Indonesia
NovelToon NovelToon
Istri Ketiga

Istri Ketiga

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Anindia Andin

perjuangan cinta aji sang pengusaha sukses begitu rumit dan panjang, mencintai dalam diam yang dia pendam selama bertahun-tahun tak membuat dia patah semangat mendapatkan sak kekasih. suci adalah wanita yang dia cintai dalam diam selama ini. akankah aji mendapatkan cintanya suci? di baca sampai akhir ya. terimakasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anindia Andin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mela dan suci

suci berangkat ke kampus, berharap aji tidak datang menemuinya lagi.

"aku harus cari pekerjaan" ucap suci dalam hati

"dwi... di tunggu seseorang" ucap nia

"siapa ni? jangan bilang orang yang kemarin"

"perempuan"

"perempuan?" perasaan dwi sudah tidak enak. jangan-jangan wulan yang mencarinya

"ayo wi..."

suci menurut ajakan nia dengan perasaan yang campur aduk. dia tak sanggup jika di tampar lagi, pasti malu

"dwi" ucap Mela

"mbak... "

"duduk wi" Mela mempersilahkan duduk kepada suci

"ada apa nyari saya mbk?"

"kamu pasti tau maksud dan tujuan saya kesini wi.. eh maaf suci"

"apa tuan yang menyuruh mbak kesini?"

"ndak ci.. aku ke sini inisiatif sendiri"

mela membenarkan duduknya

"mas aji benar-benar ingin minta maaf kepadamu ci"

"untuk apa mbk? untuk tuduhan yang aku tidak tau sama sekali?"

"mas aji juga tidak tau jika akan seperti ini"

"mbak siapanya tuan?"

"saya istri keduanya mas aji"

seketika suci memicingkan matanya

"jangan berprasangka buruk dulu ci. mas aji itu orang baik"

"baik dari mananya mbk?. maaf jika hanya mendengarkan penjelasan dan pembenaran yang sama sekali aku tidak tau, aku tidak tertarik mbk. yang aku tidak tau sampai sekarang, kenapa istrinya tuan sampai menampar aku, menuduh aku sebagai perebut suami orang, jalang.... ahh...."

"kamu orang yang mas aji cari selama ini ci, kamu harus tau itu. hanya kamu yang mas aji mau bukan mbak wulan ataupun aku"

"jadi maksudnya aku mau di jadikan istri ketiga? maaf mbak, lebih baik saya hidup sendiri dari pada harus merusak kehidupan orang lain. aku juga tidak kenal dengan tuan, tapi kenapa tuan mencari saya? seharusnya mbak yang di tampar oleh istri tuan. bukan saya" suci mendadak emosi

"iya... seharusnya aku yang dia tampar"

"lalu apa maksud dan tujuan mbak kesini?"

"tolong sekali saja dengarkan penjelasan mas aji. sekali saja beri dia kesempatan"

"mbak di suruh tuan? untuk merayu saya? maaf ndak saya tidak tertarik. tujuan saya datang kesini untuk kuliah mbk, bukan seperti ini yang tiba-tiba masuk dalam derama kehidupan kalian, yang aku tidak tau sama sekali duduk permasalahannya"

"atas nama mbak wulan tolong maafkan ci"

"mbak, sebentar lagi kelasku akan di mulai, maaf saya tidak tertarik dengan kehidupan kalian. sekali lagi saya minta maaf" ucap suci pergi meninggalkan Mela di cafetaria kampus itu

Mela merasa gagal untuk merayu suci.

"bagaimana caraku untuk merayu suci?" ujar Mela meninggalkan kampus itu

*****

sore hari di rumah aji

"bik. malam ini saya ndak pulang"

"tuan mau keluar kota"

"ndak bik, mau tidur di rumah teman" ucap aji sambil memberi makan ikan "oh ya bik, selama suci di sini apa dia ndak pernah cerita sesuatu?"

"ndak tuan, cuma yang dia tanya tentang lukisan itu, kalau dia melihat lukisan itu, lama sekali tuan. katanya kenal dengan lukisannya, tapi lupa"

"lukisan itu gambarnya suci bik, yang bik atik kenal dengan nama dwi"

"jadi benar dwi itu suci?"

"iya,, aku mencari dia selama bertahun-tahun ini bik. bodohnya kenapa aku tak mengenali dia di rumah ini"

"tuan suka sama dwi.. eh salah. suci?"

"sangat... dia satu-satunya perempuan yang aku inginkan, bukan wulan ataupun Mela"

"Mela? siapa tuan?"

"dia istriku juga bik. yang aku minta bik atik rahasiakan alamat rumahnya kemarin"

"jadi benar kata dwi kalau tuan punya istri selain nyonya"

"tidak seperti yang kalian lihat bik. aku dan Mela murni hanya menolong dia bik. menyelamatkan nyawanya dan nyawa anaknya"

Aji menceritakan pertemuannya dengan Mela

"ya ampun tuan, kasian ya mbak mela"

"makanya bik, jangan langsung menilai seseorang dengan mata tertutup"

"lalu bagaimana dengan suci tuan?"

"kemarin aku ketemu sama suci bik, dia marah sama aku bik"

"ketemu dimana tuan?"

"kampus"

"seandainya saya di posisi suci, pasti juga marah"

"sudah keterlaluan memang wulan, sudah hilang akal sehatnya"

"mungkin aku besok berangkat ke Jogja bik. akan aku akhiri hubunganku dengan wulan" ucap aji geram

"Hati-hati di jalan tuan, jangan pakai emosi"

*****

Malam itu aji menginap di rumah Mela, bermain bersama ajeng sedikit membuat pikirannya tenang

"Mel, Jalan-jalan yuk"

"kemana mas?"

"sudah lama aku ndak ngajak ajeng main ke playground, sekalian belanja"

Mereka bertiga berangkat ke ke mall, mengajak ajeng bermain

"Mel, mungkin besok aku pergi ke Jogja"

"mau ngapain mas?"

"menyudahi hubunganku dengan wulan. dia sudah melewati batas"

"kamu yakin dengan keputusanmu mas?"

"sangat yakin Mel. setelah itu aku akan berusaha mendapatkan suci, cinta yang aku pendam selama ini"

"oh ya. tadi pagi aku menemui suci ke kampusnya"

"ngapain kamu ke kampus dia?"

"aku mau bantu kamu mas, meyakinkan dia agar mau mendengarkan penjelasanmu"

"pasti dia ndak mau. iya kan?"

"Untuk sementara ini biarkan dia menenangkan dirinya dulu mas, aku yakin suatu saat suci pasti mau mendengar penjelasanmu"

"iya Mel. aku selesaikan dulu urusanku dengan wulan"

aji dan Mela duduk di area playground sambil mengawasi ajeng dari kejauhan

"oh ya Mel, aku minta tolong. mungkin besok atau lusa. kamu ke kampusnya suci, tolong kamu bayar biaya sekolahnya dia. aku sangat kwatir jika suci kesulitan untuk membayar biaya kuliahnya. mungkin dia sedang sibuk mencari pekerjaan"

"iya mas, aku usahakan secepatnya ke kampus suci"

"aku yakin, suci tidak akan mau menerima uang pemberianku"

"pasti. dia sangat kecewa ke kamu mas"

"rasa kecewanya bisa aku rasakan Mel"

"besok berangkat jam berapa mas? bisa aku bawain bekal buat di jalan"

"setelah subuh Mel. sudah ndak sabar rasanya ingin bertemu wulan"

"sabar mas"

"ndak bisa sabar aku Mel. aku pastikan besok dia kan syok mendengarkan penjelasanku"

"oh ya aku tanya sesuatu boleh?"

"boleh. tanya apa?"

"selama ini apa kamu tidak menaruh rasa kepadaku?"

"aku pernah mempunyai rasa seperti itu mas, sebelum aku tau kamu begitu mencintai suci. setelah aku tau persaan itu, aku kubur dalam-dalam"

aji diam "cinta itu tidak bisa di paksa mel"

****

Keesokan harinya aji berangkat ke Jogja pagi-pagi.

Perjalanan malang jogja terasa begitu cepat

"assalamu'alaikum mamaku sayang" ucap aji masuk ke rumah orang tuanya

"Walaikumsalam. kamu itu ya kayak Jailangkung"

"datang tak di undang pulang tak di antar ma?" ucap aji sambil memeluk bu lina

"bukan.. Tiba-tiba datang trus langsung ilang... wuuusssss.... pulang ndak bilang-bilang"

"wulan sering kesini ma?"

"jarang. padahal papamu seneng bgt kalau firman disini"

"buat apa kesini? bukan kakeknya juga"

"kamu itu di malang apa betul sudah menikah lagi?"

1
Ujang Muhamad
iiiiiiiiii
Ujang Muhamad
asik
Anindia Andin: terimakasih sudah mampir di novelku
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!