Seorang gadis berusia menjelang 16 tahun, tinggal dan tumbuh di gunung sejak usianya 3 tahun. Tinggal bersama sng kakek, setelah kedua orang tua nya meninggal karena kecelakaan.
Qaisara Aulia Syahrizky, gadis yang memiliki 2 sahabat makhluk tak kasat mata. Memiliki banyak keahlian, menyembunyikan identitasnya.
Happy Reading All🥰🥰🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nike Julianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kembalinya sang Legendaris
"Kakek, apa Aulia egois?" tanya Aulia, saat ia di ruang kerja sang kakek. Hari ini, adalah satu hari sebelum mereka kembali ke ibu kota. Kakek yang sedang fokus, segera mengalihkan perhatiannya pada sang cucu.
Aulia yang sedang duduk di sofa, dengan menekukkan kedua lututnya. Dagu yang ia taruh, di atas kedua lututnya. Tengah menatap ke arah sang kakek, berbagai cemilan di depannya.
"Egois kenapa, hmm?" kakek Pamir membuka kacamatanya, ia berdiri dan melangkahkan kakinya mendekati sang cucu.
"Karena memaksa kakek, untuk ikut Aulia ke kota." jawab Aulia, menengadahkan kepalanya. Kakek Pamir tersenyum, beliau duduk di samping Aulia.
"Mana mungkin cucu kakek yang cantik ini egois, Aulia sangat menyayangi kakek. Sehingga tak ingin jauh dengan kakek dan... kakek juga tidak keberatan. Bukankah kakek sudah baik-baik saja, jadi tak masalah kakek kembali ke kota. Tubuh kakek merasa seperti kembali muda, kakek bisa kembali mengurus perusahaan. Sampai kamu siap, mengambil tanggung jawab itu nantinya." balas kakek Pamir, seraya mengusap kepala Aulia. Aulia merebahkan kepalanya, di atas paha kakek Pamir.
"Kakek akan terus sehat, kakek takkan meninggalkan Aulia." ucap Aulia, dengan suara pelan. Rupanya ia masih trauma, degan kejadian kakek nya yang hampir meninggal kemarin.
"Ya... kakek akan sehat, bukankah Aulia sudah memberikan kakek ekstrak permata merah. Kamu tau kan, bila setetes dari dari permata itu. Bisa memperpanjang umur sampai 50 tahun ke depan, jadi Lia ga perlu takut lagi. Terima kasih ya sayang..." Aulia mengangguk, dengan kedua mata yang lambat laun terpejam.
Kakek Pamir tersenyum, ia tak menyangka akan di beri kesempatan berumur panjang. Dan semuanya ini, karena ketidaksengajaan cucunya menolong pangeran lelembut.
.
.
"LIAAAAAAAA" teriak Dhira, saat Aulia tiba di rumah utama keluarga Syahrizky. Dhira berlari ke arah Aulia, lalu memeluk erat penuh kerinduan.
"Kangeeeeennnnn" ucap Dhira, Arkan dan Danish menggelengkan kepalanya. Dhira yang sangat kekanak-kanakan, tapi bisa di terima karena masa lalunya.
"Iihhh... ga malu gitu luu kek gini, ada kakek gue." ucap Aulia, kedua mata Dhira yang terpejam, langsung terbuka. Dan benar saja, sesosok pria tua gagah. Baru saja turun dari mobil, tanpa menggunakan tongkat.
"Jadi itu... sang legendaris?" gumam Dhira, Aulia terkekeh seraya melepaskan pelukannya.
"Assalamu'alaikum... Dhira" ucap kakek Pamir, Dhira menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya.
"Kamu kenapa?" tanya Aulia geli
"Beliau ngenalin gue, kakek lu manggil nama gue. Ha... gue dikenal seorang legendaris, kamera... mana kamera." Dhira meraba seluruh tubuhnya, ia pun mendapatkan ponsel di saku celana nya.
"Kakek... boleh foto bareng?" tanya Dhira, kakek Pamir tertawa lepas. Sungguh di luar nurul, reaksi sahabat baru cucunya itu.
"Lu... iisshh... bukan nya bales salam, malah minta foto." ucap Danish, seraya mendekat juga. Di belakangnya ada Arkan, yang tersenyum senang.
"Wa'alaikum salam kek, kakek kenal kan sama saya?" lanjut Danish, seraya bertanya. Tak lupa ia mencium punggung tangan kakek Pamir, juga kakek Fauzi yang ada di belakang. Danish pun berdiri di samping kakek Pamir, tak lupa dengan ponsel di tangannya. Arkan melakukan hal yang sama, ia mencium punggung tangan kedua pria tua tersebut.
"Tentu... Danish... Arkan... teman-teman cucu kakek." jawab kakek Pamir
"Waaaahhh.... ayo kek, kita foto." ucap Danish, pecahlah tawa di teras tersebut. Bu Ulfa dan pak Amir, yang juga keluar dari dalam rumah ikut tertawa. Konyolnya lagi, Arkan si irit bicara mengikuti jejak konyol Dhira dan Danish.
'Kakek mendadak jadi bintang' gumam Aulia, ia memilih masuk terlebih dahulu. Ingin segera merebahkan tubuhnya di sofa, lelah.
Mereka belum kembali ke rumah utama, karena ada beberapa yang harus di renovasi. Sesuai dengan keinginan Aulia, seperti beberapa ruang yang bertambah. Tak lupa membuat rumah pohon, di taman belakang rumah. Kebun tanaman herbal, juga akan di tanam beberapa pohon besar agar rimbun. Meski sudah ada, tapi tidak serimbun itu.
"Cape banget romannya Li" ucap Danish
"Kagak Dan, lu ga liat gue lagi senam ini." balas Aulia
"Senam endas mu Li" balas Danish, seraya duduk di sofa yang dingin
"Oya Li, waktu kemarin jumat. Bu Yuni nyariin lu.." ucap Dhira, kedua mata Aulia terbuka.
"Ada apaan?" tanya Aulia, seraya mendudukan dirinya
"Kalo ga salah mah, lu diminta ikut buat OSN (Olimpiade Sains Nasional)." jawab Dhira
"Matematika, Kimia ma Fisika." sambung Arkan
"Kenapa harus gue?" tanya Aulia
"Karena otak lu pinter Li, masa iya yang bego kek gue yang kepilih." jawab Danish, menatap kesal Aulia
"Ya ga gitu juga Dan, lu mah orangnya minderan. Kalo lu bego, mana bisa lu dapetin beasiswa. Yuklah sparing ma gue di ring, kesel gue." wajah Danish langsung pucat
"Ng-nggakk, sori sori... ga lagi gue ngomong kek gitu." Aulia mengangkat tinju, di depan wajahnya. Dhira cekikikan, melihat wajah Danish.
"Katanya sih besok bakal mulai pelatihan, buat persiapan." ucap Arkan
"Emang ga ada bisa di jadiin kandidat selain gue?" tanya Aulia
"Ada 4 orang lainnya, yang kepilih buat ikut pelatihan. Dan lu... merupakan kandidat utama, lu jangan pura-pura lupa. Kalo lu bisa ngerjain ulangan, hanya dalam waktu 15 menit. Jadi... jangan ngelak, karena lu yang nunjukin ke semua orang." jawab Dhira
"CK... niat gue kek gitu kan, supaya gue bisa tidur atau ke kantin duluan. Siapa juga yang mau ikut OSN?" balas Aulia tak terima
"Dan lu... udah kepilih, selamat berjuang sayang." ucap Dhira lagi
"Ngemeng-ngemeng Li, kakek lu ko mau ikut ke kota? Bukannya lu bilang, kalo kakek lu milih di belakang layar?" tanya Danish
"Tiba-tiba berubah pikiran, ga mau jauh dari cucunya yang menggemaskan ini." jawab Aulia
KRIK
KRIK
KRIK
"Iyalah" ucap ketiganya malas
"Apa ga gempar dunia, kalo berita kakek lu balik ke kota sampe kesebar?" celetuk Danish, ia membuka ponselnya dan..
"WAISSSAAAAAA" teriak Danish, mengejutkan ketiga temannya
"Ngapa sih lo? Bikin orang jantungan" tanya Dhira kesal, karena hampir tersedak
"Baru gue bilang, liat." Danish menaruh ponselnya di meja, serentak ketiganya maju dan melihat ke layar.
'SANG LEGENDARIS TELAH KEMBALI, DENGAN SANG PENERUS'
'RAJA BISNIS, TERLIHAT KELUAR DARI PERUSAHAAN NYA. SANG PEWARIS, AKHIRNYA MUNCUL!'
'PANUTAN PARA PENGUSAHA, AKHIRNYA KEMBALI TERLIHAT. BERSAMA CUCU, YANG AKAN MENJADI PEWARIS SEMUA KEKAYAAN NYA!!'
Dengan foto kakek Pamir, yang di ambil dari berbagai sisi. Begitu juga dengan Aulia, yang hanya menggunakan kacamata hitam.
"Bjirrr lah, Aulia... lu ke sorot" ucap Danish kagum
Aura kepemimpianan Aulia, sangat jelas terlihat. Wajah keduanya, terlihat begitu tegas dan berwibawa. Aulia menghembuskan nafas panjang, persaingan antar pengusaha dimulai. Peperangan dunia bawah, akan kembali pecah. Dia... harus bersiap dan waspada, karena akan banyak pesaing yang menjadikannya sebagai kelemahan sang kakek.
...****************...
Jangan lupa jadiin favorit, kasih like, komen, gift dan vote nya yaaaaa....
Akhrnyaaa....kjhtn mreka trbongkar jg...siap2 msuk pnjra,abs tu mngkn bkln pndh alam
...😡😡😡
obu Yumi Narendra
ibu Laras Bintang
Zara
neng Aulia siapa nih pasangannya ..ditunggu ya teh
wahh si Aul jadi pujaan banyak orang inimahh 🤭