Indonesia
NovelToon NovelToon
ALENSKY

ALENSKY

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / Action
Popularitas:9.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sinho

Kembali dengan kisah keluarga Nugraha, kali ini adalah generasi termuda, ALENSKY yang berpindah tempat kuliah untuk sebuah ketenangan, namun pada akhirnya kembali pada pertarungan antara Cinta, Persahabatan dan Kekuasaan.

Perpaduan kisah yang menyeret kita untuk menggunakan emosi dan hati saat membacanya, ada kalanya ketidak Adilan yang lama membelenggu akhirnya harus terlepas oleh seseorang yang punya keberanian.

Persembahan sebuah Novel dari Author Sinho, semoga memberikan kesenangan dan manfaat bagi para pembaca.

Salam, sehat, semangat dan jangan lupa bahagia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Alen 22

Hari ini terasa sedikit berbeda, entah kenapa Alensky merasa semua ruang geraknya di awasi, bahkan Draja pergi begitu saja saat mendapati tatapan tajam dari Tranaka.

"Draja!" Teriak Alensky saat akan beranjak mengejarnya.

Namun tangan seseorang telah dulu membawanya.

"Lepaskan, apa yang kamu lakukan Naka?!" Teriaknya.

"Makan siang bersama ku"

"Aku gak mau!" Teriaknya, namun tetap saja Alensky tak mampu melawan.

Galen dan Vito yang berjalan di belakangnya hanya menggelengkan kepala, bahkan beberapa mahasiswi yang melihat pertunjukkan itu merasa sangat iri pada Alensky.

Mahasiswa baru yang tiba-tiba saja nasibnya beruntung mendapatkan perlindungan dari Tranaka Rudolf.

Sampai akhirnya di kantin sekolah, Tranaka hanya tinggal duduk saja, memesan lewat ponselnya dan tak berapa lama makanan sudah datang hingga memenuhi meja.

"Kenapa?" Alensky bukannya makan malah bertanya.

"Apanya?" Tanya Tranaka balik, sambil mengambil makanan.

"Sikapmu, aku tidak suka, mengekang ku seperti ini, menuruti kemauan mu sendiri" ucap Alensky dengan wajah kesalnya.

"Aku tidak mau menjadi apapun, nanti malam kita ada acara penting, keluarga besar Rudolf akan ada di ruang makan bersama kita"

Seketika Alensky membulatkan mata.

"Untuk apa?!"

"Tentu saja untuk menyambut mu, jangan lupa pakai gaun yang kita beli tadi malam"

"Ya Tuhan!, kenapa harus aku yang terlibat masalah keluarga mu?" Alensky merasa menyesal kenapa harus berurusan dengan Tranaka.

"Mungkin kau di takdir kan begitu"

"Takdir kepalamu!"

Nyaring sekali suara Alensky kali ini, karena tak bisa menahan kekesalannya, dan hasilnya semua mata mahasiswa yang sedang makan siang disana menoleh kearahnya.

Jelas mereka semua terkejut saat ada wanita yang berani-beraninya berkata kasar pada Tranaka.

Sementara Galen dan Vito sebenarnya ingin tertawa, tapi berusaha di tahan, baru kali ini melihat Tranaka seolah tak berkutik dengan Wanita, dan itu membuat hiburan tersendiri bagi mereka.

Seperti yang di khawatirkan, datang seorang wanita dan dua temannya, seketika suasana di kantin berubah sunyi.

"Oh Tuhan, drama apalagi kali ini" gumam Alensky, dan terdengar jelas oleh Tranaka.

"Kau takut?" Tanya Tranaka.

"Tidak sama sekali"

"Lalu kenapa khawatir?" Sahut Vito.

"Masalah nya ada seseorang yang harus aku lindungi, Murni" jawab kesal Alensky.

"Maksud mu?" Tanya Galen.

"Ya Tuhan, kalian memang bodoh sekali"

"Hei, jaga mulut mu Nona" sahut Vito tak terima.

"STOP"

Satu teguran dari Tranaka membuat perseteruan mereka berhenti.

Tranaka paham apa yang di khawatir kan oleh Alensky, keselamatan Murni, karena Meriya tak bisa mengusik Alensky, maka dia bisa melampiaskan kekesalannya pada Murni, untuk hal satu ini, Tranaka juga tak bisa berbuat apa-apa.

Menatap lekat Alensky yang diam menikmati makanan, Tranaka lalu menanyakan rasa penasarannya.

"Jadi waktu itu kau diam dan menerima perlakuan Meriya, untuk Murni?"

"Memangnya untuk siapa lagi?, untuk mu?, kurang kerjaan sekali" jawab Alensky.

Tranaka tak berkata lagi, hanya senyuman dari bibirnya, dan hal itu cukup membuat Galen dan Vito penasaran.

"Ada apa?" Tanya Galen pelan.

"Dia _istimewa" jawab Tranaka.

"Siapa?" Tanya Vito.

Dan Tranaka menjawab hanya dengan sorot mata yang di tujukan pada Alensky.

Alensky makan dengan cepat, lalu beranjak dari tempatnya tanpa permisi lagi, meninggalkan kantin secepatnya tanpa di halangi oleh Tranaka kali ini.

"Kenapa Alen di biarkan pergi?" Tanya Galen nampak khawatir.

"Biarkan saja, dia tak nyaman disini" jawab Tranaka.

"Kamu tidak takut kalau ada yang menganggu nya?" Vito juga khawatir.

"Tidak, selama biang keroknya bisa kita awasi di sini" Tranaka berkata sambil melirik ke arah Meriya dan kedua temannya.

Vito dan Galen mengangguk, Tranaka melanjutkan makannya, sampai akhirnya perbincangan di mulai lagi.

"Ngomong-ngomong, apa maksud senyuman mu tadi?" Tanya Galen penasaran.

"Iya, soalnya dia Istimewa" sahut Vito.

Tranaka melanjutkan minumnya sebelum akhirnya menjawab pertanyaan kedua sahabatnya.

"Menurut mu apalagi yang bisa dia lakukan pada seseorang yang bisa dia sebut teman?"

"Maksud mu?" Tanya Galen masih belum paham.

"Alensky sosok yang menjunjung tinggi pertemanan, dia bahkan bisa mengorbankan dirinya untuk Murni dengan mudah sekali, walaupun Meriya menyakitinya"

"Shit!, benar sekali, aku baru menyadarinya" sahut Vito.

"Dia memang spesial" Galen menghela nafasnya.

"Menurut kalian, apa aku bisa melepaskan wanita seperti itu?"

"JANGAN!"

Teriak Vito dan Galen bersamaan.

Tranaka tertawa, lalu mengangguk pelan dan kemudian berdiri untuk keluar dari Kantin, sementara Vito dan Galen ikut tersenyum saat melihat raut wajah Tranaka yang sepertinya setuju dengan jawaban yang baru saja di berikan.

*

*

Alensky duduk bersama Draja di taman, melihat keindahan terhampar luas sambil membicarakan Murni.

"Aku mendapat pesan dari Murni, kalau besok dia sudah boleh pulang"

"Ya Tuhan, kenapa aku lebih tenang jika Murni tetap di rumah sakit" jawab Alensky sambil menghela nafasnya.

"Jangan begitu, kasian Murni dan juga ibunya, harus menanggung biaya perawatan, pasti mahal kan" ucap Draja.

Alensky terdiam, tidak mungkin juga mengatakan pada Draja jika sebenarnya Tranaka sudah melunasi semuanya, rasanya tidak enak saja jika mengatakan nya.

"Menurut mu, mau gak sih Murni dan ibunya keluar dari Rumah Meriya?" Tanya Alensky dengan suara pelan sekali.

"Mungkin saja, aku juga tidak tau, tapi Murni sempat bercerita padaku, jika ibunya punya hutang banyak pada keluarga itu"

"Hutang?, uang maksud mu?" Alensky terkejut.

Draja mengangguk untuk menjawabnya, dan Alensky menghela nafas dalam.

"Kalau aku bisa melunasi hutang mereka, kira-kira mereka mau gak keluar dari sana?" Ucap Alensky lagi.

Draja melihat wajah Alensky sesaat, lalu memberikan senyum nya.

"Kenapa?" Tanya Alensky.

"Aku senang saja, akhirnya menemukan teman seperti mu"

"Memang selama ini kemana teman mu?"

"Aku juga tidak tau, mungkin karena aku bukan orang kaya kali ya?" Draja tertawa.

Alensky hanya menggelengkan kepala, dan mengatakan _ "lalu kenapa kau mau berteman dengan ku?" Tanya Alensky.

"Ya karena kamu_"

"Apa?" Tanya Alensky.

"Emm, UNIK"

"Maksud mu?"

"Kamu kuat, kamu juga tak takut apapun, dan kamu_CANTIK"

Belum juga Alensky tertawa, tiba-tiba saja di kejutkan dengan suara seseorang.

"Sekali lagi kau merayu milikku, aku akan memotong lidah mu!"

"Naka!" Alensky terkejut saat berbalik dan sudah ada Tranaka disana.

"Ma maaf, aku hanya mengatakan yang sebenarnya, tidak bermaksud apa-apa" Draja berdiri dan nampak takut.

"Kau ini, kenapa ikut campur urusan ku?!" Alensky jelas kesal sekali.

"Mulai sekarang urusanmu menjadi urusan ku"

"APA?!, mana bisa begitu?!" Alensky tak terima begitu saja.

"Bisa saja, lagian kenapa kalian disini hanya berduaan, ketiganya bisa Setan" ucap Tranaka.

"Dan sepertinya kau setannya" sahut Alensky.

"Ck, ikut aku" Tranaka menyambar tangan Alensky dan membawanya.

Sementara Draja merasa lega sambil mengelus dada, setidaknya Tranaka tidak memperpanjang urusan, tapi tiba-tiba Draja terkejut menyadari sesuatu.

"Tunggu_, jangan-jangan Tranaka menyukai Alensky?" Berspekulasi sendiri, Draja menutup mulutnya sambil melebarkan mata tak percaya.

Please, komen ya gaes, biar makin rame, jangan lupa LIKE, VOTE, dan HADIAH nya.

1
Nurul Ambar
wah mungkin tranaka jodohx alensky
Sinho: Amin, semoga kak😍
total 1 replies
Mutia
Aduh Alen...knp jadi spt wanita murahan...dg gaun yg dibelah....
Sinho: Aken agak membuat sensasi kayaknya kak😍
total 1 replies
Mundri Astuti
dasar samanya berdua ... mang jodoh nya si Ale kali yak 😛
Sinho: makasih komennya kak
total 1 replies
Siti Aisah
kurang -kurang thor lgi seru udah habis aja.. pokoknya sehat selalu🤗
Sinho: makasih kak😍🙏
total 1 replies
Siti Aisah
ternyata naka tak bisa jauh-jauh dari ci cantik ,lanjut sampai begadang aku baca nya thor.... mengejar karya mu 🤗
Sinho: Makasih kak😍
total 1 replies
Siti Aisah
jangan di paksa nnti alensky nanti kabur😄
ismi
lanjut kak,,kok sekarang cuma satu babgk kayak dulu 2/3 bab 😭😭
Sinho: sabar kak, nanti ada Doble up lagi😍
total 1 replies
Siti Aisah
lanjut pinisiran.. awas kau naka ada rahasia antra kamu dan ibu marni😜
Siti Aisah
mulai ....membuat teka teki 🤭
Siti Aisah
belum kapok tu Mak Lampir belum di hajar sm ci cantik
Siti Aisah
naka tenang alen hanya menunggu waktu nanti ci memey bakal memohon ..
Siti Aisah
hajar alen hajar akupun sudah tidak sabar🤭
Siti Aisah
sekali kibas tamat kamu memey
Siti Aisah
tidak tahu saja kalau hati alensky dan tangannya sudah ingin mengacak-acak😜
Siti Aisah
sabar-sabar.. tahan nnti ledakan...
Siti Aisah
wah naka kamu pelecehan, mengambil kesempatan dgn alasan satu milier🤣
Siti Aisah
jeng..jeng Siapakah dia ??
Siti Aisah
ternyata alensky sudah tak perawan lgi bibir mu, bayangkan 2x ayo hajar itu pejantan🤭
Siti Aisah
aku mah ga kasian sma alensky.. pasti di hatinya sudah ingin menghancurkan.. kasian mah ci murni menderita nya kamu selalu di siksa😢
Siti Aisah
lanjut... dasar soplak ci alensky😜
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!