Indonesia
NovelToon NovelToon
SISTEM PEMERAN PENJAHAT PROFESIONAL

SISTEM PEMERAN PENJAHAT PROFESIONAL

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Reyhan Mahardika adalah seorang aktor figuran gagal yang nasibnya berubah drastis setelah ia diikat oleh Sistem Pemeran Penjahat Profesional yang menjanjikan karier legendaris. Namun keberuntungan itu berubah menjadi mimpi buruk ketika setiap adegan pembunuhan yang ia perankan di depan kamera tiba-tiba terjadi di dunia nyata dengan pola yang sama persis. Publik dan polisi, termasuk Detektif Alena Prameswari yang cerdas dan dingin, mulai mencurigainya setelah sebuah video aktingnya yang terlalu realistis tersebar ke internet. Kini Reyhan harus membuktikan dirinya tidak bersalah sambil terus menjalankan misi dari sistem misterius itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Suasana di dalam Teater Harapan berubah menjadi sangat mencekam.

Jari jempol Gilang bertengger dengan santai di atas tombol merah detonator tersebut.

Alena berdiri kaku di ambang pintu auditorium dengan pistol yang masih terkunci lurus ke arah kepala Gilang.

Napas detektif wanita itu terdengar memburu dan tidak teratur.

"Turunkan senjatamu, Alena," perintah Reyhan tanpa menoleh ke belakang.

"Kau gila, Reyhan?" bantah Alena dengan suara tertahan.

"Kalau dia menekan tombol itu, kita semua akan mati menjadi debu bangunan."

Reyhan tetap menatap tajam ke arah Gilang yang masih tersenyum lebar di atas panggung.

"Justru kalau kau menembak kepalanya sekarang, refleks ototnya akan langsung menekan tombol itu."

"Itu adalah fakta medis sederhana yang pasti sudah Gilang perhitungkan."

Gilang tertawa pelan dan memberikan tepuk tangan singkat menggunakan satu tangannya yang bebas.

Prok. Prok.

"Luar biasa."

"Kau selalu bisa membaca situasi dengan sangat tenang, Reyhan."

"Itulah alasan kenapa aku memilihmu dari sekian banyak aktor gagal di Jakarta."

Kania yang sedari tadi bersembunyi di belakang Reyhan mulai menangis tertahan.

"Gilang, kumohon hentikan semua ini," isak Kania penuh ketakutan.

"Kau sudah membalaskan dendam ayahmu, semua pejabat kotor itu sudah mati."

Gilang menatap Kania dengan tatapan meremehkan.

"Dendam ayahku?"

"Ini bukan lagi sekadar tentang ayahku yang mati terbakar di ruangan kumuh itu, Nona Jurnalis."

"Ini tentang sebuah karya seni agung untuk membersihkan kota ini dari sampah masyarakat."

Reyhan mengepalkan tangannya kuat-kuat.

Ia menyadari bahwa mental Gilang sudah benar-benar rusak dan tidak bisa lagi diselamatkan dengan logika biasa.

Wenggg.

Reyhan mengaktifkan Skill Manipulasi Pikirannya hingga ke batas maksimal yang ia mampu.

Kepalanya terasa sedikit pusing, namun ia menahannya sekuat tenaga.

"Karya seni katamu?" ucap Reyhan dengan nada suara yang sangat berat dan menggema.

"Kau hanyalah seorang anak kecil pengecut yang bersembunyi di balik topeng dan nama besarku."

Tatapan mata Reyhan menusuk langsung ke dalam pupil mata Gilang.

Aura intimidasi dari Karisma tingkat menengah milik Reyhan memancar dengan sangat kuat memenuhi panggung tersebut.

"Kau tidak punya keberanian untuk menjadi pahlawan."

"Kau terlalu takut menanggung risiko, jadi kau menjebakku untuk menjadi tumbalmu."

"Kau bukan sutradara yang hebat, Gilang."

"Kau hanyalah pembunuh menyedihkan yang kesepian."

Kata-kata Reyhan yang diucapkan dengan sugesti tingkat tinggi itu seharusnya bisa menghancurkan mental siapa pun.

Bahkan Alena dan Kania yang berada di belakang Reyhan pun ikut merinding mendengarnya.

Namun hal yang terjadi selanjutnya membuat darah Reyhan berdesir dingin.

Gilang tidak mundur, tidak bergetar, dan tidak menunjukkan tanda-tanda ketakutan sama sekali.

Pria berbaju putih itu justru tertawa terbahak-bahak hingga bahunya berguncang hebat.

Hahaha!

"Manipulasi pikiran yang sangat mengesankan, Reyhan."

"Aura yang kau keluarkan barusan hampir membuat lututku lemas."

Mata Reyhan membelalak lebar karena terkejut.

"Bagaimana kau bisa menahannya?" batin Reyhan tidak percaya.

Gilang menghentikan tawanya dan menatap Reyhan dengan pandangan yang sangat mengerikan.

"Kau pikir kau satu-satunya orang di dunia ini yang mendapatkan keajaiban, Rey?"

"Kau pikir aku bisa merencanakan semua pembunuhan sempurna ini hanya dengan otak manusia biasa?"

Jantung Reyhan seolah berhenti berdetak mendengar ucapan Gilang.

Tiba-tiba, suara mekanik dari sistem Reyhan berbunyi dengan nada peringatan yang sangat nyaring.

[Ding! Peringatan Bahaya Tingkat Tinggi!]

[Mendeteksi keberadaan Sistem lain dalam radius lima meter.]

[Identifikasi: Sistem Sutradara Tragedi (Tingkat Menengah).]

Reyhan mematung di tempatnya.

"Sistem lain?" gumam Reyhan tanpa sadar.

Gilang tersenyum penuh kemenangan melihat reaksi keterkejutan di wajah Reyhan.

"Ya, Reyhan."

"Tepat di hari kau gagal audisi dan duduk putus asa di halte bus itu."

"Aku juga sedang berada di titik terendahku setelah tahu bahwa polisi menutup kasus korupsi yayasan itu lagi."

Gilang melangkah perlahan mengelilingi Reyhan di atas panggung.

"Suara mekanik itu datang kepadaku terlebih dahulu."

"Sistem Sutradara Tragedi menawariku kekuatan untuk menyusun skenario kematian yang sempurna."

"Tapi sistemku memiliki satu syarat mutlak."

"Aku tidak boleh mengotori tanganku sendiri untuk membunuh target utamaku."

"Aku harus mencari seorang aktor, seorang eksekutor yang memiliki potensi kegelapan di dalam hatinya."

Gilang berhenti tepat di depan Reyhan dan menatap matanya dalam-dalam.

"Dan saat aku melihatmu di halte bus itu, aku tahu kau adalah orangnya."

"Aku menggunakan poin dari sistemku untuk memicu kemunculan sistem di dalam dirimu."

Fakta gila ini menghantam pikiran Reyhan bagaikan palu godam.

Selama ini ia berpikir bahwa Sistem Pemeran Penjahat Profesional adalah anugerah yang datang secara acak.

Ternyata sistem itu sengaja dipancing untuk mengikat dirinya oleh sistem lain milik Gilang.

"Jadi kau yang mengendalikan sistemku?" tanya Reyhan dengan rahang mengeras.

"Tidak, aku tidak bisa mengendalikan sistemmu," jawab Gilang jujur.

"Sistemmu berevolusi sendiri sesuai dengan peran yang kau mainkan."

"Buktinya kau bisa mendapatkan skill aneh untuk memanipulasi pikiran orang, hal yang bahkan tidak ada dalam skenarioku."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!