Indonesia
NovelToon NovelToon
Transmigrasi Menjadi Menantu Keluarga Miskin

Transmigrasi Menjadi Menantu Keluarga Miskin

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Transmigrasi / Romansa Fantasi
Popularitas:9.5k
Nilai: 5
Nama Author: BabyKucing

Xian Yue tewas setelah bertahun-tahun menjadi seorang penyintas di dunia Distopia.

Tapi, bukannya bangkit di alam kubur dan menerima semangkuk sup reinkarnasi dari Meng Po, Xian Yue justru terlempar ke tanah antah berantah.

Dalam perjalanan menuju rumah mertuanya, Xian Yue tak tau tubuh yang dimasukinya ternyata sudah dijual sebagai menantu yang menumpang, pada keluarga miskin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BabyKucing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 23 Delapan Tahun Lalu

Malam telah turun ketika Lian Yue kembali ke desa.

Perjalanan pulang yang seharusnya terasa biasa justru membuat langkahnya semakin berat. Sejak kedatangan utusan keluarga Xian beberapa waktu lalu, pikirannya dipenuhi terlalu banyak pertanyaan.

Keluarga Xian belum berakhir.

Kalimat itu terus terngiang di kepalanya. Namun semakin ia memikirkannya, semakin banyak keganjilan yang muncul.

Jika benar masih ada anggota keluarga Xian yang hidup, mengapa mereka baru mencarinya sekarang? Mengapa setelah delapan tahun?

Delapan tahun bukan waktu yang singkat. Dalam delapan tahun, seseorang bisa tumbuh dewasa, membangun kehidupan baru, bahkan melupakan wajah orang-orang yang pernah begitu dekat dengannya.

Namun keluarga Xian baru muncul sekarang. Dan mereka datang membawa lambang keluarga.

Bukan nama. Bukan surat. Bukan penjelasan.

Hanya sebuah lambang yang seharusnya telah terkubur bersama masa lalu.

Lian Yue mempercepat langkahnya.

Begitu tiba di rumah, ia tidak langsung menyalakan lampu utama. Ia hanya meletakkan lentera di atas meja dan duduk di beranda.

Udara malam terasa dingin. Ia menatap halaman yang gelap. Untuk sesaat, desa itu terasa terlalu tenang. Tidak ada suara selain gesekan dedaunan yang tertiup angin.

Lian Yue menghela napas panjang. Tangannya kemudian masuk ke balik jubah. Sebuah amplop tua dikeluarkan. Ia menatap benda itu cukup lama. Amplop tersebut telah berubah kecokelatan karena usia. Ujungnya sedikit robek, sementara permukaannya dipenuhi bekas lipatan.

Ia mendapatkannya dari tempat penyimpanan lama sore tadi. Awalnya ia bahkan tidak menganggap benda itu penting. Namun setelah melihat lambang keluarga Xian di sudut amplop, perasaannya berubah.

Ia membuka lipatan amplop dengan hati-hati.

Tidak ada nama pengirim. Tidak ada alamat. Hanya lambang keluarga Xian. Lambang yang selama bertahun-tahun berusaha ia lupakan. Jarinya berhenti di atas lambang tersebut. Dulu, lambang itu berarti rumah.

Keluarga.

Tempat pulang.

Sekarang lambang yang sama justru membuat dadanya terasa sesak. Lian Yue menarik napas. Kemudian ia mengeluarkan surat di dalamnya. Kertas itu telah menguning.

Begitu matanya menyentuh tulisan di halaman pertama, tubuhnya mendadak membeku.

Tulisan tangan tersebut. Entah bagaimana tubuhnya ini mengenalnya.

Sangat mengenalnya. Bukan karena ia pernah melihat surat itu sebelumnya. Melainkan karena tubuh yang kini dimasukinya pernah melihat tulisan yang sama bertahun-tahun lalu.

Dalam ingatan sebelumnya. Kenangan lama berkelebat di benaknya. Wajah-wajah yang telah mati. Rumah yang terbakar. Suara orang-orang yang memanggil namanya. Dan darah yang mengalir di antara orang-orang yang dahulu ia sebut keluarga.

Lian Yue menutup mata sejenak. "Jangan..."

Ia mencoba mengusir ingatan tersebut. Namun rasa penasaran jauh lebih kuat. Akhirnya ia mulai membaca. Surat itu tidak panjang. Hanya beberapa paragraf.

Namun kalimat-kalimat di dalamnya membuat wajah Lian Yue perlahan berubah. Penulis surat tersebut menuliskan tentang seseorang yang diam-diam mengawasi keluarga Xian.

Tentang perubahan sikap beberapa anggota keluarga. Tentang pertemuan rahasia yang seharusnya tidak diketahui siapa pun. Dan tentang sesuatu yang tampaknya telah diketahui oleh penulis surat tersebut sebelum semuanya terlambat.

Lian Yue membaca semakin perlahan. Kemudian matanya berhenti pada satu kalimat.

Tangannya bergetar. "Jika sesuatu terjadi padaku, jangan percaya keluarga sendiri."

Untuk beberapa saat, Xian Yue hanya menatap kalimat itu. Tidak berkedip. Tidak bergerak. Seolah seluruh suara di dunia tiba-tiba menghilang.

"Jangan percaya keluarga sendiri..." Bisikannya terdengar sangat pelan.

Kalimat itu sederhana. Namun bagi Xian Yue, kalimat tersebut terasa seperti pisau yang membuka luka lama. Dalam ingatan sebelumnya dari tubuh ini, ia pernah berpikir bahwa kehancuran keluarganya terjadi secara tiba-tiba.

Ia mengira semuanya bermula dari perebutan kekuasaan. Dari konflik politik. Dari orang-orang luar yang mengincar kedudukan keluarga Xian.

Tetapi bagaimana jika ia salah?

Bagaimana jika kehancuran itu telah dimulai jauh sebelum ia menyadarinya? Bahkan sebelum konflik besar tersebut muncul? Delapan tahun lalu.

Lian Yue menundukkan kepala. Delapan tahun. Tepat delapan tahun sebelum dia kehilangan semuanya.

Ia kembali membaca surat tersebut. Ada bagian yang sebelumnya tidak ia perhatikan.

Di bagian paling bawah terdapat tulisan yang jauh lebih kecil. Tulisan itu tampak dibuat tergesa-gesa. "Jangan mencari kebenaran di tempat semua orang menunjukkannya."

Lian Yue mengernyit. Kemudian ia melihat sesuatu tepat di bawah kalimat tersebut.

Sebuah nama. Namun nama itu telah dicoret. Bukan sekali. Beberapa kali. Garis-garis tinta saling bertumpuk hingga hampir mustahil membaca huruf di bawahnya.

Lian Yue mengusap bagian tersebut dengan ujung jarinya. "Siapa yang kau takutkan?"

Tidak ada jawaban. Tentu saja. Orang yang menulis surat ini mungkin telah menghilang sebelum sempat memberitahunya.

Atau mungkin, orang tersebut memang sengaja memastikan tidak ada seorang pun yang mengetahui kebenarannya.

Lian Yue membalik halaman. Dan saat itulah ia melihat noda tinta di bagian belakang.

Bukan tulisan. Tapi sebuah pola. Setengah lingkaran. Dengan tiga garis pendek di tengahnya.

Lian Yue langsung terdiam. Pola itu... Ia pernah melihatnya.

Ingatan lama muncul kembali.

Sebuah benda kecil yang pernah ditemukan di kediaman keluarga Xian setelah semuanya terlambat. Saat itu ia tidak memedulikannya. Ia mengira benda tersebut hanyalah milik salah satu pelayan atau pedagang yang pernah berkunjung.

Namun kemudian tanda yang sama muncul di tempat lain. Sebelum seseorang dari keluarga Lian menghilang. Dan muncul lagi sebelum orang lain ditemukan tewas.

Dulu Lian Yue tidak pernah menghubungkan semuanya. Sekarang tanda tersebut muncul di sebuah surat yang ditulis delapan tahun lalu. Jauh sebelum semua tragedi itu terjadi.

Lian Yue perlahan berdiri. Matanya tertuju pada simbol tersebut. "Jadi... kalian sudah ada sejak saat itu."

Angin malam berembus. Ujung surat bergerak di tangannya. Untuk pertama kalinya, Lian Yue menyadari bahwa mungkin ada sebuah tangan yang bekerja di balik seluruh tragedi keluarganya.

Seseorang yang telah bergerak jauh sebelum ia menyadarinya. Seseorang yang mungkin tidak pernah berdiri di depan keluarganya sebagai musuh. Justru sebaliknya. Mungkin orang itu pernah duduk di meja makan yang sama. Mungkin pernah memanggilnya saudara. Mungkin pernah tersenyum kepadanya.

Dan mungkin... ia masih hidup.

Lian Yue mengepalkan surat tersebut. Dalam kehidupan sebelumnya, ia kehilangan keluarganya satu demi satu. Namun kali ini ia memiliki kesempatan untuk mencegah semuanya. Masalahnya hanya satu. Bagaimana jika orang-orang yang ingin ia selamatkan justru termasuk orang yang menyebabkan kehancuran itu?

Pertanyaan tersebut membuat Lian Yue terdiam lama.

Dahulu, ia percaya darah keluarga adalah alasan yang cukup untuk mempercayai seseorang. Sekarang tidak lagi. Ia melipat surat tersebut dengan hati-hati.

"Kalau begitu..." Tatapannya berubah. "...aku akan mencari tahu sendiri."

Ia tidak akan bertanya kepada keluarga. Tidak akan langsung mempercayai utusan yang datang membawa lambang Xian. Dan tidak akan membiarkan siapa pun mengetahui bahwa ia telah menemukan surat ini.

 Sebelum mengambil langkah berikutnya, ia harus mengetahui satu hal terlebih dahulu.

Dari mana simbol itu berasal?

Lian Yue kembali memandangi pola setengah lingkaran dengan tiga garis pendek tersebut.

Tiba-tiba ia teringat sesuatu. Rumah lama keluarga Xian. Tempat yang telah ditinggalkan selama bertahun-tahun. Tempat yang pernah menjadi pusat kehidupan keluarganya sebelum semuanya runtuh.

Dalam ingatan sebelumnya, ia pernah kembali ke sana setelah sebagian besar keluarganya telah tiada. Saat itu Xian Yue menemukan benda dengan simbol yang sama. Namun ia tidak pernah mencari tahu lebih jauh. Karena pada saat itu, ia terlalu sibuk bertahan hidup.

Sekarang berbeda. Karena yang memegang kendali bukan lagi Xian Yue yang lama, tapi dirinya, Xian Yue dari Era distopia. Ia yakin ia memiliki kesempatan.

Dan ia tidak akan menyia-nyiakannya. Lian Yue memasukkan surat itu ke dalam laci dan menguncinya.Besok pagi, ia akan pergi ke rumah lama keluarga Xian. Bukan sebagai seorang anggota keluarga yang mencari masa lalunya. Melainkan sebagai seseorang yang sedang menyelidiki keluarganya sendiri.

Malam semakin larut.

Lian Yue kembali duduk di beranda. Tatapannya mengarah ke langit yang dipenuhi awan.

Delapan tahun lalu, seseorang menulis surat karena mengetahui sesuatu yang sangat berbahaya. Orang itu kemudian menghilang.

Delapan tahun kemudian, surat tersebut akhirnya sampai ke tangannya. Terlambat untuk mengubah apa yang telah terjadi.

Namun mungkin, belum terlambat untuk mencegah apa yang akan terjadi.

Lian Yue memejamkan mata. Untuk pertama kalinya sejak kembali ke masa lalu, ia tidak merasa sedang mengejar masa depan.Ia merasa sedang mengejar sebuah rahasia dari masa lalu.

Dan rahasia itu mungkin menjadi kunci untuk menyelamatkan seluruh keluarga Xian.

Atau justru, menunjukkan bahwa musuh terbesar yang selama ini ia cari ternyata sudah berdiri sangat dekat dengannya.

Di dalam keluarganya sendiri.

1
Tiara
suka banget sama ceritaa ini 😍
Tiara
penulisannya bagus bgt kosa kata yang digunakan juga sangat baik
Tiara
penulisannya bagus bgt kosa kata yang digunakan juga sangat baik
sunflower
menarik sekali ceritanya
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Ailurophile 🐯: Makasih udah mampir di cerita ku yng baru kakak 🥀🤭
total 1 replies
tinie
semoga ada banyak pembaca yg mampir kesini

semangaat thor
Ailurophile 🐯: Makasih kakakak🥀
total 1 replies
tinie
selain bisa berinteraksi dgn burung apakah tidak ada ilmu kekuatan lainya
atau mungkin masih terpendam😌😌🤔🤔
Ailurophile 🐯: Masih terpendam kak 😭 masa iya baru 20 bab udah di bongkar semua 🤣 gak seru dongggg
total 1 replies
tinie
masih rumit dan terlalu rumit untk memahami
di otak saya🤣🤣
Ailurophile 🐯: Maaf kak, kayanya ada salah ketik namanya 🤣 harusnya Wang Feng, malah jadi Zhang Feng 😭... Lagi-lagi🤌 maaf kak.. kadang key board ku emang suka begitu, ngekoreksi sendiri...
total 1 replies
tinie
ya kamu harus tau masa lalumu apa hubungmu dgn mereka
sehingga apa yg membuat mereka ingin membuang mu jauh jauh dan dilarang kesana bertemu batu merah
tinie
tetep semangaat 💪💪💪
tinie
kenapa mengulangi faragraf yg sama
dgn diatas
tinie: ok
semangaaat thor
total 2 replies
tinie
ada dgn mereka
apakah mereka sengaja membuang kian Yue .agar tidak mampu membangkitkan ilmunya
makanya dia dilarang bertemu batu merah
Srie Ncii Herdiansyah
aku baru nemu cerita ini, padahal aku pecinta cerita Time travel kok gk muncul awal2 yah?? semoga rajin up thorr
tinie
makin penasaran🤔🤔
tinie
wah apakah itu batu apa

sehingga para burung dan binantang lainnya sangat ketakutan
tinie
ya kecambah pertumbuhanmu sedikit lamban namun pasti
semoga kau bisa menyelamatkan keluarga han
tinie
yang gak tumbuh
mungkin terlalu tua 💪💪
tinie
meskipun dekat dgn gunung ternyata
disaat kemarau juga sama ya kadang tak kunjung datang hujan
tinie
saking baiknya ya keluarga Han
sampai sampai mendoakan kejayaan untk mereka
tinie
apa kalian tidur dikamar sang sama
saling bertanya
deep talk gitu😁😁🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!