Jenderal besar Zhao Feng Ying dijebak dan hendak dibunuh oleh sekelompok pejabat yang hendak melengserkan Kekaisaran.
Namun rencana tersebut gagal, Zhao Feng Ying yang terluka parah berhasil diselamatkan oleh Han Jia Li, gadis bercadar yang tulus menolong nya walaupun Feng Ying telah hilang ingatan dan tidak mengetahui jati diri nya yang sebenarnya.
Feng Ying terpesona dengan ketulusan Han Jia Li saat melewati masa yang sulit.
Hingga akhir nya dia mengingat kembali jati dirinya sekaligus mengingat kembali kekasih nya Bhao Yu yang selama ini menderita juga akibat menghilang nya dirinya.
Bagaimana kah perjalanan cinta mereka?
Happy Reading teman teman 🙏😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maria Angelina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rahasia keluarga Han
Menteri Chen bersama anaknya mendatangi kediaman keluarga Han.
"Salam menteri Chen, apakah kedatangan tuan dan tuan muda kemari untuk melamar roro?"
Menteri Chen mendengus kesal mendengar hal itu, "Tuan Han, kau sangat lancang! Bukankah Han Jia Li adalah tunangan An Ming, tapi kau malah menikahkannya dengan jenderal Zhao!"
Tuan Han menjadi panik, "Maafkan hamba, hamba hanya berpikir tuan muda akan menikah dengan Puteri kedua hamba, jadi hamba menikahkan Puteri sulung hamba ketika mahar sudah datang."
"Aku akan berterus terang padamu, marga Han bukanlah marga asli mu bukan?"
Tuan Han seketika mengucurkan keringat dingin, kerja keras nya selama ini untuk mengumpulkan harta keluarga Han bisa hancur dalam sekejap, "A-apa maksud tuan?"
"Setahuku generasi terakhir marga Han adalah seorang wanita, Han Jian Ying dia adalah isteri pertama mu sekaligus ibu dari Han Jia Li. Bukankah demikian?"
Tuan Han hanya terdiam, dia tidak berani mengatakan apa pun.
Melihat Han Ming yang bungkam, menteri Chen pun melanjutkan, "Aku mendengar rumor, bahwa kekayaan keluarga Han sangat melimpah, dan masih ada kekayaan yang terpendam dan hanya diketahui oleh generasi wanita keluarga Han. Langsung pada intinya, dimana peta harta karun itu?"
Tiba - tiba sebilah pedang terhunus di leher Han Ming, "Katakan dimana peta harta karun itu!!"
"ham-hamba tak memilikinya tuan.. Ampuni hamba"
Chen An Ming yang merasa kesal semakin menekan mata pedangnya sampai sedikit menggores kulit leher Han Ming, baik Roro maupun Rong Li berteriak.
Han Ming yang ketakutan, pada akhirnya membuka suara, "Be-betul. Pemilik rumah dan kekayaan ini adalah Han Jian Ying. Sekitar sembilan belas tahun yang lalu Han Jian Ying dihamili oleh seseorang yang tidak bertanggung jawab, untuk menutupi aib nya, hamba diminta menikahi nya dengan jaminan kekayaan keluarga Han. Akhirnya hamba menikahi nya, tetapi sampai Han Jia Li lahir dan usia nya cukup besar, pembicaraan mengenai peta harta karun itu tidak ada. Sampai akhir nya Han Jian Ying meninggal, aku membawa masuk anak dan isteriku untuk tinggal bersama."
Menteri Chen pun puas setelah mendengar jawaban tersebut, "Jadi bukankah seharusnya pemilik rumah serta kekayaan ini semua adalah Han Jia Li, dan kalian bertiga hanya orang asing yang menumpang disini?"
Han Ming pun memohon, "Tuan menteri, saya mohon.. Jangan katapan apa pun pada Jia Jia. dia tidak mengetahui ini semua.. Jika kami bertiga diusir dari sini. lalu bagaimana nasib kami?"
Menteri Chen tersenyum licik, "Baiklah, aku akan membantu kalian merahasiakan. tetapi dengan satu syarat, bantu aku menemukan peta harta karun itu. bulan depan saat Anakku akan tetap menikah dengan Puteri mu, Han Jia Li sudah diundang untuk datang. Gunakan kesempatan itu untuk mendapatkan peta harta karun itu. Mengerti?"
"Hamba mengerti. Hamba mengerti tuan." Dengan sedikit bernapas lega, Han Ming pun menatap kepergian menteri Chen, Rong Li yang sedari tadi hanya berdiri di samping akhirnya mendekati suami nya, "Suamiku, bagaimana cara nya kita mengetahui letak peta itu?"
Han Ming hanya menggeleng, "Aku tak tahu isteriku. kau kan tahu sendiri, saat almarhum Jian Ying masih hidup dia tak banyak berbicara. Hanya bisa melamun dan pandangannya selalu kosong. Begitu jia jia lahir sampai tumbuh besar pun Jian Ying hanya berbicara dengan Jia Jia. Dia tak pernah menganggap ku sampai akhir hayatnya. Bulan depan, ketika Jia Jia datang kemari, kita akan berusaha menanyakan padanya."
Rong Li tampak ragu, "Apakah jenderal Zhao akan diam saja saat kita menginterogasi nya?"
Han Ming hanya terdiam, dia harus memikirkan cara untuk mendapatkan peta tersebut.
istana Li
Kaisar Li berkumpul dengan putera nya di taman istana, "Chang Yi, apakah kau benar akan menginspeksi perbatasan utara negeri Qin? menurut perjanjian batas penjemputan Fang Yin masih bulan depan, sedangkan jarak menuju perbatasan hanya 2-3hari, bukankah lebih baik kau menunggu tiga hari lagi? Lagi pula luka mu masih belum sembuh nak."
Chang Yi yang penasaran hanya menggelengkan kepala nya, "Aku akan berangkat bersama dengan A da dan A er, selanjutnya Fang Yin akan menyusul bersama beberapa prajurit. Aku masih penasaran dengan lokasi yang ayah maksud."
Raja Li tampak berpikir keras dia berusaha menggali kembali ingatannya, "Entahlah nak, ayah hanya mengingat daerah nya, tetapi tidak dapat mengingat lebih detail lagi. Yang pasti kau sudah menemukan bongkahan emas di daerah itu, itu berarti tujuan kita sudah hampir dekat."
Chang Yi menganggukkan kepala nya, "Benar yah, jika kita berhasil menemukannya maka kerajaan kita akan bertambah makmur."
"Baiklah nak, lakukan tugasmu. Berhati - hatilah."
Chang Yi pun mengangguk dan bersiap untuk memulai inspeksi ke daerah perbatasan utara.
-
-
Malam itu Feng Ying dan Jia Jia sudah berada dalam kereta untuk menuju perbatasan utara.
Perjalanan ini cukup berbeda dengan perjalanan mereka sebelumnya, tampak Feng Ying menyelimuti Jia Jia dan memeluknya.
"Feng, apakah tidak apa - apa mengajakku dalam perjalanan ini?"
Feng Ying menatap Jia Jia yang sudah mulai terlihat mengantuk, "Tentu saja, apakah kau tahu perjalanan menuju perbatasan utara kita akan melewati beberapa daerah yang sangat indah, aku ingin menunjukkan daerah itu padamu. Bukankah selama ini kau hanya berada di dalam rumah?"
Jia Jia hanya menganggukkan kepala nya, "Feng, menurutmu apakah aku perlu datang di pernikahan Roro bulan depan?"
"Jika kau tidak mau ya tolak saja." Feng tampak santai mendengar pertanyaan Jia Jia
"Bukan begitu, akan tetapi selama ini hubunganku dan Roro sangat buruk. aku hanya merasa tak wajar saja jika aku di undang."
Feng pun berpikir keras, mengingat pernikahan mereka yang dengan mudah nya dilakukan, seolah - olah keluarga Han memang tidak menginginkan Jia jia.
"Apakah sejak kecil mereka sudah berlaku seperti itu padamu?"
Jia Jia mengingat kembali masa kecilnya, hanya ibu nya saja yang baik dengannya, sedangkan ayah selalu bersikap dingin padaku. Terlebih sejak ibu meninggal dan ayahnya menikah lagi.
"Ya, mereka selalu seperti itu."
"Kalau begitu kau tidak usah datang. Biarkan saja mereka, toh kau sudah menikah."
Jia Jia mengangguk, kemudian menguap.
Feng Ying dengan sigap membenahi selimut milik Jia Jia, kemudian membaringkan kepala nya di bahu nya. "Tidulah Jia, jangan banyak berpikir. Kini kau tak sendirian."
Jia Jia pun tersenyum dan memejamkan mata nya menuju alam mimpi
buat satu konflik yang mana membuat Jia Li menjadi wanita kuat.
dimana musuh akan segan padanya dan berpikir dua kali.
enaknya kalau masalah percintaan dipadukan dengan intrik kekuatan.
itu ajah Thor.
terimakasih 🙏🙏🙏🥰
tp bisa kah jia2 pergi dr si feng hingga si feng mencari nya kyk orgil
males banget kan kalau Jai li di madu
B
C
D
E
F
.
.
.
.
Zzzzz
mampir juga yuk dinovelku