Up 2 Chapter perhari
Novel ini adalah karya asli author Rumah Pena.
Ditolak oleh alam surgawi dan dikutuk oleh semua keberadaan terkuat membuat Lu Ming putus asa, dirinya berjalan tertatih-tatih mencoba kabur dari kejaran para dewa dan Dao surgawi.
Namun kehendak takdir masih berpihak padanya. pada saat pengejaran dia menjatuhkan dirinya ke lembah tanpa dasar.
pada saat itu, Lu Ming sudah pasrah dan yakin bahwa dirinya akan mati, tapi tak disangka lembah tanpa dasar itu terdapat turbelensi ruang yang membuat ruang disana terkoyak, dirinya masuk kedalam koyakan ruang itu dan muncul disuatu tempat yang tak ia kenali.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rumah pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CH 25 - Lelang
"Tuan Lu." Rong Yan berlari memeluk Lu Ming.
Lu Ming tidak menghindar dan hanya bisa terdiam, sambil menatap Rong Yan yang sedang memeluknya.
"Kenapa?." Tanya Lu Ming.
"Tidak, aku kira anda tidak akan kembali dan meninggalkanku sendiri." Ucap Rong Yan terlihat cemas dan panik.
"Oh..." Lu Ming tidak melanjutkan perkataanya.
Rong Yan yang menyadari bahwa ia memeluk Lu Ming terlalu lama dikeramaian ia segera melepaskan pelukannya dan terlihat malu.
"Saudari Yan, saya baru pertama kalinya melihat anda seperti ini, apakah anda..!" Qing Zie tidak melanjutkan perkataanya dan tertawa kecil.
"Saudari Zie, ini tidak seperti yang kau pikirkan." Ujar Rong Yan yang terlihat salah tingkah.
"Kakak Xue, apakah ini dunia manusia." Tanya Sheng Qi kepada Sheng Xue.
"Hmm.. ini memang dunia manusia." Jawab Sheng Xue pada adiknya.
Mendengar Sheng Qi mengatakan itu, Sheng Xue tahu jika Sheng Qi ini merindukan ayah dan ibunya.
Selain para keluarga besar dan orang-orang biasa disana juga ada orang-orang dari sekte api.
Mereka juga mendengar kabar tentang hilanfya sekte es dari Rong Yan dan Qing Mi.
Alasan sekte api tidak mengetahuinya karena mereka memang tidak merasakan apa-apa, dan tidak menemukan kejanggalan apapun.
Bahkan jika bukan karena kekuatan Lu Ming yang jauh diatas mereka semua, mungkin dia juga tidak akan tahu tentang apa yang terjadi.
Walaupun sekte es dan sekte api selalu memiliki beberapa konflik, tapi sebagai satu sekte mereka masih menjunjung solidaritas satu sama lain.
Dan jika salah satu dari mengalami suatu masalah maka mereka akan saling membantu.
........
Malam pun tiba.
Sheng Xue, Rong Yan, Qing Zie, Qing Mi serta Shi Yin, mereka berkumpul bersama layaknya seorang saudari.
Mereka saling berbincang-bincang dengan gembira sembari merayakan kembalinya mereka.
Sedangkan Sheng Qi dan Lu Ming keduanya sedang jalan-jalan dikota.
"Paman Lu, itu apa?." Tanya Sheng Qi melihat pertunjukan barongsai yang dihadiri oleh banyak orang.
"Oh... Itu namanya barongsai, pertunjukan yang biasanya ditunjukan pada hari besar, kebetulan saat ini adalah hari besar kota Zuanggao sehingga malam ini akan sangat meriah." Ujar Lu Ming kepada Sheng Qi.
Sheng Qi Mengangguk dan berjalan kepertunjukan Barongsai itu.
Sheng Qi melihat pertunjukan itu dengan antusias, bahkan dia terlihat kagum dengan hal itu.
Setelah selesai melihat pertunjukan, keduanya kembali berjalan dan menemukan sebuah rumah makan yang cukup besar disana.
Rumah Makan Bulan Sabit, itulah yang tertulis diatas pintu masuk dari restoran tersebut.
Mereka singgah disana.
"Tuan apakah anda ingin memesan sesuatu." Ujar seorang pelayan membawa sebuah kain yang berisi beberapa menu makanan.
Lu Ming mengangguk dan melihat menu-menu disana.
"Saya pesan ini dan ini." Ujar Lu Ming menunjuk makanan dan minuman.
Pelayan itu dengan gesit langsung mencatatnya.
"Saya juga sama dengan paman Lu." Ujar Sheng Qi.
"Baiklah mohon ditunggu." Ujar pelayan itu tersenyum ramah.
........
" Paman Lu, kenapa orang-orang itu memaksa wanita pelayan itu." Ujar Sheng Qi melihat seorang pelayan yang dipaksa untuk menemani orang-orang itu.
"Qi Di, jangan hiraukan mereka." Ucap Lu Ming.
Note: Qi Di bukan nama, melainkan panggilan adik dalam bahasa cina, yang artinya adik laki-laki Qi.
Hal seperti ini sudah sangat biasa didunia kultivator, apalagi bagi mereka yang memiliki status besar seperti seorang tuan muda atau lainya.
"Tapi paman, wanita itu terlihat sangat menyedihkan." Ujar Sheng Qi.
"Baiklah." Lu Ming Menjentikkan jarinya dan orang-orang itu menghilang dari rumah makan, dan hanya menyisakan pelayan yang ketakutan sekaligus bingung.
"Paman Lu, mereka kemana?." Tanya Sheng Qi.
"Mereka sudah aku pindahkan kehutan belantara." Ujar Lu Ming santai.
Melihat itu Sheng Qi menatap Lu Ming dengan wajah kagum.
"Paman bisakah kamu mengajariku teknik seperti itu." Tanya Sheng Qi.
"Tentu saja, tapi tidak sekarang." Ujar Lu Ming mengiyakan.
Beberapa saat kemudian pelayan itu datang dengan membawa nampan yang berisikan makanan yang Lu Ming dan Shen Qi pesan.
Pelayan itu kemudian meletakan makanan itu di meja makan.
"Tuan dan adik kecil, silahkan dimakan." Ucap pelayan itu dengan senyum ramah.
Beberapa saat kemudian mereka selesai, dan membayar tagihan makan lalu pergi dari rumah makan itu menuju tempat lelang.
Hari ini adalah tempat dimana pelelangan dilaksanakan.
Sebenarnya saat ini Lu Ming sudah tidak terlalu membutuhkan bahan obat, karena bahan obatnya sudah banyak, hal ini dikarenakan hadiah dari ras elf padanya.
Tapi karena dia sudah berjanji akan melelang Pill 7 baris, maka dia tidak akan mengingkarinya.
Beberapa saat kemudian Lu Ming sampai ditempat lelang bersama dengan Sheng Qi.
"Tuan, silahkan sebut nama dan identitas anda." Ucap Penjaga disana.
"Lu Ming." Ucap Lu Ming singkat.
Mendengar itu penjaga disana tersenyum dan mempersilahkan Lu Ming untuk masuk.
Dia sudah diperintah oleh atasannya jika ada tamu yang bernama Lu Ming maka dia bisa langsung masuk, tanpa harus menunjukan identitas.
Lu Ming dan Shen Qi masuk dan diantar ketempat VIP.
Dan untuk pill Lu Ming sudah menyerahkanya kepada Qing Mi, jadi dia tidak perlu datang ke tempat penitipan barang lelang.
Ruang VIP ini terlihat lebih mewah dari pada kursi biasa yang berada di samping panggung.
Diruang VIP itu terdapat sofa dan hidangan makanan, serta beberapa pelayan yang siap menerima perintah apapun dari tamu VIP.
Ruang VIP itu ditutupi kaca tembus pandang yang dapat melihat keluar, tapi tidak bisa melihat masuk kedalam, sehingga identitas tamu VIP terjaga dengan baik.
Sheng Qi terlihat sangat senang, dia pertama kali berada ditempat pelelangan seperti ini.
"Qi Di, jika kamu meminta sesuatu silahkan katakan, paman pasti akan membantumu." Ujar Lu Ming.
"Yeay.. paman sangat baik." Ucap Sheng Qi.
Beberapa saat kemudian seorang wanita cantik dengan tubuh sexy keluar dari balik tirai, dia membawa sebuah kotak yang berisikan barang lelang.
"Baiklah, karena semuanya sudah datang, maka saya umumkan pelelangan hari ini dimulai." Teriak wanita itu, diselingi dengan drum sebagai penyemangat suasana.
"Nona Li, kamu sangat cantik, aku ingin menikahimu." Ujar pria yang sudah beristri berteriak dengan keras.
"Nona Li, malam ini aku senggang, bisakah kita membuat anak." Ujar pria lainya.
Semua orang menatap kedua pria itu secara bergantian.
"Hei apakah kita salah bicara?." Tanya pria itu merasa aneh.
"Kalian bodoh, atau gimana...? Apakah kalian tahu sifat nona Li, dan apakah kalian tahu identitas nona Li?." Tanya seseorang disamping mereka.
"Tidak, saya datang kepelelangan ini hanya untuk melihat kecantikan nona Li, dan ternyata dia sangat cantik, sampai Joni miliku langsung tegang saat melihatnya." Ujar pria itu sembari menunjuk Joni kecilnya yang tegang.
"Hehe... Biar saya beri tahu, nona Li memang sangat cantik tapi dia memiliki kepribadian yang kejam, terakhir kali aku mendengar ada yang menggodanya seperti itu, besoknya dia langsung menjadi Kasim, selain itu nona Li adalah wanita dari keluarga Ying, dan keluarga Ying adalah keluarga besar yang hanya dibawah kekuasaan keluarga Qing." Ujar pria disamping mereka menjelaskan.
"Benarkah." Mendengar itu kedua orang idiot itu langsung keluar dari tempat lelang, dengan wajah yang sangat ketakutan.
BERSAMBUNGGG...
ceritanya pendek²