Indonesia
NovelToon NovelToon
Stalkerku Seorang Konglomerat

Stalkerku Seorang Konglomerat

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Romantis / Cintapertama / Cintamanis
Popularitas:48.3k
Nilai: 5
Nama Author: Padilas

Riana adalah gadis cantik yang sangat baik dan polos. Kematian kedua orang tuanya disaat ia masih kecil membuatnya harus bertahan hidup sendirian di dunia ini. ia selalu saja dimanfaatkan dan dijahati oleh orang-orang disekitarnya.

Tetapi semenjak masuk SMA ia selalu mendapatkan hal baik, mendapatkan teman-teman yang sangat baik dan pengertian. Hidupnya berubah 180 derajat dan ia memiliki pengaruh yang cukup kuat di sekolahnya karena ia berteman dengan kelompok osis, kelompok berandal sekolah no 1, dan juga beberapa orang murid dari keluarga yang kaya raya.

Semua orang yang memanfaatkan dan menjahatinya hancur secara perlahan-lahan tanpa diketahui olehnya.

Namun itu semua terjadi karena ulah seorang pria berambut pirang, pria itu berwajah tampan, pintar, sekaligus menyeramkan. ia menstalker Riana dan selalu membantunya setiap ada masalah yang terjadi.

Siapakah pria itu? Kenapa dia melakukan hal itu? Apa tujuannya?

Instagram Author : @padilaskahfi.15

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Padilas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siuman

Pagi hari pukul 6.

Drap… drap…

Suara langkah kaki 3 orang yang sedang berlari di lorong rumah sakit, mereka menelusuri satu per satu ruangan hingga akhirnya tibalah mereka di sebuah ruangan no 132.

"Ruangan no. 132, ini adalah ruangannya." Ucap Kharisma sambil melihat chat di handphonenya.

Ceklek…

Ia membuka pintu ruangan tersebut dan terlihat  dua orang yang sedang terbaring di tempat tidur pasien dengan perban yang menutupi sebagian wajah dan tubuh mereka.

"Astaga! Nami.. Rofik.. kenapa kalian bisa seperti ini?" Riana berlari sambil membawa sekeranjang buah tangan.

"Mereka sedang tertidur, jadi tolong jangan bangunkan mereka." Ucap Vinter.

"Kak Vinter…. Sebenarnya apa yang sudah terjadi? Kenapa mereka bisa terluka parah seperti itu?"

"Mereka diculik dan disiksa habis-habisan oleh kelompok Black Bull."

Sreett…

Riana menaruh keranjang buah yang ia pegang di meja lalu duduk di kursi dengan ekspresi wajah yang ketakutan.

"Bagaimana bisa mereka melakukan hal sekejam ini? Apakah mereka tidak memiliki rasa belas kasih sedikit pun?"

"Aku tahu kamu terkejut tapi tenangkanlah dirimu dulu karena yang terpenting sekarang adalah mereka berdua sudah selamat dan sedang diobati oleh dokter." Kharisma berjalan ke arah gadis itu lalu mengusap-usap punggungnya agar ia merasa lebih tenang.

Ehemm.. ehemmm…

Yongi tiba-tiba berpura-pura batuk sambil melirik ke arah kharisma yang sedang mencoba menenangkan temannya. Suara tersebut membuat wanita bermata biru tersebut menoleh dan membalas lirikan matanya.

"Aku sudah mengirim pesan pada pria itu, sebentar lagi dia akan mentransfer kalian melalui rekeningnya Vinter."Ucap Kharisma dengan ketus.

Hehehe…

Yongi tertawa dengan suara yang kecil sambil membuka bungkus permen sedangkan Vinter hanya tersenyum ramah seperti biasa.

"Pria itu? Transfer? Apa yang kalian maksud?" Riana bertanya dengan wajah yang kebingungan.

"Mereka kan sudah membantu kita menyelamatkan Nami dan Rofik, jadi aku meminta ayahku memberikan mereka sedikit uang sebagai imbalan." Kharisma terpaksa berbohong kepada Riana karena belum saatnya gadis itu mengetahui sosok pria yang berada di belakang mereka.

"Hmmm… baiklah, aku juga akan membuatkan Kak Vinter dan Yongi sekeranjang kue nanti sebagai bentuk ucapan terimakasih." Tersenyum.

Kedua pemimpin kelompok TPOM tersebut hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. Mereka tidak berani mematahkan senyum di wajah Riana dengan menolak tawarannya.

Kringg….

Suara notifikasi di handphone Vinter berbunyi, ia segera membukanya dan melihat notifikasi tersebut.

"Bayarannya sudah masuk, ayo kita pergi dari sini." Berbisik-bisik kepada Yongi.

"Memang berapa bayaran yang kita dapat?"

"64 juta rupiah, ini lebih besar dari yang aku pikirkan."

Setelah mendengar perkataan Vinter, pria penyuka permen itu tersenyum lebar dengan wajah yang sangat gembira.

"Kami ijin pamit karena ada hal yang harus kami lakukan."Ucap Vinter.

"Iya… kalian boleh pergi karena sudah tidak diperlukan lagi disini. Semoga kalian selamat di perjalanan, Kak Vinter dan semut hitam." Reynold mengejek Yongi karena ia menyukai makanan manis.

"Apa?? Beraninya kamu menyebutku semut hitam! Dasar tikus lemur." Membalas Reynold yang mengejeknya dengan sebutan tikus lemur.

Tikus lemur adalah hewan dengan otak yang sangat kecil dibandingkan ukuran tubuhnya. Ia memanggil Reynold dengan sebutan tukus lemur karena menurutnya pria bermata ungu tersebut memiliki pikiran yang pendek.

"Ti… tikus lemur? Kurang ajar."

Hwuekkk…

Yongi berjalan mengikuti langkah Vinter keluar dari ruangan itu sambil mengejek Reynold. Mereka berdua memang selalu berselisih disaat bertemu dan tidak diketahui hal apa yang membuat mereka berselisih.

"Huhhh… dasar semut hitam! dia sangat menyebalkan." Gerutu Reynold.

"Sudahlah, daripada kamu menggerutu lebih baik bantu aku mengupas buah-buahan ini agar bisa dimakan setelah mereka siuman."

Reynold dan Kharisma mengupas buah-buahan yang mereka bawa sedangkan Riana menunggu kedua pria itu siuman dengan duduk disamping tempat tidur mereka.

4 jam telah berlalu dan sekarang waktu menunjukkan pukul 10.

Srettt…

Kedua pria itu sudah siuman dan sedang memakan buah yang telah dikupas.

"Apakah kalian sudah merasa baikan?" Tanya Riana.

"Iya, terima kasih karena sudah mau membantu kami." Jawab Nami.

"Aku juga sangat berterima kasih pada kalian. Kalau kalian tidak menolong, kami pasti sudah tidak bernyawa lagi sekarang. Mereka benar-benar kejam." Ucap Rofik sambil memakan buah-buahan dengan lahap.

Gadis itu sangat bersyukur karena dua teman ekskulnya bisa kembali dengan selamat setelah diculik dan disekap oleh kelompok Black Bull.

"Apakah hidungmu tidak apa-apa? Aku dengar dari dokter jika tulang hidung mu patah." Kharisma bertanya sambil duduk disebelah kursi Riana.

"Ahhh… ini hanya patah tulang Ringan, jadi tidak perlu dioperasi. Dokter memintaku datang 3 hari sekali untuk pengecekkan."

"Hmmm… baiklah, kalau kamu mau  aku bisa menyuruh Reynold untuk mengantarmu setiap pengecekkan." Menoleh ke arah pria bermata ungu yang sedang menonton TV sambil memakan buah-buahan.

Reynold balas menoleh lalu mengangkat jempol kanannya yang menandakan bahwa ia tidak keberatan untuk mengantar Rofik pengecekkan.

"Ti… tidak perlu… aku bisa ditemani oleh Nami, Hehehe." Menyenggol Nami menggunakan siku.

Nami tidak mengerti maksud dari senggolan siku tersebut, ia hanya melirik dengan tatapan kebingungan sambil mengunyah apel.

Merasa sedikit kesal, pria berbadan gemuk tersebut menarik baju temannya lalu membisikkan sebuah kalimat.

"Bantu aku, Nami!!! Aku tidak mau diantar oleh pria bermata ungu yang menyeramkan seperti dia."

Nami segera menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. Sebenarnya ia juga merasa takut kepada Reynold dan Kharisma. Baginya mereka berdua terlihat seperti harimau jantan dan harimau betina.

"Be.. benar, kami tidak ingin merepotkan kalian lebih dari ini jadi aku yang akan mengantarnya setiap kali pengecekkan."

"Kalau memang itu keputusan kalian mau bagaimana lagi? Aku peringatkan kalian jangan mencari masalah lagi dengan kelompok berandal." Menatap dengan tatapan yang sangat menyeramkan.

Urkkhhh…

Kedua pria itu merasa terbebani dengan tatapannya, tatapan Kharisma sangat menyeramkan sehingga mengintimidasi mereka.

"Ka… kami hanya menuntut keadilan."

"Benar! Kami hanya menginginkan sekolah yang bebas dari yang namanya bullying." Nami membenarkan posisi kacamatanya.

"Dengan cara apa? Bertindak seperti pahlawan? Apakah kalian tidak kapok dengan apa yang baru saja menimpa kalian?" Ucap Kharisma.

Mereka berdua membatu, perkataan yang dilontarkan oleh mulut Kharisma memang benar, mereka tidak bisa berdalih atau menyangkalnya.

"Kalian boleh mencari masalah dengan kelompok berandal lain, tetapi jangan pernah meminta bantuan kami jika terjadi sesuatu kepada kalian." Reynold mematikan TV yang sedang ia tonton lalu berjalan menghampiri.

Sejujurnya Reynold merasa kesal kepada dua pria itu karena ia jadi harus repot-repot membantu mereka karena masalah yang mereka buat.

Jika bukan karena Riana, ia dan juga Kharisma tidak mungkin mau membantu mereka secara sukarela seperti ini.

"Kenapa kalian tidak menjawab? Apakah perkataanku tidak jelas?" Tanya Reynold dengan nada suara yang mulai lantang.

"Ba.. baik… kami tidak akan mencari masalah lagi dengan kelompok berandal."

"Bagus! Kalian memang anak yang pintar."

"Ta… tapi kami akan melaporkan mereka kepada polisi karena sudah melakukan penculikan dan penyiksaan."

Haaaa…..

Kharima menutup seluruh wajahnya menggunakan kedua tangannya. Ia merasa kesal tetapi ia tidak ingin menunjukkan kekesalannya di depan Riana.

"Itu sama saja kalian mencari masalah lagi, lagi pula mereka masih dibawah umur. Kamu pikir mereka akan dipenjara walaupun terbukti bersalah?"

"I… itu…"

"Lalu disaat mereka terlepas dari jeratan hukum apakah kamu berpikir mereka akan diam saja? Tentu saja mereka akan balas dendam kepada orang yang sudah melaporkan mereka dan kalian akan kembali terjerat dalam masalah." Kharisma berbicara dengan wajah dan suara yang sangat menyeramkan.

Nami dan Rofik tidak berani menatap wajah wanita bermata biru tersebut karena merasa takut.

Perkataan yang dilontarkan olehnya telah menyudutkan mereka sehingga tidak bisa berkata apapun.

"Kalau begitu urungkan niat kalian melaporkan mereka ke kepolisi. Lagi pula mereka sudah babak belur dihajar oleh kelompok TPOM." Ucap Reynold.

"Be… benarkah? Kamu tidak berbohong bukan?" Tanya Nami.

"Aku tidak bohong, jadi kalian ucapkanlah terima kasih kepada dua pemimpin kelompok tersebut yaitu, Kak Vinter dan Yongi. Mereka yang sudah menyelamatkan dan membawa kalian ke rumah sakit ini."

Nami dan Rofik menganggukkan kepalanya dengan wajah yang sangat gembira. Mereka tidak menyangka bahwa kelompok berandal terkuat disekolah mau membantu murid lemah yang sedang ditindas.

"Untuk sekarang kalian beristirahat lah kembali agar luka kalian cepat pulih dan bisa kembali bersekolah." Ucap Riana dengan ramah.

"Baik, kami akan kembali beristirahat agar cepat pulih, hehehe."

Akhirnya mereka berdua kembali berbaring di ranjang pasien dan beristirahat sebaik mungkin agar cepat pulih.

1
Kaisar Tampan
Aku udah mampir nikak.
bantu dukung karyaku juga ia.
simpanan brondong tampan terimakasih
Ulva Hendriyani
si pria bukannya nama suaminya Silvia yaa😂
Padilas: Silvia dari novel mana
total 1 replies
MEMEY
salam kenal kak dari terbayang kenangan mantan dan wanita simpanan 😁
Padilas: Salam kenal juga kakak cantik
total 1 replies
Felicia amira
kok lebih bnyk cerita kharisma y tor
Padilas: kan lagi nyeritain masa lalunya Kharisma 😚 nanti Reynold, Rayees, Ryan, Diana, Vinter, Daniel dan Yongi juga dapet bagiannya, hehehe.
total 1 replies
Dewi Melow
ini tokoh utamanya si karisma apa gmna?
Padilas: Tetep Riana dong, kakak cantik 😘 sekarang lagi diceritain masa lalu Kharisma. Nanti Reynold, Daniel, pria rambut pirang, Ryan, dan Diana juga dapet ceritanya masing²
total 1 replies
Endang Iswahyuni
pulang sekolah langsung kerja sampai jam 4 pagi lalu sekolah lg yg bener aja emang ngak tidur apa
Padilas: tidur dong kakak cantik, dari jam 6 magrib sampe jam 9 malam. riana cuma tidur 3 jam sehari karena harus cari uang dan sekolah. udh dijelasin kok di salah satu bab sebelum bab 10 😇
total 1 replies
Reeriska
namanya teh Pas banget sama temen kelasku
Reeriska: huhuhu iyaa kaa
total 2 replies
syalu
maaf thor menurutku terlalu banyak kata yang ga perlu,,kaya klek,srek dan lain2,meski itu menunjukan sesuatu yang dilakukan atau suatu bunyi,ketika penempatan kata2 itu kurang pas jadi sesuatu yang berlebihan dan kurang nyaman saat membacanya,,ini menurut pandangan saya sebagai pembaca,,ceritanya bagus cuma itu aja thor penempatan kata pendukungnya saja mohon diperhatikan lagi🙏🙏🙏🙏
Padilas: makasih sarannya mbak cantik 😘 maklum ya, authornya masih pemula, hehehe.
total 1 replies
Sri Wahyuni
sepertinya seru, coba mampir dulu, 🤓🤓🤓🤓🤓🤓
Felicia amira
semangat thor. kutunggu lnjutany 😊😊😊
Padilas: like, comment, dan votenya jangan jupa
total 1 replies
Cinta Misnaming
Thor-nim, aku kepo banget sama lanjutannya, nih. Ditunggu crazy upnya!
Padilas: 1 episode 2 hari ya kakak cantik
total 1 replies
SongbirdGarden
Kau membangkitkan jiwa kekepoan ku thor! Next, next, next‾
Padilas: jangan lupa like dan vote nya kaka
total 1 replies
SugarGenius
Ceritanya bagus kak. Alurnya juga asik jadi bikin ga bosen hihi
Padilas: Like, comment, dan vote nya jangan lupa kaka cantik
total 1 replies
blush.and.ochre
Malesnya aku jadi senyum-senyum sendiri baca ceritanya thor.. daku tunggu nextnya
Padilas: makacih
total 1 replies
Labuh Ardianto
Ceritanya menarik, tinggalkan jejak dulu ^^
Padilas: Jangan lupa balik lagi ya, hehehe.
total 1 replies
CutieBun
Tuh kan, baru juga baca udah bikin kangen aja nih cerita‾
Padilas: Sini pelukan sama Reynold biar gak kangen, hehehe. atau mau sama vinter pelukannya?
total 1 replies
Padilas
Terimakasih untuk semua reader yang sudah mau membaca novel Stalkerku Seorang Konglomerat (SSK) dan juga sudah memberikan dukungan berupa like, comment, and vote ❤

Untuk kalian yang ingin berbincang ataupun ingin berteman dengan author bisa memfollow instagram author : @padilaskahfi.15

Nanti author follback kok 😘
ForGoodluck
Thor, kamu tahu artinya setia kan? Iya, aku dan kamu. Makanya tetap lanjut ya ceritanya:)
Padilas: author akan tetap setia sama kamu kok 😚
total 1 replies
Fitri Yani
ta pham mash ..
Padilas: dimananya yg ta paham?
total 1 replies
Fitri Yani
siapa kah pria itu😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!