Indonesia
NovelToon NovelToon
Monemvasia

Monemvasia

Status: tamat
Genre:CEO / Obsesi / Beda Usia / Romansa / Tamat
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ava D. Cado

"Aku akan membayar biaya operasi Papa kamu. Tapi dengan syarat,,"

"Ya...Tuan?"

"Tanda tangani ini"

Anna mengambil selembar kertas yang diberikan oleh Victor.

"Akan aku tanda tangani Tuan,,, demi Papa" Anna menandatangani kertas itu dengan tangan gemetar dan air mata yang terus mengalir.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ava D. Cado, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 | Antara Percaya dan Tidak

Rian kembali keruangan Victor, dilihatnya para bodyguard yang berjaga jatuh diatas lantai. Dengan cepat, Rian membuka pintu ruangan Victor dan menerobos masuk.

"Tuan Victor" Ucap Rian saat masuk kedalam ruangan Victor.

Rian melihat Kerin dan Victor saling memegang tangan, Rian ingat kalau Victor gegar otak, pasti wanita sialan itu sudah memberitahu Victor yang tidak-tidak.

"Itu Rian, Victor! Dia adalah bawahan wanita busuk itu! Dia datang kesini untuk membunuhku Victor, tapi untung saja kamu sudah sadar sayang, kalau ada kamu aku akan baik-baik saja. Aku sangat takut, hiks"

Victor menatap Rian dengan sangat lama, entah kenapa Victor tidak bisa memarahi ataupun mengusir Rian. Rasanya dia dan Rian seperti berteman akrab, tidak pernah berantam atau semacamnya.

"Anda mempercayai omongan wanita itu Tuan Victor? Aku harap anda tidak menyesal" Ucap Rian dengan nada marah.

DEG

Victor merasa tidak enak kalau tidak mendengarkan omongan Rian. Dia tidak tahu harus mempercayai siapa, yang satu adalah tunangannya, dan yang satu orang asing tapi terasa akrab.

Kedua orangtua Victor sudah berada dibelakang pintu saat Rian, Kerin, dan Victor sedang berbincang. Mereka tidak menyangka Kerin berhasil menghasut Victor, mereka tidak suka kalau putranya dibohongi dan dipermainkan seperti itu.

Vivian ibu Victor, membuka pintu ruangan Victor dengan kasar, dia tidak tahan lagi mendengar perkataan busuk Kerin, apalagi Kerin selalu menjelekkan nama Anna.

"Mama?" Ucap Victor yang asal mengeluarkan suara.

Kerin, Rian, Vivian, dan Joy terkejut. Mereka tidak menyangka kalau Victor masih mengingat Vivian.

"Anak Mama, Mama sangat senang kamu tidak melupakan Mama Nak" Ucap Vivian sambil berjalan, dan kemudian memeluk putranya itu.

Sebenarnya Victor tidak tahu kenapa dia memanggil wanita itu dengan sebutan Mama, dia hanya asal panggil, soalnya ingatannya samar-samar dan wanita itu ada didalam pikirannya, didalam pikirannya dia memanggil wanita itu dengan sebutan Mama.

"Bagaimana keadaan kamu Nak? Dimana yang paling sakit?"

"Disini" Jawab Victor sambil menunjukkan hatinya.

Victor merasa hatinya sangat sakit, dia seperti sedang mengkhianati seseorang.

"Ow, kamu pasti bisa menyembuhkannya Victor sayang, sekarang Mama cuma mau bilang, tolong jangan percaya dengan wanita yang ada disamping kamu itu, tidak semua orang dapat kita percaya Nak"

"Aku tidak akan mempercayai siapapun, kecuali Mama" Jawab Victor sambil tersenyum kepada Vivian.

Kerin yang mendengar perkataan Victor sangat kesal, dia tidak menyangka Victor tidak mempercayai perkataannya, padahal dia sudah menceritakan semuanya kepada Victor.

"Aku ingin istirahat Ma, bisa tolong suruh mereka semua keluar dari sini?"

"Tentu sayang"

Vivian menyuruh Rian dan Joy keluar dengan baik-baik, sedangkan dengan Kerin, dia menyuruh Kerin keluar dengan nada yang agak menaik.

"Victor, kamu jangan percaya sama omongan wanita tadi, perkataannya semua bohong Nak, dia memanfaatkan kesempatan ini untuk membohongi kamu"

"Semua yang diceritakannya adalah kebohongan? Lalu bagaimana dengan Anna?"

"Kamu kenapa bisa melupakan kekasih yang kamu dambakan itu dari kecil hmm? Apa kamu tidak mengingatnya sedikitpun?"

"Aku tidak bisa mengingat semuanya Ma, hanya Mama saja yang terlintas dipikiran ku"

"Sudahlah tidak apa, Mama bersyukur karena kamu masih mengingat salah satu dari kami. Apa kamu mau mendengar cerita yang sebenarnya dari Mama?"

"Aku yakin Mama tidak akan berbohong"

Vivian tersenyum kepada putranya, dia mulai membuka mulut dan menceritakan yang sebenarnya kepada Victor.

...***...

Diruangan Anna, Rian menceritakan kejadian yang terjadi diruangan Victor. Anna tidak menyangka Kerin akan berbuat sampai sejauh ini. Dari semua wanita yang Anna jumpai, hanya Kerin lah wanita yang tidak tahu malu. Dia tidak bertobat-tobat, masih saja menganggu kekasih orang lain.

"Nona, aku curiga kalau Kerin yang membuat kecelakaan itu"

"Sebenarnya aku juga mencurigai dia, tapi masalahnya kita tidak punya bukti"

"Ya Nona, semua jejak sudah dihapus, tidak ada yang tinggal sedikitpun, kemungkinan besar pasti ada orang yang membantu Kerin melakukan ini"

"Wanita sialan itu! Aku tidak habis pikir dengannya!"

"Kalau memang benar Kerin yang merencanakan kecelakaan ini, aku tidak akan memaafkannya. Aku akan membuat dia hidup menderita"

"Baiklah Rian, kalau memang dia dibalik semua ini, aku sarankan jangan bunuh dia, patahkan saja tangan dan kakinya, itu sudah cukup"

"Baik Nona, saya mengerti"

1
Ana
lanjutannya dong
Ana
jd senyum" sendiri 🤭
Mta Fdlh
lanjut kak🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!