Hamil di luar nikah dengan suami orang dan harus melahirkan dan membesarkan anaknya seorang diri, akhirnya Riyanti bertemu dengan laki- laki yang mau menikahinya, tapi di tengah perjalanan rumah tangganya dia harus menerima kenyataan bahwa sang suami menikahi perempuan lain tanpa sepengetahuan darinya. Akankah Riyanti menemukan kebahagian dalam hidupnya setelah dikecewakan oleh lelaki yang sangat dia cintai ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mommy Almira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25. Buka hatimu
Pak Sastro dan pak Soleh memperhatikan interaksi antara Arya ,Riyanti juga Ryan. Mereka kelihatan seperti sebuah keluarga kecil, ayah ,ibu dan anak.
"Terima kasih ya mas Arya, maaf sudah merepotkan.." ucap Riyanti merasa tidak enak terhadap Arya karena ulah Ryan.
"Gak kok Ri, aku malah senang hari ini bisa ketemu sama Ryan.Dia itu anak yang lucu dan menggemaskan. Saya sangat terhibur bisa main sama dia..." jawab Arya sambil tersenyum kepada Riyanti.
Riyanti pun membalas senyum Arya.
"Kami pamit ya pak Sastro..." ucap pak Soleh.
"Iya,hati-hati ya pak Soleh,Arya.." jawab pak
Sastro sambil bersalaman dengan pak Soleh dan Arya.Lalu pak Soleh dan Arya pergi meninggalkan rumah pak Sastro menuju mobil mereka yang diparkir di pinggir jalan depan rumah pak Sastro.
Tak berapa lama mobil pun bergerak perlahan meninggalkan kawasan rumah pak Sastro.
Riyanti lalu masuk ke dalam rumah untuk menidurkan Ryan diikuti oleh pak Sastro.
Riyanti menidurkan Ryan di kasur depan tv di ruang tengah.Pak Sastro lalu duduk di sofa.
"Ri, Arya itu hebat lho, sekarang dia sudah kerja di perusahaan besar di Jakarta.Sudah sukses, lihat saja tuh dia sudah bisa beli mobil bagus. Bapa bisa melihat kalau pak Soleh itu bangga sama anak laki- lakinya itu..." ucap pak Sastro.
Riyanti hanya tersenyum mendengar cerita pak Sastro sambil mengelus - elus punggung Ryan supaya cepat tidur.
"Dia itu masih bujangan lho Ri, belum menikah padahal kan umurnya sudah matang..." sambung pak Sastro lagi.
"Memangnya kenapa kalau dia masih bujangan pa..?" sahut Riyanti.
"Ya ndak papa sih, bapa cuma mau ngasih tahu kamu aja, dia ganteng kan Ri..?" tanya pak Sastro.
Riyanti kembali tersenyum.
"Namanya laki- laki ya ganteng lah pa, mana ada laki- laki cantik.." jawab Riyanti.
"Kamu ini.." sahut pak Sastro
"Ri, Ryan kan sudah besar, sudah 2 tahun, kapan kamu mau mencarikan ayah buat dia ..?" tanya pak Sastro.
"Ih bapa ini gimana,, Riyanti kan perempuan pa, masa iya suruh nyari, malu lah .." jawab Riyanti.
"Maksud bapa kamu cobalah buka hati buat laki- laki di luar sana , buat dijadikan suami.kalau perlu nanti bapa carikan kamu laki- laki yang cocok buat kamu..." sahut pak Sastro serius.
"Riyanti belum memikirkan ke arah situ pa, Ri masih mau fokus merawat Ryan dulu aja. Ri takut kalau Ri menikah, perhatian Ri akan terbagi dua, kasihan nanti Ryan.." jawab Riyanti.
"Iya tapi mau sampai kapan ? Apa kamu tidak lihat tadi Ryan begitu lengket dengan Arya.
Sampai - sampai Arya mau pulang saja ditangisi ?Itu artinya apa kalau bukan Ryan merindukan sosok ayah di sampingnya ? " sahut pak Sastro.
"Ryan memang tidak ngomong pengin punya ayah, tapi kan kamu bisa melihat tingkah laku dia.." sambung pak Sastro.
"Nggak tau lah pa..." jawab Riyanti.
"Apa jangan- jangan kamu masih memikirkan laki-laki itu sehingga kamu menutup hati untuk laki- laki lain ? Benar begitu Riyanti ? " tanya pak Sastro dengan nada kurang suka.
"Ih nggak kok pa, siapa juga yang mikirin mas, Rudi, Riyanti sudah melupakan mas Rudi pa sudah move on.." jawab Riyanti.
"Tidak usah menyebut nama laki- laki itu di depan bapa, bapa ndak suka...pokoknya nanti kalau ada laki - laki yang mau sama kamu, kamu harus mau menerima laki - laki itu jadi suami kamu..titik ! " sahut pak Sastro tegas.
"Ya gak gitu juga kali pa, Riyanti harus tahu dulu tuh laki -laki itu seperti apa..beneran mau sama Riyanti juga Ryan apa gak, baik apa gak, jujur apa gak, jangan asal laki- laki, Riyanti gak mau.." jawab Riyanti.
"Ya iya lah Ri, tanpa dikasih tahu pun bapa ngerti, kamu pikir bapa mau menjodohkan kamu sama laki - laki sembarangan, kamu pikir bapa nggak punya otak....?" sahut pak Sastro agak kesal.
"Memangnya ada pa, laki- laki yang mau sama Riyanti ? Yang mau menerima masa lalu Riyanti ? Yang mau menyayangi Ryan seperti anaknya sendiri ? .. " tanya Riyanti.
"Laki- laki juga milih kali pa, biarpun dia laki- laki ga bener pasti memilih perempuan yang baik- baik untuk dijadikan istrinya.Apa lagi kalau laki- laki yang baik , yang masih bujang, pasti milih perempuan yang masih gadis, yang baik, masa lalunya juga baik, gak kaya Riyanti.." sambung Riyanti sambil matanya berkaca- kaca mengingat perbuatannya di masa lalu.
"Lho, kenapa tidak ?.. Semua orang kan sudah punya jodohnya masing- masing.Jika suatu hari nanti kamu dipertemukan dengan jodoh kamu, ya kamu harus mau menerimanya.." ucap pak Sastro.
"Iya tetapi sekarang kan jodohnya Riyanti belum datang pa, jadi Riyanti mau menikmati kesendirian Riyanti dulu aja sambil merawat Ryan, Riyanti masih nyaman hidup berdua dengan Ryan.." sahut Riyanti.
" Iya tapi kamu harus mulai memikirkannya dari sekarang. Jangan hanya mikirin diri sendiri,pikirkan juga masa depan Ryan..'' ucap pak Sastro.
"Gimana nanti aja lah pa.." sahut Riyanti.
"Ah..susah memang ngomong sama kamu .." jawab pak Sastro sambil bangun dari duduknya lalu menuju ke belakang rumah untuk memberi makan ayam- ayamnya.
Riyanti pun lalu berbaring di samping Ryan yang sudah nyenyak.Riyanti memandangi wajah imut Ryan.
Sebenarnya Riyanti juga mau berumah tangga seperti teman- temannya yang sudah menikah ,dia juga tidak ingin selamanya hanya hidup berdua dengan Ryan tanpa adanya suami.Karena tidak dapat dipungkiri dengan statusnya yang sekarang ini banyak orang yang mencemooh dirinya.
Walaupun dia tidak pernah berbuat apa- apa tetapi ada beberapa orang yang jika Riyanti keluar rumah, merasa terganggu takut suaminya akan tergoda dengan Riyanti.
Apa lagi Riyanti makin hari makin terlihat cantik saja.Banyak tetangga yang jika bertemu dengan Riyanti selalu mencuri- curi pandang.
Bahkan ada beberapa orang yang mencoba mendekati Riyanti, tetapi memang Riyanti belum mau untuk menjalin hubungan dengan siapapun, dia hanya ingin fokus merawat Ryan.
Riyanti lalu mengelus kepala Ryan dengan lembut.Jauh di lubuk hati yang terdalam, dia memang kasihan sama Ryan, anak sekecil ini harus hidup tanpa mendapat kasih sayang dari seorang ayah.Akibat dari kesalahannya kini anaknya yang harus menanggung beban.
Walaupun Riyanti dan pak Sastro sudah menyanyangi Ryan dengan sepenuh hati, dan Ryan juga tumbuh menjadi anak yang ceria tetapi dia tetap butuh kasih sayang seorang ayah.
"Sayang maafin ibu ya.." ucap Riyanti lalu mengecup pipi Ryan dengan lembut.
Lalu Riyanti pun tidur di samping Ryan sambil memeluk tubuh mungil Ryan.
Bersambung...
nah kalo yg ini jodohnya bang Wili cocok bagus..