Indonesia
NovelToon NovelToon
Pembantu Tawanan Tuan Mafia

Pembantu Tawanan Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Lari Saat Hamil / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: nova sari

Elena Rossi terpaksa menjadi pembantu di mansion Lorenzo De Luca, Tuan Muda Mafia paling kejam di New York, untuk melunasi hutang ayahnya.

Hari pertama kerja, Elena tidak sengaja melihat rahasia gelap Lorenzo di lantai tiga.

Sejak itu Lorenzo mengurungnya.

"Kau sudah melihat rahasiaku. Sekarang kau milikku. Kau tidak boleh keluar dari rumah ini."

Elena ingin kabur, tapi semakin dia membenci Lorenzo, Lorenzo semakin terobsesi padanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nova sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Elena Hamil Lagi? Ngidam Aneh Bikin Lorenzo Jadi Koki

Pagi setelah pesta ulang tahun ke-6, mansion De Luca tidak lagi tenang.

Jam 5 pagi, Elena sudah mual.

"Uek... Pa... ambilin air putih..."

Lorenzo yang biasanya bangun jam 7 pagi langsung lompat dari kasur kayak ada serangan mafia. Jas tidurnya berantakan.

"Sayang! Dokter! Thomas! Panggil Dokter Lisa lagi!" teriak Lorenzo.

Elena tarik tangan Lorenzo. "Pa, gak usah dokter. Ini mual hamil, bukan ditembak."

Lorenzo jongkok depan Elena, wajah paniknya lucu. Bos mafia paling ditakuti di Italia, tapi pucat gara-gara istri mual hamil.

Sejak hamil anak ketiga ini, Elena jadi aneh. Ngidamnya gak normal.

Hari pertama hamil, Elena ngidam stik keju pink punya Luna jam 2 pagi. Lorenzo suruh Thomas bangunin pabrik stik keju.

Hari kedua, Elena ngidam rendang padang. Padahal di Italia susah cari rendang. Lorenzo langsung video call koki dari Indonesia.

Dan hari ini, hari ketiga...

Elena mau makan: *Es krim vanilla campur sambal terasi!*

Lorenzo yang denger langsung bengong.

"Sayang, yakin? Es krim sama sambal?" tanya Lorenzo pelan, takut salah ngomong.

Elena angguk sambil mual. "Mau... rasanya pasti enak..."

Di dapur, Leon dan Luna sudah bangun. Mereka lagi sarapan sereal.

Luna lihat Mama mual, langsung lari peluk. "Mama sakit karena adek ya?"

Elena senyum, elus rambut Luna. "Iya, adeknya lagi nakal di perut Mama."

Leon yang denger langsung pasang mode bodyguard level 3. Dia tarik kursi, suruh Elena duduk.

"Mama duduk. Leon yang ambilin es krim," kata Leon serius.

Lorenzo lihat anaknya umur 6 tahun mau ambil es krim, langsung panik lagi. "Leon, biar Papa aja!"

Tapi Leon sudah lari ke kulkas. Luna ikut.

Di kulkas ada es krim vanilla besar. Luna ambil sendok.

"Leon, campur sambalnya berapa sendok?" tanya Luna polos.

Leon mikir keras. Dia inget pelajaran dari Bu Guru Sarah: kalau masak harus pas takarannya.

"2 sendok aja. Kalau kebanyakan, Mama bisa mual lagi," jawab Leon kayak koki kecil.

Mereka berdua racik es krim vanilla + sambal terasi di mangkok pink Luna. Warnanya jadi... agak ngeri. Putih campur merah.

Lorenzo merem lihatnya. "Ya Tuhan, semoga Elena gak keracunan..."

Elena makan satu suap.

Semua orang di dapur nahan napas. 10 bodyguard yang lagi jaga di luar dapur juga nahan napas.

1 detik... 2 detik...

Elena... senyum!

"Enak! Seger! Pedas manis!" kata Elena.

Lorenzo lemes. "Enak?"

"Iya Pa, kamu mau coba?" Elena sodorin sendok.

Lorenzo mundur selangkah. Bos mafia ini pernah ditembak, pernah berantem sama mafia Rusia, tapi disuruh makan es krim sambal terasi, dia takut.

Leon dan Luna malah rebutan mau coba juga.

"Luna mau coba punya Mama!" teriak Luna.

"Tidak! Ini punya Mama, adeknya mau ini!" cegah Leon, lagi-lagi mode bodyguard.

Jam 9 pagi, Dokter Lisa datang lagi buat kontrol rutin.

"Gimana ngidamnya, Nyonya?" tanya Dokter Lisa.

Elena jawab malu-malu, "Tadi ngidam es krim sambal, Dok..."

Dokter Lisa ketawa. "Wajar! Hamil kedua dulu Nyonya ngidam steak mentah setengah matang. Sekarang lebih unik. Artinya hormonnya kuat, bayinya sehat."

Lorenzo yang dari tadi tegang akhirnya lega. Dia duduk sebelah Elena, pegang perut Elena yang masih rata.

"Sayang, kalau ngidam apa lagi bilang Papa ya. Papa beliin, meskipun Papa harus terbang ke Indonesia ambil terasinya langsung," kata Lorenzo.

Elena terharu. "Pa, makasih ya."

Leon dan Luna yang lihat Papa Mamanya pelukan, langsung ikut peluk juga.

"Leon juga mau peluk adek!" kata Leon.

"Luna juga!" kata Luna.

Jadi mereka pelukan berempat, plus satu calon bayi yang masih seukuran kacang di perut Elena.

Siang itu, Lorenzo beneran belajar bikin es krim sambal sendiri di dapur. Jas mahalnya diganti celemek pink punya Elena. Hasilnya? Dapurnya berantakan, es krimnya tumpah kemana-mana.

Tapi Elena lihat Lorenzo berantakan kena es krim, dia ketawa ngakak sampai mualnya hilang.

Thomas yang lihat dari CCTV lapor ke bodyguard lain: "Catat, hari ini Bos kalah sama es krim sambal."

Dan di kulkas, stok stik keju pink sekarang ada 3 kardus besar. Karena Leon sudah kasih tau Papa: "Kalau Mama hamil, Luna bakal ngambek lagi kalau stik kejunya habis. Beli banyak, Pa."

Calon adeknya belum lahir, tapi Leon sudah mikirin stok camilan buat Luna.

Apakah ngidam Elena besok bakal lebih aneh lagi? Katanya besok mau durian campur keju mozzarella?

*BERSAMBUNG*

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!