Ini kisah tentang perjuangan Khanzair mencari kakaknya yang hilang dan tidak sengaja masuk kedunia game yang dimana ia bertemu dengan guild Dark Danger dalam mencapai peringkat pertama serta perjalanan misi mereka yang penuh rintangan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ZairMine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Memperkuat diri (1)
Brak!
Mendengar suara itu anggota yang tengah berjaga langsung siap siaga, mereka cukup terkejut karna semua anggota Dark Danger ada disini, ya setidaknya sebagian besar, Hypermint dan Silvain tidak ikut terlebih dahulu karna masih berada dalam fase pemulihan.
"Fedrick!" teriak Xhuan tanpa sopan santun, kesabarannya mulai habis karna cowok itu tak lekas muncul, "Ayolah, seberapa pengecut leader kalian itu?" olok Xhuan.
Chazdhiz mengisyaratkan anggotanya untuk mundur beberapa langkah, mereka harus memberi celah untuk gadis itu, ya, Xhuan sedang menjalankan tugasnya sebagai leader.
Tap, tap, tap.
Suara langkah kaki yang membuat Xhuan menyunting smrik, tampak seorang lelaki dengan jubah merah kebesarannya, serta hiasan telinga yang membuat siapa pun pasti tau bahwa dia seorang petinggi guild ini.
Fedrick Guvenom.
Cowok itu menatap Xhuan lekat-lekat, tombak Dewa Heades. Tombak yang menjadi incarannya selama ini dimiliki oleh leader guild yang namanya saja tak masuk dalam guild ternama.
"Bukannya sudah gue katakan? Gue nggak akan balikin Zair," ucap Fedrick yang sudah paham dengan maksud kedatangan guild lawan.
"Sebelumnya bang Qibul udah meminta baik-baik tapi nggak lo gubris, karna permintaan sopan nggak lo tanggapi, apakah perlakuan kasar bisa memberimu sebuah kesadaran?" ketus Xhuan, ia mengayunkan tombaknya, cahaya hijau mengarah ke pemimpin Dark Rose itu.
Dengan lihai Fedrick mampu menangkisnya dengan tombak miliknya sendiri, tombak itu cukup hebat karna ia mendapatkannya dari misi terlarang juga.
Mendengar keributan, Evandaru, Viona dan Sandro datang disertai Khanzair yang diseret oleh Evan menggunakan kain putih.
"Bunda!" panggil Khanzair penuh haru.
Melihat perlakuan yang tak pantas itu, Xhuan semakin membenci Fedrick, "Petinggi apanya yang memperlakukan bawahan seperti itu? Huh, memalukan, ini tawaran terakhir buat lo Fedrick, balikin Khanzair atau gue hancurin guild bar lo."
Xhuan sengaja memojokan Fedrick karna gadis itu tau Dark Rose sudah bertahun-tahun berdiri, jika guild bar mereka hancur, mereka akan mengulang dari awal.
Fedrick menghela nafas kesal, ini pilihan yang cukup berat untuknya, cowok itu berjalan kearah Khanzair lalu melepas kaitan kain yang berada ditangan gadis itu, Fedrick menatap tajam kearah Khanzair sebelum mendorong gadis itu kearah Xhuan.
Beruntung Xhuan dengan sigap menangkap Khanzair, "Terima kasih, ayo kita kembali."
Semua anggota Dark Danger menurut, satu per satu dari mereka masuk kedalam portal, sebelum Xhuan masuk, ia mengatifkan kembali kekuatan tombak itu, ia menyerang dinding guild bar Dark Rose hingga menimbulkan sayatan parah.
"Ini sebagai kenang-kenangan, perlu kalian ingat, leader cewek nggak selamanya lemah,"
Setelah Xhuan masuk kedalam portal, portal itu menghilang. Fedrick mengepalkan tangan geram. Dengan terpaksa ia menghapus nama Khanzair dari daftar member Dark Rose.
—TCOI—
Xiao Yui memeluk lengan Khanzair terharu, "Nee, selamat datang kembali!"
Anggota guild merasa senang karna salah satu temannya telah kembali, mereka tertawa sambil mengejek sesekali.
"Pakaian Dark Rose lumayan bangsawan juga," komentar Shizure.
"Hm, lo liat ini hiasan telinga? Beuh berat cuy!" kesal Khanzair lalu melepas hiasan itu dan menyimpannya di kotak kayu lalu ia meminta Xiao Yui menaruh barangnya di loker.
Khanzair juga melepas jubah kebesaran Dark Rose kemudian menjadikannya taplak meja, sangat menghina bukan?.
"Tidak ramah, bintang satu," celutuk Beay.
Xhuan, Qibul dan Chazdhiz kembali setelah melakukan diskusi singkat, Xhuan menginstrusikan anggotanya untuk duduk.
"Oke, gue cukup senang karna Fedrick mau ngembaliin Zair kesini, gue udah berdiskusi sama para tetua. Kita libur misi terlebih dahulu, gue mau mempelajari lebih lanjut senjata Dewa Heades sama bang Qibul," ucap Xhuan lalu menancapkan tombaknya, memberi kesempatan anggota Dark Danger melihat tombak tersebut.
"Gue rasa Fedrick akan mengincar Zair, jadi gue mau lo latihan semua job sama gue," sambung Chazdhiz menunjuk kearah Khanzair.
"Hah? Yang bener aja, gue masih noob, bang," protes gadis itu.
"Nggak ada cara lain, ini juga buat jaga-jaga kalo Fedrick berulah pas turnamen maut," ucap Chazdhiz mutlak, ia memberi isyarat pada Khanzair untuk tidak melawan.
"Dan untuk anggota yang lain, kita akan menjalankan menyelesaikan tugas guild agar mendapatkan lima koin emas, koin itu bisa kita gunakan untuk merombak guild lusuh ini," lanjut Qibul.
Mereka semua sama-sama mendengus frustasi, apanya yang libur misi jika begini? Lebih baik mereka menjalankan misi daripada tugas guild.
"Akhh...gue nggak mau bolak-balik map," teriak Kamito frustasi.
Arya menepuk punggung Kamito pelan, "Sabar, jalanin aja."
Blackkuma mengangguk setuju, setelah mengeluarkan unek-unek yang mengganjal hati. Akhirnya mereka semua sepakat untuk melakukan tugas masing-masing.
Anggota yang tidak mendapat latihan khusus dari para tetua membagi dua kelompok agar lebih cepat menyelesaikan tugas guild.
Kelompok pertama dipimpin oleh Blackkuma dan kelompok kedua dipimpin oleh Beal.
—TCOI—
Xhuan tampak kewalahan mengatur keseimbangan senjata dewa itu, ia tampak sempoyongan ketika menggunakannya.
"Fokus," peringat Qibul yang masih terus melihat perkembangan leader itu.
Xhuan mencoba mengarahkan serangan kearah semak-semak, namun serangan itu malah mengenai dirinya sendiri yang mengakibatkan tubuh Xhuan terpelanting.
Beruntung Qibul mengatifkan lingkaran sihir pada tubuh Xhuan sehingga luka yang dialami gadis itu tak terlalu parah.
"Susah!" keluhnya sembari bangkit.
"Senjata dewa memang tak bisa dipandang sebelah mata, apalagi senjatamu itu dari Dewa Heades, kau bisa mati tiba-tiba jika tak bisa menguasainya,