Indonesia
NovelToon NovelToon
Obsesi Cinta Sang Bodyguard

Obsesi Cinta Sang Bodyguard

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Bad Boy / Penyelamat
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Vedyta Hyuk

Ethan Spencer Eko Argantara menolak keras perjodohan sepihak yang diatur keluarganya setibanya dia pulang dari New York. Baginya, menikahi gadis pilihan orang tua adalah hal konyol. Sialnya, sebuah insiden di department store mempertemukannya dengan Nayla Syakila Atmaja, gadis angkuh yang sukses memicu emosinya dalam pertengkaran dramatis, yang ternyata adalah sang calon tunangan.
Namun, rasa kesal Ethan berubah menjadi simpati ketika dia tahu Nayla menjadi target dari mantan tunangannya. Ethan membuang rasa gengsinya lalu melindungi Nayla
Di bawah satu atap dengan Nayla sebagai pasangan suami istri, Ethan siap melakukan apa saja demi melindungi miliknya.siapa pun yang berani menyentuh Nayla, harus berhadapan dengan dia.

"Tugasku adalah menjagamu, tapi obsesiku adalah memilikimu sepenuhnya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vedyta Hyuk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26. Ketemu sama mantan

Saat melangkah masuk ke ruangan luas dan megah itu, dengan meja-meja dan kursi tertata rapi, Nayla cukup terkejut. Yang dikatakan suaminya sebagai jamuan makan malam ternyata lebih mirip pesta resmi. Dia takjub melihat betapa indah dan elegan suasana ruangan ini.

"Kamu tidak bilang kalau ini pesta?"

Ethan berjalan di sampingnya, menggenggam pinggangnya erat, hanya tersenyum ramah pada beberapa rekan yang menyapanya.

"Tetap tenang. Jangan terlihat kaget. Ini hanya jamuan makan malam yang diadakan hotel untuk enam puluh pengusaha Asia yang menjadi peserta Konferensi KTT Asia tadi siang."

"Ya ampun... enam puluh pengusaha? Aku makin gugup rasanya." Nayla berjalan pelan, mengikuti langkah Ethan menuju sebuah meja yang sudah diduduki beberapa orang. Di sana ada kedua orang tuanya, lalu Pasangan orang tua dari Marcus dan kakaknya Denis dan Soran, yang langsung berdiri dan memeluk Nayla begitu dia tiba.

"Selamat malam semuanya, maaf kami terlambat."

"Nayla, sini duduk di samping Mommy." panggil Yohana, lalu Denis memberi kode agar adiknya menurut, dan Ethan sudah menarikkan kursi untuk Nayla.

"Wah, kalian pasangan yang romantis sekali," goda Yohana, dan Tante Anna ibunya Marcus, hingga Nayla menjadi kikuk. Ethan bahkan menuangkan jus jeruk untuknya dari tangan pelayan.

"Istriku tidak boleh minum alkohol, jadi aku menemaninya minum jus saja. Ini, sayang."

"Terima kasih." Wajah Nayla memerah, menunduk malu karena semua orang di meja itu tertawa melihatnya.

"Kalau sedang merencanakan kehamilan memang sebaiknya tidak minum alkohol."

"Benar juga. Apakah sudah ada kabar baik dari kalian?"

"Ya, kalian kan sudah menikah tiga bulan lebih. Apa Nayla sudah hamil?"

"Ah, Tante, kenapa ikut-ikutan seperti Mommy sih?"

"Jadi belum ada kabar baik?"

"Maaf, Mom..." Nayla menggeleng pelan, meremas roknya di bawah meja sementara tangan Ethan diam-diam menggenggam tangannya. Bagaimana mungkin ada kabar baik kalau mereka tidur di kamar terpisah, hubungan intim hanya terjadi sekali dan terasa seperti paksaan, lalu keesokan harinya dia langsung minum obat pencegah kehamilan? Jangan berharap terlalu banyak.

"Sudahlah, jangan terlalu memaksa mereka. Doakan saja semoga segera ada cucu," kata Pak Victor.

"Hahaha, semoga saja segera ada penerus keluarga Argantara!" Wajah Ethan ikut memerah karena pertanyaan ibunya, sementara Nayla hanya menunduk sedih, meremas ujung gaunnya menahan air mata. Entah mengapa setiap dibahas soal pernikahannya, dia ingin menangis. Sejak kecil Nayla terbiasa melihat rumah tangga orang tuanya yang bahagia, ayahnya yang sangat mencintai ibunya, dan ibunya yang selalu menanamkan prinsip ini padanya:

"Sayang, ingatlah, jika kau menikah kelak, lakukanlah sekali saja seumur hidupmu. Jangan mudah mengucapkan kata cerai. Hanya satu suami yang berhak menerima mahkota berharga milik wanita. Kesetiaan adalah yang utama. Kamu paham?"

Nayla ingin menangis memikirkan itu. Dia merasa bersalah pada mendiang ibunya. Dia berencana bercerai dengan Ethan, dan itu akan terjadi dalam tiga bulan ke depan. Mahkotanya memang sudah diberikan pada Ethan, tapi dia ragu apakah pria itu bisa tetap menjadi suaminya untuk tahun-tahun mendatang.

"Maaf, saya ke toilet sebentar. Permisi."

Nayla bergegas pergi, memegang ujung gaun panjangnya dan berjalan cepat. Sepatu hak tingginya sedikit menyulitkan langkahnya. Dengan air mata yang jatuh di pipi, dia bersandar di dinding marmer di depan pintu toilet, mengambil tisu dari tasnya dan mengusap wajahnya yang basah.

'Ibu... maafkan aku... seharusnya aku menerima pernikahan ini dengan ikhlas, bukan malah berencana minta cerai.'

Dia tahu mendiang ibunya, sahabat dekat dari Mommy Yohana, pasti ibunya bahagia melihat mereka kini satu keluarga. Nayla merasa bersalah karena belum bisa menjadi istri yang baik. Dia teringat kata-kata kakak iparnya dulu:

"Dulu saat aku dan mas Denis menikah, kami juga belum saling mencintai. Cinta baru tumbuh setahun kemudian. Ktau harus percaya cinta bisa tumbuh seiring waktu. Jadilah istri yang baik dan melayani suamimu. Mungkin Ethan memang suami yang tepat yang dipilihkan Ibu untukmu."

Wajah Nayla masih memerah saat kembali ke area pesta. Dia bimbang, kembali ke meja dengan wajah seperti ini, atau langsung pulang? Dia memilih menelepon suaminya.

"Maaf, aku merasa tidak enak badan. Bisa kita pulang saja?"

"Apa? Kamu di mana sekarang?" Ethan langsung berdiri. "Tunggu di sana, aku datang."

Klik. Nayla menyimpan ponselnya, merapatkan gaunnya karena sedikit kedinginan di lobi hotel yang ber-AC.

"Aku tidak menyangka bisa melihatmu di sini.".Nayla tersentak, menoleh cepat saat mendengar suara yang sangat ia kenal.

"Natalie?"

"Wah, benar-benar kamu? Nayla Atmaja, wanita aneh tomboi yang dulu meninggalkan tunanganku, hahaha!"

"Sayang, ayo masuk, acaranya sudah dimulai," kata Axel sambil menggandeng Natalie.

"Tunggu, Sayang. Aku masih penasaran kenapa si tomboy ini berubah penampilan? Kau berubah supaya laku ya? Atau supaya bisa menjerat pria kaya?" Natalie tersenyum sinis, mengusap perutnya yang membuncit memamerkan kehamilannya dari Axel. Natalie adalah istri Axel, dan dialah orang yang merusak hubungan pertunangan Axel dan Nayla dulu.

"Sayang, aku dengar mantan kamu baru menikah ya? Mantanmu ini rupanya matre juga. Dulu mendekatimu karena kau kaya, lalu saat ditolak, dia beralih ke anak CEO yang jauh lebih kaya. Hebat ya, wanita ini pandai memilih jalan pintas."

"Tutup mulutmu! Sekali lagi kubilang, itu bukan urusanmu!".Wajah Nayla memerah padam menahan amarah. Kalau saja Natalie tidak sedang hamil, pasti dia sudah menampar mulut yang bicara sembarangan itu.

"Ayo, Sayang, kita masuk saja. Tidak ada gunanya berdiri di sini," Axel mencoba menarik istrinya, tapi Natalie tetap bersikeras.

"Tunggu! Aku belum selesai! Dengar ya, dulu mas Axel sama sekali tidak menyukaimu! Dia hanya terpaksa bertunangan karena orang tuanya! Aku lah kekasih aslinya, bukan selingkuhan! Kamu saja yang tidak tahu diri berharap pada suamiku!"

"Oh ya? Benarkah? Maaf, aku tidak peduli. Nikmati saja suamimu itu, Nyonya Axel." Nayla tidak mau kalah, berkacak pinggang menatap Axel yang langsung tampak gelisah.

"Bagus, jadi memang begitu ya? Kalau begitu, penolakan ku saat kau mengajakku tidur dulu itu benar. Syukurlah aku selamat dari pria brengsek sepertimu!"

"Apa?!" Natalie melotot.

"Kenapa kamu kaget? Tanyakan saja pada suamimu. Kalau dia hanya terpaksa bertunangan, kenapa dia hampir memperkosaku dulu?! Lalu setelah ketahuan berselingkuh denganmu, dia masih tidak tahu malu mengemis cinta padaku sampai bersujud di kakiku. Dasar pria menyedihkan!"

1
Ananda Boy
lanjutin kak, wahhhh buku baru😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!