Indonesia
NovelToon NovelToon
PUTRIKU DITUKAR, KINI AKU MENGGUNCANG DUNIA

PUTRIKU DITUKAR, KINI AKU MENGGUNCANG DUNIA

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mengubah Takdir / Balas Dendam
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Nabila tidak pernah menyangka jika putri yang selama enam tahun ia besarkan dengan kemewahan ternyata adalah anak palsu. Darah dagingnya yang asli, Luna Wegan, diam-diam ditukar saat lahir oleh keluarga suaminya sendiri dan terpaksa hidup menderita sebagai pengemis jalanan. Takdir akhirnya mempertemukan Nabila dengan seorang gadis kecil penuh luka memar di depan mall, di mana sebuah tahi lalat di balik telinga membongkar pengkhianatan keji masa lalu. Bersama suaminya, sang CEO kejam Leon Wegan, Nabila kini siap menghancurkan siapa pun yang telah berani menyiksa putri kandung mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Tetesan teh hangat merembes perlahan membasahi karpet persia bernilai ratusan juta di bawah kaki Rosalina.

Wajah wanita tua itu benar-benar kaku seperti patung lilin yang kehilangan nyawanya.

"Apa maksud ucapanmu barusan, Leon? Tante tidak mengerti," bantah Rosalina dengan suara bergetar mencoba tetap tenang.

"Bianca mencari uang di jalanan? Kau pasti sedang bercanda kan?" tanyanya tertawa sumbang memaksakan diri.

Leon hanya diam menatap mata tantenya dengan sorot mata yang bisa membekukan darah siapa pun yang melihatnya.

Keheningan di ruang tamu itu terasa sangat mencekik leher Rosalina hingga dia kesulitan bernafas.

"Tan... Tante ingat ada jadwal pertemuan penting siang ini. Tante harus pergi sekarang," ucap Rosalina buru-buru berdiri dari kursinya.

Dia meraih tas Hermes mewahnya dan berbalik badan berniat melarikan diri dari rumah keponakannya yang mendadak terasa seperti neraka ini.

Tapi baru dua langkah dia berjalan, Asisten Budi dan dua pengawal berbadan besar sudah berdiri menghalangi jalan keluarnya.

"Mau pergi ke mana, Tuan Putri Wegan yang terhormat?" suara Leon terdengar sangat mengejek dari belakangnya.

"Kita bahkan belum selesai membicarakan rencana masa depan bisnis tambangmu yang sedang hancur lebur," lanjut Leon tidak beranjak dari tempat duduknya.

Rosalina menelan ludah dengan susah payah menatap dada bidang Asisten Budi yang menghalangi jalannya.

"Minggir! Aku ini adik dari ayah Leon! Aku nyonya besar di keluarga ini!" bentak Rosalina mencoba menggunakan kekuasaan masa lalunya.

Tapi Asisten Budi dan kedua pengawal itu sama sekali tidak bergeming dari tempat mereka berdiri.

Mereka hanya patuh pada satu perintah mutlak di rumah ini, yaitu perintah dari Leon Wegan.

"Leon, suruh anjing-anjing penjagamu ini menyingkir! Kau berani kurang ajar pada bibimu sendiri?!" teriak Rosalina berbalik menatap Leon dengan marah.

Leon tertawa keras mendengar bentakan dari wanita tua serakah di depannya itu.

Hahaha!

Tawa itu terdengar menggema ke seluruh penjuru ruang tamu besar tersebut.

"Kurang ajar katamu?" desis Leon menghentikan tawanya seketika.

"Wanita tua bangka sepertimu yang merancang konspirasi untuk membuang putri kandungku ke jalanan, lalu kau bilang aku yang kurang ajar?!" bentak Leon menggebrak meja kaca di depannya.

Prang!

Meja kaca tebal itu retak seketika akibat hantaman kepalan tangan Leon yang penuh amarah.

Rosalina memekik kaget dan mundur selangkah dengan tubuh gemetar hebat.

"Kau... kau sudah tahu semuanya?" cicit Rosalina dengan wajah pucat pasi nyaris pingsan.

"Tentu saja aku tahu semuanya, bibiku sayang. Aku punya Suster Rini yang menyanyi dengan sangat merdu di ruang interogasiku siang tadi," jawab Leon tersenyum iblis.

"Dan jangan lupakan Siska serta Herman yang juga sangat kooperatif menceritakan peranmu dalam menjual putriku," tambah Leon sengaja menyebutkan semua nama kaki tangan Rosalina.

Kaki Rosalina mendadak lemas tidak bisa menopang berat badannya sendiri hingga dia jatuh terduduk di lantai ruang tamu.

Rahasia yang dia simpan rapat-rapat selama enam tahun ternyata hancur dalam waktu kurang dari dua puluh empat jam.

"Ini tidak mungkin... Rini sudah berjanji akan membawa rahasia ini sampai mati," gumam Rosalina meratapi kebodohannya mempercayai orang bayaran.

"Tentu saja dia berjanji padamu, tapi ancaman pisau yang siap memotong jari anaknya jauh lebih mengerikan dari janji palsunya," jawab Leon meremehkan.

Rosalina menatap wajah keponakannya dengan tatapan memelas penuh ketakutan.

"Leon, maafkan Tante. Tante khilaf saat itu, Tante cuma iri karena ayahmu mewariskan seluruh Wegan Group padamu," tangis Rosalina bersujud di lantai.

"Tante mohon ampuni Tante, kita masih punya ikatan darah keluarga, Leon," mohon wanita itu memeluk kaki Leon.

Leon menatap jijik pada tangan Rosalina yang memeluk ujung celananya.

"Ikatan darah? Saat kau membiarkan darah dagingku disiksa dan disundut rokok di jalanan, apa kau memikirkan ikatan darah?!" bentak Leon menendang tangan Rosalina hingga wanita itu terpelanting mundur.

"Kau tidak pantas menyebut kata keluarga dengan mulut kotormu itu!" lanjut Leon menunjuk wajah Rosalina.

Plak!

Tiba-tiba sebuah tamparan sangat keras mendarat telak di pipi kiri Rosalina.

Nabila yang baru saja turun dari lantai atas langsung berjalan cepat dan menampar wanita tua itu tanpa ampun.

"Itu untuk bertahun-tahun putriku kelaparan dan kedinginan di jalanan!" teriak Nabila dengan mata menyala penuh kebencian.

Plak!

Satu tamparan keras lagi mendarat di pipi kanan Rosalina hingga sudut bibirnya berdarah.

"Dan itu untuk setiap luka pukulan yang putriku terima karena keserakahanmu yang menjijikkan!" lanjut Nabila mengatur napasnya yang memburu.

Rosalina memegangi kedua pipinya yang panas dan berdenyut nyeri akibat tamparan istri Leon tersebut.

Sebagai nyonya besar yang selalu dihormati, dia tidak pernah ditampar oleh siapa pun seumur hidupnya, apalagi oleh Nabila yang selalu dia anggap rendahan.

"Beraninya kau menamparku, wanita jalang! Aku ini bibi Leon!" teriak Rosalina tidak terima harga dirinya diinjak.

"Biar aku beritahu satu hal padamu, wanita tua," ucap Leon menahan lengan Nabila yang bersiap menampar untuk ketiga kalinya.

"Di rumah ini, sentuhan sekecil apa pun pada istriku berarti kematian untukmu. Jadi jaga ucapanmu," ancam Leon dengan suara yang sangat mematikan.

Rosalina menelan ludahnya dan langsung menutup mulutnya rapat-rapat ketakutan.

"Apa yang akan kau lakukan padaku, Leon? Kau tidak bisa membunuhku, polisi pasti akan mencariku!" ancam Rosalina mencoba menggunakan hukum negara sebagai pelindung.

"Polisi? Kau pikir hukum di kota ini berlaku untuk keluarga Wegan?" ejek Leon tertawa pelan.

"Tapi tenang saja, aku tidak akan membunuhmu. Kematian terlalu mudah untuk dosa yang kau perbuat," lanjut Leon kembali duduk di sofanya dengan tenang.

"Lalu apa maumu?!" tanya Rosalina semakin panik melihat senyum Leon.

Leon memberikan isyarat pada Asisten Budi, dan pria itu langsung menyerahkan sebuah dokumen tebal pada Leon.

"Aku punya daftar lengkap semua hutang perusahanmu yang disembunyikan di luar negeri, Tante," ucap Leon membuka dokumen itu.

"Besok pagi, semua bank akan menagih pelunasan hutangmu secara serentak. Dan karena perusahaan pemasokmu sudah aku hancurkan hari ini, kau tidak akan punya uang sepeser pun untuk membayarnya," jelas Leon membacakan skenario kehancuran bisnis tantenya.

Mata Rosalina membelalak lebar mendengar rencana kejam keponakannya itu.

"Kau tidak bisa melakukan itu! Itu akan membuatku bangkrut total!" jerit Rosalina meremas ujung bajunya.

"Bukan cuma bangkrut. Rumah mewahmu, mobilmu, perhiasanmu, semuanya akan disita oleh bank," lanjut Leon tanpa rasa kasihan.

"Dan saat kau resmi menjadi gembel yang tidak punya apa-apa, aku akan menyebarkan berita bahwa kau adalah otak di balik penukaran cucu pertama Wegan Group," tambah Leon tersenyum sangat lebar.

"Semua keluarga besar Wegan akan membuangmu, tidak akan ada satu pun teman bisnismu yang berani menolongmu karena takut padaku," vonis Leon mengakhiri penjelasannya.

Rosalina menggelengkan kepalanya dengan kuat menolak membayangkan masa depan yang sangat mengerikan itu.

"Tidak! Aku tidak mau jadi orang miskin! Lebih baik bunuh saja aku sekarang, Leon!" jerit wanita tua itu menangis memukul-mukul lantai.

"Sudah kubilang, kematian terlalu mewah untukmu. Kau harus merasakan sendiri bagaimana rasanya hidup mengemis di jalanan persis seperti yang kau lakukan pada putriku," jawab Leon berdiri dari sofanya.

Leon menatap Asisten Budi dan memberikan perintah terakhirnya.

"Seret sampah ini keluar dari rumahku. Jangan biarkan dia membawa mobil atau barang berharga miliknya," perintah Leon.

"Biar dia berjalan kaki pulang ke rumahnya yang besok pagi akan disita bank," tambahnya dengan kejam.

"Satu lagi," Nabila melangkah maju dan menarik paksa kalung berlian mahal yang dipakai oleh Rosalina.

Sret!

Kalung itu putus dan berliannya berjatuhan ke lantai.

"Perhiasan ini dibeli menggunakan uang hasil penderitaan anakku, kau tidak berhak memakainya," ucap Nabila membuang sisa kalung itu ke tempat sampah.

"Bawa dia pergi dari pandanganku sekarang," perintah Leon pada Asisten Budi.

Dua pengawal langsung menyeret kasar tubuh Rosalina yang menangis histeris meminta ampun.

"Leon! Maafkan Tante! Tolong jangan ambil uang Tante!" jeritan Rosalina terus terdengar sampai dia dilempar keluar dari gerbang utama.

Pintu ganda ruang tamu akhirnya ditutup rapat, menyisakan keheningan di dalam rumah mewah tersebut.

1
Thewie
lanjuuuttt💪💪💪
kiyoe: hehehe siap kaka
total 1 replies
Meee
,KLO bisa jangn ada yng mau adopsi sibianca.biar hidupnya. menderita itu karma atas perbuatan biadad orang tuanya😬😬
kiyoe: hehehe iyaa kak bener biar menyesal si Bianca 🤭
total 1 replies
Astiana 💕
kenzo memang teman terbaik🫰🏻
kiyoe: hehehe Kenzo besti nya Luna kak 🤭
total 1 replies
Astiana 💕
cerita nya makin bagus thor, gak sabar nunggu luna gede🤭
kiyoe: heheh makasih kak Astiana
total 1 replies
Astiana 💕
seharusnya hallo princess papa🤭
kiyoe: hehehe makasih kak pokok semangat terus 🤗🥰
total 3 replies
Meee
Luna harusnya di bekali ilmu bela diri,agar bisa melindungin diri sendiri.meski bnyak pengawal jaga" dari bahaya ke DPN ya sebagai seorang pewaris,dan jangn terlalu percaya dngn orang terdekat,musuh yng g bisa terbaca terjadi karena orang terdekat.😬😬
kiyoe: heheh terimakasih atas masukannya kak boleh di coba itu Luna di bekalin PSHT
total 1 replies
Adinda
pasti nanti bianca di adopsi sama orang kaya dan balas dendam sama leon takutnya nanti luna jadi sasarannya
kiyoe: heheh di tunggu update bab selanjutnya aja yaa kak 🤭
total 1 replies
Fauziah Daud
trusemangattt n lanjut
kiyoe: terimakasih Kaka Fauziah Daud ☺️
total 1 replies
Astiana 💕
apakah nanti gede nya tidak menaruh dendam thor pada Luna.🤔
Astiana 💕: haduh jadi penasaran 🤭
total 2 replies
Thewie
bawa ke psikiater anakmu wegan. kasihan traumanya blom hilang
ceuceu
ikutan nangis terharu/Sob/
kiyoe: hehehe baca novel nya sambil ngupas bawang merah yaa kak makanya sampai nangis 🤭😄
total 1 replies
ceuceu
Ya Allah kasihan banget luna/Sob/
Dewiendahsetiowati
Rosalina siap2 aja dirimu dapat kado istimewa dari ponakanmu, sudah tua tetep aja jahat
kiyoe: hehehe
total 1 replies
ceuceu
Hadir thor.
baru mulai baca
kiyoe: Terimakasih Kaka ceuceu semoga suka yaa sama ceritanya ☺️
total 1 replies
Thewie
akhirnya kebohongan itu terungkap juga. othor luar biasa memainkan emosi akuuuuu
kiyoe: wah Terimakasih kak Bintang Lima sehat selalu kak Thewie ☺️🙏
total 1 replies
Thewie
seru thor👍👍😍
kiyoe: Heheh terimakasih kak Thewie
total 1 replies
Astiana 💕
Semangat 💪🏻
Cerita nya bagus banget
Astiana 💕: oke sama-sama ya☺️
total 2 replies
Astiana 💕
cerita nya bagus banget thor, gak bertele-tele
kiyoe: Terimakasih kak Astiana 🙏
total 1 replies
Fauziah Daud
trusemangattt n lanjuttt
kiyoe: Terimakasih kak atas dukungan nya
total 1 replies
Fauziah Daud
kesian Luna
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!