Indonesia
NovelToon NovelToon
Bayu Dan Batu Kali Ajaib

Bayu Dan Batu Kali Ajaib

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Bayu hanyalah siswa SMA miskin sebatang kara yang terpaksa memancing di sungai setiap sore agar perutnya bisa diisi makanan.

Nasib malangnya berubah total saat sebuah sambaran petir misterius menyatukan tubuhnya dengan sebuah batu kali yang mendadak berubah menjadi batu giok hijau yang bercahaya.

Batu ajaib itu langsung menjejalkan ribuan pengetahuan tabib dewa dan ilmu pengobatan kuno ke dalam kepalanya, sekaligus memancarkan aura pemikat yang membuat wanita mana pun tak berdaya di dekatnya.

Kini, berbekal ilmu medis di luar nalar dan pesona mematikan, Bayu siap membungkam para murid kaya yang sering menghinanya dan membangun jalan pintas menuju puncak dunia kedokteran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24 Tamu Misterius dari Ibu Kota

Bayu mengerutkan keningnya, insting bisnis dan medisnya langsung bekerja.

"Lalu kenapa kau panik? Biarkan saja mereka menunggu di ruang VIP sampai acaraku selesai."

"Tidak bisa, Bayu. Gadis itu sedang sekarat di ruang tunggu kita. Tubuhnya membeku seperti es, dokter pribadi mereka bilang dia tidak akan bertahan lebih dari dua jam."

"Pak Surya memohon padaku untuk memanggilmu sekarang juga, atau nyawa keluarga Pak Surya juga akan ikut terancam karena gagal menyelamatkannya."

Mendengar penjelasan itu, Bayu menyadari bahwa ini adalah peluang emas yang tidak boleh dilewatkan.

Menyelamatkan anggota keluarga Aditama berarti membuka gerbang kekuasaan berskala nasional untuk kliniknya.

"Siapkan ruang perawatan khusus, aku akan tiba di sana dalam waktu lima belas menit," ucap Bayu dengan nada mutlak, lalu menutup telepon.

Bayu menoleh ke arah Natasha yang sedang menatapnya dengan penuh rasa ingin tahu.

"Aku harus pergi sekarang, ada urusan hidup dan mati di klinikku."

Raut wajah Natasha berubah menjadi sedih, namun gadis itu terlalu takut dan hormat untuk melarang Bayu pergi.

"Apa kau akan menghubungiku lagi besok?" tanya Natasha dengan nada memelas.

Bayu tersenyum lembut, dia mengangkat tangan kanannya dan membelai pipi Natasha dengan ibu jarinya.

"Jadilah gadis yang penurut, dan aku akan memberikan hadiah yang sangat menyenangkan untukmu setelah urusanku selesai."

Natasha memejamkan mata menikmati sentuhan itu, lalu melakukan hal yang membuat seluruh murid di ballroom itu menahan napas.

Gadis primadona itu berjinjit dan mencium pipi Bayu dengan penuh kasih sayang di depan semua orang.

"Aku akan menunggumu, sayang," bisik Natasha tanpa rasa malu sedikit pun.

Bayu membalasnya dengan kedipan mata, lalu berbalik dan berjalan keluar dari ballroom dengan langkah panjang.

Dia meninggalkan para murid yang masih membeku karena syok melihat adegan romantis yang sangat tidak terduga tersebut.

Hujan rintik-rintik mulai turun membasahi jalanan aspal saat taksi yang ditumpangi Bayu berhenti di depan Klinik Nirwana.

Klinik itu terlihat tertutup dari luar, namun ada tiga mobil SUV anti peluru berwarna hitam terparkir di halaman depannya.

Belasan pria berbadan tegap dengan setelan jas rapi dan earpiece di telinga mereka berjaga ketat di sekitar bangunan tersebut.

Ini bukan sekadar pengawal pengusaha biasa, ini adalah pasukan khusus elit dari militer.

Bayu berjalan santai melewati para penjaga itu.

Salah satu pengawal mencoba menahan dada Bayu dengan lengannya.

"Area ini ditutup untuk umum, menjauh dari sini, Nak," ancam pengawal berwajah garang itu.

Srak.

Bayu hanya menepis lengan pengawal itu dengan punggung tangannya.

Namun, tenaga yang terkandung dalam tepisan santai itu membuat pengawal berotot tersebut terhuyung mundur hingga nyaris jatuh.

Pengawal lain langsung bersiaga dan merogoh bagian dalam jas mereka, bersiap mencabut senjata api.

"Hentikan! Jangan sentuh dia!"

Pintu kaca klinik terbuka kasar, Siska berlari keluar dengan wajah pucat dan napas tersengal.

"Dia adalah pemilik klinik ini, dia Tabib Dewa yang kalian tunggu!" teriak Siska pada komandan pengawal tersebut.

Para pengawal itu saling berpandangan dengan raut wajah tidak percaya.

Tabib dewa yang digadang-gadang oleh konglomerat Surya ternyata hanyalah seorang remaja SMA yang baru pulang dari pesta prom night?

Bayu tidak mempedulikan kebingungan mereka, dia melangkah masuk ke dalam klinik dengan tenang.

Di ruang tunggu utama, suasana terasa sangat mencekam.

Pak Surya berdiri mondar-mandir dengan keringat dingin membanjiri wajahnya.

Di salah satu sofa kulit panjang, seorang pria tua berseragam jenderal bintang tiga duduk dengan raut wajah putus asa.

Dan di atas sofa di hadapannya, terbaring seorang gadis muda yang luar biasa cantik.

Gadis itu bernama Aurel Aditama.

Usianya sebaya dengan Bayu, memiliki kulit seputih salju dan fitur wajah yang sangat sempurna bagaikan boneka porselen.

Namun saat ini, kulit putihnya terlihat membiru mengerikan.

Bibirnya pucat pasi, dan tubuhnya menggigil hebat meskipun dia sudah dibalut dengan tiga lapis selimut tebal berbahan wol.

Anehnya, udara di sekitar sofa itu terasa sangat dingin, padahal AC di ruangan tersebut sudah dimatikan.

Ada semacam kabut es tipis yang keluar dari pori-pori kulit Aurel setiap kali dia menghembuskan napas.

"Tuan Bayu! Syukurlah Anda datang!" seru Pak Surya, nyaris menangis lega melihat kemunculan pemuda itu.

Jenderal tua itu langsung berdiri, menatap Bayu dengan pandangan menilai yang tajam.

"Kau yang bernama Bayu? Anak SMA ini yang kau bilang bisa menyembuhkan cucuku, Surya?!" bentak Jenderal Aditama dengan suara menggelegar.

"Jangan bercanda denganku! Nyawa Aurel bukan bahan percobaan anak ingusan seperti dia!"

Bayu sama sekali tidak terintimidasi oleh bentakan jenderal bintang tiga tersebut.

Dia memasukkan kedua tangannya ke dalam saku jasnya, menatap pria tua itu dengan tatapan sedingin es.

"Kalau Anda lebih suka melihat cucu Anda mati membeku di sofa saya dalam waktu kurang dari setengah jam, silakan bawa dia keluar dari klinik ini sekarang juga."

Ucapan Bayu yang sangat lancang dan penuh percaya diri itu membuat Jenderal Aditama terdiam kaku.

Selama puluhan tahun berkarir di militer, tidak ada satu pun orang yang berani membalas perkataannya dengan tatapan semengancam itu.

Bayu mengabaikan jenderal tersebut dan berjalan mendekati sofa tempat Aurel terbaring.

Giok hijau di telapak tangannya langsung berdenyut sangat keras, bereaksi hebat terhadap suhu dingin yang memancar dari tubuh gadis itu.

Mata tabib dewa Bayu langsung menembus kulit Aurel, melihat aliran energi yang sangat aneh di dalam tubuhnya.

"Ini bukan penyakit medis biasa," gumam Bayu pelan. "Ini adalah Sindrom Meridian Yin Es Ekstrem. Energi dingin bawaan dari lahir yang membekukan darah dan merusak jantung secara perlahan seiring bertambahnya usia."

Mendengar diagnosis Bayu yang sangat presisi hanya dalam sekali lihat, dokter pribadi keluarga Aditama yang berdiri di pojok ruangan langsung menjatuhkan tas medisnya karena terkejut.

"Ba-bagaimana kau bisa tahu? Diagnosis itu baru bisa kami simpulkan setelah melakukan tes laboratorium selama seminggu penuh di luar negeri!" seru dokter itu tak percaya.

Jenderal Aditama menelan ludah, sisa-sisa keraguannya mulai menghilang.

"Kau... kau benar-benar bisa menyembuhkannya, Nak?" tanya jenderal tua itu dengan nada yang kini memelas, layaknya seorang kakek biasa yang putus asa.

Bayu menyeringai tipis, matanya menatap wajah cantik Aurel yang sedang berjuang melawan maut.

"Aku bisa mencairkan es di dalam tubuhnya, tapi prosesnya membutuhkan waktu dan ruangan tertutup tanpa boleh ada yang melihat."

"Bawa dia ke ruang VIP di belakang, dan jangan ada satu pun yang berani membuka pintu sebelum aku keluar," perintah Bayu dengan nada absolut.

Siska langsung bergerak cepat bersama beberapa pengawal untuk memindahkan Aurel ke ruang perawatan VIP yang kedap suara.

Bayu melepaskan jas mahalnya, menyerahkannya pada Siska, lalu melangkah masuk ke dalam ruangan tertutup itu.

Malam ini, Bayu akan berhadapan dengan energi es ekstrem, dan satu-satunya cara untuk mencairkannya adalah dengan menyalurkan energi panas dari tubuh maskulinnya secara langsung tanpa penghalang.

1
syarif ibrahim
👍👍👍💪
syarif ibrahim
tidak perlu jendral, karena cucumu sdh jadi milikku... 🤣🤣🤣🤣🤣
syarif ibrahim
terbalik bab nya
Yui: Terimakasih atas koreksinya kak😊😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!