Indonesia
NovelToon NovelToon
Cinta & Penyesalan Azalea

Cinta & Penyesalan Azalea

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Triyani

Azalea yang tidak mau dijodohkan dengan pria bernama Agam, anak dari teman ayahnya mencoba berbagai cara agar perjodohan itu tidak jadi dilaksanakan.

Segala macam cara pun dilakukan oleh Alea agar membuat Agam membenci dirinya dan mundur dari perjodohan itu.

Agam yang tidak ingin membuat Alea semakin terjerumus ke hal hal yang negatif hanya karena tidak ingin dijodohkan dengan dirinya pun akhirnya memutuskan untuk pergi menjauh dan menghilang dari kehidupan Alea.

Namun, disaat Agam sudah pergi, Alea baru menyadari jika di hatinya sudah terpaut kepada pemuda baik itu dan Alea pun merasa sangat kehilangan.

Lalu, bagaimana jadinya, jika sepuluh tahun kemudian keduanya pun kembali dipertemukan dengan Agam yang akan dijodohkan dengan wanita.

Akankah Alea merelakan Agam untuk bersama dengan wanita lain di saat dia sendiri sudah jatuh cinta kepada pria itu? Atau, Alea akan berusaha untuk mendapatkannya kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Triyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kekecewaan Sania

Seketika, tubuh Sania membeku. Untuk beberapa saat, wanita itu hanya terdiam, mencoba mencerna dengan baik kalimat yang baru saja keluar dari mulut Agam.

Sania tidak menyangka, jika selama ini Agam memiliki wanita lain. Ia pikir, selama ini, hanya dia lah satu-satunya wanita yang dekat dengan pria itu.

Dan karena kedekatan itu lah, Sania menaruh harapan besar akan hubungan mereka bisa berlanjut ke jenjang pernikahan.

Kini, ia harus menelan kenyataan pahit. Dimana Agam mengatakan jika ia mencintai wanita lain.

Bahkan dengan bangganya pria itu memperlihatkan kemesraan mereka berdua.

Sejak keluar dari dalam kamar, Agam tidak pernah sedetikpun melepaskan tangannya yang melingkar erat di pinggang Alea.

Tatapan Sania perlahan beralih kepada Alea. Dari ujung kepala hingga kaki, wanita itu memperhatikan Alea dengan sorot mata yang sulit diartikan.

Sedih. Kecewa. Marah. Terluka. Semuanya bercampur menjadi satu.

“Jadi… selama ini kamu menolakku karena dia?” tanya Sania dengan suara yang bergetar.

“Iya.” jawab Agam singkat. Sangat singkat, namun tegas.

“Lalu, bagaimana dengan rencana pertunangan kita, Mas?”

Deg.

Refleks, Alea langsung menoleh kepada Agam. Saat Sania menyinggung masalah pertunangan pria itu dan juga Sania.

“Pertunangan?”

“Iya.” Sania melangkah mendekat.

“Kamu lupa? Keluarga kita sudah membicarakannya sejak lama. Bahkan kedua orang tua kita sudah sepakat. Semua sudah disiapkan tinggal menunggu jawaban dari kamu. Kapan acara itu akan dilaksanakan.”

Alea yang mendengar itu kembali merasa tidak nyaman. Jadi benar. Kalau pertunangan Agam dan Sania itu benar adanya. Meski baru rencana.

Namun, itu menandakan, kalau sudah ada pembahasan masalah pertunangan itu di antara dua keluarga.

Agam menghela nafas panjang. Mengusap wajahnya kasar, lalu menjawab Sania dengan penuh ketegasan.

“Sania, aku rasa kamu salah paham.”

“Apa maksudmu? Apanya yang salah paham?”

“Aku tidak pernah menyetujui pertunangan itu. Bahkan, Aku juga tidak pernah mengatakan kepada keluargamu atau kedua orang tuaku, kalau aku bersedia bertunangan denganmu.”

Sania menggelengkan kepala. Menolak mempercayai hal itu. Selama ini, mereka begitu dekat, bahkan sangat dekat.

Jadi, Sania berpikir, jika hubungan keduanya akan berakhir di pelaminan. Hanya tinggal menunggu waktu, dan menunggu Agam siap.

“Tapi… bukankah keluargamu dan juga keluargaku sudah membicarakan hal itu?”

“Kita baru membahasnya, Sania. Dan aku belum pernah menyetujuinya.”

Jawaban Agam membuat Sania terdiam. Agam kemudian melepaskan tangannya dari pinggang Alea, bukan karena ingin menjauh, melainkan untuk menegakkan posisi berdirinya.

Agam kembali menghela nafas panjang, lalu menatap Sania lekat-lekat.

“Selama ini, keluargamu lah yang membuat rencana. Keluarga kamu juga yang menganggap hubungan kita ini lebih dari teman. Aku… tidak pernah mengklaim apapun tentang hubungan kita.”

“Lalu kenapa kamu diam?” tanya Sania lagi dengan nada yang terdengar semakin emosional.

“Kenapa kamu membiarkan aku dan keluargaku menganggap kalau hubungan kita akan berakhir di pelaminan? Kenapa kamu membiarkan aku berharap pada hubungan ini?”

Agam terdiam sesaat. Lalu kembali menghela nafas kasar.

“Aku sudah menolaknya. Bukan hanya sekali, bahkan berkali-kali menolak pertunangan itu.”

“Berkali-kali?”

“Iya. Aku sudah menolak pertunangan itu berkali-kali. Apa, kedua orang tuamu tidak pernah mengatakannya padamu?”

Sania terdiam, ia baru menyadari jika kedua orang tuanya sudah beberapa kali mencoba membicarakan masalah ini dengannya.

Namun, kesibukan membuat Sania kehilangan kesempatan untuk mendengarkan apa yang ingin orang tuanya sampaikan.

Sania mengusap sudut matanya dengan kasar, berusaha menahan air mata yang mulai jatuh.

“Tapi… tidak bisakah kamu mempertimbangkannya? Aku sudah menunggu selama bertahun-tahun. Apa itu masih kurang?”

Kalimat itu keluar dengan suara lirih dan bergetar.

“Tapi aku tidak pernah memintamu menungguku. Bahkan, aku tidak pernah menjanjikan apa-apa padamu.”

Sania itu mengangkat wajahnya. Lalu, ia menatap tajam ke arah Alea.

“Ini semua salah kamu Azalea. Seandainya kamu tidak pernah muncul. Semua tidak akan jadi seperti ini.” ucapnya dengan penuh amarah. Membuat Alea menunduk, dan merasa bersalah.

“Jangan salah Alea, Sania. Ini semua murni kesalahan aku. Kalau kamu mau marah, marah saja padaku. Benci aku, dan jangan pernah memaafkan aku. Tapi... Jangan pernah libatkan Alea kedalam masalah kita. Ini semua murni hanya masalah antara kita. Tidak ada sangkut pautnya dengan dia.”

“Tapi dia datang dan mengambil kamu, Mas! Dia merebut kamu dari aku.”

“Tidak. Dia tidak mengambil apapun darimu. Karena sejak awal, aku tidak pernah menjadi milikmu.”

Deg.

Dada Alea seketika terasa sesak.

Sementara Sania hanya bisa menatap Agam tatapan marah dan kecewa karena pria itu lebih memilih Alea.

Sania kembali menatap Alea.

Kini, sorot matanya tidak lagi sekadar marah. Ada luka yang begitu dalam di sana.

“Jadi, kamu lebih memilih dia daripada aku?”

“Iya.” jawab Agam tanpa ragu sedikitpun.

Hanya satu kata. Namun, cukup untuk menghancurkan sisa harapan yang masih dimiliki Sania.

Sania memejamkan mata sejenak.

Air mata kembali jatuh.

Ia kemudian mengangguk kecil, meski jelas sekali bahwa hatinya begitu sangat hancur.

Wanita itu menahan nafas, lalu tertawa kecil dengan air mata yang akhirnya jatuh membasahi pipinya.

“Baik. Kalau begitu… aku mengerti. Semoga pilihanmu ini tidak akan pernah membuatmu menyesal.”

Setelah mengatakan itu, Sania berbalik dan melangkah pergi. Meninggalkan Alea dan juga Agam yang hanya mampu memandang punggung wanita itu yang semakin lama semakin menjauh.

“Kak…”

“Eemm.”

“Sania akan baik-baik saja, kan?”

“Aku harap juga begitu.”

“Aku jadi merasa bersalah kepadanya.”

Seketika, Agam langsung menoleh, menatap Alea dengan dahi yang mengerut.

Agam pun langsung berbalik, menghadap ke arah Alea. Tangannya terulur, menggenggam erat tangan wanitanya itu.

“Kenapa harus merasa bersalah? Kamu tidak melakukan apapun.”

Alea terdiam. Agam kemudian mengusap punggung tangannya dengan ibu jarinya.

“Aku tidak pernah ada hubungan apapun dengannya. Kami hanya berteman dan sekedar rekan bisnis. Tidak lebih. Jadi, kamu tidak perlu merasa bersalah.”

“Tapi tetap saja…”

“Ssttt… sudah. Jangan dibahas lagi. Sekarang, lebih kita pulang. Toh acaranya mungkin sudah selesai.” ajak Agam setelah memotong ucapan Alea.

“Baiklah. Antar aku pulang, ya. Mobilku, biar nanti di ambil supir nya Ayah.”

“Tentu saja, sayang. Mulai sekarang, aku tidak akan membiarkan kamu pergi sendirian.” ucap Agam, sembari menyingkirkan helai-helai rambut yang menghalangi wajah Alea.

Deg.

Jantung Alea kembali berdetak cepat saat Agam kembali memanggilnya sayang. Alea masih belum percaya kalau akhirnya, ia bisa merasakan momen dimana Agam memanggilnya dengan lembut, penuh kasih sayang.

1
Uba Muhammad Al-varo
Sania udahlah jangan kau paksa cintanya Agam dan carilah cinta yang lain karena lebih baik dicintai kau akan hidup bahagia
Enisensi klara
makasi up nya kk 😍
Enisensi klara
Makanya satu sama kan kamu aja sama cewek lain 😓
Enisensi klara
Lah ..si agam yg plin plan
Uba Muhammad Al-varo
ternyata Sania cinta ke Agam tetapi ditolak oleh Agam 🤔🤔
Enisensi klara
Makasi up nya kk ☺️☺️
Enisensi klara
makasih up nya kk ☺️
Enisensi klara
makasi up nya kk 🥰
Uba Muhammad Al-varo
akhir yang membahagiakan setelah Agam dan Azalea mengungkapkan perasaannya masing-masing, semoga secepatnya naik ke pelaminan dan mulai sekarang kau Agam bersikap dinginlah ke wanita lain demi menjaga hatinya Azalea
Valen Angelina
akhirnyaa😍😍😂
falea sezi
lahh lu aja ketawa ketawa ma cwek🤣🤣 egois lu gam
Uba Muhammad Al-varo
bagus ceritanya, setiap membaca perbannya bikin gregetan pingin pukul kepalanya Agam dan Azalea supaya sadar dan saling jujur bicara tentang perasaannya 🤦😠😠
Uba Muhammad Al-varo
begini nih kalau kedua orang berlainan jenis tidak jujur tentang perasaannya, gregetan juga jadinya, hadeuh.....🤦🤦🤦
dika edsel
lah..mas agam juga kelihatan akrab dan tertawa senang bersama wanita itu..jd impas kan trs apa masalah nya?? eeiii.. mumpung di dlm kamar berduaan ayo lakukan sesuatu..,setan..setan...jin..jin..ayo bisikan mereka berdua...jgn biarkan mereka lolos...!!!!!
🌸 Triyani 🌸: harusnya bilang "Ayo dong setan. kerja... woy kerja." gitu kali, ya 😭😭😭🙏🙏🙏
total 2 replies
Mira Hastati
bagus
Enisensi klara
Ayo Agam jelasin sebenarnya siapa sania itu dan jgn buat Alea semakin salah paham
Enisensi klara
Seharusnya Alea jgn menghindar dong, hadapin Agam bertemu dengarin penjelasannya dan jgn mengambil kesimpulan sendiri
dika edsel
nah...ini nih yg memicu gosip tunangan,sania..wanita ini yg mgkin menyebarkan rumor telah bertunangan dgn agam..?? gam..gam..kalau tdk ada hubungan knp setiap ada acara penting selalu barengan sih, terlihat akrab pula,org bodoh pun pasti berpikir kalian adalah pasangan begitupun alea
Enisensi klara
Makasi up nya kk 🩵🩵🩵🥰🥰
Enisensi klara
Ish... sebel deh sama Agam lola loading nya lama ish ☺️☺️☺️🙄🙄🙄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!