Indonesia
NovelToon NovelToon
SISTEM MEDIS SUPER DOKTER LEGENDARIS

SISTEM MEDIS SUPER DOKTER LEGENDARIS

Status: tamat
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Dokter Ajaib / Tamat
Popularitas:159.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Bima Aditya, seorang dokter magang yang diremehkan dan dicampakkan kekasihnya demi pria kaya, tiba-tiba mendapatkan keajaiban setelah mengalami kecelakaan tragis. Ia membangkitkan Sistem Medis Super yang memberinya kemampuan bedah tingkat dewa, mata-X, dan pengetahuan medis puluhan tahun, dengan syarat ia harus terus menyelamatkan nyawa pasien di lapangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Tap tap tap.

Langkah kaki Leo terdengar sangat terburu-buru menyusuri koridor lantai tiga rumah sakit.

Pria berbadan kekar itu langsung membuka pintu ruang istirahat dokter tanpa mengetuk terlebih dahulu.

Cklek.

"Dokter Bima, kita harus melakukan evakuasi sekarang juga."

Bima yang sedang meminum kopi paginya menoleh dengan dahi berkerut melihat kepanikan pengawal itu.

"Ada apa, Leo?"

"Kenapa wajahmu tegang sekali pagi ini?" tanya Bima dengan tenang.

Leo menutup pintu rapat-rapat dan segera mendekati meja Bima.

"Intel saya baru saja menyadap frekuensi komunikasi radio dari Sindikat Ular Hitam."

"Mereka akan menyerbu Rumah Sakit Medika Utama malam ini juga."

Mendengar kabar tersebut, Bima meletakkan cangkir kopinya perlahan ke atas meja.

"Mereka berani menyerang fasilitas medis umum secara terang-terangan?"

"Berapa banyak orang yang akan mereka bawa malam ini?"

Leo menarik napas panjang untuk menenangkan detak jantungnya sendiri.

"Sekitar tiga puluh orang pembunuh bayaran bersenjata lengkap, Dokter."

"Mereka dipimpin langsung oleh Kevin dan seorang bos lapangan bernama Naga."

"Tuan Besar Darma menyuruh saya membawa Anda keluar dari kota ini sekarang juga."

Bima terdiam sejenak sambil menatap keluar jendela rumah sakit.

"Aku tidak bisa pergi, Leo."

"Apa maksud Anda tidak bisa pergi, Dokter?"

"Ini bukan lagi ancaman preman jalanan, ini adalah operasi paramiliter!" bantah Leo dengan nada tinggi.

Bima berbalik dan menatap Leo dengan sorot mata yang sangat tajam.

"Aku punya dua belas pasien kritis yang sedang masa pemulihan di ruang ICU lantai ini."

"Jika aku memindahkan mereka menggunakan ambulans sekarang, guncangan di perjalanan akan membunuh mereka."

"Aku tidak akan meninggalkan pasienku untuk lari menyelamatkan diri sendiri."

Leo mengusap wajahnya dengan kasar karena merasa frustrasi.

"Tapi kita kalah jumlah dan kalah persenjataan, Dokter Bima."

"Saya hanya punya lima orang pengawal yang berjaga di luar rumah sakit ini."

"Kalau begitu kita harus menggunakan otak kita, bukan hanya otot," jawab Bima tenang.

Bima berjalan menuju lemari penyimpanannya dan mengambil sebuah buku catatan kecil.

"Leo, panggil Direktur Wira ke ruangan ini sekarang juga."

"Kita harus memulangkan semua pasien rawat jalan dan staf yang tidak berkepentingan sebelum matahari terbenam."

Sepuluh menit kemudian, Direktur Wira duduk di hadapan Bima dengan wajah pucat pasi.

"Sindikat mafia akan menyerang rumah sakit kita?"

"Ini gila, Bima, kita harus menelepon polisi anti teror sekarang juga!" ucap Direktur Wira panik.

Bima menggelengkan kepalanya dengan cepat.

"Polisi biasa tidak akan bisa menahan sindikat sebesar Ular Hitam, Direktur."

"Jika polisi datang, sindikat itu malah akan menyandera banyak orang dan membuat pertumpahan darah lebih besar."

"Lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya Direktur Wira dengan suara bergetar.

"Buat pengumuman bahwa ada kebocoran pipa gas ringan di lantai bawah."

"Pulangkan semua pasien rawat inap yang kondisinya stabil dan liburkan semua perawat shift malam."

"Kosongkan rumah sakit ini dan sisakan hanya ruang ICU di lantai tiga."

Direktur Wira menelan ludah dan mengangguk pelan.

"Baiklah, aku akan mengurus evakuasinya secara diam-diam sekarang."

"Tolong selamatkan pasien-pasien kritis kita, Bima."

Setelah Direktur Wira keluar, Bima beralih menatap Leo.

"Leo, aku butuh orang-orangmu untuk membawa drum-drum cairan pembersih lantai dari gudang."

"Bawa juga semua tabung gas anestesi jenis Sevoflurane dari ruang operasi ke lorong ICU."

Leo mengerutkan dahinya tidak mengerti dengan perintah aneh itu.

"Untuk apa kita mengumpulkan bahan kimia pembersih dan gas bius, Dokter?"

"Sistem, tampilkan reaksi campuran bahan kimia dasar tersebut," batin Bima.

[Akses Perpustakaan Medis diterima.]

[Mencampurkan Sevoflurane murni dengan cairan amonia pekat akan menciptakan gas pelumpuh saraf sementara.]

[Gas ini akan membuat siapa pun yang menghirupnya pingsan dalam waktu lima detik.]

Bima tersenyum tipis dan menepuk bahu Leo.

"Kita akan membuat jebakan gas tidur di setiap anak tangga dan pintu masuk lantai tiga."

"Mereka mungkin punya senjata api, tapi mereka tetap butuh bernapas kan?"

Mata Leo langsung berbinar menyadari rencana cerdas dari dokter muda di depannya itu.

"Saya mengerti sekarang."

"Saya akan menyuruh anak buah saya memasang pemicu semprotan otomatis dari tabung oksigen bekas."

"Bagus, pastikan semuanya selesai sebelum jam delapan malam."

Waktu berlalu dengan sangat cepat dan menegangkan di Rumah Sakit Medika Utama.

Menjelang malam, gedung besar itu sudah terlihat sangat sepi dan kosong.

Hanya ada suara mesin dari ruang ICU di lantai tiga yang memecah keheningan.

Suster Nita berdiri di meja perawat dengan wajah tegang sambil memeluk nampan obat.

"Dokter Bima, apakah benar akan ada perampok yang datang ke mari?" tanya Suster Nita ketakutan.

Bima yang sedang memakai jas dokternya menoleh dan tersenyum menenangkan.

"Jangan khawatir, Suster Nita."

"Tetaplah di dalam ruang ICU ini dan jangan pernah membuka pintunya apa pun yang terjadi di luar."

Suster Nita mengangguk dengan air mata yang mulai menggenang.

"Baik, Dokter Bima."

"Tolong hati-hati di luar sana."

Tik, tok, tik, tok.

Jarum jam dinding di lorong ICU menunjukkan tepat pukul dua belas malam.

Tiba-tiba, seluruh lampu di lorong rumah sakit berkedip dua kali.

Pet.

Kegelapan total langsung menyelimuti seluruh penjuru bangunan itu.

Suara mesin pendingin ruangan juga mati seketika.

"Genset cadangannya tidak menyala, Dokter!" teriak Leo dari ujung lorong.

"Mereka pasti sudah memotong kabel utama dari ruang panel listrik di bawah."

Bima berdiri di tengah lorong yang gelap gulita itu dengan tenang.

"Mereka sudah datang."

"Pakai masker gas kalian sekarang, Leo."

Di lantai dasar, pintu kaca utama rumah sakit hancur berkeping-keping.

Prang!

Sekelompok pria berpakaian serba hitam dan memakai kacamata malam masuk dengan senjata terhunus.

Kevin berjalan di tengah kerumunan itu sambil memegang sebuah senter taktis.

"Periksa setiap lantai dan sudut ruangan!" perintah Kevin dengan suara serak.

"Cari Dokter Bima dan bunuh siapa pun yang menghalangi jalan kalian!"

Tap tap tap.

Langkah sepatu bot militer yang berat mulai terdengar menaiki tangga darurat.

Bima memejamkan matanya di koridor lantai tiga.

"Sistem, aktifkan Pandangan Sinar-X secara maksimal," batin Bima.

[Pandangan Sinar-X diaktifkan.]

[Mengubah spektrum visual ke mode pencitraan suhu tubuh.]

[Mendeteksi sepuluh target manusia sedang menaiki tangga utama menuju lantai tiga.]

Seketika itu juga, kegelapan malam tidak lagi menjadi masalah bagi Bima.

Meskipun lorong itu gelap gulita, Bima bisa melihat kerangka tulang dan suhu panas tubuh para penyusup menembus dinding beton.

Mereka terlihat bersinar merah di mata Bima.

"Mereka sedang menaiki tangga utama, Leo."

"Bersiap untuk melepaskan katup gas di pintu darurat," bisik Bima.

Leo yang bersembunyi di balik mesin minuman mengangguk pelan.

1
Mama Gezkara
waahh.

bahagianya Dokter Bima....
🍁FAIZ❣️
sungguh mendebarkan
🍁FAIZ❣️
woooww kereeeen
Mama Gezkara
kak ..kq bintang tujuh ya... berasa obat sakit kepala puyer.
Nissa Safira: HAHAHA ketahuan deh sama mama 😂🙏
Maaf ya mama typo hotel bintang tujuh, harusnya bintang lima super luxury yaa ma🤣🤣🙏
total 1 replies
Mama Gezkara
kalau dibuat film cerita Bima ini, pasti keren dan booming lho kak Nissa
Nissa Safira: Aamiin mama🔥 Doain ya cerita Bima bisa ini sampai bioskop beneran🔥🤣🙏
total 1 replies
Mama Gezkara
waahh..aku serasa nonton film action Jason Statham lho kak Nissa.... keren euy....
Alfathir Paulina: klo aku malah lihat sprti Tom cruise Di film MI,tegang trs tp mantap👍👍😍😍
total 2 replies
Mama Gezkara
cinta membuat kita jadi kehilangan logika ya kak...
Mama Gezkara
ya Allah...kak Othor keren euy.....
Mama Gezkara
waaahhh... keren Kiara 👍
Mama Gezkara
kak Othor... segera siapkan resep ajaib untuk memusnahkan dr Surya..ya 😄
Mama Gezkara
hmm..aku suka kaaakk
Mama Gezkara
hmm.. keren imajinasi kak Othor ya...
Mama Gezkara
aku suka cerita berimajinasi tinggi seperti ini kak... semangat yaaaa
Mama Gezkara: Alhamdulillah...sehat selalu Othor Nissa...
total 2 replies
Jiuyue
gak mungkin dokter spesialis turun ke jalanan pake ambulans jemput pasien thor...
biasanga mereka standby di RS/Slight/
Nissa Safira: Wahhh detailnya jeli banget kak! Makasih koreksinya 🙏😭
Bener banget kak, di dunia nyata dokter spesialis kayak Dokter Surya itu standby di IGD / OK, yang jemput pakai ambulans biasanya tim perawat + dokter IGD / dokter jaga.
Di sini aku sengaja bikin Dokter Surya ikut di ambulans biar tabrakan dramanya langsung ketemu Bima di TKP, jadi pas adegan ligasi arteri pakai benang jahit itu ada yang langsung nge-judge dan kaget liat hasilnya. Kalau nunggu sampai RS, feel balas dendamnya kurang nampol kak 😂😁
Anggap aja malam itu RS Medika Utama lagi kekurangan orang gara-gara hujan deres + kecelakaan beruntun, jadi Surya kepaksa turun.
Sehat-sehat kak, seneng ada pembaca yang ngerti dunia medis juga!🔥🔥💪
total 1 replies
Tegar sarifudin
bagus lanjut terus
Jamilah Hidirmanto
ceritanya bagus banget aq suka aaaaaaaaa
Eka Kaban
dokter Bima ini udah mengambil alih tugas malaikat Izrail🤣
Mama Gezkara: hahaha..bener kak...
total 2 replies
Eka Kaban
hemm lagi nyimak
Ninik Rochaini
dokter model opo koyok ngono...😡
Ninik Rochaini
mampir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!