Indonesia
NovelToon NovelToon
TRIJAYA SAKTI

TRIJAYA SAKTI

Status: sedang berlangsung
Genre:Raja Tentara/Dewa Perang / Identitas Tersembunyi / Mengubah sejarah / Reinkarnasi / Cinta Istana/Kuno / Fantasi Timur
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Septia Kikuk

Trijaya sakti adalah sebuah organisasi pelindung dunia yang memiliki pendamping tiga dewa utama yaitu dewa Brahma sebagai pencipta,dewa Wishnu sebagai pelindung dan Siwa sebagai penghancur.

Adapun nama anggota organisasinya yaitu Wijaya, Sekar dan Bayu. Mereka adalah keturunan dari raja-ratu tanah Jawa. Sekar merupakan putri dari ratu pantai selatan bersama dengan seorang Shogun hebat dari desa Toyama. Wijaya merupakan putra dari raja Hayam Wuruk yang berkuasa di kerajaan Majapahit bersama dengan seorang selir dari negeri China. Sementara Bayu merupakan putra dari prabu jaya Sena dari Kediri dengan permaisurinya ratu ayu Dyah Pitaloka.

disinilah sang karakter utama adalah Sekar yang akan menegakkan keadilan bersama teman-temannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septia Kikuk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bermain?

Harumi yang melepaskan pelukan dari suaminya, menurunkan putrinya yang tersenyum padanya, giginya yang mengkilap cekikikan, "masih ibuuuu, kalian sangat serasi satu sama lain." Pekiknya yang membuat ibunya tersipu malu.

Harumi yang wajahnya merah merona, ia hanya menyentuh keningnya dan mengelus rambut hitam putrinya yang dikuncir kuda, "kamu bisa saja membuat ibu merasa salah tingkah pada ayahmu ini." Sambil menutup matanya.

Bibir pria itu hanya menyungging sambil menggeleng, ia merasa lelah dengan kelakuan istri dan putrinya. "Kalian berdua sama saja." Ada rasa bahagia yang membuncah dalam benaknya. Ia tetap saja mencintai dan menyayangi mereka dengan segenap hatinya.

Entah hanya kelakuan wanita berambut biru itu yang sebelas dua belas dengan putri mereka. Yang satu sangat pemarah dan emosi sekali ia menjatuhkan barang atau rumah berantakan, aura harimaunya keluar, sementara gadis kecil itu kalau sudah merengek tidak ada yang mampu menolaknya.

Akira yang melihat kedua orang tuanya, hanya terbengong, selang setelahnya ia digendong ayahnya, keluar, menuju halaman depan rumah, mungkin itu adalah kebahagiannya, pasti setiap yang melindungi adalah yang menjaganya sejak bayi hingga sekarang tidak peduli itu anak kandung atau anak tiri.

'Whussssssss'

'Whussssssss'

'Whussssssss'

Semilir angin lembut itu mampu menyibakkan sulur sulur rambutnya yang duduk dipangkuan ayahnya. Kaki-kaki mungilnya bergoyang goyang secara bergantian, kedua tangan mungilnya memainkan dan menyisir rambut teman kecilnya yang selalu ada di setiap saat.

"Ayah.." panggil akira.

"Iya sayang, ada apa?"

"Ayah, kalo aku terus bersamamu dan ibu selamanya...tidak apa-apakan?"

Sontak pria berambut hitam itu terkekeh,"iya sayang, kami hanya selalu menyayangimu."

"Yeyyyyy, Berarti aku tidak punya adik dan hanya punya aku dan kakak!"

Tunggu, tunggu, kakak? Hatayaki terkejut namun dengan rapih ia sembunyikan. Selama ini mereka hanya bertiga dan tidak mungkin selama ini ada yang mengawasi keluarganya, apalagi putrinya itu juga hanya yang menjaganya tak kasat mata itu adalah kakaknya, akechi mitsuhide.

"Mungkin, ia hanya merindukan apa yang dulu mereka tinggalkan dia. Aku tahu dia sangat merindukan mereka." Ucap batinnya berusaha meyakinkan pada dirinya.

Tanpa mereka yang ketahui dan sadari boneka bayi berambut pirang dan kulit sangat hitam seperti arang itu menyeringai, bukan jahat melainkan itu rasa posesif pada adiknya.

"Bagus, bagus adikku. Kau sudah menyadarinya bahwa kakakmu yang mencintaimu ini sangat menginginkanmu saja." Bisiknya...

DEGGG!

DEGGG!

Kalimat itu terasa sangat menusuk di telinganya, pasalnya hatayaki mampu mendengarnya, itu karna seorang mitsuhide memiliki ketenangan batin yang kuat apalagi untuk sekelas hatayaki yang sudah menjadi ninja.

"HATAYAKI LARI!!"

"HAYAKI KAU HARUS SELAMATKAN DIRIMU!!"

"Tidak kak...tidak...."

"LARI HATAYAKI!"

"LARI!!!!!"

"KAKAK...KAKAK..."

Gelap...gelap...semakin gelap....

Puk.

Puk.

"Ayah!"

"Ayah!"

Saat pukulan terakhir dilakukan ia tersentak kaget, 'huh...huh...huh...' nafasnya memburu hatayaki tersadar dari lamunannya. Tenggelam dari dalam kesadarannya mengingat masa lalunya yang kelam.

"Ayah, kenapa ngela~" belum sempat ngomong lanjut ayahnya langsung mendekapnya.

"Maafkan ayah, putriku...maafkan ayah."

Dalam pelukannya gadis kecil itu mendusel manja karna sangat nyaman setiap kali dalam dekapannya. Maklum anak papa.

"Akira maen yokkk!" Panggil sebuah suara dari luar pagar bambu besar milik rumahnya.

"Eh ayah itu mereka ." Sambil melompat turun melihat kearah suara itu. "Ayah aku maen dulu ya sama mereka."

Hatayaki hanya mengangguk, hingga gadis itu itu mencium pipinya. Mwah sontak hatayaki menjadi terdiam dan wajahnya gugup, bagaimana bisa ayahnya yang sangat dingin itu dicium gadis ceria diri.

Akira berlari dengan riang kearah kedua sahabatnya, melompat, menggandeng pundak mereka. "Eh kalian udah dateng dari kapan?"

"Dari pagi buta." Celetuk bocah lelaki berambut hitam, mata abu abu yang memakai kaos pendek double kaos lengan panjang dan celana panjang hitam putih loreng loreng.

"Biasalah nih nungguin telatnya nih." Sahut yang lainnya yang tidak lain bocah berambut kriting agak hitam namun matanya oren kulitnya agak hitam bajunya kaos pendek warna biru polos dan celana longgar abu hitam.

"Kau iniii!"

Pletak!

Bunyi dengungan karna pukulan yang mendarat di kepala bocah rambut hitam undercutnya.

"Aw sakit bodoh." Pekiknya

"Udahlah ayo kita maen, ren,ikki."

Mungkin masa depan tidak akan membuat mereka terpisah mungkin karena apa yang masa lalu nenek moyang mereka, atau apa yang pasti mereka sudah berteman sejak bayi balita umur satu tahun itu karena... mereka sahabat akira. Ren dan ikki. Entah kenapa dinamakannya ikki, bocah satu itu.

"HEI KALIAN JANGAN JAUH JAUH MAINNYA, JANGAN MAIN DIHUTAN!" peringat harumi yang nyamperin suaminya.

"Iya bu!"

Ketiga bocah yang sama-sama plenger itu pergi ke markas kecil-kecilannya di pohon cedar dekat kuil shinto yang sudah tak terpakai oleh warga desa. Ya meskipun udah dilarang tapi mereka kepala batu terutama akira, gadis kecil tomboy itu sangat tidak percaya bahwa setiap benda yang di alam seperti pohon itu sama seperti mereka makhluk hidup tidak ada beda dan disucikan.

"Yo ah, kalian bantuin aku ya naik." Ajak akira.

"Iya." Mengiyakan sahabatnya ia melangkah membopong pantat akira bersiap untuk menaikkannya.

"Ga ah males." Celetuk ren, ia menolaknya untuk bantuin.

Mata gadis itu seketika melotot.

"Eh iya iya maaf."

Ren akhirnya ikut nembantu ikki menopangnya dan menaikkan akira.

SATU

DUA

SATU

DUA

Setelah itu di ikuti dengan ren di dahan tinggi hampir puncak meski sempat beribut disusul dengan ikki di dahan tengah dan akira didahan bawah ikki.

"Huh akhirnya kita bisa nyantai juga." Kata ren, ia bersadar di dahan pohon puncak.

"Iya ren akhirnya yaaa walaupun sempet di kejer kejer babi hutan si." Sahut ikki sambil nyengir. Ia juga ikut merebahkan di dahan pohon yang padahal dahannya rada tipis dan pendek.

"Eh itu babi berhasil aku gocek kalian pada lemah." Celetuk akira.

"YEH SIALAN." Ucap keduanya bersamaan.

Mereka bermain tebak-tebakan nama ayah ibu mereka, kata-kataan dan memetik daun cedar lalu menempelkannya ke tubuh mereka, dan si ikki yang paling banyak kena jahilan ulah kedua sahabatnya.

"Sialan kalian pada, aku mulu yang kena lihat bada aku udah kayak anyaman pohon." Ketus ikki.

"Yeee biarin wleeee." Balas akira.

"Iya namanya juga kuda legam." Tambah ren.

Sahut-sahutan itu malah makin jadi ikki yang kesel mencengkram kaos ren dan kakinya jarinya mencubit pipi akira. Udah dah bertumbuk dah mereka.

"Sakit begooo!"

"Au nih si kuda!"

Sepanjang hampir petang mereka adu-aduan tapi itulah yang namanya kebersamaan dan persahabatan kadang adem ayem kadang kaya kapal pecah berantem mulu kerjaannya. Namun saat itu boneka akira yang selalu ia peluk selalu, raya bibirnya melengkung keatas bukan senyum jahat bukan pula senyum posesif, melainkan senyum tulus dan bahagia karna melihat adiknya senang bersama teman-temannya. Sudah sejak tujuh tahun lalu ia bersamanya dan sama sekali tidak pernah menyentuh atau mencelakai keduanya.

"Sekar..pertahankan wajah itu...tawa itu...ingatlah aku akan selalu menjagamu..."

"Tolong sekar jangan hidup sepertiku...seperti ini...namun aku menjadi seperti ini hanya untukmu.."

Mungkin itulah ungkapan kasih sayang yang menyakitkan seorang kakak pada adiknya tidak pernah melihatnya. Hanya benda mati.

Tiba-tiba akira memulai, "eh yok kita namain anggota ini kaya ninja ninja gitu, kan suka ada markasnya."

"Hah nama anggota kaya ninja- ninja anbu." Ucap ren dengan terheran-heran sambil melirik bocah kriting itu. Lalu...

"BWAHAHAHAAHAHA!!"

Tawa itu meledekak begitu saja di mulut mereka. Tawa yang meremehkan dan tidak percaya, seakan-akan itu hanyalah khayalan blaka dari seorang gadis yang belum bisa ngapa-ngapain, makan masih disuapin dan pakaian masih di pakein ibunya.

"Mana bisa buat kelompok gede kaya anbu sedangkan kita cuma bertiga gini." Ucap ren.

"Iya mana bisa si kita ini masih kecil buat buat begituan harus besar dan tarung dulu." Tambah ikki yang memperagakan gaya ninja.

"Ihh bisa lohhh kiiii, rennnn."

"Gimana coba?" Ikki bersedekap sok jagoan dan melirik ren. "Kita liatin ren aja ren."

Ren hanya nyeringai saja.

Namun akira yang merasa di permainkan dan tidak dihargai ngambek tangannya bersedekap dan membuang muka cemberut.

"Hei iya iya ayo kami dengerin kok." Bujuk ren.

Namun tidak mempan, mereka akhirnya mengerluarkan jurus terakhirnya.

"AYO, FOMAAASIIIII!!!"

Satu

Dua

Tiga!!!

Goyang kanan

Goyang kiri

Pantat diputar putar

Turun

Turun

Turun

Pasang muka monyet

"Uu aa uu aa"

Gak mempan julur lidah goyang angsaa.

Hingga akira ketawa cekikikan.

"HAHAHA, UDAH UDAH AKU SAKIT PERUT!"

"Udah ren udah ren itu si kira udah mau mati tuh gara gara ngeliat mukamu."

Ren yang saat itu keasyikan tidak mendengarnya.

DUGG

"Eh iya iya ni udah, sakit bodoh tepukanmu kenceng banget." Rintihnya mengaduh kesakitan, lalu menatap gadis itu dengan muka sok imut. "Udah udah sekarang kita bikin namanya hanya buat main main."

"Kamu apa ren?" Tanya ikki.

"Gimana Trio sejati!"

"Ahh banyak dan kuno." Sahut akira.

"Yaudah sekarang aku, gimana kalo tiga sikuat?"

"Yahh itu gak jelas."

Hingga setelah memilih-milih nama dan ujung ujungnya pada asal bunyi semua, tidak temu titiknya.

"Eh gimana kalo tiga naga timur!" Pekik ikki dengan lantang.

"Wah iya tuh kiii itu bisa bangettt kerenn!"

"Iya tuh kiii mantep juga idemu." Sahut ren.

Matahari semakin tenggelam, bulan sedikit demi sedikit muncul, mereka turun merosot kebawah seperti monyet namun tidak akan pernah melupakan pohon suci yang mereka anggap setara itu. Namun bahaya akan petang itu bisa saja terjadi, entah apa yang mereka lewati nanti.

Di dalam desa toyoma, tepatnya di kediaman mitsuhide, harumi terus menatap kearah jendela nako kayu itu, gurat-gurat ke khawatiran tertanam diwajahnya yang seperti rembulan itu. Hatayaki yang sedari tadi duduk di kursi makan. Memberikan penghormatan pada dewi amaterasu atas keberkahan pada keluarga mereka sekaligus merenung lebih ke firasat buruk yang sama sekali ia membacanya.

"Sayangku... anak itu tidak kunjung pulang...aku takut terjadi bahaya pa---"

"Tidak harumi , jangan berkata seperti itu...aku yakin dewi amaterasu akan melindunginya...dan.." potong hatayaki dan kini menjadi bisikan, "dewa yang mereka percayai."

Tangannya merangkul pinggang istrinya dan sama-sama menunggu, di langit bulan kini menjadi muncul sepenuhnya diantara kerumunan kelap-kelip bintang bersinar terang.

'Whhhuuuusss~

Whussssss~

Krieeett

Gesekan gerbang kayu itu membuat harumi berlari keluar mengira putri mereka.

"Akira."

Rupanya itu bukan putri mereka melainkan orang tua kedua bocah yang selalu bermain dengan akira. Keluarga kagaribi dan jinrai, keduanya adalah klan terkemuka di toyoma. Kagaribi dengan penyegelan dan pengusiran roh jahat, dewa kumano kusubi, sementara klan jinrai dengan petir yang sangat dahsyatnya, menurunkan petir-petir dilangit tanpa henti hingga seluruh musuh terbakar, Ryuurei: Ten-ni-kaer. Rokuse jinrai dan yua jinrai, orang tua ren. Takuya kagaribi dan Hana kagaribi, orang tua ikki.

"Harumi kau lihat dua bocah itu?" Tanya hana tanpa basa-basi karena khawatir parah.

"Aku juga sedang menunggu putriku..yang tak kunjung dateng ini." Jawab harumi.

Hingga yua yang setengah panik dan ratu pemarah masa mudanya, malah menahan kesabarannya ia yang sudah menunggu putranya, ren pulang,mengepal dan dahinya berkedut menahan amarah.

"Kebiasaan anak itu. Lihat saja kalo dia sampai rumah, aku akan menghantamnya." Desis hana.

Rokuse melompat dengan wajah panik, berusaha menenangkan istrinya yang tercinta walaupun suami takut istri.

"Oh ayolah hana tenanglah lagipula putra kita itu kuat sepertiku." Ucapnya dengan tangan dipundak istrinya.

"Omong kosong! Kau juga sangat takut pada serangga ."

Sepanjang itu mereka adu omongan cekcok hingga...

TUKK

"Hentikan ocehan kalian! Kalau terus bertengkar karena hal sepele kita tidak akan pernah bisa membawa mereka." Ucap takuya dengan otoritas.

"Benar itu." Ucap hatayaki yang akhirnya memulai bicara. "Lebih baik kita cari bersama, rokuse, takuya kalian ikut aku ke kuil yang sudah tak dipuja lagi...kemungkinan mereka disana...batinku berkata disana..."

melirik ketiga wanita pendampingnya. "Kalian tetap tinggal disini udara semakin dingin dan berbahaya kami akan membawa mereka pulang."

Harumi yang tidak ingin suaminya sendiri ingin membantah, namun ketiga ninja itu sudah melompat kepohon menghilang dikegelapan malam.

Entah apa yang mereka hadapi selanjutnya, itulah perjalanan hidup mereka.

1
Nuriswari
karena Ratih itu adalah abdi setianya Lao Tio jadi manggilnya nona
Wan Trado
kenapa manggil nona terhadap selir raja..?
Jihan Hwang
hai aku mampir... yuk mampir juga dinovelku jika berkenan /Smile/
Nuriswari
makasihhh ya
Nuriswari
okee ditunggu saja
Aono Morimiya
Jangan tanya lagi, ini adalah cerita yang harus dibaca oleh semua orang!
Sky blue
Wah, gak sabar nunggu kelanjutan ceritanya, thor! 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!