Indonesia
NovelToon NovelToon
Cinta Terlarang Sang Ibu Tiri

Cinta Terlarang Sang Ibu Tiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Nikah Kontrak / CEO
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Tusya Ryma

Setelah kehilangan ayah dan melihat ibunya terbaring koma, Karissa justru dikhianati oleh Louis, kekasihnya sendiri, yang berselingkuh dengan sahabatnya.

Dalam amarah dan rasa kecewa, Karissa mengambil keputusan nekat—menikahi ayah Louis.

Kini Karissa bukan lagi kekasih Louis, melainkan ibu tirinya.

Namun tinggal serumah dengan pria yang pernah dicintainya ternyata jauh lebih sulit dari yang ia bayangkan. Louis membencinya, tetapi di saat yang sama, ia juga tidak rela kehilangan Karissa.

Karissa ingin membalas dendam. Tapi tanpa sadar, ia justru terjebak dalam permainan cinta yang ia mulai sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tusya Ryma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25 Selamanya Bersama

Di malam hari, di ruang keluarga, Louis duduk di sofa bersama Marine sambil mengerjakan beberapa pekerjaan yang belum selesai. Louis tidak fokus mengerjakan pekerjaan itu. Ia sangat gelisah mengingat malam ini Karissa dan ayahnya pergi ke luar kota untuk menginap.

"Sayang, bagaimana rencanamu selanjutnya? Apa kita akan tetap mengambil proyek ini?" tanya Marine sambil membuka lembar demi lembar proposal yang ia bawa dari kantor.

"Hemh?"

 Louis tersadar dari lamunannya. Ia menoleh, menatap Marine yang duduk di sampingnya.

"Bagaimana rencanamu selanjutnya? Apa punya ide lain?" tanya Marine lagi pada Louis.

"Oh, itu!" Louis mengulurkan tangan, mengelus rambut Marine dengan lembut. "Nanti aku pikirkan lagi! Sekarang, sebaiknya kau pulang dulu! Aku lelah, mau istirahat!"

Louis bangkit berdiri. Ia bersiap untuk pergi ke kamarnya.

"Tunggu!"

 Tiba-tiba Marine menarik tangan Louis, mencegah pria itu pergi.

"Bukankah ayah dan ibu tirimu sudah pergi? Sekarang, di rumah ini tinggal kita berdua. Kita bebas melakukan apapun di sini. Iya, kan?" ucap Marine penuh godaan.

Ia bangkit dari duduknya, berdiri di samping Louis.

"Sayang, sudah lama kita tidak duduk berdua," ucapnya dengan manja.

Marine memeluk Louis, bersandar di dada pria itu.

 "Akhir-akhir ini, kau terus menghindariku! Apa gara-gara Karissa, kau jadi menjaga jarak denganku?"

"Eh!" Louis terdiam mematung di tempat.

Awalnya Louis memang ingin menjaga jarak dengan Marine. Tapi ... kalau Louis tidak dekat dengan wanita lain, khawatir akan menimbulkan isu yang tidak enak kalau orang lain melihat kedekatannya dengan Karissa. Untuk saat ini, lebih baik seperti ini dulu. Mempertahankan Marine demi menutupi kedekatannya dengan sang ibu tiri.

"Tentu saja tidak!" bela Louis dengan lembut. Ia balas memeluk Marine. "Aku sama sekali tidak menjaga jarak. Hanya saja, akhir-akhir ini aku sibuk dan sedikit lelah! Jadi, tidak ada waktu berduaan denganmu!"

"Benarkah?" Marine mendongak, menatap Louis dengan bahagia.

"Hem, tentu saja!" Louis menunduk, tersenyum manis pada wanita itu.

Tiba-tiba Marine merangkul leher Louis dengan kedua tangan, menariknya agar mendekat. Detik berikutnya, Marine mencium bibir yang tersenyum itu.

Louis cukup terkejut dengan tindakannya. Walau ini bukan yang pertama mereka berciuman, tapi ... sekarang pria itu sudah berjanji pada Karissa akan menjauhi Marine. Louis tidak boleh bermesraan dengan wanita lain lagi.

"Mar ... Marine, emmmh ...."

Ketika Louis bermaksud untuk menghindar dan mendorong tubuh Marine, tapi wanita itu malah mendorong Louis terlebih dahulu, sehingga Louis mundur ke belakang dan duduk di sofa, diikuti Marine yang segera duduk di atas pangkuannya.

Marine terus merayu Louis dengan penuh keberanian, membuat pria itu semakin sulit mengendalikan dirinya. Namun, ketika suasana semakin intim, pikiran Louis justru semakin kacau.

Ia teringat pada Karissa.

Tanpa sadar, Louis terhanyut dalam kebimbangan antara perasaan masa lalu dan janji yang telah ia buat.

Hingga tanpa sadar, mereka sudah berada di dalam kamar dan di atas tempat tidur.

Keduanya semakin terbawa suasana. Namun, ketika Louis menatap wajah Marine, yang terbayang di pikirannya justru wajah Karissa.

"Ahhhh," desah Louis dengan susah payah.

Ia segera menyingkir dari Marine dan bangkit turun dari tempat tidur. Ia tidak berniat melanjutkan suasana panas mereka.

Ya, walau dirinya masih terbawa suasana, Louis berusaha menahannya. Ia mengendalikan diri agar tetap tenang.

"Sebaiknya kau pulang!" ucap Louis tiba-tiba.

Ia memunggungi Marine, mengambil pakaian yang berserakan di lantai, lalu memakainya kembali.

"Louis, ada apa denganmu?" Marine terkejut dengan sikap Louis yang tiba-tiba menghentikan aktivitas mereka.

 Padahal sedikit lagi mereka akan bercinta. Namun ... pria itu malah berhenti di tengah jalan. Marine cukup kesal dengan hal itu.

Ia pun segera duduk di tempat tidur. Merapikan pakaiannya yang sudah berantakan. Ia menatap Louis dari ujung kaki hingga ujung kepala.

"Apa yang salah dengan tubuhku hingga kau tidak sudi menyentuhku?" tanya Marine dengan tatapan tajam.

 "Apakah kau lebih menyukai tubuh Kariss? Apa tubuh Kariss lebih bagus daripada tubuhku, sampai-sampai kau tidak ingin menyentuhku, hah?"

"Marine!" teriak Louis dengan kesal.

 Ia kesal karena Marine membawa-bawa nama Karissa dalam masalah mereka.

"Ini tidak ada hubungannya dengan Kariss!" lanjut Louis, masih dengan kesal.

"Aku berhenti karena kita memang tidak seharusnya melakukan hal ini! Aku tidak yakin kita akan selamanya bersama!"

"Lebih baik kita tidur dengan orang yang benar-benar kita cintai! Agar ke depannya, kita bisa bersama selamanya. Bukan hanya melakukan hal seperti ini sekali lalu berpisah!"

Ya, Louis memang tidak berniat selamanya bersama Marine. Sekarang, mereka bersama karena waktu itu Louis patah hati setelah diputuskan oleh Karissa secara tiba-tiba. Ia melampiaskan rasa kecewanya dengan menjalin hubungan dengan teman baik Karissa, agar wanita itu menyesal.

Jadi sekarang, Louis tidak ingin tidur dengan Marine dan tidak ingin bersama dengan wanita itu selamanya.

"Louis!" sergah Marine tidak terima. "Siapa yang hanya ingin sesaat? Kita bisa selamanya bersama, bukan hari ini saja! Kenapa ragu dengan hal itu?"

Marine turun dari tempat tidur. Ia berjalan menghampiri Louis sambil berusaha meyakinkan pria itu.

"Kita akan selamanya bersama, Sayang! Kau jangan ragu tentang hal itu! Kita bukan hanya bersama sesaat. Kita akan selalu bersama selamanya," ucap Marine lagi dengan serius.

Ia mencoba meyakinkan Louis dengan semua ucapan manisnya.

"Sekarang, jangan pergi dulu!" Marine mendongak, mencoba menahan Louis agar tetap tinggal.

"Tidak!" sergah Louis sambil menepis tangan wanita itu. "Sebaiknya kau pulang! Ayah dan ibumu pasti mencemaskanmu!"

Setelah berkata seperti itu, Louis segera menjauh, pergi meninggalkan Marine tanpa menoleh sedikit pun. Ia berjalan menuju pintu keluar sambil membawa kunci mobil, menghiraukan setiap teriakan Marine dari dalam kamar.

Sampai di luar rumah, Louis segera masuk ke dalam mobil. Ia menyalakan mesin mobil, lalu menginjak pedal gas dengan kuat. Ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju jalan raya yang tidak terlalu padat.

***

Hari sudah semakin larut. Udara di tempat wisata itu terasa sangat dingin. Karissa duduk di tanah sambil melihat api unggun yang dibuat oleh Tuan Lee dan teman-temannya.

Mereka tertawa sambil berbincang di depan api unggun. Niat awal ingin menyewa sebuah penginapan untuk mereka menginap, tapi mereka malah menyewa beberapa tenda. Ini sungguh di luar rencana, namun lebih menyenangkan dibandingkan dengan tidur di penginapan.

"Apa kau kedinginan?" tanya Tuan Lee yang baru datang menghampiri Karissa.

Ia pun segera duduk di samping Karissa sambil membawa selimut kecil, lalu menyelimuti punggung wanita itu agar tidak kedinginan.

"Eh, terima kasih!" Karissa merasakan punggungnya terasa hangat. Ia segera menarik selimut itu agar menutupi bagian depannya juga.

Karissa pun bertanya, "Bagaimana? Apa pekerjaanmu sudah selesai?"

Tuan Lee mengangguk. "Sudah selesai dari tadi! Aku dan Ferdi hanya berbincang membahas beberapa hal, termasuk masalah pernikahan kita. Karena, selain kita berdua, yang mengetahui tentang pernikahan kita hanyalah Ferdi!"

"Oh!" Karissa mengangguk.

Ia tidak pernah lupa, Ferdi adalah pria yang bersama Tuan Lee di restoran ketika dirinya menawarkan diri menjadi istri Tuan Lee. Bahkan, Ferdi pulalah yang membantu Tuan Lee membuat surat perjanjian mereka.

"Lalu, apa katanya? Apa dia bisa dipercaya untuk terus merahasiakan ini?"

Karissa merasa cemas dengan hal itu. Ia takut Ferdi akan membocorkan rahasia pernikahan mereka dan membuat kekacauan untuk Tuan Lee. Karissa tidak ingin itu terjadi.

"Tidak masalah!" Tuan Lee mencoba menenangkan wanita di sampingnya. "Ferdi adalah sahabat baikku! Dia tidak mungkin membuka rahasia ini tanpa seizin dariku!"

Karissa mengangguk. Ketika ia akan berbicara lagi, terdengar seseorang berkata pada Tuan Lee,

"Bukankah itu putramu?"

Pria itu menunjuk seseorang yang berjalan mendekat. Karissa pun melihat arah yang ditunjuk oleh orag itu.

'Louis??? Untuk apa dia datang kemari?'

1
Bu Kus
lanjut LG thro makasih
Bu Kus
penuh teka teki siapa dalang di balik itu semua jadi penasanaran
Bu Kus
seru banget kayanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!