Indonesia
NovelToon NovelToon
30 Hari Bersama Sang Mafioso

30 Hari Bersama Sang Mafioso

Status: tamat
Genre:Romantis / Mafia / Penikahan Kontrak / Penyesalan Suami / Kontras Takdir / Tamat
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: pitufina

Cassidy tak lagi punya apa-apa untuk diberikan pada dunia. Pernikahannya hancur oleh pengkhianatan, dan seluruh hidupnya kini bertumpu pada satu hal: menyelamatkan putri kecilnya yang sekarat. Ketika biaya operasi menjadi jurang yang mustahil ia seberangi, seorang pria asing bermata dingin datang dengan tawaran gila—satu juta dolar, dengan satu syarat: tiga puluh hari hidup di sisinya.

Pria itu Nicolás Tomasolli, penguasa dunia yang tak boleh disentuh siapa pun. Bagi Cassidy, kesepakatan ini hanyalah jalan keluar. Baginya, ada rencana yang jauh lebih dalam dari sekadar uang.

Tapi tiga puluh hari cukup untuk mengubah segalanya. Cukup untuk membuat dua orang yang seharusnya saling memanfaatkan justru saling jatuh. Cukup untuk membongkar rahasia berdarah tentang siapa Cassidy sebenarnya—rahasia yang bahkan tak pernah ia ketahui, dan yang membuat namanya diperebutkan oleh kerajaan-kerajaan paling berbahaya di dunia.

Dari gemerlap Roma hingga dinginnya Moskow, dari ranjang mewah hingga medan pertumpahan darah, ini kisah tentang cinta yang lahir dari kesepakatan terlarang, tentang perempuan rapuh yang dipaksa takdir menjadi sesuatu yang jauh lebih menakutkan dari para pria di sekelilingnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pitufina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Guillermo menarikku keluar dari lamunan. Waktunya sudah tiba dan aku bahkan belum berganti pakaian. Aku keluar dari ruang kerja, meminta anak buahku menungguku di bawah sementara aku mandi cepat dan berganti baju. Dalam perjalanan ke kamarku, kulihat Cass keluar dari kamarnya. Wajahnya sedikit letih dan aku bisa mengenali bahwa ia telah menangis, mungkin terlalu lama. Hatiku teremas perih melihatnya begitu, maka kudekati ia dan kupeluk. Ia hendak menjauhkanku, tapi kali ini tak kubiarkan. Aku tak bisa membiarkannya terus menderita karena kesalahanku, meski sejujurnya pukulan terberat justru akan kuberikan dalam beberapa hari ini, saat aku mengakui kebenarannya.

"Aku harus pergi ke sebuah pertemuan, tapi sepulangku nanti aku ingin kau menungguku, agar kita bisa bicara dan menghabiskan waktu bersama. Aku punya beberapa ide ke mana kita bertiga bisa pergi besok," bisikku di telinganya tanpa melepaskannya dari pelukanku.

"Baiklah," jawabnya lirih.

Dengan satu tangan, tanpa berhenti memeluknya dengan tangan yang lain, kuangkat dagunya, memaksanya menatap mataku, lalu kuciumi ia, lembut dan mesra seperti hari aku membawanya ke rumah ini. Meski awalnya ia berusaha menolak dengan meletakkan kedua tangannya di dadaku untuk mendorongku menjauh, beberapa detik kemudian aku bisa merasakan ia sendiri memeluk leherku dan menempelkan tubuhnya lebih dekat ke tubuhku. Kami berpisah ketika kehabisan napas, dan kedua pipinya yang merona menjadi pemandangan terindah bagi mataku.

"Tunggu aku," ucapku. Ia mengangguk atas ajakanku, lalu kubiarkan ia melangkah menuju ruang makan tempat keluargaku sudah berkumpul untuk makan malam.

Aku mandi lebih cepat dari yang kubisa lalu berganti baju, turun ke tempat mobil-mobil sudah menungguku, siap berangkat. Perjalanannya akan singkat, karena restoran itu dekat dengan rumahku, di pusat kota.

"Orang-orang Rusia belum datang," Guillermo memberitahuku begitu mobil berhenti di depan tempat itu.

"Aku tahu mereka akan terlambat," ucapku tanpa mempedulikannya.

Petugas keamanan memberitahu kami bahwa sayap ruangan sudah disiapkan untuk kami dan hidangan akan segera disajikan. Aku bisa mendengar apa yang diteriakkan para perempuan di antrean masuk kepadaku, dan untuk pertama kalinya aku bahkan tak menoleh memandangi mereka. Mungkin di masa lain aku akan memilih yang tercantik untuk melewatkan waktu menyenangkan dengannya, tapi bibirku masih menyimpan rasa manis Cass, dan tak ada perempuan di dunia ini yang bisa merenggut itu dariku. Aku tertawa dalam hati atas pikiran-pikiran birahiku.

Anak buahku berpencar ke seluruh penjuru tempat itu, sementara aku bersama Guillermo dan dua orang lagi menuju ruangan tempat kami akan makan. Aku bisa saja seorang tiran, tapi aku tak pernah membiarkan siapa pun tak makan ketika waktunya makan. Pertemuan itu seharusnya pukul sepuluh tepat, tapi ketika sudah pukul sebelas, kesabaranku mulai porak-poranda.

"Tuan, mereka sudah datang," salah satu anak buahku memberitahuku, dan saat itulah kulihat mereka menaiki tangga.

Iván adalah pria bertubuh kekar, berambut pirang dan bermata biru, penuh tato, dengan tubuh yang terbentuk sempurna. Ia tampak berusia sekitar 25 tahun, padahal sudah lebih dari 30. Ia masuk ke wilayahku hanya dengan satu orang, yang membuatku berpikir apakah ia terlalu bodoh atau terlalu percaya diri.

"Добрый вечер, мистер Томасолли (selamat malam, Tuan Tomasolli)," ia mengulurkan tangannya, dan saat menjabatnya aku bisa merasakan ia menggenggam dengan kekuatan lebih dari yang perlu, maka kuikuti permainannya.

"Buonasera signor Matzkevich (selamat malam, Tuan Matzkevich)," kalau ia ingin bicara dalam bahasanya, aku pun berhak melakukan hal yang sama.

"We will speak in English to understand each other better. (kita akan bicara dalam bahasa Inggris agar bisa saling mengerti lebih baik)," ucapnya, dan aku bisa memahami bahwa ia menyadari aku tak menguasai bahasanya, begitu pula ia tak menguasai bahasaku.

"It seems perfect to me, please sit down. Order whatever you like, the house invites you and your man too (bagiku itu sempurna, silakan duduk. Pesan apa pun yang Anda suka, tuan rumah yang mentraktir, begitu pula untuk orang Anda)," ucapku, dan kami duduk bersamaan. Guillermo berdiri di belakangku bersama dua orang lainnya, dan pria bertubuh besar yang datang bersamanya berdiri di belakang Iván tanpa sedikit pun bersandar ke dinding.

"Vodka please (vodka, tolong)," ucapnya kepada pelayan yang cepat-cepat mendekati kami.

"Whisky please (wiski, tolong)," ia mencatat pesanan kami lalu pergi.

"Let's get to the point, Mr. Tomasolli. You have something that belongs to our family and that you obviously have to return (mari langsung ke pokoknya, Tuan Tomasolli. Anda memiliki sesuatu yang menjadi milik keluargaku dan yang jelas harus Anda kembalikan)," ucapnya sambil menatapku lekat-lekat.

"He didn't know that I had any of his objects (aku tak tahu bahwa aku menyimpan barang apa pun miliknya)," aku benci cara ia merujuk sosok Cass. Ia bukan milik siapa pun, apalagi sekadar piala. Tunggu sebentar, sial, itu justru yang sempat kupikirkan di awal.

"I'm not very funny and I hate it when people make fun of me. You have my grandfather's granddaughter, that is, a cousin of mine (aku bukan orang yang suka bercanda dan aku benci ketika orang berlagak lucu di depanku. Anda menyimpan cucu perempuan kakekku, artinya, sepupuku)," ucapnya sambil memandang penuh nafsu ke arah pelayan yang menaruh minuman kami.

"I do not hold anyone against their will. and to be honest, you always knew where it was. only they never wanted to look for it (aku tak menahan siapa pun di luar kehendaknya. Dan sejujurnya, kalian selalu tahu di mana ia berada. Hanya saja kalian tak pernah mau mencarinya)," ucapku sambil menyesap isi gelasku.

"You are right, we never had any intention of looking for her. But leaving her near a Sicilian is dangerous for our business, so I hope you understand (Anda benar, kami tak pernah berniat mencarinya. Tapi membiarkannya dekat dengan seorang Sisilia berbahaya bagi bisnis kami, jadi kuharap Anda mengerti)," setidaknya aku paham mereka tak akan menyakitinya kalau ia menjauh dariku.

"I really don't understand your desperation to get her back (aku sungguh tak mengerti keputusasaan Anda untuk merebutnya kembali)," ucapku sambil menatapnya lekat-lekat.

"See, Mr. Tomasolli. I know you're not an idiot and I'm sending my lands to investigate, but I'll explain something to you. My grandfather never forgave himself for losing his daughter and even though he always knew where she was, she never forgave him (begini, Tuan Tomasolli. Aku tahu Anda bukan orang tolol dan aku telah mengirim orang-orangku untuk menyelidiki, tapi akan kujelaskan sesuatu pada Anda. Kakekku tak pernah memaafkan dirinya sendiri karena kehilangan putrinya, dan meski ia selalu tahu di mana putrinya berada, putrinya tak pernah memaafkannya)," ia menghela napas seolah mengingat sesuatu yang menyakitkan, menyalakan cerutu, lalu melanjutkan ceritanya. "Although he had two children, losing one was death in life, so his son took his place. He is actually my great-grandfather, but I loved him more than my grandfather. Anyway, my grandfather, always jealous that his father thought so much about his sister and didn't pay attention to the family business, ordered her to be killed, but the idiots he sent, instead of killing her, murdered his son and wife. My mother turned against them and threatened to leave, so they left the old woman and her granddaughter alone. My great-grandfather, knowing what his son did, changed his will at the last minute, leaving everything to his daughter and therefore to Cassidy (meski ia punya dua anak, kehilangan salah satunya adalah kematian dalam kehidupan, maka putranya menggantikan posisinya. Sebenarnya ia buyutku, tapi aku lebih mencintainya daripada kakekku. Pokoknya, kakekku, yang selalu iri karena ayahnya begitu memikirkan saudarinya dan tak peduli pada bisnis keluarga, memerintahkan agar saudarinya dibunuh, tapi para tolol yang dikirimnya, alih-alih membunuhnya, malah membunuh putra dan istrinya. Ibuku berbalik melawan mereka dan mengancam akan pergi, jadi mereka membiarkan si nenek tua dan cucunya tenang. Buyutku, mengetahui apa yang diperbuat putranya, mengubah wasiatnya di saat terakhir, mewariskan segalanya kepada putrinya dan karenanya kepada Cassidy)," ia menenggak habis seluruh isi gelasnya sekali teguk, dan aku bisa melihat matanya mendadak menggelap. Sesuatu yang buruk akan terjadi, dan kini aku menyesali keputusan untuk memanfaatkannya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!