Indonesia
NovelToon NovelToon
School Fiance Feeling

School Fiance Feeling

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Fantasi / Tamat
Popularitas:66k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ranxx

Diberkahi wajah cantik nan menawan, suara lembut nan indah, tubuh yang ramping dan mempesona, kepintaran yang mengagumkan, keluarga yang sempurna, kemewahan yang menyelimutinya, itulah deskripsi sempurna dari seorang gadis muda bernama Lydya.

Tidak ada yang spesial dan semuanya terasa biasa saja menurut gadis muda yang biasa dipanggil Lily hingga awal ajaran baru datang. Disaat itulah yang semuanya tidak spesial dan biasa saja mulai berubah. Terbuka, memahami, dan dekat.

Semua berawal dari kedatangan sahabat ibunya yang datang berkunjung dari luar kota.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ranxx, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Helpless

Happy Reading guys~

!:sorry'bouttypo~ teehee~

🖌Helpless

Tak terasa sudah melewati ujian tengah semester dan para siswa sudah menyelesaikan ujian mereka. Dua hari lagi sudah memasuki liburan tengah semester. Lydya, Hera, Eiza, dan Melani berkumpul bersama membahas liburan mereka kali ini.

Rencana awal, Lydya tidak ingin ke mana selama liburan nanti tetapi mami nya sudah memesan tiket keluar negeri jadi tidak ada yang bisa Lydya lakukan selain menurutinya jika tidak dirinya tak tahu bagaimana mami nya akan mengurusnya nanti.

Bisa-bisa mami nya akan menyewa orang untuk menculik dan mengirimnya ke tempat yang sudah mami nya rencanakan.

“Kurasa aku tidak akan ke mana saja selama liburan,”

Melani merebahkan kepalanya di atas meja. Liburan kali ini dia tidak bisa pergi ke manapun karena orangtua nya sibuk mengurusi sekolah kakaknya. Jadi, Melani harus merelakan liburannya.

“Aku juga,” ucap Eiza juga merebahkan kepalanya di atas meja.

Lydya yang hanya diam mendengarkan tiba-tiba mendapat pencerahan. Dia tidak ingin pergi kemanapun dan kedua teman nya tidak pergi kemanapun. Inilah kesempatan Lydya untuk membatalkan rencana liburan keluar negeri. Lydya mempunyai firasat kalau mami nya akan mengirimnya ke Jepang jadi untuk pencegahan Lydya bisa bilang akan menajak teman-temannya menginap beberapa hari di rumah dan Lydya bisa terbebas dari pergi keluar negeri.

“Bagaimana kalau kalian tinggal di rumahku selama beberapa hari?”

Melani dan Eiza mengangkat kepala mereka dan saling berpandangan sebelum menatap Lydya bingung. Tinggal di rumah Lydya? Mereka tidak pernah membayangkan akan menginap di rumah besar itu.

“Aku juga berencana tidak kemanapun,” ucap Lydya tersenyum manis.

Lydya tersenyum, berharap-harap cemas. Dia berdoa dalam hati semoga kedua teman nya ini setuju. Hera yang duduk disebelah Lydya menatap sahabatnya itu bingung. Bukankah setiap liburan sekolah, mama Zy sudah menyiapkan liburan keluar negeri untuk Lydya lalu mengapa sahabatnya ini berencana tidak kemanapun.

“Buk… hmmpptt..?”

Lydya segera membekap mulut Hera sebelum dia melanjutkan ucapannya. Dia tahu apa yang akan Hera ucapkan. Melani dan Eiza saling berpandangan bingung. Lydya hanya tersenyum seolah tak terjadi apapun.

“Jadi? Bagaimana? Kalian mau?”

Melani dan Eiza kembali saling berpandangan, “Entahlah. Aku akan bertanya pada orangtua ku dulu,” jawab Eiza.

Begitupun dengan Melani yang memiliki jawaban yang sama dengan Eiza walau mereka yakin mereka akan diizinkan tetapi apa salahnya meminta izin dulu. Lagipula liburan masih dua hari lagi.

“Emm.. jika kalian diizinkan segera hubungi aku dan aku akan menjemput kalian,” ucap Lydya tersenyum senang.

Lydya melepaskan tangannya dari mulut Hera. Setidaknya ada harapan mereka diizinkan untuk tinggal di rumah. Lydya bisa melihat dari ekspresi Eiza dan Melani walau mereka harus meminta izin sudah dapat dipastikan mereka diperbolehkan untuk tinggal di rumah Lydya.

“Ku tunggu kabar dari kalian secepatnya,”

Melani dan Eiza menganggukkan kepala mereka dan mereka terlibat perbincangan panjang dan membahas apapun yang bisa mereka bahas.

🖌🖌🖌🖌🖌

Dua hari telah berlalu dan seperti yang Lydya kira sebelumnya kalau Melani dan Eiza diizinkan untuk tinggal di rumah Mezzaluna. Lydya tersenyum senang berhasil membawa kedua teman nya untuk tinggal di rumah. Dia baru saja selesai menjemput keduanya dan sedang membantu keduanya menurunkan koper mereka.

“Ayo,” ajak Lydya membantu keduanya membawa koper.

Senyum Lydya tak kunjung luntur hingga dia membuka pintu utama dan mendapati mami nya berdiri di sana dengan koper di sisi kirinya. Jantung Lydya langsung berdegup kencang saat dia mengenali koper di sampingnya adalah koper miliknya dan semakin menggila ketika dia melihat Leon, Gio, dan Hera dibelakang mami nya dengan koper di sisi mereka.

Sial. Batin Lydya.

Rencananya untuk tidak pergi keluar negeri gagal sudah. Zyta tersenyum melihat putrinya yang pucat pasi. Dia suka sekali melihat ekspresi tersiksa putrinya ini.

“Jadi, selamat berlibur,” ucap Zyta menyerahkan passport putrinya.

Lydya menghela napas pasrah dan menerimanya. Eiza dan Melani tidak mengerti apa yang sedang terjadi dan menyenggol Lydya.

“Sebenarnya ada apa ini?” bisik Melani.

“Akh! Iya, mami lupa. Kalian pasti kaget. Mami sudah menyiapkan paspor dan keperluan kalian jadi kalian bisa langsung berangkat,” ucap Zyta menyerahkan masing-masing paspor milik Melani dan Eiza.

Keduanya yang tidak paham hanya bisa menerimanya begitu saja. Mereka memiliki passport mereka sendiri tetapi tentu saja mereka tidak membawanya. Melani dan Eiza sangat terkejut begitu membukanya, data di dalam passport tidak ada yang salah sedikitpun. Semuanya benar dan sama persis dengan passport milik mereka.

“Mami tahu kalian sudah punya sendiri hanya saja itu untuk berjaga-jaga saja,” ucap Zyta tersenyum manis.

Zyta selama dua hari berjuang keras untuk mencari tahu tentang dua teman putrinya ini dan mendapatkan hasil yang memuaskan. Salah satu diantaranya, Zyta kenal dengan orangtua nya dan yang satu baru mengenalnya ketika mereka datang saat kerja kelompok tetapi bukan perkara sulit bagi Zyta untuk mencari tahu mereka. Buktinya dalam dua hari dia sudah selesai membuatkan passport untuk keduanya.

Berterima kasih pada teman nya yang mau-mau saja membuatkan Zyta barang-barang ilegal. Jika Eldan tertangkap, Zyta hanya perlu menjaminnya dan sudah dapat dipastikan teman nya itu tidak akan bisa kabur darinya untuk selamanya.

“Dan jika pulang nanti, kalian harus mengembalikannya pada kakak Ray ini,” ucap Zyta menyentuh kedua bahu anak sulungnya itu.

Ray hanya bisa diam saja, dia pasrah membiarkan mami nya berbuat sesukanya karena tidak ada yang bisa lepas dari tangan mami nya ini. Adik perempuannya saja hanya bengong memandang passport-nya bahkan mami nya sanggup membuat teman-teman adiknya ikut adil dalam hal ini.

“Ayo, antar mereka ke bandara. Mami tidak bisa mengantar kalian hanya bisa mengantar sama di sini. Hati-hati dijalan anak-anakku sayang. Mami mencintai kalian,” ucap Zyta melambaikan tangannya dengan senyum lebar di wajahnya.

Ray tidak habis pikir dengan mami nya. Terlihat sekali kalau mami nya itu sangat senang anak-anaknya pergi. Mami nya itu pasti sengaja membuat mereka pergi meninggalkan rumah agar bisa bermesraan setiap saat dengan papi.

Ray melirik Lydya yang berada di sampingnya masih terbengong menatap paspor nya. Dia tahu adiknya ini tidak pernah suka pergi keluar negeri tetapi mami nya selalu punya cara untuk membuatnya pergi keluar negeri selama liburan. Masing-masing dari mereka sudah pernah merasakan rasanya diculik dan dibawa paksa keluar negeri. Dalang dibalik semua itu tentu saja mami mereka.

Bahkan dirinya pun juga diusir dari rumah. Dirinya dipaksa sang mami untuk mencari apartemen yang jauh dari rumah. Ray hanya bisa pasrah ketika kunci apartemen berbalut pita berwarna merah muda sudah ada di atas laptop kerjanya yang masih menyala. Tanpa bertanya pun, Ray sudah tahu siapa dalang dibalik kunci apartemen itu.

Mami mereka itu menjadi sangat tidak sabaran ketika liburan sekolah datang. Dengan wajah tanpa beban dia mengirim anak-anaknya menjauh sejauh-jauh nya dari rumah keluarga dan ketika dia mereka tidak ada di rumah. Mami nya dengan tanpa dosanya mengirim foto-foto mesranya dengan papi mereka.

Lydya, Leon, dan Ray menghela napas bersamaan membuat yang lainnya saling menatap bingung. Mereka bingung mengapa tiga bersaudara ini terlihat tidak senang sama sekali?

🖌🖌🖌TBC🖌🖌🖌

See ya( ̄(エ) ̄)ノ

1
Elin Belinda
udah tamat ini t
Ranxx: dan sayangnya sudah.. no more for this fiction (。>∀<。)♥♥
total 1 replies
Elin Belinda
semangat
Ranxx: Sankyu(>ω<〃)~♡
total 1 replies
Ranya Juita
belum up juga kk ?
Ranxx: udh up dan udh end (╥﹏╥)…
total 1 replies
Elin Belinda
udah lama gk up
sehat kah tor..
Ranxx: bersyukur.. masih sehat cmn yeahh.. lagi sibuk aja.. Σ(|||▽||| )
total 1 replies
kheyca
,semangat kakak!
aku mampir dan membawa like.
ditunggu feedbacknya di " A Falling Memory 2"
mari saling mendukung
Ranxx: fighting back゚+。(〃>ε<〃)。+゚
total 1 replies
Eka azzahra
Sudah aku like bab yang tertinggal😁
semangat💪
Ranxx: sankyuuuu(。>∀<。)♥♥
total 1 replies
v kusuma ( ig : @evymuda )
👍mendarat kembali smangat upnya 💪😍salam SAM & CKBDPM
Ranxx: yupsiess yupsiess
total 1 replies
🦖 Aniedaa
Semangat kak ditunggu kelanjutannya ... Mari saling dukung 🌻
Ranxx: yupsss
total 1 replies
Elin Belinda
semangattt
Ranxx: thankyouu(>ω<〃)~♡
total 1 replies
Eka azzahra
maaf baru bisa mampir☺️
Next Thor 🙋
#ArabellaMaheswari
🦖 Aniedaa
Semangat thor ditunggu kelanjutannya ... Hadir mendukung mu - Mari feedback 🌻
Ranxx: udh end yupss⸜(*ᵔᗜᵔ*)⸝
total 1 replies
Elin Belinda
udh lama gk up..
Ranxx: Malam ini up kok
total 1 replies
v kusuma ( ig : @evymuda )
double like
Elin Belinda
belum up kak
🦖 Aniedaa
Up next!! Selalu hadir untuk mendukung mu .. Semangat 🌻
Eka azzahra
next Thor

#ArabellaMaheswari
🦖 Aniedaa
Masih lanjut Semangat 🌻 thor
Eka azzahra
Next thoor 🙋 semangat
v kusuma ( ig : @evymuda )
Meninggalkan jejak kembali... Next up 💪😍
Eka azzahra
lanjut Thor 🙋 semangat
Arabella Maheswari hadir 😚
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!