Indonesia
NovelToon NovelToon
Menikahi Pewaris Cacat

Menikahi Pewaris Cacat

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Orang Disabilitas / CEO
Popularitas:234k
Nilai: 5
Nama Author: kenz....567

​"Satu tahun pernikahan kontrak, Levara," bisik Dante dingin di antara remang ruang kerjanya. "Kamu dapat akses dokumen ayahmu, dan saya dapat mengunci saham perusahaan dari ambisi Paman Julian Perkasa."

​"Dan jika bahaya mengincarku?" tantang Levara.
​Dante memajukan kursi rodanya, menatapnya tajam.

"Selama kamu menyandang nama Velmore, keselamatanmu adalah tanggung jawab saya."

​Di balik kemewahan ibu kota, Levara bertaruh nyawa mengungkap misteri hilangnya sang ayah dua puluh tahun silam. Petunjuk terakhir mengarah pada dokumen rahasia milik Velmore Group. Satu-satunya jalan masuk adalah Dante Castillo Velmore, pewaris tunggal nan dingin di atas kursi roda.

​Perjanjian di atas kertas berubah menjadi ancaman maut saat fakta terkuak. Di tengah gempuran teror dan perang hukum, mampukah pernikahan tanpa rasa itu bertahan ketika dendam masa lalu menuntut keadilan?

Di tambah, sosok bocah menggemaskan yang menjadi tambahan hiburan untuk mereka.
"Om cate magelan, kenapa jadi cuami?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kenz....567, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Serangan Brutal

Lirih Riko saat membuka folder utama. Matanya membelalak lebar, memancarkan rasa terkejut yang teramat sangat. "Ini bukan sekadar bukti transaksi penggelapan dana internal biasa!"

"Apa isinya, Riko? Bacakan!" perintah Dante dingin dan tegas.

"Ini adalah buku kas rahasia dan daftar registrasi suap menyuap milik David Veyron yang dicatat secara mendetail oleh Tuan Edlan!" seru Riko dengan suara bergetar. "Di dalam dokumen ini, tertera secara terperinci nama-nama pejabat tinggi negara, oknum petinggi kepolisian, hakim bursa, hingga jaksa agung muda yang menerima aliran dana suap rutin berkala dari Veyron Group selama dua dekade terakhir!"

Levara mencondongkan tubuhnya ke depan, membaca nama-nama tertera di layar. "Nama-nama ini ... mereka adalah orang-orang berkuasa yang selama ini selalu menutup kasus kematian papa Dante dan kasus hilangnya Papa!"

"Tepat sekali, Nona Levara!" sahut Riko cepat. "Di sini ada bukti transfer rekening lepas pantai, nomor sertifikasi aset hasil suap, hingga rekaman percakapan tertulis antara David Veyron dan para oknum pejabat tersebut untuk merekayasa hasil otopsi dan menghentikan seluruh investigasi hukum!"

Pintu ruang arsip terbuka lebar. Arelio melangkah masuk dengan tergesa-gesa seraya memegang ponselnya. "Dante! Levara! Aku baru saja mendapat laporan dari jaringan hukum kita bahwa—" Arelio terhenti mendadak saat melihat tampilan di layar monitor raksasa. "Tunggu ... dokumen apa yang sedang kalian buka itu?"

"Bukti kunci murni dari Papa Edlan," jawab Dante dengan tatapan mata yang membeku dingin. "Buku kas suap David Veyron yang melibatkan seluruh jaringan pelindungnya di jajaran pemerintahan tinggi."

Arelio melangkah mendekat, membaca deretan nama dan bukti transaksi digital tersebut dengan napas tertahan. "Ini ... ini skandal korupsi dan rekayasa hukum terbesar dalam sejarah negeri ini! Jika dokumen ini dibuka ke publik dan diserahkan ke Kejaksaan Agung, tidak akan ada satu pun pejabat berkuasa yang berani pasang badan untuk melindungi David Veyron!"

"David telah kehilangan benteng finansialnya pagi tadi di bursa saham," ujar Dante dengan suara bernada intimidasi mutlak. "Dan malam ini, dia resmi kehilangan seluruh benteng hukum dan pelindung politiknya."

"Apa langkah kita selanjutnya, Dante?" tanya Levara, menatap Dante dengan keberanian baru yang menyala-nyala di matanya. "Apakah kita serahkan ini ke Kejaksaan sekarang juga?"

"Ya," pangkas Dante mantap. "Arelio, buat tiga eksemplar salinan digital terenkripsi dari seluruh dokumen ini. Kirimkan eksemplar pertama secara langsung ke tangan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus melalui jalur pribadi. Kirimkan eksemplar kedua ke seluruh pimpinan redaksi media massa nasional dan internasional!"

"Lalu eksemplar ketiga?" tanya Arelio.

Dante menyunggingkan senyuman dingin yang mematikan. "Eksemplar ketiga akan kita jadikan surat kematian resmi bagi karier dan kebebasan David Veyron. Besok pagi, seluruh dunia akan melihat siapa sebenarnya iblis berwajah manusia itu."

.

.

.

.

.

Keesokan harinya, pukul sepuluh pagi, gempa tektonik di ranah publik dan hukum terjadi secara masif. Berita utama di seluruh stasiun televisi nasional dan portal media berita internasional menyiarkan pembongkaran skandal suap raksasa serta bukti rekayasa hukum yang melibatkan David Veyron. Pihak Kejaksaan Agung secara resmi menerbitkan surat penangkapan dan pembekuan seluruh aset pribadi milik pimpinan Veyron Group tersebut.

Di depan gedung kantor redaksi berita nasional terkemuka di pusat kota, suasana terasa sangat sibuk. Levara baru saja keluar dari pintu kaca utama gedung setelah menyelesaikan sesi wawancara konfirmasi eksklusif dan penyerahan bukti siaran pers akhir bersama pimpinan redaksi.

Dua orang pengawal pribadi Velmore Group bertubuh tegap berjalan mengapit Levara di sisi kiri dan kanan, mengawalnya menuju area parkir VIP bawah tanah.

"Nona Levara, mobil pengawalan utama sudah bersiap di depan pintu keluar basement," ujar salah satu pengawal seraya menekan tombol panggil di earphone-nya. "Tuan Dante memberi instruksi agar kita langsung kembali ke kediaman setelah sesi ini selesai."

"Baik, terima kasih," sahut Levara lembut seraya merapikan mantelnya. "Tolong hubungi Dante dan katakan aku akan tiba di rumah dalam waktu tiga puluh menit."

Namun, saat Levara dan kedua pengawalnya baru melangkah beberapa meter mendekati mobil sedan hitam yang terparkir di area remang-remang basement, sebuah suara raungan mesin mobil yang sangat kencang menggema memecah keheningan lantai parkir.

Brooom!

SRET!

Sebuah minibus hitam ber kaca gelap melaju sangat kencang dari balik pilar beton, melakukan manuver drift brutal, dan berhenti mendadak tepat melintang memotong jalur jalan Levara!

"Awas! Bahaya!" teriak pengawal pertama seraya menarik pistol dari balik jasnya dan pasang badan di depan Levara.

Srek!

Dor!

Tiga pria bertopeng hitam dengan pakaian serba gelap melompat keluar dari dalam minibus secara brutal. Sebelum pengawal Velmore sempat melepaskan tembakan pertama, salah satu pelaku melepaskan tembakan alat penyengat listrik yang merobohkan pengawal pertama seketika!

DORR!!

"Nona Levara, lari!" jerit pengawal kedua seraya mencoba menahan dua pelaku lainnya. Namun, seorang pelaku bertubuh raksasa memukul kepalanya dari belakang menggunakan gagang senjata hingga pengawal itu tersungkur tidak sadarkan diri di lantai semen.

"Lepaskan aku! Siapa kalian?!" jerit Levara histeris, mencoba berbalik arah dan berlari kencang menuju pintu gedung redaksi.

Namun, pelaku bertubuh raksasa itu bergerak jauh lebih cepat. Pria bertopeng itu menyambar lengan Levara dengan cengkeraman seperti catut besi, menarik tubuh Levara secara paksa ke dalam pelukannya dari belakang.

"Ssshh ... diamlah, Nyona Velmore!" bisik pria bertopeng itu dengan suara berat dan serak yang menakutkan.

Sebelum Levara sempat menjerit meminta pertolongan lebih lanjut, pelaku kedua mengarahkan sebuah tabung aerosol dan menyemprotkan gas pembius beraroma kimia menyengat tepat ke arah hidung dan mulut Levara.

PSSSHHH!

"D-Dante ...," bisik Levara lirih dengan suara tercekat.

Rasa pening raksasa seketika menyerang kepalanya dengan sangat hebat. Pandangan mata Levara mengabur secara drastis, seluruh otot tubuhnya melemas kehilangan tenaga, dan kesadarannya meluruh tenggelam dalam kegelapan total.

"Dapat! Bawa wanita ini masuk sekarang juga!" perintah pemimpin penjahat itu tegas.

Tubuh Levara yang terkulai lemas diangkat secara kasar dan diseret masuk ke dalam kabin belakang minibus hitam tersebut. Pintu geser ditutup rapat dengan dentuman keras.

Brak!

Minibus hitam itu menancap gas secara ekstrem, menabrak palang besi pintu keluar parkir hingga hancur berkeping-keping, lalu menghilang kencang bergabung dengan padatnya arus lalu lintas jalan raya kota.

1
nyonya
paling hamidun
Ita rahmawati
Hamidun nih levara
Nurul Aeni
hrs nya manggilnya mama danira donk thoor,jgn hanya nama saja
Adhe Fitria
omelin resepsionis nya tuh
Iccha Risa
bibi bisa aja dech, Dante pasti mw kalo yg bikin Levara 🤭
Iccha Risa
sbg pria dgn watak seperti Dante pasti dipermasalahkan tapi kalo ada pawangnya pasti mw mw aja kan Dante bucin 🤭🤣
Irma Juniarti
harusnya mama danira,atau kak Rara salah tulis mau bilang senara kali😁
Irma Juniarti
tuh Tanta sama receptionis kamu tuh,dia yg menyuruh levara menunggu
Irma Juniarti
kan bisa di hubungi asisten Riko,masak istri bosss mau keruangan pribadi suami sendri gak boleh.
Irma Juniarti
dante bayi tua itu 🤣🤣🤣🤣
Irma Juniarti
kan unik bi asri😁😁😁
Baim Jum
jangan " hamidun thu
AFPA
manggilnya kan mama..kok tetiba manggil danira?
kaylla salsabella
la kok gak panggil mama
Sugiharti Rusli
karena sekarang istri kamu sedang mengandung calon anak kalian Dante, dan mungkin Levara merasa pusing jadi pingsan
Sugiharti Rusli
sepertinya kelupaan nih panggilan mamanya di depan nama Danira yah😁✌
indrie_💖
rasakan km julii..si licik nan serakah
Ilfa Yarni
semoga levara ga Papa krn dia hamil JD dia pinsan
indrie_💖
ngelunjak lama2 nih tuyul 🤣🤣km yg pebinor 🤣🤣 onty Lepa kan ictli om cateee😁🤦
indrie_💖
lop lop mengkerek itu apa paloo🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!