Aditya saputra dan Bella lestari, mereka berteman karena satu sekolah dan satu komplek. karena kesalahan satu malamnya mereka harus menikah muda di usia remajanya
Mampukah mereka menjalani rumah tangganya di usia mereka dan mampukah mereka menyelesaikan setiap permasalahan yang mereka hadapi...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon roliyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mall
Hari ini adalah hari di mana yang akan menentukan satu kata yaitu LULUS. Aditya dan Bella serta semua temanya sedang berjuang mengerjakan soal ujian.Aditya dan Bella mengerjakan soal ujian harus benar-benar teliti agar mendapatkan hasil yang memuaskan.
Selesai mengerjakan soal ujian, Aditya dan Bella kini tengah beristirahat di kantin sekolah, di temani Risa dan Sigit.Mereka tampak serius memakan pesanannya, biasanya akan terselip pembicaraan tapi kali ini mereka berempat memilih diam dan makan dengan tenang.
Tiba-tiba Nanda datang mendekat ke meja mereka tempati dan langsung duduk di dekat Aditya. Aditya mendengus melihat Nanda yang tak menyerah mendekatinya padahal sudah berapa kali dia di tolak.
" Dit, setelah lulus mau kuliah di mana?, "tanya Nanda yang terus memperhatikannya tanpa memperdulikan Bella yang duduk di samping Aditya.
" Bukan urusan lo, gue mau kuliah dimana!. "jawab Aditya ketus, Aditya malas menanggapi wanita ular ini.
" Biasa aja kali ngomongnya, aku kan nanya baik-baik, "cetus Nanda sedikit kecewa dengan sikap Aditya terhadapnya.
" Terus, mau lo apa? "ucap Aditya cuek.
" Ya biasa aja gitu, kalau ngomong sama aku nggak usah ketus. "ucap Nanda yang ingin sekali Aditya melihatnya sebagai perempuan yang di kagumi nya.
" Jika itu mau kamu, ya kamu jauhi gue lah. Kamu tahu sendiri kalau gue sudah nikah. "Aditya langsung menyelipkan jemarinya di jemari Bella lalu membawanya ke bibir Aditya untuk di cium.
Tentu saja, apa yang Aditya lakukan membuat hati Nanda terbakar api cemburu, tapi dia berusaha memasang muka tenang. Walaupun di hatinya tengah terbakar.
Kurang ajar, dia sengaja melakukannya agar gue mundur untuk mendapatkan kamu Aditya!. Lihat saja nanti, aku nggak akan menyerah mendapatkan kamu Aditya. Batin Nanda.
" Tenang aja, gue itu hanya ingin berteman sama lo. Gue juga akan melupakan perasaan gue ke lo, gimana? "cetus Nanda tersenyum palsu.
" Terserah "sergah Aditya yang tak menggubris omongan Nanda. Bahkan Aditya berbicara pun tak mau memandang Nanda sedikitpun.
Karena terus di cuekin oleh Aditya, akhirnya Nanda memilih pergi dari sana. Dengan sejuta umpatan di hati Nanda, kesal rasanya di cuekin sama orang yang kita suka. Tapi Nanda tak akan pernah menyerah untuk mendapatkan cinta Aditya, ya.. dia harus mendapatkannya. Apapun yang Nanda mau harus dia dapatkan walau harus dengan cara yang licik sekalipun.
" Habis pulang sekolah kalian mau kemana?, tanya Sigit kepada yang lainnya.
" Emang kenapa? mau ngajak kemana?, tanya Aditya beruntun, tanpa melepaskan genggamannya kepada Bella.Aditya justru membawa genggamannya ke atas ke jantannya lalu menekannya. Bella langsung memberikan tatapan tajam ke arah Aditya, tapi yang di tatap tersenyum tanpa dosa.
" Gimana kalau kita jalan ke Mall, lagian sudah lama kita nggak jalan bareng. Mumpung ujian kita sudah sudah selesai, anggap saja sebagai perayaan kita sudah melaksanakan ujian nasional. "ucap Sigit yang memandangi ketiga sahabatnya.
" Aku sih, setuju aja. Kalau kalian berdua gimana? "tanya Risa kepada Aditya dan Bella.
" Kalau aku terserah Adit. "cetus Bella
" Ok, habis pulang sekolah kita langsung berangkat ke Mall. Aku juga butuh referensi sih, dari kemarin kemarin harus mikirin pelajaran terus. Mumet otakku. "jawab Aditya
Setelah selesai dengan soal ujian yang terakhir, mereka berempat langsung berangkat ke Mall yang sudah mereka sepakati. Dan di sinilah mereka di kawasan Mall XX yang mereka tuju.
" Kita mau ngapain dulu, "seloroh Bella yang menggandeng lengan Risa sedangkan Aditya dan Sigit berada di sisi Bella.
" Gimana kalau nonton bioskop dulu, "ungkap Sigit kepada ketiga temannya.
" Boleh-boleh "jawab Risa bersemangat dan langsung menarik Bella agar segera ke tempat bioskop.
Aditya dan Sigit mengikuti langkah dua wanita yang ada di depannya. Setelah tiba di tempat bioskop mereka langsung memilih film yang bergenre action.
" Kamu mau popcorn "tawar Aditya kepada Bella yang tengah duduk di kursi tunggu.
" Boleh, sama minumnya ya. "pinta Bella yang kembali fokus ke gawai nya yang menampilkan drama Korea.
" Iya, tapi air mineral saja ya? "ucap Aditya, yang hanya di jawab anggukkan kepala karena Bella dan Risa tengah fokus ke drama koreanya.
Beberapa menit menunggu, film yang mereka pilih kini mulai di putar. Aditya dan yang lainnya mencari kursi yang sudah di tentukan oleh Risa dan Bella.
posisi duduk mereka Sigit, Risa, Bella dan Aditya. Selama film di putar Bella bersandar ke bahu Aditya sambil mengendus ketiak Aditya yang entah mengapa Bella suka bau badan Aditya.
" Bell, bisa diam nggak "ucap Aditya yang terganggu dengan kelakuan Bella yang nggak bisa diam.
Bella menatap Aditya dengan pandangan polos dan hal itu membuat Aditya jadi gemas. Aditya langsung melayangkan ciuman di pipi chubby Bella.
" Lagi... "kata Bella, yang membuat Aditya bingung dengan ucapan Bella.
" Apanya yang lagi.. "
" Ciumnya lah.. "ucap Bella sembari mengerucutkan bibirnya.
" Nanti saja di rumah, "seloroh Aditya sambil mengedipkan sebelah matanya.
Bella hanya tersenyum dan membisikkan sesuatu ke telinga Aditya. Aditya langsung berbinar mendengar apa yang Bella ucapkan.
" Oke, aku tunggu waktunya "ucap Aditya yang senang dengan bisikan Bella.
Satu jam setengah mereka habiskan untuk menonton film, kini tujuan mereka selanjutnya makan di foodcourt.
" Setelah lulus,kalian mau kuliah dimana? " tanya Risa setelah memesan makanannya.
" Kalau bisa sih, di Universitas Y. Mudah-mudahan keterima. "ucap Sigit.
" Kalau aku kayaknya nggak kuliah, "tutur Bella yang sedikit sedih. Aditya hanya bisa mengelus punggung tangan Bella dengan sayang.
" Kenapa? "jawab Sigit, dia lupa kalau Bella tengah berbadan dua.
" Bella kan lagi hamil "ucap Risa yang menyenggol kaki Sigit.
" Oh iya, gue lupa. " kata Sigit sembari menepuk jidatnya.
" Ngomong- ngomong sekarang sudah berapa bulan? "tanya Sigit penasaran.
" Jalan tiga bulan, do'ain ya. Semoga pas Baby lahir di beri kemudahan pas keluarnya. "ucap Bella sembari mengelus perutnya yang mulai terlihat buncit.
" Amin "ucap mereka serempak.
" Aku jadi nggak sabar ingin ketemu calon juniornya Adit "cetus Risa menopangkan dagunya di tangan kanannya.
" Apa lagi aku Ris, yang mengandungnya. "
" Sabar.. "tutur Aditya yang mencubit pipi Bella pelan.
Matahari kini sudah meninggalkan peraduannya dan di gantikan oleh sang bulan. Bella yang tengah duduk di kasur terus mengelus perutnya.
" Halo, anak papa. Gimana keadaan kamu di sana, hm. "sapa Aditya yang ikut mengelus perut Bella.
" Aku mau lihat perut kamu. "ucap Aditya yang memegang ujung baju Bella yang akan dia tarik ke atas.
" Mau ngapain! "
" Mau lihat perut kamu lah, sekarang perut kamu mulai terlihat besar, sekalian mau nengok Baby nya. "