Indonesia
NovelToon NovelToon
ASI Untuk HOT CEO

ASI Untuk HOT CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama
Popularitas:220.4k
Nilai: 5
Nama Author: Arran Lim

Alur cerita ringan...
Dan novel ini berisi beberapa cerita dengan karakter yang berbeda-beda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arran Lim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Nicholas mengangguk sembari tersenyum lalu mengecup permukaan lembut ραγυdάrα itu, kemudian tanpa ragu, ia mέηγυsυ dengan rakus, persis seperti bayi yang benar-benar kehausan. Rasa lapar yang ia rasakan bukanlah lapar biasa, melainkan hasrat yang begitu mendalam akan kehangatan dan rasa manis yang familiar itu.

Anna hanya bisa menyandarkan kepala, membiarkan tubuhnya diisi oleh gelombang kenikmatan yang aneh dan intens. Matanya terpejam, dan dari bibirnya hanya lolos desαhάή lembut. Jemarinya yang ramping bergerak perlahan, mengelus rambut gelap di kepala Nicholas.

"Ahh... Ssshhh... K-Kak," Anna meringis kecil, namun ada rona kemerahan di pipinya. "Pelan-pelan isάρnya... Ngilu..."

Nicholas hanya memberi respons berupa anggukan singkat di dada Anna, mengabaikan protesan itu. Ia tidak melepaskan ρυtίηg Anna dari mulutnya; isαραη itu terlalu memuaskan untuk dihentikan.

Anna menggigit bibir bawahnya. Ia terus mengelus kepala kekasihnya, menanggapi setiap isaραη kuat itu dengan sesekali ringisan, desαhαη, atau bahkan cengkeraman halus di sprei. Waktu terasa melambat, hanya diisi oleh suara isαpάη yang basah dan napas mereka yang menderu.

Beberapa menit kemudian, Nicholas akhirnya terengah, puas, dan melepaskan isαραηnya. Anna merasakan kelegaan yang instan; ραγυdαrαnya terasa jauh lebih ringan dan nyaman.

Nicholas memandang Anna dengan mata berbinar penuh rasa terima kasih. "Enak banget rαsα αsί kamu, Sayang. Jadi pengen ηγυsυ terus." Ia bangkit, meraih pakaian dalam Anna—βrα dan celάηα dάlάm—yang tercecer di lantai, dan dengan sigap membantu Anna memakainya kembali.

Anna membalas pandangan Nicholas, senyumnya lembut dan penuh kasih. Ia mengangkat tangannya, mengelus pipi Nicholas dengan ibu jarinya. "Kakak bisa ηγυsυ kapan pun kakak mau. Aku selalu siap. Dan ini punya kakak." ucapnya sembari mεrεmαs ραγυdαrαnya sendiri.

Mendengar janji manis itu, Nicholas tersenyum senang. Ia mengecup kening Anna dengan sayang. "Makasih, Baby."

******

Esok harinya

Matahari baru saja naik sempurna ketika Nicholas memutuskan untuk mengosongkan seluruh jadwal pekerjaannya. Hari itu ia ingin mendedikasikan waktunya untuk satu hal paling penting dalam hidupnya: mendampingi Anna fitting baju pengantin di butik langganan ibunya.

Udara pagi terasa segar, namun jantung Anna berdetak sedikit lebih cepat saat mereka melangkah masuk ke butik mewah dengan dinding putih gading dan aroma lembut lilin vanila. Tepat pukul sepuluh pagi, keduanya sudah berada di sana. Nicholas telah selesai memilih jas—setelan hitam klasik dengan potongan elegan—dan kini giliran Anna yang mencoba gaun pengantinnya.

Nicholas duduk santai di sofa tunggu berbalut beludru biru tua. Di tangannya, ponsel terus bergetar karena email pekerjaan masuk, tapi konsentrasinya sesekali buyar memikirkan bagaimana Anna akan terlihat dalam gaun pengantin.

“Kak...” suara lembut itu memanggil.

Nicholas mendongak.

Dan dunia seolah berhenti berputar.

Anna berdiri di ambang tirai, berbalut gaun pengantin putih dengan detail lace halus dan kilau manik kecil yang memantulkan cahaya. Rambutnya disanggul sederhana, beberapa helai rambut jatuh membingkai wajahnya yang merona gugup. Mata Nicholas melebar—tak hanya kagum, tapi benar-benar terpukau. Ia tahu Anna cantik... tetapi tidak pernah ia membayangkan Anna akan secantik ini.

Seindah ini.

Nicholas berdiri, langkahnya otomatis menghampiri Anna seolah seluruh tubuhnya bergerak tanpa pikir.

Anna bahkan belum sempat berkata apa-apa ketika Nicholas meraih pinggangnya dan—tanpa aba-aba—menciumnya.

“Ka-kak!” Anna tersentak panik, segera memukul-mukul dada Nicholas yang keras seperti batu. Wajahnya memerah hebat, bukan karena malu pada Nicholas, tapi karena pemilik butik dan para pegawai sedang menatap mereka dengan wajah penuh hiburan.

Di sana ada Ibu Maria, pemilik butik yang sudah seperti keluarga bagi Nicholas, dan beberapa pelayan yang sedang sibuk merapikan gaun.

Ibu Maria, yang melihat blunder Nicholas, hanya bisa mengulum senyum geli sambil menggelengkan kepala. Ia sudah hapal betul dengan sifat posesif dan impulsif Nicholas jika menyangkut hal yang sangat ia cintai.

"Kak! Astaga!" pekik Anna pelan, raut wajahnya menunjukkan kekesalan dan rasa malu yang luar biasa. Ia berbisik, "Kita di tempat umum, Kak! Di butik orang!"

Nicholas menatap sekeliling, lalu tersenyum tipis, tidak merasa bersalah sedikit pun. "Maaf..." Ucapnya, suaranya sedikit serak. "Saya enggak bisa nahan, calon istri saya cantik banget soalnya.”

"Iya nih, Mas! Calon istri Mas cantik banget, kami aja sampai pangling," ujar salah satu karyawati butik dengan senyum lebar.

Nicholas tersenyum senang, bangga mendengar pujian untuk Anna. Ia beralih menatap Anna yang masih menatapnya dengan tatapan sebal.

"Hehe, jangan marah dong, baby! Kamu sih cantik banget, jadi aku enggak tahan pengen cium. Anggap aja ini tes ketahanan gaunnya, apakah dia kuat menahan badai cintaku," goda Nicholas, meredakan ketegangan.

Anna mendengus kesal. "Lain kali lihat situasi, Kak. Enggak enak dilihat orang lain. Aku malu!" gerutunya. Ia menyadari tatapan gemas dari para karyawan butik.

"Iya, iya, sayang, maaf. Aku khilaf, janji enggak diulangi lagi—setidaknya di hadapan orang banyak begini," ujar Nicholas sambil cengengesan.

"Sudah, sudah. Nih, coba Kakak lihat gaunnya. Bagus enggak?" Anna mencoba mengalihkan pembicaraan, mengangkat sedikit rok gaunnya agar Nicholas bisa melihat detailnya.

Nicholas menatap Anna dari atas ke bawah. "Jujur, kamu mau pakai apa aja cantik, Sayang. Gaun ini indah, tapi yang membuat gaun ini sempurna adalah kamu yang memakainya," ujar Nicholas, matanya memancarkan kekaguman yang tulus.

Anna mendengus kecil, tapi hatinya menghangat mendengar pujian Nicholas. Ia lalu menatap dirinya sendiri di cermin butik yang besar. "Ini juga cantik sih, tapi aku pengin nyoba gaun yang lain. Aku pengin gaun yang lebih ringan, sepertinya," katanya, mencari-cari gaun lain.

"Tunggu, tunggu, Sayang," potong Nicholas. Ia segera mengambil ponselnya dan membuka aplikasi kamera. "Aku foto dulu, ya. Sayang banget kalau enggak diabadikan. Cantik banget sih, sayangku!" ucap Nicholas, mulai memotret Anna dari berbagai sudut.

Anna mengulum senyum. Meskipun tadi merasa kesal dan malu, kini wanita itu tersenyum lembut, lalu mengambil beberapa pose anggun demi memenuhi keinginan Nicholas. Ia tahu, di balik sikap posesifnya, Nicholas sangat mencintainya.

Para karyawan butik dan Ibu Maria tersenyum gemas melihat tingkah pasangan calon pengantin yang satu ini. Pemandangan cinta yang begitu terang-terangan selalu menyenangkan untuk dilihat.

"Aku ganti yang lain, ya, Kak," ucap Anna setelah sesi foto Nicholas berakhir.

"Iya, sayangku. Aku tunggu. Cepat ya, aku enggak sabar lihat kamu di gaun selanjutnya!" balas Nicholas dengan nada bersemangat.

Setelah menghabiskan waktu hampir satu jam, mencoba tiga gaun berbeda dan akhirnya memilih gaun A-line dengan taburan kristal Swarovski yang tampak simple namun mewah, Nicholas dan Anna pun selesai dengan urusan baju pengantin. Mereka langsung beranjak menuju kantor jasa desain dekorasi pengantin untuk meninjau seberapa jauh perkembangan desain pelaminan mereka.

1
D_wiwied
aduuh licik jg ya kamu Gab.. 😆😆cuus lgs gas aja Lang 🤭
D_wiwied
lanjut kak
Elsker
🙈🙈🙈🙈🙈🙈
mil_oy cantik
up terus thor
Elsker
makasih udah kembali update
Elsker
Anna adalah mangsa yang empuk 🙈🙈🙈
sahabat pena
Luar biasa
yulia afadz
kpn up lagi ka
panjul man09
pasti ulah sepupunya nico
panjul man09
cinta dalam diam
J
kak lanjut dong kak
Arbaati
sampai sini belum ada kabar si sopir yg dulu katanya sama" krisis.
Niken Dwi Handayani
Leo ember ach
Maya Lara Faderik
🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!