Indonesia
NovelToon NovelToon
Tawanan Pangeran Siren

Tawanan Pangeran Siren

Status: sedang berlangsung
Genre:Dark Romance / Cinta Beda Dunia / Fantasi
Popularitas:748
Nilai: 5
Nama Author: Pena kira

JANGAN MAKAN AKU!
Aku hanyalah penyelam mutiara miskin yang bernasib sial. Niat hati mencari nafkah di kapal peneliti asing, aku justru terjebak dalam pembantaian keji di Teluk Bayangan. Kapal kami hancur, Sahabatku dibantai, dan laut berubah merah oleh darah.

Di hadapan para siren yang siap mengoyak dagingku, insting survivalku mendadak liar. Demi bertahan hidup, aku rela membuang harga diri, berlutut, menari dengan tubuh bersimbah darah, dan membualkan pujian setinggi langit untuk memohon ampunan. Bualan manisku rupanya menarik perhatian Pangeran Nataniel, iblis laut paling kejam dan mengerikan.

Bukannya dibunuh, aku malah diseret ke dalam istana karangnya sebagai satu-satunya tawanan manusia. Di mata Sang Pangeran, aku hanyalah seekor badut yang menarik untuk diamati. Di antara maut dan cengkramannya yang menyiksa, aku harus terus memutar otak dan bersilat lidah. Aku harus memastikan mulut manisku ini cukup ampuh untuk menjinakkannya, sebelum dia menjadikan ku santapan makan malam

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena kira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hadiah Apa Vonis?

# Hadiah Apa Vonis? #

Ketegangan di dalam Kamar Utama puncak karang merambat begitu pekat hingga rasanya bisa dipotong dengan pisau dapur. Udara yang terdistorsi oleh dua medan gravitasi berbeda milik Raja Triton dan Nataniel membuat pecahan kristal di lantai bergetar hebat, menimbulkan benturan bunyi *klang-klang-klang* yang sangat ngilu di telinga.

Setelah menyepakati Duel Darah Kerajaan yang akan digelar di Arena Utama, Raja Triton mengibaskan jubah kebesarannya dengan raut wajah penuh murka. Ia berbalik dan melangkah lebar keluar dari kamar yang hancur itu, diikuti oleh puluhan prajurit elit berlapis zirah besi purba.

Ruangan yang berantakan kini menyisakan aku dan Nataniel. Pangeran Siren itu masih berdiri tegap bertelanjang dada, memegang pedang gravitasinya yang berkilat dingin.

Aku yang masih meringkuk kaku di atas tempat tidur, memeluk selimut koral tebal rapat-rapat sampai ke leher, menatap punggung tegapnya dengan tatapan membelalak dan jantung berdegup kencang.

"P-Paduka..." cicitku pelan, memecah keheningan yang mencekam.

Nataniel memutar tubuhnya perlahan, melangkah mendekati ranjang seraya menyarungkan pedangnya. Matanya yang keemasan menatapku dingin, namun sisa pendaran gairah dan hawa membunuh masih berkerlap-kerlip di balik iris mewahnya.

"Ada apa, Serangga? Kau panik melihat calon penguasamu akan bertarung?" tanya Nataniel rendah dengan nada angkuh yang begitu alami.

Aku meneguk ludah, mencoba memutar otak demi menyelamatkan situasi yang makin ngawur ini.

"M-maksudku... Paduka," ucapku ragu-ragu seraya menatap wajah tampannya yang penuh percaya diri. "Apa Paduka benar-benar mau duel mati-matian sama Raja Triton? Itu... itu kan ayah kandung Paduka sendiri! Bukankah menantang dan ngajak duel orang tua sendiri itu dosa besar? Nanti Paduka bisa kualat, keberuntungan nya dicabut alam semesta, atau minimal durhaka sama bapak sendiri!"

Nataniel mendengus rendah, menyunggingkan senyuman miring yang teramat iblis.

"Dosa?" kekeh Nataniel seraya duduk dan mencondongkan tubuhnya di tepi ranjang. "Di dasar samudra ini, hukum tertinggi adalah kekuatan. Tidak ada istilah kualat untuk seorang Penguasa Siren."

Ia makin menundukkan wajahnya, hingga jarak hidung kami hanya tersisa beberapa sentimeter. Tatapannya mendadak berubah menjadi candaan yang teramat mencekam dan dingin.

"Atau... kau lebih suka aku mengalah saja pada Ayahanda?" bisik Nataniel dengan tawa pelan yang membuat bulu kudukku berdiri. "Jika aku mengalah dan membiarkan Ayahanda menang, maka dalam hitungan detik setelah duel selesai, dadamu akan dikoyak, jantungmu dicabut, dan darah mu akan diperas habis lalu akan disajikan sebagai hidangan pembuka di meja makan istana. Bagaimana menurutmu?"

*GLEG!*

Tenggorokanku mendadak terasa kering kerontang seketika!

(Ya Tuhaaan! Kenapa otakku baru mikir ke sana sekarang?!") jerit batinku histeris penuh kebodohan seraya membelalakkan mata lebar-lebar. ("Iya juga ya! Yang jadi taruhan duel ini kan nyawa dan jantungku sendiri! Kalau si ikan purba ini ngalah atau kalah, aku yang langsung berubah jadi sashimi di meja makan! Persetan dengan istilah anak durhaka atau kualat! Niel, kamu harus menang beneran, wajib hukumnya!")

Ekspresi raut wajahku langsung berputar seratus delapan puluh derajat dalam sekejap mata. Senyuman penjilat paling tulus dan berapi-api mendadak terpasang sempurna di bibirku.

"Paduka yang Maha Perkasa nan Jagad Raya!" seruku mantap seraya mengepalkan tangan dari balik selimut. "Lupakan soal kualat! Hamba dukung Paduka seribu persen! gulingkan saja tahta Raja Triton! Tunjukkan siapa pangeran paling tampan, paling kuat, dan paling berkuasa di seluruh samudra ini! Hamba mendoakan kemenangan mutlak untuk Paduka!"

Nataniel menaikkan sebelah alisnya, tampak sedikit terkejut namun sangat menikmati perubahan drastis pada sikapku. Melihat responsnya, hatiku mendadak melambung tinggi. Rasa percaya diri yang berlebihan tiba-tiba memenuhi benakku. Aku tersenyum malu-malu kucing seraya menundukkan kepala.

("Hehe... akhirnya beneran kejadian,") bisik batinku dengan kepedean tingkat dewa. ("Si pangeran iblis ini rela duel mati-matian lawan bapaknya sendiri cuma demi melindungiku! Dia pasti udah kebangetan takluk dan jatuh cinta setengah mati sama kecantikan dan pesonaku selama pergumulan semalam! Dasar cowok gengsian, padahal dalam hatinya bucin setengah mati!")

"Paduka..." panggilku lembut dengan raut wajah penuh percaya diri, menatap matanya dengan tatapan paling memikat. "Terima kasih... Hamba tidak menyangka Paduka rela mempertaruhkan nyawa dan menantang Baginda Raja hanya demi mempertahankan hamba di sisi Paduka..."

*HEH...*

Nataniel membeku sejenak, menatap wajah kepedeanku dengan pandangan heran. Lalu, detik berikutnya...

"HA HA HA HA HA!"

Tawa menggelegar penuh keangkuhan meledak keras dari tenggorokan Nataniel! Pangeran Siren itu tertawa terbahak-bahak hingga bahunya bergetar hebat, seolah-olah baru saja mendengar lelucon paling konyol di seluruh samudra! Tawanya begitu keras dan mengejek, membuat senyum kepedeanku mendadak membeku kaku di udara.

"Percaya diri sekali kau, Serangga Kerdil!" tawa Nataniel seraya mengusap sudut matanya yang sedikit berair. "Kau pikir aku menyambut tantangan Duel Darah Kerajaan ini demi dirimu? kenapa?!"

Ia mencondongkan tubuhnya lagi, mencengkeram daguku dengan dua jari kasarnya seraya menyunggingkan senyum kejam yang mematahkan seluruh halusinasiku.

"Dengarkan baik-baik, Serangga," titah Nataniel dengan suara dingin yang sarat akan dominasi superioritas. "Aku menerima tantangan Ayahanda karena aku adalah satu-satunya makhluk di samudra ini yang paling superior! Aku tidak menoleransi siapa pun, bahkan Raja Triton sekalipun, yang berani menentang keinginan dan perintahku! harus disingkirkan. Dan tidak ada yang boleh menyentuh atau mengambil mainan milik Nataniel tanpa izinku!"

*CRACK!*

Bunyi imajiner dari hatiku yang patah dan remuk berkeping-keping terdengar begitu nyaring di dalam kepala!

("Astaga... sialan! Malunya sampai ke ubun-ubun!") jerit batinku yang langsung menyusut sebesar biji wijen. ("Ngapain juga aku pakai kepedean segala?! Bego banget Alessia! Dia mah bukan bucin, tapi emang dasarnya pangeran megalomania gila hormat yang gak mau keputusannya dibantah! Malu banget akuuuu, kalau ada lubang karang sekarang aku mau ngumpet di dalam sana aja selamanya!")

Melihat mukaku yang mendadak masam dan memerah padam karena menahan malu yang luar biasa, Nataniel terkekeh puas. Ia merogoh saku jubah kebesarannya dan mengeluarkan sebuah benda kecil berkilauan.

Benda itu adalah sebuah pil ajaib berbentuk bulat sempurna seperti mutiara, namun warnanya transparan bening bagaikan kristal air murni.

"Makan ini," perintah Nataniel singkat seraya menyodorkan pil transparan itu ke depan bibirku. Aku mengernyitkan dahi, menatap pil itu dengan rasa curiga dan ketakutan yang membuncah.

"P-Pil apa ini, Paduka?" tanyaku penuh selidik. "Bukan racun kan? Atau pil penenang sebelum hamba dijadiin tumbal? Hamba masih muda Paduka, belum mau mati konyol gara-gara salah telan obat!"

Nataniel memutar matanya bosan. "Ini Pil Sumsum Koral Purba. Obat pemulih energi vital tingkat tinggi kerajaan. Tubuhmu yang lemah itu tidak akan kuat menyaksikan duellku jika terus terkulai kaku seperti bangkai ikan disini."

"Tapi... tapi rasanya pahit nggak? Beneran aman?" cicitku masih enggan membuka mulut.

Nataniel mendecak kesal. "Kau terlalu banyak bicara, Serangga!"

Tanpa memberi waktu bagiku untuk menghindar, Nataniel secara tiba-tiba memasukkan pil transparan itu ke dalam mulutnya sendiri!

Sebelum aku sempat memproses apa yang sedang terjadi, Nataniel menangkup kedua pipiku dengan sangat cepat, menundukkan wajahnya, dan menyatukan bibirnya ke atas bibirku secara paksa!

*UMPH!*

Mataku membelalak selebar-lebarnya! Nataniel mendorong pil transparan itu dari dalam mulutnya menggunakan dorongan lidahnya yang hangat, menyuapiku secara langsung dari mulut ke mulut! Lidahnya yang lihai memandu pil tersebut meluncur mulus menembus tenggorokanku tanpa sempat kutolak atau kumuntahkan kembali!

*GLEK!*

Pil transparan itu tertelan sempurna. Nataniel baru melepaskan pagutan bibirnya seraya menyapu bibir bawahnya yang basah dengan ibu jari, menatapku yang masih tertegun dalam posisi syok berat.

"P-Pangeran... kau..." bisikku gagap dengan wajah memerah panas. Namun, sebelum rasa malu dan kagetku meluap, sebuah keajaiban luar biasa mendadak terjadi di dalam tubuhku!

Begitu pil itu hancur di dalam perutku, gelombang kehangatan yang sangat sejuk dan menyegarkan seketika menjalar deras ke seluruh pembuluh darah, saraf, dan otot-ototku! Rasa pegal, linu, dan sensasi remuk redam yang tadinya mengunci tulang pinggul serta persendianku hilang tanpa sisa hanya dalam hitungan detik!

Rasa lelah akibat gempuran ganas sepanjang malam tadi menguap begitu saja, digantikan oleh aliran energi vital yang membuat tubuhku terasa sangat segar, ringan, dan bugar luar biasa!

"Lho... lho?!" seruku kaget setengah mati. Secara refleks, aku langsung mendudukkan diriku di atas tempat tidur! Gerakanku begitu cepat dan lincah, sama sekali tidak ada rasa sakit atau kaku lagi di bagian pinggulku! Aku bahkan bisa bergerak bebas, walau masih buru-buru menarik selimut koral tebal untuk membalut erat seluruh tubuhku yang masih tanpa busana.

"Ajaib banget!" gumamku terkagum-kagum seraya menggerak-gerakkan bahuku. "Ini obat sihir apa coba? Tulang pinggulku yang tadi serasa lepas engsel mendadak sembuh total!"

("Wah, lumayan juga ini pangeran gila!") puji batinku yang mendadak senang. ("Minimal dia masih tanggung jawab ngasih obat ampuh biar aku nggak lumpuh permanen!")

Nataniel menyunggingkan senyuman miring melihat aku yang sudah bisa duduk lincah kembali dengan selimut membungkus tubuhku bagaikan kepompong koral. Ia memutar tubuhnya, bersiap melangkah keluar kamar menuju Arena Utama tempat persidangan dan duel kerajaan akan berlangsung.

Namun, baru melangkah dua pijakan, Nataniel mendadak menghentikan langkahnya. Ia menolehkan kepalanya sedikit ke belakang, menatapku dari sudut matanya dengan pendaran keemasan yang teramat pekat, mesum, dan penuh ancaman terselubung.

"Tubuhmu sudah segar dan bugar kembali, bukan?" bisik Nataniel rendah dengan suara berat yang mengintimidasi. Aku mengangguk pelan, mendadak merasa ada firasat yang sangat tidak enak. "I-Iya, Paduka... sudah segar sekali."

Nataniel tersenyum sangat tampan nan mengerikan, menyapu seluruh tubuhku yang terbungkus selimut dengan tatapan penuh kepemilikan mutlak.

"Bagus," ucap Nataniel dingin namun sarat akan gairah liar. "Karena jika aku berhasil memenangkan pertarungan melawan Ayahanda, aku akan meminta hadiah pelayanan penuh darimu malam nanti. Dan dipastikan, gempuranku malam nanti akan sepuluh kali lebih ganas dari malam tadi!"

*DEG!*

Jantungku rasanya berhenti berdetak seketika!

Mataku membelalak lebar dalam rasa terkejut dan ketakutan yang luar biasa! Tubuhku yang baru saja segar mendadak gemetaran hebat kembali!

("Ya Tuhan... SEPULUH KALI LEBIH GANAS?! TOOALONGGG!") jerit batinku panik setengah mati dengan raut wajah pucat pasi. ("Itu mah bukan hadiah, tapi vonis hukuman mati buat pinggulku! Ya Tuhan, ini aku harus berdoa buat siapa sekarang?! Mendoakan Nataniel menang tapi pinggulku remuk, atau mendoakan Raja Triton menang tapi jantungku dicabut?! Nasibku kok tragis banget begini? AAAAAA....TIDAAAK!")

Nataniel melangkah keluar kamar seraya tertawa rendah, meninggalkan aku yang meringkuk ketakutan di atas ranjang, membayangkan malam mengerikan yang akan menyambutku jika sang Pangeran Iblis berhasil memenangkan Duel Darah Kerajaan!

"Harus gimana ini? Kabur aja ya? Kalian yang baca, kasih saran dong!"

⭐ ⭐⭐⭐⭐

SYARAT HADIAH NATANIEL BIKIN ALESSIA KETAKUTAN SETENGAH MATI!! 😱🔥 Pangeran Nataniel siap membantai Raja Triton di arena, tapi janji gempuran 10 kali lipat malam nanti bikin Alessia panik luar biasa!

Akankah Nataniel menang melawan ayahnya sendiri? Dan gimana nasib pinggul Alessia selanjutnya? Yuk, Kiravers kesayangan! Tahan napas dan gass lanjut ke Bab 32 buat saksiin DUEL DARAH KERAJAAN yang paling mematikan! ✨

1
Helmy Faldy Alaydrus
aura penjilatnya tembus layar😄
Pena kira: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Helmy Faldy Alaydrus
lanjooot
Pena kira: siap kk
total 1 replies
Helmy Faldy Alaydrus
ini si alesia makan apa thor
Pena kira: ikan lele kak😄
total 1 replies
Helmy Faldy Alaydrus
👍👍👍👍
Pena kira: 🙏 terimakasih kak
total 1 replies
Helmy Faldy Alaydrus
ada akademi vokal di dunia siren yak😄
Pena kira: mau join kak😄
total 1 replies
Helmy Faldy Alaydrus
ttp kek bocil😄
Pena kira: xixixixi
total 1 replies
Helmy Faldy Alaydrus
cobain dulu lah kabur
Pena kira: kesian kang ikan lele Dumbo nya kak kalo ditinggal kabur
total 1 replies
Helmy Faldy Alaydrus
lawak lawak
Pena kira: 🤣🤣🤣 terimakasih kk
total 1 replies
Helmy Faldy Alaydrus
👍👍👍👍
Pena kira: terimakasih kk
total 1 replies
Pena kira
tapi gantengnya nggak ngotak kak😭
Best
seramnye..
Pena kira: tapi gantengnya nggak ngotak kak 😭
total 1 replies
Helmy Faldy Alaydrus
ikut mual njirrr🤢
Pena kira: minum antimo kak..aman😅
total 1 replies
Helmy Faldy Alaydrus
👍👍👍 lanjut thor
Pena kira: asiap kak
total 1 replies
Helmy Faldy Alaydrus
👍👍👍
Pena kira: makasih kakak
total 1 replies
Best
hadir Thor..
Pena kira: thanks a lot kak
total 1 replies
Helmy Faldy Alaydrus
gila kuat banget mental si alessia
Pena kira: sempat hidup generasi sandwich kak 😂
total 1 replies
Helmy Faldy Alaydrus
bagus lho tapi masih sepi. semangat thor bagus cerita nya..next👍
Best: "Baby or Babi." judul novel terbaru aku. Romansa yang di taburi juga dengan humor dan fantasi. Yuk mampir
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!