Indonesia
NovelToon NovelToon
Sistem Om Level Dewa

Sistem Om Level Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Hidup tenang Bayu sebagai karyawan sekaligus selebgram hancur seketika saat ia harus mengasuh enam keponakan perempuannya yang super aktif. Namun, kemunculan "Sistem Om Level Dewa" mengubah segalanya dengan menjanjikan kekayaan tak terbatas asalkan ia berhasil membuat para keponakannya bahagia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Bip bip.

Suara alarm dari ponsel Bayu berbunyi nyaring di atas meja nakas tepat pada pukul enam pagi.

Bayu membuka matanya dan merenggangkan kedua tangannya ke atas dengan perasaan yang sangat segar.

Tubuhnya terasa jauh lebih bugar dan ringan dari biasanya berkat Kapsul Kesehatan Prima semalam.

Tok tok tok.

Pintu kamar Bayu diketuk dengan sangat cepat dari luar.

"Om Bayu ayo bangun, Rara sudah lapar mau makan roti lapis selai kacang!" teriak Rara dari balik pintu.

Bayu tersenyum lebar dan segera beranjak dari kasur empuknya untuk membuka pintu kamar.

Cklek.

Rara langsung melompat memeluk kaki Bayu dengan energi yang sangat luar biasa penuh.

Di belakang Rara, kelima keponakannya yang lain sudah mandi dan mengenakan pakaian rumah yang bersih.

Wajah mereka semua terlihat merona merah, sehat, dan tidak ada tanda-tanda kelelahan sama sekali.

"Kalian ini bangun jam berapa? Kenapa pagi-pagi sudah sangat berisik di depan kamar Om?" tanya Bayu sambil mengacak rambut Rara.

Sinta melangkah maju sambil membawa sebuah piring berisi roti panggang yang masih hangat.

"Kami bangun jam lima pagi Om, badan kami rasanya sangat segar dan tidak mengantuk sama sekali."

"Obat vitamin rasa permen stroberi semalam itu benar-benar sangat ampuh Om."

Bayu bernafas lega mendengar pengakuan jujur dari keponakan tertuanya tersebut.

"Tentu saja ampuh, Om membelinya dari luar negeri dengan harga yang sangat mahal."

"Sekarang ayo kita sarapan bersama di bawah, Om harus segera bersiap berangkat ke kantor pagi ini."

Mereka semua turun ke ruang makan utama dan menyantap sarapan pagi dengan suasana yang sangat ceria.

Nyam nyam nyam.

Suara kunyahan roti renyah terdengar saling bersahutan memecah keheningan pagi di mansion mewah itu.

Tepat pukul delapan pagi, Bayu sudah rapi mengenakan setelan kemeja kerja berwarna putih dan celana bahan hitam.

Dia menyemprotkan sedikit parfum beraroma kayu ke lehernya agar tampil lebih segar dan berwibawa di depan karyawannya.

"Sinta, Om berangkat dulu ya, ingat pesan Om jangan buka pintu gerbang untuk orang asing."

"Siap laksanakan Bos Bayu, Om hati-hati di jalan dan jangan ngebut bawa mobil robotnya ya," pesan Sinta sambil melambaikan tangan.

Brumm.

Mesin Lamborghini hitam milik Bayu mengaum pelan saat melaju keluar dari gerbang mansion Pondok Indah.

Jalanan ibukota pagi ini cukup padat merayap, namun Bayu menyetir dengan sangat santai sambil mendengarkan musik.

Pikirannya sedang fokus menyusun rencana untuk sesi pemotretan produk Beauty Glow yang akan dilakukan lusa.

Sesampainya di halaman parkir gedung Pratama Creative, Bayu menyerahkan kunci mobilnya kepada satpam jaga.

"Selamat pagi Pak Satpam, tolong parkirkan mobil saya di tempat biasa ya."

"Selamat pagi juga Bos Bayu, siap laksanakan komandan!" jawab satpam itu dengan sikap hormat yang tegas.

Bayu melangkah masuk ke dalam lobi kantor dan langsung disambut oleh Dimas yang sudah menunggunya.

Dimas terlihat sangat rapi hari ini dengan kemeja garis-garis dan rambut yang disisir klimis.

"Pagi Bos Bayu, syukurlah kau datang tepat waktu hari ini."

"Ada apa Dimas? Kau terlihat sangat bersemangat pagi-pagi begini," tanya Bayu heran. "

Aku ingin memperkenalkan asisten baru Maya yang kemarin lolos wawancara kepadamu Bos."

Dimas menunjuk ke arah sofa tunggu yang ada di sudut lobi lantai satu tersebut.

Seorang wanita berpakaian kemeja putih sederhana dan rok hitam selutut sedang duduk diam di sana.

Wanita itu memakai kacamata tebal berbingkai kotak dan rambutnya diikat sanggul kecil di belakang.

Mendengar suara langkah kaki Bayu dan Dimas mendekat, wanita itu langsung berdiri dan menundukkan kepalanya dalam-dalam.

"Selamat pagi Bos Bayu, perkenalkan nama saya Naya, asisten baru untuk Mbak Maya."

Suara wanita itu terdengar sangat pelan, lembut, dan sedikit serak seperti orang yang sedang gugup.

Bayu menatap wanita bernama Naya itu dari atas sampai bawah dengan kening sedikit berkerut.

Ada sesuatu yang terasa sedikit janggal dari postur tubuh dan cara berdiri wanita di depannya ini.

"Selamat pagi Naya, selamat bergabung di agensi Pratama Creative," sapa Bayu membalas dengan nada formal.

Naya perlahan mendongakkan kepalanya dan menatap Bayu sekilas dari balik lensa kacamatanya yang tebal.

Wajahnya terlihat sangat polos dengan riasan bedak tipis yang hampir tidak terlihat sama sekali.

Bayu menatap mata wanita itu cukup lama, mencoba mencari tahu kenapa dia merasa sangat familiar dengan tatapan tersebut.

"Naya, apakah kita pernah bertemu di suatu tempat sebelumnya?" tanya Bayu dengan nada curiga yang tidak ditutup-tutupi.

Tubuh Naya terlihat sedikit menegang mendengar pertanyaan mendadak dari CEO muda di depannya itu.

"M-maaf Bos Bayu, sepertinya tidak pernah, saya baru pertama kali datang ke daerah Jakarta Pusat ini."

"Mungkin wajah saya hanya mirip dengan kenalan Bos Bayu di masa lalu."

Naya langsung kembali menundukkan kepalanya, menghindari kontak mata langsung dengan Bayu.

Dimas yang berdiri di sebelah Bayu langsung menyela untuk mencairkan suasana yang mendadak terasa tegang.

"Bos, Naya ini sebelumnya bekerja di daerah pinggiran, jadi mungkin Bos memang salah orang."

"Kemampuan administrasinya sangat bagus dan dia siap lembur kapan saja untuk membantu Maya."

Bayu menghela nafas pelan dan memutuskan untuk menyingkirkan kecurigaannya yang tidak berdasar.

Dia mempercayai penilaian Dimas seratus persen dalam urusan rekrutmen karyawan.

"Baiklah kalau begitu, aku percayakan Naya di bawah bimbinganmu Dimas."

"Naya, pekerjaan pertamamu hari ini adalah membantu Maya menyiapkan kostum untuk pemotretan besok lusa."

"Siap Bos Bayu, saya akan melakukan tugas saya dengan sebaik mungkin," jawab Naya dengan suara patuh.

Naya kemudian pamit undur diri dan berjalan menaiki tangga menuju lantai tiga tempat studio berada.

Bayu terus menatap punggung Naya yang semakin menjauh dengan perasaan mengganjal di hatinya.

"Aneh sekali, meskipun penampilannya sangat lugu, tapi wangi parfumnya seperti mengingatkanku pada seseorang."

"Ah sudahlah, aku terlalu banyak berpikir karena kurang minum kopi pagi ini."

Bayu menggelengkan kepalanya dan berjalan masuk ke dalam ruang kerja pribadinya di lantai dua.

Cklek.

Ruangan CEO itu sangat luas dengan meja kerja kayu jati besar dan jendela kaca yang menampilkan pemandangan jalan raya.

Bayu baru saja duduk di kursi kulitnya saat pintu ruangannya diketuk dari luar.

Tok tok tok.

"Masuk saja pintunya tidak dikunci," ucap Bayu santai sambil membuka layar laptopnya.

Seorang petugas jasa antar barang berseragam oranye masuk membawa sebuah kotak kertas berwarna cokelat.

"Permisi Pak Bayu, ada kiriman paket makanan atas nama Bapak dari pengirim bernama Alya Nadhira."

Mendengar nama Alya disebut, mata Bayu langsung berbinar cerah dan rasa kantuknya hilang seketika.

"Oh iya benar itu untuk saya Mas, tolong letakkan saja di atas meja ini."

Bayu segera menandatangani resi penerimaan dan memberikan sedikit uang tip kepada kurir tersebut.

Setelah kurir itu pergi, Bayu langsung membuka kotak kertas cokelat itu dengan perasaan sangat penasaran.

Di dalamnya terdapat dua buah gelas kopi susu kekinian dan sekotak kue sus rasa vanila yang masih hangat.

Terdapat selembar kertas memo kecil berwarna biru muda yang diselipkan di antara gelas kopi tersebut.

Bayu mengambil kertas itu dan membaca tulisan tangan yang sangat rapi dan indah di atasnya.

"Kejutan kecil untuk CEO sibuk yang sukses melakukan negosiasi hebat kemarin."

"Jangan lupa minum kopi agar tidak mengantuk saat memikirkan konsep iklan hari ini, dari Alya."

Bayu tersenyum sangat lebar sampai deretan giginya terlihat semua.

1
Adelina Lin
thor,gimana ibunya anak anaknya gk diceritakan lagi
kiyoe: heheh iyaa nanti muncul kok kak ibu dari keenam anak² itu 🙏
total 1 replies
Wega Luna
yu, ponakan2 mu itu bisa dibuat model juga🤣🤣🤣🤣🤣
Wega Luna
apa gunanya sistem kalo tidak memberi peringatan, jangan sampai lah terjebak terlalu jauh ,semoga ketahuan,
Adelina Lin: thor jangan sampai rencana busuknya si vanya terlaksana, kasihan bayu dan keponakannya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!