Vony gadis lugu dari pedesaan, muda dan cantik. ia di jual oleh bibinya dan menikah dengan pria duda bernama Hades Prawira yang menderita impoten.
Setelah menikah Vony justru iba dan berjanji akan membantu Hades untuk sembuh. di tengah pernikahan Vony tahu jika yang membuat Hades impoten adalah mantan istrinya sendiri Kasandra. Wanita itu sengaja menyuntikan obat khusus berdosis tinggi pada Hades hingga menyebabkan ia menderita impoten.
Mampukan Vony mengembalikan keperkasaan Hades serta meluluhkan hati pria yang sedingin salju itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nur danovar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25 Hampa
Malam tiba, Hades tidak berhasil menemukan Vony. ponsel Vony juga tidak aktif.
"Sebaiknya kita pulang dulu saja tuan, biar saya yang cari nona. sejak pagi anda belum makan dan belum beristirahat" kata Aldo prihatin. Hades menolak saat Aldo memesankan makanan.
"Tidak, kita cari sekali lagi" kata Hades sembari menatap jalanan melalui kaca mobil.
Rasa hampa menyusup relung hati Hades. ia tidak tahu apa arti Vony baginya, tapi ada yang aneh ketika gadis itu pergi. bukan hanya cemas atau khawatir tapi lebih dari itu. Hades merasa takut kehilangan.
Dua tahun ia lalui sangat kelam. tidak ada penghiburan dalam hidupnya kecuali pekerjaannya. setiap hari ia habiskan untuk meeting di kantor maupun bisnis treep ke luar negeri. begitu menikahi Vony, hidup Hades berubah. gadis itu membawa warna dalam hidupnya. ada semangat yang mulai kembali bangkit dari kematiannya. perlahan Hades mulai menikmati perubahan hidupnya, bahkan kemarin saat Vony menyentuh dan menciumnya, terjadi sesuatu yang tak pernah Hades sangka. kelainan yang di deritanya selama dua tahun terakhir telah lenyap begitu saja. ia sembuh, meski belum memastikan kondisinya ke dokter tapi ia bisa merasa jika gairah itu mulai hidup lagi. ia tidak hanya merasakan tapi juga melihatnya sendiri, meski malam itu mati-matian ia menjaga agar dirinya tidak menyentuh Vony lebih jauh.
Hades melindungi dan menghargai Vony karena status pernikahan mereka bisa berakhir kapan saja. ia tidak mau Vony menjadi pihak yang paling di rugikan, jika ingin melakukannya, Vony harus dalam keadaan sadar sepenuhnya tanpa paksaan, bukan karena pengaruh minuman atau obat perangs*ng.
Di tengah rasa putus asa mencari Vony, ponsel Hades berbunyi. ada telepon masuk dari Juan adiknya. seseorang yang sangat tidak ia harapkan menelpon di situasi seperti sekarang. Hades mengabaikan panggilan telepon itu.
Akhirnya Hades memutuskan untuk pulang dulu. ia ingat ada dokumen penting yang harus di tanda tangani olehnya malam ini juga.
"Baiklah kita pulang dulu, aku harus menandatangani dokumen penting"
"Baik tuan" Aldo mengemudikan mobil pulang ke mansion.
Setibanya di halaman mansion, disana sudah ada mobil baru milik Juan terparkir gagah di halaman. Hades malas bertegur sapa dengan adiknya. begitu keluar dari mobil ia berjalan cepat memasuki mansion.
"Hei, aku menelpon mu sejak tadi!" Juan menghampiri kakaknya yang baru saja memasuki rumah.
Hades tidak mempedulikan Juan, wajahnya terlihat lelah dan stelan jasnya juga basah terkena air hujan saat tadi ia mencari Vony.
"Jika kau kemari hanya mengacau, pergilah aku lelah" kata Hades menatap tajam adiknya.
"Apa ini caramu berterimakasih padaku? aku mengantar istrimu pulang. tadi ku temukan di halte duduk sendirian, untung tidak di culik!"
Hades terkejut, ia menatap Juan tak percaya.
"Kau bertemu dengan Vony?"
"Kalian bertengkar?" Juan balik bertanya.
Vony muncul dari ruang tengah menatap Hades dengan takut dan ragu.
"Kau? dari mana saja? aku mencari mu! kenapa membuatku susah?" omel Hades sembari melangkah mendekati Vony.
Hades memarahi Vony karena kesal, tapi dalam hati ia lega karena gadis itu sudah kembali. Vony tidak jadi pergi meninggalkannya.
"Hei jangan memarahinya begitu, dia demam!" kata Juan.
Hades terdiam menatap wajah Vony yang pucat dan bibir nya yang sedikit bergetar. Hades menyentuhkan telapak tangannya ke kening Vony, benar gadis itu demam.
"Aldo panggil dokter" kata Hades sembari mengangkat tubuh Vony ke kamar.
Juan menggeleng kepala, ia heran Hades tidak juga berubah. ia selalu saja menutupi rasa peduli pada orang lain di balik amarahnya.
"Aku tidak apa-apa, maaf sudah merepotkan" kata Vony.
Hades tidak menjawab, ia membaringkan perlahan tubuh Vony di ranjang.
Hades menggenggam tangan Vony, dengan tatapan halus ia berkata setengah berbisik pada Vony.
"Jangan coba pergi dariku Vony, kau tidak punya siapapun selain aku"
Vony hanya diam menatap Hades dengan bingung. satu-satu nya orang yang ia miliki adalah bibinya tapi dengan tega sudah menjualnya. sekarang kemana Darti pergi, Vony sama sekali tidak tahu.
Air mata mengalir perlahan jatih ke pipi Vony. Hades menyapu air mata itu dengan jemarinya.
"Jangan pernah pergi jika aku tidak mengizinkan mu, mengerti?"
Vony mengangguk samar, ia memejamkan matanya. badannya terasa menggigil kedinginan. Hades kembali menyentuh kening Vony, demamnya bukan turun tapi naik. Dengan cepat Hades membuka jasnya, ia menggosok perlahan telapak tangan Vony sembari menunggu dokter datang.