihat oleh Saka. Ia sengaja membiarkan putranya mengira kondisinya lebih buruk daripada kenyataannya demi menghindari pertanyaan tentang masa lalu. Lina tahu Saka akan mencarinya setelah melihat betapa terpukulnya putranya itu sehari sebelumnya.

Hendrawan mengembuskan napas panjang.

“Tapi kita tidak bisa terus seperti ini, Lina. Sekalipun kamu memilih diam, Saka akan mencari tahu sendiri. Dia tidak akan berhenti begitu saja.”

Hendrawan menatap wajah Lina dengan sorot mata yang sulit diartikan.

“Sejak dulu, anak kita memang tidak mudah menyerah. Sekarang pun dia terus mencari Arunika, meskipun perempuan itu sudah memilih pergi dari kehidupannya.”

Lina kembali memalingkan pandangan. Ia tidak memberikan jawaban, seolah belum siap menghadapi kenyataan yang selama ini berusaha disembunyikannya.

Setelah meninggalkan rumah sakit, Saka kembali memusatkan perhatian pada tujuan awalnya: menemukan Arunika di Yogyakarta.

Ia mengabaikan pesan-pesan Valerie dan persoalan Daniswara Group yang baru saja mulai stabil setelah dihantam penurunan harga saham serta tekanan investor. Baginya, menemukan Arunika telah menjadi keinginan yang sulit dikesampingkan.

Malam itu, Saka memesan tiket pesawat dan berangkat menuju Yogyakarta.

Ia hanya mengetahui bahwa Arunika berada di kota tersebut. Namun, ia sama sekali tidak tahu di mana mantan istrinya tinggal atau bagaimana cara menemukannya.

Sementara itu, di Yogyakarta, Mahendra baru saja menerima laporan dari salah seorang anggota tim pengamanannya.

“Tuan Mahendra, target baru saja terdeteksi mendarat di Bandara Yogyakarta,” lapor pria itu.

Mahendra mengangkat pandangan dari layar tablet di hadapannya. Di balik kacamata berbingkai hitam tipis, tatapannya tampak dingin ketika membaca laporan tersebut.

Ia sudah menduga Saka akan berusaha menemukan jejak Arunika di Yogyakarta. Hubungan keluarganya dengan Lina membuat Mahendra memahami bahwa Saka bisa bertindak nekat ketika kehilangan arah.

Namun, ia tidak menyangka pria itu akan tiba secepat ini, terlebih setelah ia mendengar langsung percakapan Kevin dengan Saka tadi pagi melalui sambungan telepon yang terhubung dengan nomor Kevin.

Percakapan itu berakhir dengan Saka yang meninggalkan kantor Kevin dalam keadaan putus asa.

Mahendra tidak berniat mendengarkan. Sepupunya itu yang sengaja tidak memutus sambungan telepon tersebut begitu tahu Saka yang datang.

Mahendra meletakkan tabletnya di atas meja.

Saka boleh datang ke Yogyakarta. Namun, Mahendra tidak akan membiarkan kedatangannya mengusik ketenangan Arunika yang baru mulai membangun kehidupan baru.

“Perketat pengamanan di sekitar kampus mulai sekarang,” perintahnya. “Tempatkan personel berpakaian kasual di sepanjang jalur menuju rumah Ibu Sandra. Pantau pergerakan Saka dan segera laporkan jika ada tanda-tanda dia berusaha mendekati Arunika.”

“Baik, Tuan Mahendra. Segera kami laksanakan.”

Kepala pengamanan itu mengangguk sebelum meninggalkan ruang kerja Mahendra di lantai atas kantor perusahaan logistik miliknya.

Mahendra menyandarkan punggung pada kursi, lalu memandang rintik hujan di balik jendela kaca besar.

Ia tahu Saka mungkin akan menghabiskan beberapa hari ke depan untuk mencari Arunika. Namun, selama Arunika berada di Yogyakarta, Mahendra akan berusaha memastikan perempuan itu tetap aman dan bisa menjalani kehidupannya tanpa gangguan.

Arunika telah memilih pergi untuk mendapatkan ketenangan. Mahendra tidak ingin membiarkan siapa pun merenggut ketenangan itu darinya.

1
Noey Aprilia
Kl cwoknya ky kang mas mh, msti dinda yg bnyk usahabiar dia peka....
aku gmes.....
Ade Chubi
baru mampir Thor 😄
Noey Aprilia
Biar saka tau skitnya d khianati orng yg dia prcya,blm lg kl trungkp spa bpk kndungnya....
laah...ni ga kebalik apa y....mstinya kang mas yg ngajakin dinda,tp ni sbliknya...🤣🤣🤣
Bunaya: cewek ibu kota vs mas-mas Jawa Kak. Yang berani yang perempuan 🤭🤣🤣
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
bayangkan perasaan papa Raditya yang juga dikhianati tapi tetap diam 😡😡 serta Nika yang juga kamu khianati 😡😡😡
Noey Aprilia
Gmna rsanya d khianati???sakit kn???
gtu jg yg arunika rsakan dlu...jd trima nsib aja,hkum krma udh dtang.......
Lucy
nah ketauan juga kan Valeri,ank rian kau blg ank saka untung saka pinter GK mau kejadian dirinya terulang lagi😀😀
Lucy
lanjut Thor,penasaran isi surat keterangan Test DNA nya😃😃
Sri Widiyarti
lanjut kak penasaran..
Noey Aprilia
Kevin sm anknya udh nyman sm gita,tp oma'nya msih ttp mau mnjdohkn dgn kluarga yg setara ktanya....tp tnang aja,ibunya kevin udh ngsih lmpu hjau kyanya....
Sri Widiyarti
lanjut thor ditunggu up-nya...
Lucy
Oma Kevin seharusnya LBH mementingkan Kevin dan Keysha drpd martabat kluarga😡jgn mau di atur Oma mu kevin
Sri Widiyarti
arunika bahagia setelah lepas dari kamu saka....
Sri Widiyarti
saka...saka muak arunika liat mukamu...
Noey Aprilia
Oma'nya kevin mstinya lbh mmentingkn prsaan ccunya drpd skdr gengsi.....ngpn jg pke jdoh2an kl ga bsa bkin nyman,apa lg ada ank kcil yg btuh ssok ibu....udh nmpel gt sm anggita,msa ga ngrti.....
udh msuk rak kk,tp aku glau bcanya....sedih.....😭😭😭
Sri Widiyarti
semoga Abang mahen jodohnya sejatinya arunika ..
Sri Widiyarti
selamat hancur saka penyesalanmu ga guna ..
Noey Aprilia
Mga aja ga ada drama mnyebalkn dr kluarganya mahen,kn kl holang kaya biasanya songong....mskpn ga smua sih.....tkutnya blm apa2 udh kluar kta" tidak merestui krna prbedaan sosial"....🙄🙄🙄
Muft Smoker
lanjuuuuut kak
Noey Aprilia
Jgn usik nika....
skrng pawangnya bnyak,pd galak pula...sklinya ngusik,abis d bntai....😁😁😁
Nurhartiningsih
suka sama novel yg tokoh wanitanya cerdas..kuat .dan tangguh .nggak cengeng nggak menye2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!