Aditya saputra dan Bella lestari, mereka berteman karena satu sekolah dan satu komplek. karena kesalahan satu malamnya mereka harus menikah muda di usia remajanya
Mampukah mereka menjalani rumah tangganya di usia mereka dan mampukah mereka menyelesaikan setiap permasalahan yang mereka hadapi...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon roliyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kemarahan Aditya
Bella menggelengkan kepalanya,setelah Fahri mengatakan perasaannya.Bella tidak menyangka kalau Fahri berani mengatakan cinta kepada istri dari adiknya sendiri.
" Lupakan "cetus Bella sembari menautkan kedua jemarinya di atas meja
" Maksudnya? "tanya Fahri
" Ya, lupakan tentang perasaan abang terhadap aku.Aku nggak mau hubungan antara Adit sama abang jadi renggang gara gara aku.Lagian selama ini perasaan aku sama abang hanya sebatas kakak dan adik tidak lebih dari itu.Jadi aku mohon lupakan tentang aku,lupakan tentang perasaan abang terhadap aku.Tolong jangan abang rusak kepercayaan Adit terhadap abang,Adit sangat sayang terhadap abang tapi jika apa yang dia miliki di ganggu orang pasti Adit tidak akan terima,dan pastinya hubungan abang dan Adit akan menjauh.Abang ngerti kan yang aku katakan? "ungkap Bella panjang lebar seraya mengaduk minumannya dengan sedotan
" Tapi abang nggak bisa "tukas Fahri yang memandang Bella dengan rasa kecewa atas penolakan cintanya.
" Selama ini sudah cukup abang memendam perasaan abang sendiri,abang cinta sama kamu jauh sebelum kamu sama Adit menikah bahkan sebelum Abang mengambil kuliah di luar negri.Abang sudah suka sama kamu,jadi tolong jangan tolak cinta abang sama kamu,abang benar-benar sangat mencintai kamu Bell "ucap Fahri tetap dengan pendiriannya,dia tidak peduli dengan perasaan Aditya,saat ini yang dia pedulikan yaitu tentang perasaan cintanya kepada Bella yang sudah menggunung.
" Maaf bang,aku nggak bisa.Aku ini hanya suka sama Adit suami aku "tegas Bella
" Jadi tolong hentikan kegilaan abang yang pastinya nggak akan terbalas sama aku "cetus Bella tegas
Bella mengambil tasnya di atas meja dan bangkit dari duduknya, " Maaf, aku pergi dulu"
Bella bergegas keluar dari cafe tersebut dengan sedikit dongkol.Bella benar-benar kecewa dengan Fahri,tega dia menghianati adiknya sendiri.
" Bella.. tunggu "seru Fahri segera mengejar Bella
" Bella.. " Fahri langsung mencekal pergelangan tangan Bella.
" Ada apalagi? bukannya sudah cukup dengan penjelasan aku tadi "memandang Fahri dengan tatapan tak suka.
" Kamu mau kemana? "Fahri berusaha mengalihkan omongan Bella
" Bukan urusan abang,aku mau kemana? "ucap Bella dingin dan akan segera melangkah.
" Tunggu.. " menarik tangan Bella,kali ini Fahri tidak akan melepaskan tangan Bella.
" Ayo,abang antar kamu kemana pun "
" Nggak usah,aku bisa sendiri. "tukas Bella seraya menarik tangannya dari genggaman Fahri,tapi Fahri semakin mengeratkan genggaman tangannya di pergelangan tangan Bella.
" Tolong lepaskan "bentak Bella kepada Fahri
" Nggak, abang nggak mau lepasin kamu dan abang nggak akan menyerah mendapatkan kamu " keukeh Fahri dengan pendiriannya.Egois memang tapi mau bagaimana lagi,dia tidak mau kehilangan Bella.
" Lepaskan "Bella terus menarik tangannya. " kalau abang tidak mau lepaskan,aku bakal teriak " ancam Bella penuh kemarahan.
" Oke,, abang akan lepaskan,tapi abang akan tetap mengantar kamu kemana pun "cetus Fahri seraya melepaskan tangannya Bella
Bella hanya mendengus kesal menatap Fahri yang tak mau menerima kenyataan.Bella berjalan ke arah mobil Fahri yang terparkir di halaman cafe tersebut.
Fahri tersenyum saat Bella menuruti kemauannya,Fahri memencet tombol di kunci mobilnya dan membukakan pintu mobil untuk Bella.
" Sekarang mau kemana? "tanya Fahri saat sudah duduk di belakang kemudinya.Tangan Fahri terulur ingin menyentuh kepala Bella,dengan gerakan cepat Bella menepis tangan Fahri.Fahri berusaha tetap tersenyum meski hatinya kecewa.
" Aku mau pulang "seloroh Bella tanpa memandang Fahri, dia lebih memilih melihat keluar jendela dari menatap Fahri.
Kini mobil Fahri sudah meninggalkan cafe tersebut,selama di perjalanan Bella memilih bungkam.Sedangkan Fahri lagi berpikir memulai pembicaraan agar bisa menghilangkan kekakuan di antara Bella dan Fahri.
Fahri melirik Bella yang masih betah menatap keluar jendela.Fahri menghembuskan nafasnya pelan,dia benar-benar sedih dengan perubahan sikap Bella.Bella benar-benar menjaga jarak dengannya,sebegitu besarkah cintanya Bella buat Aditya.Dia juga ingin merasakan di cintai oleh Bella, di sayang, di manja,di belai oleh Bella.
***
Aditya sudah tiba di rumah,Aditya melangkah masuk mencari sosok yang dia cintai.Biasanya jam segini Bella tengah menonton drama Korea kesukaannya,saat membuka pintu kamarnya Aditya tidak melihat Bella bahkan Aditya mencari ke kamar mandi tapi tetap tidak ada Bella.
" Bella kemana? "gumam Aditya yang terus mencari Bella,Aditya mencari Bella ke dapur dan juga ke halaman belakang rumah tapi Bella tidak ada di mana-mana.
Akhirnya Aditya memilih duduk di depan TV sambil mengeluarkan handphonenya dari saku celananya. Aditya menekan nomor Bella tapi tidak di jawab oleh Bella. " Nomornya aktif tapi kenapa tidak di jawab " Aditya bermonolog.
" Bella pergi kemana sih..., biasanya kalau mau pergi suka bilang dulu,tapi sekarang tumben nggak kasih tau aku mau pergi "
Tidak lama mobil yang di kendarai oleh Fahri kini sudah masuk ke halaman rumah Bella.Bella membuka seatbeltnya dan tangannya sudah akan membuka pintu mobil tapi lengan kanan Bella di tahan oleh Fahri.
" Ada apa lagi bang "ucap Bella cuek,Bella ingin cepat cepat turun dari mobil.
Bella yakin Aditya sudah pulang dan Bella tidak mau ada kesalahpahaman antara dia dan Aditya.
" Abang cuman mau bilang Terima kasih sudah mau pergi sama abang "ucap Fahri tulus
" Iya sama-sama,kalau gitu aku turun dulu "Bella kembali akan membuka pintu mobil tapi lagi lagi di cegah oleh Fahri.
" Apa ada lagi yang ingin abang bicarakan " ucap Bella menahan kesalnya,sumpah Demi apapun Bella ingin mencakar wajah Fahri.
" Abang cuma mau bilang-- "ucap Fahri ragu.
Tanpa di duga oleh Bella,Fahri menarik tengkuk Bella dan mencium bibir Bella.Bella terkejut saat Fahri menciumnya seketika Bella tersadar dari keterkejutannya,Bella berusaha melepaskan diri dari Fahri tapi Fahri terlalu kuat menahan tengkuk Bella.
Aditya yang mendengar suara mobil berhenti di depan rumah,langsung melangkah ke luar dan melihat pemandangan yang membuat darahnya naik.Aditya melangkah cepat dan membuka pintu mobil kemudi,Aditya langsung menarik krah baju Fahri dan menggiring Fahri keluar dari mobil.
Aditya langsung memberi bogem mentah kepada Fahri,Aditya terus melayangkan tinjunya ke wajah Fahri.
" Berani beraninya abang mencium istriku "teriakan Aditya yang penuh emosi
Bugh Bugh
Aditya terus memukul wajah dan perut Fahri tanpa ampun.Bella yang melihat Aditya yang terus memukul Fahri langsung berlari memeluk Aditya dari belakang,mencoba menahan Aditya yang terus menghajar Fahri.
" Adit.. stop.. "pekik Bella yang melihat kemarahan Aditya.
Sedangkan Fahri hanya meringis menahan sakit di wajahnya,dia mengelap sudut bibirnya yang mengeluarkan darah.
" Pergi kamu dari sini dan jangan coba coba lagi mendekati Bella "teriak Aditya mencoba menahan amarahnya.
" Ok,abang pergi "ucap Fahri seraya tersenyum tipis,ya.. Fahri ingin mengacaukan rumah tangga Aditya dan Bella.Dengan dia mencium Bella akan membuat hubungan Aditya dan Bella merenggang.