Indonesia
NovelToon NovelToon
I LOVE YOU TUAN DEVANO

I LOVE YOU TUAN DEVANO

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Contest / Cintapertama / Badboy / Tamat
Popularitas:447k
Nilai: 5
Nama Author: Yanti sihite

Devano Gerald Martinz putra satu-satunya seorang pengusaha kaya raya dari L.A

Namun kedua orang tuannya Devano memutuskan untuk tinggal di indonesia semenjak Devano berusia 16 tahun hingga sampai sekarang Devano berusia 27 tahun.

Tetapi dibalik itu, kedua orang tuanya Devano tidak menyadari bahwa putra satu-satunya itu adalah ketua gangster yang sangat menyeramkan dan ditakuti didalam dunia gelap mereka.

Di usia 27 tahun.. Apakah seorang Devano si ketua gangster yang sangat menakutkan itu memiliki seorang kekasih atau sebaliknya?".

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yanti sihite, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 24

Didalam kamar Anna tak bisa tidur dan masih kepikiran kejadian yang baru saja dia alami bersama dengan Devano.

Flasback.

"Apa yang sedang kamu pikirkan?" Tanya Devano.

"Sa-saya..

"Saya apa?" Potong Devano.

"Saya takut tuan" Jawab Anna langsung menutup kedua matanya dengan wajah merona.

Devano pun yang gemas melihat wajah mungilnya Anna.

Cup..

"OMG" Lemas Anna saat sebuah benda lembut mendarat di keningnya dan juga kedua matanya.

"Hheeemmmm😊" Senyum Devano dengan manis.

Kemudian Devano menggeser tubuhnya, "Pergilah" Ucapnya.

"Haaahhhhh?" Anna membuka kedua matanya, dan tampa berani melihat Devano, "Kalau gitu saya permisi dulu tuan" Lari Anna dengan cepat.

******************

"Ada apa Anna? kenapa kamu belum tidur?" Gurau Tuti.

"Hhhmmmm? Aakkhhh.. Ini Anna mau tidur bi" Jawab Anna tersenyum.

"Tidurlah.. Besok bukan kah hari pengumuman kelulusan kamu?" Usap Tuti ditangannya Anna.

"Iya bi" Angguk Anna.

"Banyak-banyak berdoa supaya kamu bisa kuliah disana".

"Iya bi".

Setelah itu Tuti dan Anna kembali tidur nyenyak.

.

Cik.. Cik.. Cik.. Cik..

Suara burung itu membuat Devano terbangun dari tidurnya. "Hhhoooaammmm" Uapnya merentangkan kedua tangannya. "Aaakkhhh" Turun Devano dengan pelan menuju kursi roda.

Kemudian Devano menuju balkon dengan pemandangan yang langsung ke arah taman belakang.

"Hahahhahahah" Suara itu berhasil membuat Devano melihat kearahnya Anna, Dita dan Cinthya.

"Hheeemmmm" Senyum Devano melihat Anna yang sedang tertawa puas. "Dia sangat menggemaskan" Gumam Devano.

Tok.. Tok..

"Kak Vano Mikha masuk yah?" Teriak Mikha dari luar pintu kamarnya.

"Masuklah" Jawab Devano.

Mendengar jawaban Devano, Mikha pun langsung masuk kedalam kamarnya.

Ceklek..

"Kak Vano dimana?".

"Ada apa?" Tanya Devano memasuki kamar.

"Selamat pagi kak Vano" Senyum Mikha dengan manis.

"Pagi" Balas Devano dengan senyum tipis.

"Kak.. Mikha mau berangkat ke kantor ya kakak, doain Mikha ya".

"Doa untuk apa?".

"Doain supaya Mikha langsung diterima nantinya".

"Mmmmmm" Angguk Devano. "Semoga berhasil".

"Iya kak.. Kalau gitu Mikha berangkat dulu yah" Keluar Mikha dari dalam kamarnya.

Kemudian Devano kembali lagi keatas balkon dan masih melihat Anna bersama dengan Dita dan Cinthya.

Saat sedang asik menyiram taman, Dita dengan sengaja menyemprot Anna. "Uuuppss.. Sorry-sorry Anna" Senyum Dita.

"Dita.." Kejut Anna melihat Dita.

"Hahahahahha" Tawa Cinthya melihat Anna.

"Hhhmmmss.. Kalian sengaja yah" Anna pun dengan senang hati langsung menyemprot Dita dan Cinthya.

"Aku enggak ikut Anna" Teriak Cinthya menghindari Anna.

"Enggak.. Kalian berdua memang berkerja sama untuk menyiram ku" Ucap Anna sambil tertawa.

"Hahahhaha" Tawa mereka bertiga dengan kesenangan.

Devano pun yang melihat dari atas ikut tertawa melihat kelucuan mereka bertiga, "Hahahaha.. Ada-ada saja" Geleng Devano.

Tok.. Tok..

"Vano ini Mama sayang" Panggil Anisa.

Tok.. Tok..

"Vano".

"Masuk Mah.." Devano masuk lagi kedalam kamar.

"Pagi sayang" Senyum Anisa.

"Pagi Mah" Balas Vano.

"Ini sayang.. Mama sekalian membawa sarapan pagi kamu" Letakkan Anisa diatas meja sofa.

"Terima kasih Mah".

"Sama-sama sayang, ayok dimakan".

"Mmmmmm" Angguk Devano meminum susu itu.

"Sayang.. Mikha sudah berangkat ke kantor kamu".

"Vano sudah tau Mah, tadi Mikha datang kemari"

"Oohh.." Angguk Anisa. "Mama bangga Vano sama Mikha" Pujinya.

"Maksud Mama?".

"Iyah Mama bangga sama Mikha, lihatlah.. demi mendapatkan perhatian kamu dia sampai rela melamar kerja di perusahaan mu".

"Vano enggak ada maksa Mikha Mah".

"Iya Mama tau Vano.. Tapi cobalah pahami Mikha sayang" Bujuk Anisa.

"Mah.." Lihat Devano.

"Mama tau Vano untuk saat ini kamu pasti menganggap Mikha itu seperti adik kamu sendiri, tapi cobalah untuk belajar mencintai Mikha Vano.. Mama yakin lama-kelamaan kamu pasti terbiasa".

"Hhhhmmmsss" Dengus Devano menyudahi sarapannya. "Vano sudah kenyang Mah".

"Apa Mama mengganggu mood kamu sayang?".

"Vano mau mandi dulu Mah" Jawab Devano melihat melihat Anisa tampa menjawab pertanyaan ya.

"Ya sudah" Ngalah Anisa. "Kalau gitu Mama keluar dulu ya sayang.. Atau kamu mau menitip sesuatu soalnya Mama mau keluar?".

"Tidak Mah" Jawab Devano.

"Mmmmmm" Angguk Anisa langsung keluar.

.

Dimeja makan khusus pelayan di mension Martinz.. Anna dan yang lainnya sedang menikmati sarapan pagi.

"Dita" Panggil Anna.

"Iya Dita" Jawab Dita menikmati sarapannya.

"Aku boleh pinjam ponsel kamu enggak?".

"Boleh Anna, tapi ponsel aku ada didalam kamar".

"Tidak apa-apa, aku membutuhkannya jam 10 nanti Dita".

"Oohhh" Angguk Dita.

"Untuk apa Anna?" Tanya Cinthya penasaran.

"Hari ini pengumuman penerimaan kelulusan calon mahasiswa baru Cinthya" Jawab Anna.

"Mmmmm.. Semoga ya Anna kamu diterima".

"Amin Cin.. Semoga saja aku lulus" Senang Anna.

"Kita akan doakan yang terbaik untuk mu Anna".

.

Sesampainya Mikha didepan perusahaan Devano yang menjulang sangat tinggi itu. "Wah.. Perusahaan kak Vano ternyata sangat besar sekali" Gumam Mikha memasuki loby.

"Selamat pagi nona.. Ada yang bisa kami bantu?" Tanya security melihat Mikha.

"Iya pak.. Saya mau melamar bekerja disini" Jawab Mikha.

"Oohh.. Berikan saja sama saya nona, nanti saya yang akan memberi langsung kepada pihak HRD".

"Tidak pak.. Saya mau langsung saja memberikannya kepada mereka. Jadi tolong tunjukkan ruangan mereka ada dimana?".

"Baiklah.. Mari ikut saya" Ajaknya berjalan duluan.

"Mmmmmm" Ikut Mikha.

Setibanya mereka didepan ruangan sang HRD.

Tok.. Tok..

"Masuk" Jawab mereka.

Ceklek..

"Permisi pak" Tunduknya.

"Ada apa?" Lihat sang ketua HRD.

"Ini pak.. Ada seorang wanita ingin melamar bekerja disini" Jawab si security.

"Mana orang ya?".

"Nona.. Masuklah" Panggilnya.

"Mmmmmm" Angguk Mikha langsung masuk.

"Ini dia orang ya pak".

"Selamat pagi pak" Sapa Mikha dengan sopan. Tetapi berbeda dengan hatinya, "Untuk hari ini saja" Batin Mikha.

"Pagi" Balasnya.

"Ini pak.. Saya mau melamar bekerja disini" Ucap Mikha memberikan surat lamarannya.

"Hhhmmss" Helanya menerima surat lamaran Mikha. Kemudian melihat kearah rekannya. "Apa masih ada yang kosong?".

"Sepertinya tidak ada yang kosong pak" Jawabnya menggeleng.

Lalu melihat kearah yang lainnya, namun mereka pun ikut menggeleng.

"Maaf nona.. perusahaan kami sedang tidak penerimaan karyawan baru" Ujarnya mengembalikan surat lamaran Mikha.

"Kurang ajar" Geram Mikha melihat dia.

"Mari nona" Ajak security itu.

"Saya mau bekerja disini, bagaimana pun caranya kalian harus mengusahakan itu" Tegas Mikha mulai marah.

"Maaf nona.. Maksudnya?" Tanya si HRD tak mengerti.

"Haahhhh" Sinis Mikha melihatnya. "Mungkin kamu tidak mengenal saya siapa! kalau kamu tidak mengusahakan posisi saya di perusahaan ini, maka saya akan menendang kalian semua dari perusahaan ini" Ucap Mikha dengan tajam.

Mendengar Mikha berkata seperti itu, mereka pun langsung berbisik-bisik mengatai Mikha.

"Kamu siapa berani membentak saya, hahhhh..?" Marah sang HRD mengetuk meja sambil berdiri.

"Saya siapa? hahahhaha.. Dasar bodoh" Seringai Mikha.

"Dasar wanita gila" Balas si HRD.

"Apa? Gila?" Marah Mikha seperti harimau kelaparan. "Kurang ajar.. Saya akan melaporkan kamu sama Kak Devano agar kamu dipecat dari perusahaan ini" Teriak Mikha.

Deng..

Seketika mereka semua langsung terdiam mendengar nama Devano.

1
christina paya wan
Jln crita yg mendatar.boring membacanya
halimah abdul hayes
Ejaan diperbetulkan uang cash bukan uang kes
halimah abdul hayes
Bagus…sebal wanita seperti mawar
Efrianti Sihite: Terimakasih sudah singgah 🥰
total 1 replies
halimah abdul hayes
Kenapa banyak benar wanita yang tidak malu mengejar laki
halimah abdul hayes
Sebal sama bundanya tuan muda
halimah abdul hayes
Menyampah dengan karakter mikha
Kasiani Winanti
Luar biasa
Kasiani Winanti
iya toor knpa ana meninggal siih🥺🥺🥺
Kasiani Winanti
Lumayan
Kasiani Winanti
Luar biasa
Diandra Kirana
seru juga ceritanya
imam zulkifli
kenapa di kalungnya ga dipasang GPS
imam zulkifli
kenapa ga ada yg ngasih kabar vano ya kalo ana masih hidup
imam zulkifli
ga sabar menunggu semoga saja vano setia pada ana
imam zulkifli
syukur lah anak belom meninggal
Anisa Nisa
trimah kasih juga Thor,telah menulis novel yang mengandung bawang😭Thor tdk adakah season kedua 😁
Anisa Nisa
wow Thor kamu hebat,padahal mataku udah sembab Krn menangis kirain Anna meninggal betulang 😁
Efrianti Sihite: Terima kasih sudah singgah mbak🤗
total 1 replies
Anisa Nisa
Thor kok meninggal sih Thor😭😭
Anisa Nisa
jadi ikut nangis😭 karna Anna
Anisa Nisa
Thor apa endingnya Anna akan mati😢😢
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!