Indonesia
NovelToon NovelToon
Bukan Cinta Biasa

Bukan Cinta Biasa

Status: tamat
Genre:Obsesi / Pernikahan Kilat / Nikah Kontrak / Cintapertama / Tamat
Popularitas:27.3k
Nilai: 5
Nama Author: Lina Kotto

"jadi, bagaimana keputusan mu?
dengan siapa kamu akan menikah?
jika kamu tidak mau menikah dengannya, silahkan keluar dari rumah!"

cerca Nurmala Hartawan wanita berusia lima puluh tahun itu kepada Audia Aurora gadis berusia dua tiga tahun itu, tanpa berbelit-belit setelah dia tidak sengaja mendengar pembicaraan Audia dengan adiknya Sinta.

Beberapa saat lalu setelah Audia bertemu dengan Lukky Hartawan dan Firman Hartawan, dua saudara berbeda penampilan dan karakter yang sama-sama sedang mencari calon istri.

Lukky yang berambut panjang dan penampilan layaknya anak pang, dengan tubuh dipenuhi tato dan bermacam asesorisnya, seperti kalung rantai anjing, telinga beranting dan lidah bertindik, padahal usianya sudah tiga puluh lima tahun tapi terlihat masih labil dan nakal, membuat Audia ilfil dan segera mencoretnya dari daftar calon suami saat mereka bertemu.

Audia bahkan lebih tertarik pada Firman yang terlihat sopan dan berpenampilan rapi seperti pria dewasa baik-baik pada umumnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lina Kotto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bukan cinta biasa 24

Namun jawaban Lukky sungguh membuat kecewa.

Lukky. "tidak usah! Kakak sudah makan."

Jawab Lukky dengan nada dingin dan ekspresi wajah datar, sambil melepaskan sepatu yang ia kenakan.

Audia. "Kalau gitu biar Audia bikinkan teh ya?"

Tawar Audia lagi, kali ini dengan suara sedikit parau, karena Lukky terus bersikap dingin dan datar padanya.

Lukky. "tidak usah! Kakak bisa bikin sendiri nanti!"

Jawab Lukky lagi masih dengan nada dingin dan tanpa ekspresi, kali ini sambil membaringkan tubuhnya di sofa, lalu memejamkan mata.

Seolah tak ingin diganggu lagi, melihat itu Audia hanya bisa menangis dalam diam. Meski ia tidak bisa membendung air matanya, namun ia berusaha untuk mengendalikan suaranya, agar tidak terlihat jelas bahwa ia sedang menangis.

Audia. "Baiklah kalau gitu Audia keluar sebentar ya. Audia mau cari udara segar."

Ujar Audia dengan suara yang sebisa mungkin ia kendalikan agar tidak terdengar parau, karena sebetulnya dadanya sudah sangat sesak, dan ia sudah tidak bisa lagi membendung air matanya yang sudah mengalir dengan sendirinya.

Lukky. "Hmm"

Jawab Lukky dengan bergumam tanpa membuka matanya, seolah tidak peduli Audia mau pergi kemana malam-malam seperti ini.

Audia keluar dari rumah dengan membawa ponsel di saku Long dress-nya, awalnya ia hanya ingin berjalan sedikit jauh dari rumah, agar ia bisa menangis sepuasnya tanpa diketahui oleh Lukky.

Namun tanpa Audia sadari ia sudah berjalan sangat jauh dari rumah, hingga ia berhenti disebuah jalan yang sedikit sepi. Lalu ia berjongkok disana dan menangis sepuasnya, ia menangis sambil memegangi kedua lututnya.

Tangisannya terdengar begitu menyayat hati, bahkan punggungnya sampai bergetar kencang, karena mengeluarkan semua tangisannya yang selama ini ia pendam.

Hiks, hiks, hiks, hiks. Ia bahkan sampai kesulitan untuk bernafas, karena betapa sesaknya dadanya. Namun Audia tidak dapat melanjutkan tangisannya, karena ada dua orang pria yang mencoba mengganggunya.

"Adek manis kenapa nangis sendirian disini?"

Tanya dua orang pria yang tak dikenal Audia, yang muncul dari arah belakang. Sontak membuat Audia langsung menghentikan tangisannya dan segera menjauh dari dua pria tersebut.

Audia. "nggak apa"

Jawab Audia sambil berdiri dan mulai berjalan menjauh.

"Nggak apa, tapi kok tadi nangis? Dari pada nangis sendirian biokami temani, kami ini orang baik kok."

Ujar dua orang pria itu mengikuti Audia, yang mulai berjalan dengan langkah cepat.

Namun Audia tidak menjawab dan memilih untuk sedikit berlari, ketika ia melihat keberadaan minimarket sekitar lima puluh meter dari tempatnya.

Audia berlari menuju minimarket dengan tangan kanan terus memegang perutnya, dan setelah ia sampai di depan minimarket ia pun langsung masuk, tanpa tahu apa yang akan ia lakukan disana.

Karena yang ada dipikirannya saat ini, hanyalah menyelamatkan dirinya dari dua pria yang mencoba mengikutinya tadi. Audia berdiri didalam minimarket dengan tangan sedikit bergetar, namun ia berusaha menyembunyikannya dengan berjalan dan pura-pura mencari sesuatu untuk dibeli.

Cukup lama Audia hanya mondar-mandir dari satu rak ke rak yang lain, hingga akhirnya ia berhenti di depan rak yang berisi minuman dan mengambil satu botol air mineral disana. Lalu membawanya ke meja kasir, dan membayarnya dengan uang sepuluh ribuan yang ia ambil dari saku Long dress-nya.

"Terimakasih"

Jawab Audia menerima kembalian, lalu keluar dari minimarket dan duduk di teras minimarket itu.

Karena Audia tidak tahu bagaimana caranya pulang, ia takut kalau saat pulang nanti akan bertemu kembali dengan dua orang pria yang mengikutinya tadi, oleh sebab itu akhirnya ia hanya memilih duduk dan menunggu didepan minimarket.

Meski ia tidak tahu siapa yang sedang ia tunggu, selain itu Audia juga tidak berani menghubungi Lukky, karena ia takut Lukky akan akan marah, selain itu ia juga berpikir bahwa Lukky pasti sedang tidur.

Cukup lama Audia hanya duduk didepan minimarket, hingga ponselnya berdering dari dalam saku Long dress-nya. Audia tidak tahu siapa yang menghubunginya, Ia mengeluarkan ponselnya dengan tergesa-gesa dan baru mengetahuinya setelah melihat layar ponselnya.

Yang terpampang nama Lukky disana, dengan tulisan nama kak Lukky. Tanpa berpikir lagi Audia langsung mengangkat panggilan telepon Lukky, dan mendekatkan ponselnya ketelinga kanannya.

Lukky. "DIMANA?!"

Tanya Lukky dengan nada tinggi karena marah dari seberang sana, diiringi dengan suara hembusan angin yang cukup kencang, karena Lukky sedang mengendarai motornya.

Audia. "di depan minimarket Asyifa"

Jawab Audia dengan hati takut, karena ia tahu sekarang Lukky benar-benar sedang marah. Dan benar saja setelah Audia menjawab dimana ia berada, Lukky langsung mematikan panggilannya begitu saja.

Lalu tak berapa lama kemudian, sebuah motor matik yang dikendarai Lukky berhenti didepan Audia.

Lukky. "NAIK!"

perintah Lukky pada Audia dengan nada tinggi yang ditekan, sementara wajahnya terlihat amat sangar, seperti akan melahap Audia hidup-hidup.

Meski takut namun Audia tetap menuruti perintah Lukky, ia duduk dibelakang Lukky sambil memegang pinggang Lukky. Dan Lukky pun langsung melajukan kendaraannya dengan cepat, seperti sedang melampiaskan kemarahannya.

Pasalnya setelah tak berapa lama Audia keluar dari rumah, Lukky pun langsung menyusul Audia keluar. Namun Lukky tidak melihat keberadaan Audia disekitar area tempat tinggal mereka, akhirnya Lukky pun memutuskan untuk mencari Audia dengan mengendarai motornya.

Ia bahkan sampai berputar-putar keliling perumahan tempat mereka tinggal, namun tidak juga menemukan Audia, hingga ia pun mengendarai motornya menuju luar perumahan dan berjalan melintasi jalan besar.

1
Lina Kotto
iya mimpi disaat koma.
NuLa
alurnya gmana ini thorrr...
kok part nya
Audy Kaya mimpi..
Lina Kotto: iya mimpi disaat koma.
total 1 replies
Anis Rohayati
mampus akhir nya di usir juga tuh si serong nesa
Anis Rohayati
hayo audi usir tuh di serong nessa
Anis Rohayati
audia bodoh bgt si dah tau si jalang nessa jahat
Anonim
Ceritanya soal wanita hamil yg kelaparan terus ya
Anis Rohayati
jiji sma si jalang nessa
Adnan Al-hafiz Moukissun
lanjut
NuLa
lanjutttt
Raini Nai
sangat detail banget woii cerita nya 😭😭😭 gua hanya baca tapi meringis juga bayangin Nya
Lina Kotto: terimakasih, udah mau berkenan mampir di cerita author.
total 1 replies
NuLa
lanjuttt
Lina Kotto: iya.😀 terimakasih banyak ya, udah mau berkenan baca cerita author 🙏🙏🙏
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!