Dari generasi ke generasi keluargaku menjadi tangan kanan pemilik Medicine Hospital, rumah sakit terbesar di Indonesia. Sekarang tugas itu diemban oleh Ayahku. Berkat pekerjaan itulah Ayahku dapat membiayaiku untuk meraih cita-cita berkuliah di Harvard University. Aku yang notabennya memiliki otak cerdas dapat menyelesaikan studyku lebih cepat. Kebahagiaanku bertambah tatkala Jonathan, Pria yang sangat ku cintai melamarku tepat setelah hari kelulusanku.
Aku pulang ke tanah air untuk menyampaikan kabar ini kepada Ayah sekaligus menghadiri acara pernikahan pewaris Medicine Hospital yaitu Alexander Wilmark. Tapi setibanya Aku dirumah, Aku lebih dulu dikejutkan dengan kabar mengenai Pernikahanku dan Kak Alex. Aku dijadikan pengantin pengganti, menggantikan tunangan Kak Alex yang tiba-tiba kabur.
Aku tidak menerima keputusan itu. Walau bagaimanapun dulu Aku mencintai Kak Alex namun sekarang dihatiku hanyalah Jo. Tapi, tanpa sepengetahuan Kakek Max dan Ayah. Kak Alex menawarkan kontrak pernikahan padaku. Kontrak yang mengikat Kami selama 365 hari.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Misskey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Yes, My Wife
"Manusia tidak akan bisa menebak apa yang akan terjadi dalam hidupnya, karena hidup penuh dengan kejutan."
"365 Days Of Wedding Agreement"
Semalaman Mia tak bisa tidur, bukan karena ia tidak lelah. Ia sangat lelah, Jika bisa dilihat mungkin hati dan pikirannya lebih lelah dari tubuhnya.
Mia membuka kelopak matanya, silau matahari menembus retina matanya. Ia tak ingat jam berapa ia bisa benar – benar tertidur tadi malam. Jam Sembilan, sepuluh, dua belas, atau bahkan sebenarnya Ia tak benar – benar tertidur.
Walapun ia sudah membulatkan tekad untuk menjaga jarak dengan Alex, tapi sepertinya ia masih belum terbiasa dengan hal itu. Bagaimanapun mereka akhir – akhir ini sempat menjadi dekat.
Mia memandang kosong langit – langit kamarnya. Ia lalu beranjak dari tempat tidurnya, menuruni satu persatu anak tangga.
Ia mengedarkan pandangannya tapi seperti yang sudah ia duga sebelumnya, tak tampak kehadiran siapapun disana kecuali dirinya sendiri.
“Sepi.” Sepertinya Alex benar – benar pergi tanpa mengucapkan salam perpisahan. Mia sudah menyiapkan hatinya untuk hal ini, tapi seberapapun ia untuk bersiap yang namanya perpisahan tetap tidak akan pernah menyenangkan.
Entah kenapa rumah itu jauh lebih sepi dari biasanya. Matanya berkeliling menatap sekitar dan pandangannya jatuh kepada sticky note yang menempel di pintu lemari pendingin. Mia segera mengambil kertas itu, pesan dari Alex untuknya.
To Mia:
"Aku pergi, jaga dirimu baik – baik."
Mia menghembuskan nafasnya kasar, lalu membuang kertas itu ke tempat sampah.Ya, ini memang yang terbaik untuk dirinya dengan tidak terlibat dengan pria itu.
"Tentu saja aku akan baik - baik saja."
Mia kira, Alex hanya tidak suka berurusan dengan dirinya, tapi melihat tingkah laku Alex yang mengabaikan dirinya saat ia sendirian berkeliling Bali tanpa sedikitpun mengkhawatirkan dirinya apa lagi berniat mencarinya, dan setelah pertengkaran dengan dirinya tanpa berniat memperbaiki hubungannya dengan Mia, Mia menyimpulkan selain Alex tidak suka berurusan dengan dirinya, itu sudah cukup membuktikan bahwa Alex benar – benar tidak menganggap kehadiran Mia.
Mia lalu kembali ke kamarnya, ia menatap pantulan dirinya dalam cermin. Lihatlah betapa berantakannya dirinya saat ini, dan ia berantakan untuk kedua kalinya karena pria yang sama.
Mia lalu memutuskan untuk mandi dan bersiap menyibukkan diri dengan mulai mengatur caffenya. Ia tak mau berlarut - larut memikirkan masalahnya dengan Alex.
Banyak sekali yang harus ia kerjakan, ia harus memonitoring renovasi caffenya agar sesuai dengan keinginannya, ia harus tes rasa, agar menu yang dijual benar – benar lolos uji, ia juga harus mencari pegawai, dan juga ia harus mencari distributor bunga.
Mia sepertinya tidak usah pusing -pusing mencari kesibukan, karena tanpa di caripun ia sudah sangat sibuk.
Tapi ia bersyukur berkat itu ia dapat melewati hari – harinya sebagai istri Alex dengan cepat dan kembali ke kehiduan normalnya sebelum ia terlibat masalah dengan Alex.
***
Waktu tak terasa cepat berlalu, sekarang Mia sudah terbiasa dengan kehidupannya di Kota Metropolitan ini. Kegiatan Mia sehari – hari cukup sibuk. Hingga ia tidak sempat memikirkan apapun termasuk tentang pria.
Sepertinya waktu dapat merubah segalanya, termasuk merubah kepribadian Mia menjadi wanita yang Independen dan realistis.
Mia sudah terbiasa hidup tanpa Alex dan Jonathan. Mia dan Alex tak pernah bertukar kabar semenjak kejadian yang melibatkan mereka beberapa bulan yang lalu.
Sedangkan Jonathan, semenjak percakapannya terakhir kali dengan Mia, pria itu menghilang bagai di telan bumi. Mia tidak bisa menemukan keberadaan pria itu, sekeras apapun ia mencarinya. Entah hal apa yang terjadi pada pria itu, Mia hanya bisa berharap Jo baik-baik saja.
Mia membuka Ipadnya, ia melihat schedulenya yang seperti biasa nampak padat, walaupun bulan ini jadwalnya memang lebih padat dari bulan-bulan sebelumnya, karena bulan ini adalah Ulang Tahun Kakek Max. Gadis itu memijat pelipisnya dan menyandarkan punggungnya di kursi.
“Tok … tok … tok …” Bunyi ketukan pintu membuat perhatian Mia teralihkan.
“Masuk.”
“Teh Chamomile.” Eve berdiri di depan pintu, dengan senyum khasnya seraya mengangkat gelas teh.
Eve adalah sekretaris sekaligus teman Mia semenjak ia merintis bisnis ini. Kakek Max yang merekomendasikan Eve untuk menjadi sekretaris pribadi Mia dan tentu saja Mia menerima tawaran itu dengan senang hati.
Walaupun baru beberapa bulan mengenal Eve, Mia sangat mempercayai gadis itu. Selain kinerjanya yang bagus, Eve juga tahu disituasi seperti apa Mia membutuhkannya dirinya.
Dan tanpa sadar ia menjadi dekat dengan gadis itu. Mia bahkan tak segan menceritakan privasinya kepada Eve, ia sudah menganggap Eve sebagai sahabatnya.
“Terimakasih Eve.” Mia lalu meraih teh itu dengan kedua tangannya dan mencium wanginya yang sedikit membuat suasana hatinya lebih baik dari sebelumnya.
“Is it much better than before?”
Mia hanya mengangguk, sebagai jawaban “ia.” Seraya menyesap tehnya.
Eve hanya duduk diam dihadapan Mia. Eve tidak akan bertanya, karena ia tahu Mia akan membagi masalahnya jika ia ingin.
Mia meletakkan cangkir tehnya dan menghembuskan nafasnya kasar.
“Aku merasa khawatir, mengingat acara Kakek Max ssbentar lagi. Walaupun belum ada kabar bahwa Alex akan pulang untuk menghadiri acara itu, tapi aku yakin seribu persen bahwa Kakek dan mamah akan memaksa dia untuk tetap datang walaupun Alex menolaknya.”
“Bukankah bagus jika kalian bertemu?”
Mia menautkan alisnya meminta penjelasan Eve.
“Iya, kamu bisa membuktikan kepada Alex bahwa kamu baik – baik saja tanpa dirinya.”
“Bukannya selama ini kamu bekerja siang dan malam tanpa lelah, untuk membuktikan bahwa kamu mampu tanpa dia?”
“Entahlah Eve.”
Tanpa sadar apapun yang Mia lakukan itu masih berhubungan dengan Alex, baik dulu ataupun sekarang.
Mia lalu melihat jam tangannya sekilas, tak terasa hari sudah menjelang petang, ini waktunya ia untuk pulang.
“Terimakasih untuk tehnya, aku akan pulang dulu Eve.”
“Baiklah hati-hati di jalan.”
Mia memasuki rumah yang besar dan sepi itu tanpa berniat untuk menyalakan lampunya.
Mia melepaskan hellsnya, melemparkan tasnya ke sembarang arah dan melepaskan dress yang ia kenakan, ia akan berendam dengan air hangat malam ini.
“Jadi begini caramu menggoda pria?”
“Mia yang mendengar suara seseorang pria pun langsung kaget dan jatuh terduduk.”
“Siapa kamu?” jantung Mia sudah berdegup kencang, ia sudah membayangkan yang tidak-tidak.
“Apakah aku akan mati hari ini?” Tanya gadis itu dalam hatinya.
Pria yang duduk di kursi tamu itu perlahan menghampiri dirinya.
Satu langkah yang pria itu ambil membuat Mia juga mengambil langkah yang sama untuk mundur.
“Apa yang kamu inginkan?”
Pria itu lalu berjongkok di depan Mia untuk mensejajarkan wajahnya.
“Ini sudah kedua kalinya kamu menggodaku dengan pakaian seperti itu.”
“Alex … “
“Yes, my wife.”
“Kamu bertanya apa yang aku inginkan?”
Alex lalu mencium kening Mia.
“Ciuman selamat datang, itu yang aku inginkan.”
jgn sampai terlalu lama ya jgn sampai nunggu 2 tahun lagi nih🤭🤭
Jangan lupa mampir juga ya.
menang banyak neeeeh Rega 😁😁😁
lanjuuuut ka 🤗🤗🤗
lanjuuuut ka 🤗🤗🤗
penasaran kelanjutan Rega eve yang disini eve masih berprasangka dengan masalalu Rega