Indonesia
NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Di Tanah Anarki

Takdir Cinta Di Tanah Anarki

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Menikahi tentara
Popularitas:51.2k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Silvana, seorang dokter dengan karir yang sangat bagus, terpaksa di kirim ke Wilayah Konflik karena menolak cinta dari putra salah satu Petinggi di Rumah Sakit tempatnya bekerja.
Tentu saja Silvana menolak, karena Pria itu tak hanya meminta cintanya, namun juga hampir melecehkannya.
Karena tak ingin berada di lingkungan toxic, ia pun sama sekali tak keberatan ketika di kirim ke Wilayah Konflik yang ada di Negaranya.
Disana, ia bekerja di sebuah Klinik Militer. Selain menangani Prajurit yang terluka, ia juga secara rutin datang ke desa-desa sekitar Markas Militer untuk melakukan pemeriksaan pada warga desa.
Siapa sangka, jika di tempat 'pengasingan' itulah ia justru bertemu dengan pria yang berhasil meluluhkan hatinya.
Bagaimana kisah cinta Silvana?
Apakah perjalanan cintanya berjalan dengan mulus?
Siapakah sosok pria yang berhasil meluluhkan hatinya?
Simak kisah dan keseruannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24. Mencari Dokter Sisil dan Riki

"Turunkan senjata, atau saya bunuh Dokter ini." Ujar pria yang menempelkan pedangnya di leher Sisil.

"Lepaskan dia sekarang jika tidak ingin peluru kami membolongi tubuh kalian." Jawab Riki dengan berani.

Komandannya sudah menyerahkan keselamatan Dokter Sisil padanya. Tentu ia harus menjaga Dokter Sisil agar tak terluka.

Sementara itu, tubuh Dokter Sisil menegang karena ketakutan. Keringat dingin mulai bermunculan karena rasa takut yang ia rasakan. Perlahan, tubuhnya mulai bergetar karena ketakutan.

"Kami tidak mau menyakitinya. Kami hanya mau meminta dia mengobati luka orang kami." Ujar pria yang masih setia menodongkan senjata pada Sisil.

"Ada apa dengan orangmu?" Tanya Sisil dengan suara yang bergetar.

"Kami hanya minta Dokter mengobati lukanya yang cukup panjang." Jawab si pria.

"Bawa kesini, akan saya obati di sini." Pinta Dokter Sisil yang masih berusaha mengumpulkan keberanian.

"Tidak! Dokter yang harus ikut kami." Sergah pria itu. Ia menolak menuruti permintaan Dokter Sisil.

"Mimpimu! Kami tidak mungkin membiarkan Dokter kami ikut dengan kalian." Ujar Riki dengan suara yang terdengar geram.

"Kalau begitu, akan saya habisi Dokter kalian ini."

"Aaaaaa! Berhenti!" Seru Sisil yang ketakutan.

"Baik, saya akan ikut dengan kalian. Tapi, saya akan membawa anggota." Ujar Sisil yang ketakutan.

Ternyata tak semudah itu melakukan negosiasi dengan Kelompok Kriminal disana. Setelah negosiasi yang sangat alot, akhirnya mereka mencapai kesepakatan.

Dokter Sisil di giring mengikuti mereka dengan ancaman pedang. Sementara itu, Riki terus berada di samping Dokter Sisil dengan pistol yang siaga di genggamannya.

Dokter Sisil menyanggupi untuk membantu mereka dengan syarat dia ditemani Riki dan tak akan ada orang yang mereka lukai. Baik Riki maupun kelompok kriminal itu, tak boleh ada yang saling melukai.

Cukup jauh mereka berjalan dengan penerangan minim hingga akhirnya mereka berhenti di bawah sebuah pohon rimbun.

Disana, ada seorang pria yang sedang bersandar di batu besar. Pria itu dalam posisi memunggungi. Sisil hanya bisa menebak jika pria itu mengalami luka di punggungnya.

Perlahan, mereka semakin mendekat. Ternyata, dugaan Sisil benar, pria itu mengalami luka sayatan di bagian punggung yang cukup panjang. Pria dengan wajah khas penduduk lokal itu, tampak tenang meskipun sedang menahan sakit.

"Obati dia!" Perintah pria yang menyandera Sisil sambil mendorongnya ke arah rekannya.

"Hey! Jangan kasar." Bentak Riki yang tak terima saat melihat Dokter Sisil di dorong hingga terjatuh.

"Riki..." Dokter Sisil berusaha menenangkan Riki dan memberi kode jika ia baik-baik saja.

Dokter Sisil segera memeriksa kondisi pasiennya dengan bantuan senter yang ada di dalam tasnya. Ia membersihkan ramuan dari daun yang ditempelkan di luka itu sebelum mengobati luka panjang itu.

"Ini harus di jahit. Tapi saya sudah tidak punya obat bius lagi dan pasti akan sangat sakit jika tanpa memakai obat bius." Ujar Sisil.

"Lakukan saja, cepat!" Ujar Pria yang terluka itu.

"Tanpa obat bius? Kamu yakin?" Tanya Dokter Sisil.

"Kamu meremehkan saya, hah?" Pria yang terluka itu menekan kasar kedua rahang Sisil hingga membuat Sisil meringis menahan sakit.

"Enyahkan tanganmu!" Riki mengangkat pistolnya. Bersamaan dengan itu, kelima pria yang membawa mereka pun menempelkan pedang di leher Riki.

"Riki, stop!" Seru Sisil.

"Tolong turunkan senjata kalian semua." Pinta Sisil dengan tatapan memohon pada Riki dan kelima pria yang membawa mereka.

Setelah mereka semua menurunkan senjata, Sisil segera menjahit luka yang melintang di punggung pria itu. Erangan yang di tahan dengan sumpalan kain terdengar setiap kali Sisil menancapkan jarum jahit di tubuh si pria.

Puluhan jahitan di dapatkan oleh pria dengan luka menganga di bagian punggung itu. Setelah selesai, para anggota kelompok kriminal itu segera pergi masuk ke dalam hutan lebat, meninggalkan Sisil dan Riki yang tampak sedikit lega.

"Apa kita bisa pulang, Ki? Saya gak tau jalannya." Lirih Sisil sambil mengawasi sekitar.

"Mudah-mudahan saya bisa menemukan jalan keluarnya, Bu Dokter." Jawab Riki dengan ragu sambil melihat ke sekelilingnya yang gelap. Bahkan, cahaya bulan tak bisa menembus hutan dengan pohon yang tinggi dan besar itu.

...****************...

"Bagaimana bisa Dokter Sisil dan Riki di bawa kelompok kriminal itu?" Tanya Komandan Kaivan. Wajahnya terlihat menahan ledakan amarah dan kekhawatiran.

"Mereka tiba-tiba menyandera Dokter Sisi dengan menggunakan pedang, Ndan. Mereka di bawa ke dalam hutan setelah melakukan negosiasi yang cukup alot." Ujar Anggota yang menjadi saksi dari kejadian itu.

Komandan Kaivan yang mendapat laporan, langsung meninggalkan lokasi pos pemantauan dan penjagaan. Ia meminta Miko mengambil alih tugasnya sementara waktu.

Namun, ia tak kembali ke lokasi tempat pertama mereka datang. Ia justru membawa beberapa orang anggotanya untuk masuk ke dalam hutan, mencari keberadaan Dokter Sisil dan Riki yang di bawa kelompok bersenjata.

Langkah lebarnya terus menyusuri jalanan di dalam hutan rimbun. Hanya berbekal headlamp, Komandan Kaivan menyusuri jalan setapak dengan belenggu kekhawatiran.

Sementara itu, lima orang anggota mengikuti langkah lebar Komandan Kaivan yang terburu-buru. Seorang anggota bahkan sampai terjatuh karena tersandung akar pohon yang menonjol.

"Hati-hati. Perhatikan langkah kalian." Ujar Komandan Kaivan yang memperingatkan.

"Siap, Ndan!" Jawab anggota yang berjalan di belakangnya.

Komandan Kaivan memang sangat paham dengan seluk beluk hutan di wilayahnya. Ia cukup sering keluar dan masuk hutan untuk memantau keberadaan kelompok kriminal yang tinggal berpindah-pindah di dalam hutan.

Komandan Kaivan mencari dari satu tempat ke tempat lain, namun tak ada jejak yang di tinggalkan di sana. Hingga dia melewati batu besar tempat Sisil mengobati salah satu anggota kelompok kriminal.

"Mereka pasti disini, tadi." Ujar Komandan Kaivan sambil melihat ramuan yang masih basah. Selain itu, ada selembar kasa di dekat ramuan dedaunan itu yang di duga di gunakan Sisil untuk membersihkan ramuan dedaunan dari luka.

"Mereka ada di sekitar sini, menuju ke lokasi kejadian." Ujar Komandan Kaivan.

Mendapatkan titik terang, harapan pun semakin besar di hati Komandan kaivan. Ia berharap jika Sisil dan Riki baik-baik saja dan sedang berjalan kembali ke lokasi pertama.

Sementara itu, Riki dan Sisil berjalan di kegelapan. Senter kecil yang menjadi satu-satunya sumber cahaya, mati karena kehabisan batrai. Riki berjalan sembari memegang tas Sisil, sementara sebelah tangannya bersiaga dengan pistolnya.

"Kita istirahat dulu ya, Ki. Saya capek." Pinta Dokter Sisil.

"Iya, Dok." Jawab Riki yang kemudian menghentikan langkah.

Keduanya duduk di akar pohon besar yang menonjol. Kerongkongan Sisil terasa sangat kering, namun, mereka tak membawa minum sama sekali.

"Maafkan saya ya, Bu Dokter. Saya lalai menjaga Bu Dokter." Lirih Riki yang merasa bersalah karena tak bisa menjalankan amanah Komandannya dengan baik.

"Kamu gak perlu minta maaf. Terima kasih karena terus berada di samping saya meskipun ikut terancam." Jawab Dokter Sisil.

Samar-samar, Riki mendengar suara langkah yang mendekat. Suara daun dan ranting yang terinjak, menjadi pertanda jelas jika itu adalah sebuah langkah. Entah langkah kaki manusia, atau hewan.

"Sssstttt! Ada suara langkah, Bu Dokter." Bisik Riki yang buru-buru membawa Dokter Sisil bersembunyi di balik pohon.

1
Zuny Achmad
lanjut kak 💪💪💪
Dewi kunti
masih up LG kan ya,kan udah gak mendua
ika
karya othor emang jos jis
ika
ngeri juga ya...
Ebhot Dinni
bagus ceritanya
Nice1808
wah dokter sisil di sandera, jgn takut dokter komandan pasti menyelamatkanmu
Chandhitha Priyanika
jd ikutan tegang neh , mudah²an yg dateng komandan ya
This Is Me
Pintet banget potomg ceritanya disini, jadi bikin makin penasaran
pendekar angin barat
seru....semoga pak komandan yg dtg ya
lia juliati
bukannya seorang dokter untk turun k medan konflik hrs ada pelatihan dasar dlu ya.... baik fisik atau perlindungan diri....
Faqisa Sakila
Waduh.. Dosil dlm bhaya,,
Ayo komandan cpet datang...
jgn smpae ad prtumpahan darah y thor 😡😡😡
Tosari Agung
thor komandan kaivan punya sisi lain gak thor
Munas Tuti
bakalan seru ni mbak Fre 👍👍
Rahmawati
komandan gentle bgt, sudah minta ijin dulu sama ayah dosil
¢ᖱ'D⃤ ̐𝙽❗𝙽 𝙶 ᴸᵁᴾᴵ
hadir kak.....
semangat untuk terus berkarya kak, selalu keren untuk ceritamu, semoga selalu diberi kesehatan agar selalu bisa berkarya 🫰
Murti Puji Lestari
pak komandan satu ini garcep juga, langsung nembung ke ayah doksil, romantisnya emang beda mereka tuh
ika
mamas aka ma Nty cim udah tamat aja, nungguin dokter Sisil ma komandan aja dl, sambil ngebut ryuga
semangat Thor
This Is Me
Gambar covernya ganti² terus ya🤔
Dewi kunti
hrsnya up lg ini
yuning tyas
eleh...eleh ... gantian ya komandan mau ngerjain Miko ya🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!