Indonesia
NovelToon NovelToon
Istriku CEO Terkaya: Pengawal Rahasia Sang Ratu

Istriku CEO Terkaya: Pengawal Rahasia Sang Ratu

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: aldolado

Maya Maheswari adalah CEO muda, anggun, dan dingin yang memimpin konglomerat terbesar di Indonesia. Sementara Leo, suami yang dinikahinya lewat perjanjian kontrak, hanyalah mantan prajurit berpenampilan santai yang bekerja sebagai pengawal pribadinya. Dianggap sebelah mata oleh keluarga besar Maheswari, Leo selalu diam dan berdiri tegap satu langkah di belakang sang istri.

Namun, di balik sikap tenangnya, Leo menyimpan identitas rahasia sebagai pendiri jaringan keamanan dan intelijen global yang memegang kendali atas data rahasia para elite dunia. Saat intrik pengkhianatan dari dalam perusahaan mulai mengancam nyawa dan takhta Maya, Leo perlahan membuka topengnya. Demi melindungi wanita yang dicintainya, sang pengawal siap mematahkan setiap konspirasi membuktikan pada dunia siapa penguasa sebenarnya di balik bayangan Sang Ratu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aldolado, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

lanjut bab 23

Cahaya temaram dari luar kabin memantul di atas permukaan baja hitam senjata-senjata taktis tersebut. Leo bergerak dengan presisi yang menakutkan. Tanpa ada satu gerakan pun yang terbuang, ia memangkas jarak antara intuisi dan eksekusi. Tangannya yang kokoh memeriksa kamar peluru, menancapkan magasin berkapasitas penuh hingga terdengar bunyi klik tajam yang memotong keheningan, lalu memasang silencer dengan putaran yang mantap.

Maya memperhatikan setiap detik transformasi suaminya dari balik kursi penumpang. Di dalam ruang sempit SUV taktis ini, aura Leo tidak lagi mencerminkan seorang pengawal pribadi yang tenang di samping meja rapat korporasi, melainkan seorang predator tempur papan atas yang tengah mempersiapkan eksekusi akhir.

"Tetap di dalam mobil, Maya. Kunci pintu dari dalam," kata Leo, menatap lurus ke dalam iris kecokelatan istrinya. Senyum tipis yang hangat sempat terukir di bibirnya, membelah aura dingin yang menyelimutinya. "Kali ini, saya akan membawa kembali dokumen itu dalam sepuluh menit."

Maya meraih lengan kemeja Leo sebelum pria itu sempat membuka pintu. Tangannya menggenggam erat bahan kain tersebut, menatap suaminya dengan garis wajah yang mengeras bukan oleh keraguan, melainkan oleh tekad dan kekhawatiran yang tak mampu lagi ia sembunyikan.

"Kembali dengan selamat, Leo," tegas Maya, membuang sejenak wibawa resminya dan memperlihatkan rasa khawatir yang tulus sebagai seorang istri. "Itu perintah dari CEO-mu."

Leo terkekeh pelan sebuah tawa rendah yang menenangkan. Tangannya terulur mengusap pipi Maya secara lembut, menyalurkan kepastian yang tak tergoyahkan. "Perintah diterima, Boss."

KLIK.

Leo melangkah keluar dari kabin SUV, menutup pintu tebal berlapis balistik itu dengan rapat. Dalam hitungan detik, sosoknya menyatu sempurna dengan bayangan tumpukan peti kemas raksasa di Dermaga 3 Tanjung Priok.

Bau udara laut yang asin bercampur dengan aroma minyak solar membakar indra penciumannya. Di depannya, cerobong kapal kargo Helios meraung rendah, menimbulkan getaran halus di permukaan lantai beton dermaga. Di bawah deru mesin kapal tersebut, dua pengawal berrompi taktis tampak berpatroli di depan pos komando kontainer.

Melalui earpiece terenkripsi, suara Ghost-1 berdesis halus. "Alpha Satu, penembak tersembunyi sudah mengunci dua penjaga di menara kargo. Menunggu perintah Anda."

"Tahan tembakan," balasan Leo mengalir dingin di balik peredam suara. "Saya ambil jalur bawah. Jangan tinggalkan jejak."

Leo memotong jalur di antara dua kontainer merah yang berkarat. Langkah kakinya tanpa suara, bergerak seperti siluet tak kasat mata di tengah temaram sore pelabuhan. Saat tiba di sudut kontainer terdekat dengan pos komando, ia menghentikan napasnya selama setengah detik, menghitung ritme patroli dua penjaga di depannya.

Satu... dua...

Leo melangkah keluar dari bayangan.

Pfft! Pfft!

Dua hembusan halus dari ujung peredam suara membelah deru angin pelabuhan. Peluru meluncur presisi menembus titik lemah rompi taktis kedua penjaga tersebut. Sebelum tubuh mereka sempat roboh dan memicu dentuman di lantai beton, Leo sudah meloncat maju, menangkap kedua penjaga itu dan merebahkannya tanpa suara di balik tumpukan palet kayu.

Tanpa jeda satu detik pun, Leo menerobos pintu baja pos komando kontainer.

BAM!

Pintu terpental terbuka. Di dalam ruangan sempit berpendingin udara yang dipenuhi layar monitor dan instrumen komunikasi satelit, tiga pria bersenjata langsung berbalik secara histeris. Di ujung meja utama, seorang pria paruh baya berambut perak dengan bekas luka tembak di pelipisnya Vanguard tengah menyapu tumpukan hard drive dan dokumen rahasia ke dalam tas taktis.

"Apa yang !" seru salah satu anak buah Vanguard.

Pfft! Pfft! Pfft!

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!