Indonesia
NovelToon NovelToon
Gagal Move On, Dosenku Suamiku

Gagal Move On, Dosenku Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus
Popularitas:227.6k
Nilai: 5
Nama Author: threecatra

Danisha, seorang mahasiswi, 22 tahun tak menyangka satu huruf yang tinggal pada nama email yang di kirimnya pada ketua kelas berbuntut panjang.

Danisha, tak masuk ke kelas waktu dosen pengganti masuk. Wandi si ketua kelas menyarankan Danisha untuk menemui sang dosen untuk konfirmasi ulang huruf yang tertinggal dalam alamat email.

alangkah terkejutnya Danisha ternyata dosen itu adalah mantannya, mantan yang tak rela Danisha putuskan. Danisha menghilang bak ditelan bumi dari Reyhan. Danisha tak pernah memberi akses komunikasi pada Reyhan.n

Apakah Reyhan akan membahas kisah masa lalu mereka di pertemuan tak terduga itu ? atau benar benar sudah move on

padahal huruf yang hilang itu adalah R untuk Reyhan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon threecatra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tuduhan Diana

Reyhan menemui Rama setelah dokter itu selesai Dinas. keduanya sepakat untuk bertemu di sebuah restoran. Reyhan harus kembali memutar otaknya agar tak terjadi konflik antara Danisha dan keluarga besarnya.

Saat ini, ia tengah menikmati masa masa indah pernikahannya. Dari dulu, ia ingin Danisha bersikap posesif. Kadang, karena Danisha begitu mudah akrab dengan orang lain. Reyhan merasa gadis itu hanya menghormatinya sebagai bagian dari keluarga yang memberikan budi padanya.

" Sudah lama Rey " tegur Rama saat melihat Reyhan sedang termenung di meja yang telah mereka sepakati.

" duduk Ram.." tawar Reyhan. ia mengusap mukanya mencoba menghalau dilema yang singgah di hatinya saat mendapat kabar kalau sore kemarin, Wanda mengamuk.

" Pusing ditaksir dua cewek sekaligus " ledek Rama. ia tersenyum melihat muka Reyhan yang ditekuk.

" jujur gue bingung Ram, gue memang sayang Wanda. tapi rasa sayang gue ke Wanda tak lebih dari rasa sayang kakak terhadap adik dan gue nggak mau menyakiti hati Caca, tak bagi gue untuk mendapatkan hati Caca " tutur Reyhan setelah menghela nafas begitu panjang.

" trus gue harus ngapain ? " tanya Rama santai. ia melipat kemejanya hingga siku. Reyhan makin melipat kening dan menyipitkan mata memandang dokter muda disebrangnya. nggak ada simpati simpatinya sama derita yang ia rasakan saat ini.

" gue mau tau saran lu apa dodol ! jadi dokter dokter kok nggak pinter pinter " geram Reyhan. ia melempar bulatan tisu ke dada Rama. dokter itu terkekeh.

Rama menaikan kaca matanya. ia memandang lelaki di depannya intens. ia ikut menghela nafas. beberapa saat Reyhan menunggu Rama mengucapkan sesuatu.

" apa ? " tanya Reyhan tak sabar. bibir Rama mulai bergerak. Reyhan menegakkan bahu dan mencondongkan badan kearah Rama.

" gue..juga bingung " ucap Rama yang membuat Reyhan lemes.

" pulang sana gih, percuma gue ngundang lu makan di restoran mahal ini kalau ujung ujungnya zonk " Rama tertawa lepas.

" perhitungan banget lu jadi temen, kalau ada maunya lu nyari gue " Reyhan menyeruput air putih didepannya.

 " ada info yang mesti gue kasih tahu soal penyakit Wanda " ucap Rama yang membuat Reyhan kembali memandang Rama.

" Kanker yang diidap Wanda masih stadium 1, tapi kondisi psikisnya yang buruk membuat pengobatannya terganggu. betul saran ibu Diana minta lu jadi support sistemnya " Reyhan berdecak sebelum Rama menyelesaikan kalimatnya.

" gue belum selesai Rey ! dengar sampai habis biar ga gagal paham " berang Rama. Reyhan kembali melipat tangannya seperti anak SD yang siap menerima pelajaran.

" lanjut pak dokter " ucap Reyhan dengan senyuman manisnya.

" Dengan kondisi psikisnya sekarang, kita harus menyampaikan sesuatu hal yang tidak dia inginkan dengan hati hati. Tapi lu mesti tegas menyampaikan keputusan lu untuk memilih Danisha sebagai istri lu dan tetap menyayangi Wanda sebagai adik. gue rasa Wanda akan dewasa dengan sendirinya "

Reyhan mengangguk. Meski belum sepenuhnya dapat solusi, setidaknya ia sudah yakin dengan apa yang harus ia lakukan. Bagaimanapun Wanda harus bisa menerima kenyataan kalau ia sudah memilih Danisha.

********

Danisha baru saja selesai bimbingan, dari tadi ia tak melihat suaminya di kampus. Danisha mencoba menghubungi Reyhan, tersambung tapi tak kunjung diangkat.

" Haloo Ca, ini aku Wanda. hp kak Rey ketinggalan di kamarku. dia sedang ada di ruangan dokter Rama " Danisha terkejut mendengar suara Wanda dari dalam hp. ia berdecak pelan. Tapi ia berusaha bersikap wajar.

Tak ada yang salah dalam hal ini, ia tak berhak melarang suaminya menjenguk Wanda karna memang mereka keluarga.

" Gimana kabarmu Nda ? maaf aku belum sempat menjenguk karna sedang sibuk bimbingan " ucap Danisha tenang. ia berusaha menahan gemuruh hatinya, permintaan keluarga yang meminta Reyhan juga menikahi Wanda telah sampai ketelinganya dan sikap brutal Wanda ketika Reyhan menolak permintaan itu. hal ini membuatnya punya pikiran buruk tentang teman masa kecilnya itu.

" Baik. aku hanya bersiap menunggu kematianku Ca, meski impian menikah dengan orang yang aku sayangi tidak akan pernah tercapai. Andai saja dia tak bertemu kamu, mungkin aku masih punya kesempatan Ca " tutur Wanda yang meski tak dilihat Danisha, ia tahu Wanda mengucapkan itu dengan berurai air mata.

Danisha merasa bibirnya terkunci. tak ada yang bisa ia ucapkan untuk Wanda. Ia tak bisa memungkiri hatinya yang tak mau berbagi suami. Apakah ia tak berhak bahagia.

" Sudah ya Ca, nanti aku sampaikan sama kak Rey, kamu nelpon. Semoga kamu selalu bahagia "

Klik ! panggilan terputus, bahkan Danisha belum sempat berkata apapun.

Diana terkejut ketika melihat Wanda menangis tersedu sedu. ia berlari mengejar putrinya.

" Kenapa nak ? hp siapa itu ? " tanya Diana sambil mengambil hp ditangan Wanda. Diana tahu kalau itu hp Reyhan.

" Kamu baru bicara sama Caca ? " buru Diana dengan sorot tajam pada hp Reyhan. Wanda mengangguk dan kembali menangis. Reyhan yang hendak mengambil hpnya dan ingin pamit pulang terpaku saat melihat ibu dan anak itu saling berpelukan dan sama sama menangis.

" ada apa tante ? " tanya Reyhan hati hati. ia mengambil hp yang baru diletakan Wanda ke atas meja.

" Bilang ya Rey sama istrimu, jangan pernah sakiti Wanda. apa dia tidak ingat siapa yang selama ini menyekolahkannya. Tadi Wanda mengangkat panggilan di hp kamu, istrimu malah nyakiti Wanda " sentak Diana.

" Mama ! " hardik Wanda. ia menarik ibunya yang terlihat begitu emosi.

" Kamu jangan bela Caca, ia memang anak tak tau balas budi " Diana makin meracau. Reyhan hanya bisa menelan salivanya, pikirannya berkelana tentang percakapan Wanda dan Danisha yang baru saja terjadi melalui telpon.

" Saya permisi dulu tante, maafkan kata kata Caca " ucap Reyhan sambil mengambil tasnya di sofa.

Reyhan keluar dengan pikiran tak menentu, ia melihat beberapa panggilan tak terjawab. Sepuluh panggilan tak terjawab, tadi saat menemui Rama. ia lupa membawa hpnya, apa Danisha memaki Wanda seperti adegan istri istri melabrak pelakor seperti drama drama di tv.

denting notifikasi memunculkan pesan Danisha di hp Reyhan.

[ kak, aku sudah sampai di rumah, nanti mau di masakin apa buat makan malam ? ]

Reyhan merasa bersalah saat membaca pesan itu. tadi saat mau berangkat ia sudah wanti wanti pada istrinya untuk pulang bareng. nyatanya ia malah menemui Rama dan ia ikut Rama ke rumah sakit untuk bicara baik baik sama Wanda tentang keputusannya tetap menjadi support sistemnya Wanda tapi dalam batas saudara.

[ apa pun yang kamu masak, aku suka. maafkan kakak sayang nggak ngasih Kabar kalau hari ini ke rumah sakit ]

di baca tapi tak dibalas. Reyhan mencoba menghubungi, tak tersambung. apa Danisha marah ? Reyhan rasanya ingin membawa mobilnya terbang melintasi jalanan yang penuh sesak itu.

Jam jam pulang kantor memang membuat jalanan macet.

hampir satu jam Reyhan berjibaku dengan jalanan yang macet. menjelang magrib ia sampai di rumah. ia menemukan istrinya sedang mengaduk aduk sesuatu di dapur.

Reyhan melangkah pelan pelan ke dapur. tampaknya Danisha tak menyadari kalau ia sudah pulang.

Reyhan memeluk Danisha dari belakang sambil mencuri sebuah ciuman di pipi saat Danisha menoleh.

" Masak apa ? " tanya Reyhan sambil mencomot gorengan diatas piring.

" Ini dari dulu, namanya masih kentang goreng kak, aish tangannya belum di cuci main comot aja, jorok ih" Reyhan cengegesan. ia kembali mencium pipi Danisha.

" Jangan dihapus ! " teriak Reyhan ketika ia melihat istrinya mengusap pipi. tentu saja Danisha menghapus pipinya kena minyak yang menempel di bibir Reyhan. diteriaki begitu Danisha tambah mengusap wajahnya.

" Awas, kakak tambah ya sampai pengap " Danisha berlari ke kamar, Reyhan mengejar. kejar kejaran ala anak kecil itu menjadi bumbu pemanis mereka menghabisi malam bersama.

Selesai makan malam, Reyhan memeriksa skripsi Danisha. inilah beruntungnya dosen pembimbing suami sendiri, bimbingannya bisa kapan saja dan dimana saja. pikir Danisha senang.

Tapi melihat kening suaminya yang berkerut kerut membuat Danisha insecure, Reyhan memang terkenal sebagai dosen perfeksionis. banyak mahasiswa kelabakan jika dapat bimbingan Reyhan, mereka harus bolak balik cari referensi.

" Kenapa kak, banyak yang salah ya ? " tanya Danisha hati hati.

Reyhan menghela nafas, meski matanya menatap skripsi Danisha. pikirannya ada di rumah sakit. ia jadi ingin tahu hal apa yang dibicarakan Danisha sehingga Wanda terlihat begitu terpukul.

" Ca..., apa kamu tadi memarahi Wanda karena mengangkat panggilanmu, kakak tau kamu marah tapi kamu harus bisa membedakan Bicara dengan Nadin dan bicara Wanda. dia masih shock Ca dengan penyakitnya "

Bibir Danisha yang tadi tersenyum, perlahan garis bibirnya menekuk ke bawah. ia mengepal tangannya di bawah meja. kenapa ia merasa sakit sekali mendengar tuduhan itu.

" Ca..! kakak belum selesai ngomong ! " teriak Reyhan saat Danisha beranjak dari tempat duduknya.

Danisha tetap berlari ke kamar. Reyhan menghempaskan tangannya ke meja. ia mulai tak suka sifat kekanakan Danisha.

"

"

1
Tyyna Jewellery
lanjutan ceritanya mana nih Thor,udah pensran banget ini.
Nina Joanna
Rey kawin dgn Aleta?
zefa
ini sudah tamat apa blm yaaaaa??
Woro Wardani
Luar biasa
kitty
abis nii cerita nya??
Nizam Aufar
kapan upnya ini
Nizam Aufar
ayo bersatu terus tamat😀
sur yati
ia bgs Caca mundur ja terlalu banyak saingan biar ja kmu hamil kmu bsa ko jga ank kmu
sur yati
klo Reyhan nikahin Wanda ya mending kmu mundur ca dri PD sakit hati trs
emak gue
lanjuut thor...
emak gue
Reyhan yg tdk punya komitmen laki2 lemah😈👊 tdk mengerti perasaan istrinya😭
Nizam Aufar
kapan nih up nya lagi
Alanna Th
mn up nya lamaaa, dgantung smp kering kerontang. thorrr, please tamatnya kpn?
MUSFIRA
cerita nya puter2 di tmpt..klo bgini mah gx ada hbs nya
Nizam Aufar
up nya terlalu lama..... nunggu sampe capek
Yayi Maryati
pegel nunggu up nya ,,tpi sekrng mndingnlh ga muter Kya 2 mingu ke belakang ,,ada kemajuan 👍
Iges Satria
ayo bersatu gi ❤️❤️
Vivyana Mit
betul2 jalan cerita yang menarik...
Fitriya Nrl
r4#%ππ√ wg
Ola Ola
Apa cerita ini sudah Tamat atau belum masih ada sambungx
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!