sebuah kisah yang sangat menyentuh namun juga menyakitkan tapi tetap dijalani dengan cara yang kadang sulit untuk di terima. Akankah antara Aira dan Ridwan sanggup menjalani? dan bagaimana dengan Zaki. Apakah yang terjadi selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuli Zarti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 25 nasehat dari ibu
Siang ini ibu Hasna bersama suaminya mengunjungi Zaki. Bukan cuma ibu Hasna tapi kerabat yang lain juga datang untuk menjenguk Zaki.
Sebelum sampai dirumah sakit ibu Hasna berserta suami dan kerabat lainnya menyempatkan diri untuk membeli beberapa buah - buahan dan makanan ringan.
Kini rombongan keluarga Zaki tiba di rumah sakit. Namun saat sampai sang ibu pun membuka pintu. Ia melihat anaknya sedang duduk bersama Aira.
Ibu Hasna tersenyum melihat Zaki yang sudah mulai duduk walaupun itu masih di ranjang rumah sakit. Namun setidaknya Zaki sudah mulai membaik .
Ibu Hasna menghampiri Zaki sementara yang lain hanya diam.
"Nak, bagaimana keadaanmu sekarang ? "
"Ibu senang lihat kamu yang udah mulai sehat, cepat pulih kembali ya ? "
"Oh ya mana istrimu ? Dia anak baik ibu bangga punya menantu seperti dia. Dia selalu setia menemanimu . Walaupun di luar kamu menolak tapi ibu yakin hatimu tidak ingin dia pergi kan ?"
Aira yang masih berada di kamar mandi pun mendengarkan apa yang di katakan oleh mertuanya pada suaminya itu.
"Ibu, maafkan Zaki, dia memang gadis yang baik, tapi saat ini Zaki sakit Bu, Zaki gak mau dia sedih Bu" .
"Nak, ibu yakin kalau kamu benar-benar ingin bersama selamanya dengan dia kamu harus berjuang".
" Jangan sakiti hatinya dengan sikapmu yang seperti ini" .
" Mau kamu cari kemana istri sebaik dia kalau kamu biarkan dia pergi meninggalkanmu".
Zaki pun terdiam sejenak setelah mendengarkan ucapan ibunya . Sebenarnya Zaki sangat mencintai Aira. Tak beberapa lama kemudian Aira pun keluar dari kamar mandi.
Aira melihat semua kerabat dekat suaminya itu. Semua kerabat dekat Zaki sangat tertegun oleh wajah teduh Aira.
Wah ternyata istrinya bang Zaki cantik bangat, ucap adik sepupu Zaki .
Maaf mbak, namanya siapa ?
Aira yang masih terpaku pun tidak mendengar kalau adik sepupunya Zaki memanggil dirinya .
Ibu Hasna pun merangkul pundak sang menantu.
Sayang maafkan ibu ya. Ini semua keluarga besar kami.
Oh iya Bu, maaf Aira sedikit terkejut aja. Aira pun melempar senyum pada semua keluarga besar Zaki.
Namun di satu sisi ia sangat merindukan keluarganya. Tapi setelah Aira menikah keluarganya pun sudah tidak pernah menghubunginya.
Di tambah lagi pagi tadi Zaki melempar kata - kata yang membuat hatinya semakin perih.
Zaki melihat dengan sudut matanya. Ada menggenang sisa - sisa air matanya.
"Sayang, apakah kamu akan memaafkan aku yang lemah ini ?, bathin Zaki" .
Kini keluarga besar Zaki merasa bahagia melihat Zaki yang sedikit membaik.
Waktu telah menunjukkan pukul setengah dua belas siang. Kini waktu kunjungan dokter untuk melihat para pasien .
Keluarga besar Zaki pun pamit pulang. Sementara itu ibu Hasna beserta suaminya masih berada di rumah sakit.
Dokter Adrian pun mengunjungi Zaki.
Adrian pun memeriksa kondisi Zaki. Maaf om Tante dan juga Aira . Hari ini saya akan memeriksa kondisi Zaki.
Ooo.... silahkan dok, ucap semuanya.
Hai bro, bagaimana keadaanmu ?
Lo lihat aja sendiri , terus kapan gue boleh pulang.
Tunggu sebulan lagi, ucap Adrian dengan asal-asalan. Ah lo, gue serius. Lo ngapain buru -buru pulang, bukannya Lo udah janji Lo bakal kasih Aira ke Ridwan.
Adrian sengaja memancing reaksi Zaki untuk menilai apa benar ia akan melepaskan Aira pada Ridwan .
saat itu juga Zaki melempar Adrian dengan bantal miliknya.
Lo kesini mau mengecek kesehatan gue atau Lo mau manas - manasin gue.
Kalau dua -duanya emang kenapa ?
ADRIAN, Lo udah bosan jadi dokter hah !
Melihat reaksi Zaki itu menandakan bahwa Zaki tidak rela melepaskan Aira pada pada Ridwan.
Aira melihat tingkah Zaki bersama sahabat dekatnya itu hanya mengulum senyum kecil.
salam DUA SAHABAT DAN BAYI MISTERIUS 🙏🏻🤭