"Eommaaaaa..!!" Jerit anak laki-laki berusia sekitar 8 tahun yang tengah menangis sambil berlari kearah wanita muda
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novianah wijaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23
Arga POV
8 Jam sudah pesawat mengudara dan hampir tiba di Bandara Internasional Incheon, Arga dan Chan sudah keluar dari kawasan Bandara, sudah ada mobil yang menjemput nya. Chan terus menggandeng tangan sang ayah, Chan bahkan tidak mau berbahasa Korea, yang penting dia faham apa yang mereka bicarakan
"appa, aku tidak mau berbahasa Korea, apa tidak apa-apa?" katanya dengan tangan masih menggandeng sang Ayah, yang berjalan menuju mobil yang menjemput mereka
"sesuka Chan ajah nggak apa-apa bang, dirumah appa semua bisa berbahasa Indonesia ko" jawab Arga seraya tersenyum manis kepada sang anak
"terimakasih appa" jawab Chan senang
Arga dan Chan sudah memasuki mobil yang membawanya kerumah utama yang beberapa bulan lalu ia tinggal kan
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Di INDONESIA tercinta
Ayaza tengah bersiap keluar dari rumah sakit, sudah nampak bukan seperti orang yang habis tertembak, bahkan jauh lebih Ayaza yang habis terkena luka tembak dari pada Fahri yang menemani nya dirawat dirumah sakit, mereka berjalan beriringan, kemudian tak lama mereka sudah tiba dimobil, Ayaza duduk disebelah Fahri, duduk menatap kosong kearah jalan raya
"Aya, kita balik kerumah lama ya? yang di Bogor suruh kosongin ajah sama si bos" jelas Fahri yang hanya di jawab dengan anggukan pelan Kepala nya
"idih baru ditinggal si burung kutilang udah rindu ajah lu Ay, deket ribut jauh mendamba" ledek Ayaza
"aku kangen Chan pak Fahri" jawab Ayaza lirih
"kirain kangen bapaknya Chan, kangen soalnya Chan juga nggak apa-apa Ay, nggak usah malu gitu ah, jadi pengen nyantet" kata Fahri
"serem banget mau nyantet pak? becandanya nakutin ih" balas Ayaza
"nakutin? sereman lu lah Ay, ngamuk bisa kaya gumiho gitu" Fahri tak sadar dengan ucapannya kemudian menutup mulutnya sendiri
"hahahaha santai ajah pak, akh emang gitu, itu sisi buruk aku yang harus kalian tau pak, supaya kalian nggak kaget lihat aku ngamuk nantinya" jawab Ayaza dengan sedikit penjelasan
tak lama mereka sudah sampai dirumah yang dibelikan Arga saat awak mereka menikah, sekarang di gerbang dijaga satpam 4 orang sekaligus, bodyguard berkedok satpam Sesungguhnya. Masuk ke dalam juga Arga sudah menyiapkan beberapa pembantu yang akan meringankan pekerjaan Ayaza, Arga takut cidera akibat luka tembakan Ayaza belum pulih seutuhnya, supaya Ayaza lebih fokus pada kesehatan nya.
"Mbok Nah, ini Ayaza istrinya Bos Arga" Fahri memulai membuka oercakaoan
"Non, kenalan, saya Mbok Nah" sapa nya hangat
"nggak usah non bu'e Panggil Aya aja ya?" seraya mencium punggung tangan sang mbok, mbok kaget diperlakukan sesopan itu
"hehehe mbok kan lebih tua dari Ayaza, makanya Aya harus hormat mbok" jelas Ayaza yang paham dengan tatapan kaget sangat mbok
tak lama Fahri pamit pulang, bukan pulang dalam artian sesungguhnya masih banyak pekerjaan yang ia harus selesai kan, mungkin sekitar seminggu lagi Fahri akan sibuk bolak balik kantor polisi untuk kasus kekerasan yang menimpa Ayaza.
Ayaza sudah berbaring di kasur, dimana ia beberapa hari tertidur dalam pelukan suami nya, tak lama terdengar ringtone dari ponsel nya, tertera di layar Appa Chan memanggil, di gesernya tombol hijau, tampak dilayar penuh wajah sang anak
"eomma" kata nya berteriak semangat seraya melambai-lambaikan tangan nya
"Hai sayang nya eomma" jawab Ayaza tersenyum senang
"eomma dimana?" tanya Chan lagi
"dirumah appa sayang, ini eomma baru habis minum obat, Chan lagi apa nak?" tanya Ayaza lagi
Tiba-tiba muncul wajah suami yang tersenyum rindu, menatap layar ponsel nya
"udah minum obat ya sayang? nanti istirahat lagi ya sayang, cepet sehat eomma nya Chan, biar cepet kumpul sama kita disini" pinta tulus Arga
"aamiin, Chan nakal nggak mas? gimana disana? pasti keluarga kamu happy banget ya?" tanya Ayaza penasaran
"mereka lebih penasaran ke eomma nya Chan Yang, kaya apa sih wanita berhati malaikat tak bersayap, gitu katanya" pancing Arga yang penasaran dengan ekpresi sang istri. ternyata wajah Ayaza bersemu merah semerah tomat membuat Arga semakin gemas ingin meledek nya
"jangan malu-malu gitu sih Yang, aq gemes nggak bisa nyupit pipi bakpao kamu loh yang" kata Arga disambut tertawa oleh Chan
"appa pacaran mulu ih, kasihan eomma appa" jawab Chan
video call masih terus berlanjut, sampai tanpa tersadar Ayaza tertidur dengan posisi ponsel gang masih terus menyala. Arga terus menatap layar ponsel yang bergambar wajah istri yang tengah tertidur, damai sekali rasanya, padahal ada banyak masalah yang sedang ia hadapi, sampai beberapa lama ponsel terus menyala dan Arga masih betah menatap wajah istrinya, mungkin ini obat penghilang sedikit rindu yang membuncah hebat dia hanya. Sampai akhirnya ponsel Aya habis batre dan terpaksa Arga mematikan sambungan video call nya.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
slalu semangat berkarya thorrr.😊
jaga kesehatan selalu, terimakasih banyak untuk dukungannya 🙇♀️ 🙇♀️
BTW nama kita ko sama ya, ada WIJAYA nya hihihi