Indonesia
NovelToon NovelToon
Wanita Malam

Wanita Malam

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nurul Marisa putri

“Di balik senyum indahnya, tersimpan luka yang tak pernah terlihat.”

mas aku bukan orang baik pergih saja:"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurul Marisa putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

wanita malam:sebuah penolakan

Jessica masuk ke ruangan tempat Kevin dan Pak Hadi sedang berbicara.

"Hai Kevin, aku sedang mencarimu."

"Ada, Jes.

"Kamu ada waktu sebentar?"

Pak Hadi melihat kedekatan mereka, lalu berdiri dengan bijak. "Kevin, sepertinya perjanjian kita sudah sepakat. Kalau ada perlu lagi, tolong hubungi Om ya?"

"Baik Om, terima kasih atas kerja samanya."

"Saya pamit dulu ya, Kevin."

Setelah Pak Hadi pergi, Kevin menatap Jessica. "Ada apa, Jes? Bilang saja, ada perlu apa?"

Wajah Jessica berubah serius dan penuh harap. "Oh iya... Katanya orang tuaku sudah setuju dengan perjodohan ini, Kevin. Mama dan Papamu juga menginginkanku jadi calon istrimu. Aku sudah tetapkan rencana pertunangan kita. Bagaimana menurutmu?"

Kevin hanya diam membisu, tatapannya datar dan tak tergoyahkan.

"Jes... aku tidak mencintaimu," ucapnya tegas namun tenang. "Hatiku sudah milik orang lain."

"Jadi kamu tidak bisa menikah denganku?" tanyanya lirih.

"Benar."

Jessica terkejut, matanya berkaca-kaca. "Siapa dia, Kevin? Siapa yang kamu cintai? Apa kurangnya aku? Kita sudah akrab sejak kecil..."

"Itu masa lalu, Jes. Jangan bawa-bawa masa lalu ke sekarang," potong Kevin lembut tapi tegas. "Aku menganggapmu hanya sebagai adik perempuan. Tidak lebih dari itu."

"Jadi jangan berharap aku punya perasaan lain padamu," lanjutnya. Kata-katanya lugas, langsung menancap di hati Jessica.

"Kamu benar-benar tidak punya rasa sedikit pun padaku, Kev?" suaranya gemetar. "Aku tulus mencintaimu, sudah menunggu lama, dan selalu mengalah demi kamu..."

"Maaf, aku tidak bisa menerima perjodohan ini," ucap Kevin tegas.

Tanpa menunggu jawaban, ia melangkah keluar ruangan, meninggalkan Jessica yang terpaku sendirian.

Di dalam kamar yang kini sunyi, rasa kesal dan sakit hati meledak di dada Jessica. Giginya gemeretak menahan emosi.

"Aku tidak akan melepaskanmu, Kevin!!" teriaknya dalam hati penuh ancaman. "Aku tidak akan mengalah kali ini! Aku mencintaimu sungguh-sungguh, kenapa kamu tidak pernah mau melihatku?!"

Matanya memancarkan tekad yang kuat, bercampur dengan keserakahan akan cinta.

"Ini kesempatanku... Aku harus mendapatkanmu, bagaimanapun caranya."

"Tak ada yang boleh menghalangi keinginanku!"

Jessica tertawa lepas, tawa yang terdengar penuh keyakinan namun menyimpan bahaya. Matanya menyala terang, tak peduli siapa atau apa yang akan menghadang niatnya. Baginya, mendapatkan Kevin adalah satu-satunya tujuan, dan segala hal yang menjadi penghalang harus disingkirkan.

Kevin berjalan terburu-buru mencari sosok Alya di seluruh area gedung itu.

"Kemana dia? Kok tidak kelihatan di mana-mana?" batinnya mulai gelisah.

Saat menelusuri lorong, matanya tiba-tiba menangkap pemandangan yang membuat langkahnya terhenti. Alya ada di sana... sedang berdiri berbicara santai bersama Raka.

Kevin segera menghampiri, suaranya terdengar tegas dengan nada bertanya. "Kamu sedang apa di sini?"

Alya menjawab tenang, "Aku cuma sedang mengobrol sebentar sama Raka, Kevin."

Kevin tak bisa menahan rasa cemburu yang tiba-tiba muncul. Tatapannya tajam dan dingin tertuju lurus ke arah Raka.

Raka menyadarinya dan menyahut dengan tenang, "Iya, Kevin. Aku sama Alya. Kasihan dia tadi sendirian di sini, jadi aku temani sebentar."

"Oh gitu..." jawab Kevin singkat, masih menyimpan kecurigaan.

Raka pun melanjutkan pembicaraan, mengalihkan topik. "Kak, Mama sama Papa ada di sini. Mereka ingin bertemu denganmu."

Kevin mengernyitkan dahi. "Ada apa?"

"Ada hal penting yang harus dibahas," jawab Raka serius.

Kevin mengangguk pelan. "Oke, nanti aku ke sana."

Kevin langsung meraih tangan Alya dan menggenggamnya erat, seolah takut wanita itu hilang dari sisinya. Tatapannya lembut namun menyiratkan kekhawatiran dalam.

"Kamu tidak apa-apa, kan, Alya?" tanyanya pelan penuh perhatian.

Alya mengangguk memaksakan senyum, "Aku tidak apa-apa, Kevin."

Padahal dalam hatinya, segalanya terasa tak karuan. Kenangan saat dikerumuni dan dihina oleh sekelompok pemuda tadi masih membekas jelas di ingatannya. Meski ketakutan itu bergemuruh di dada, ia memilih untuk tetap diam. Ia tak berani menceritakan kejadian pahit itu kepada Kevin, tak ingin menambah beban atau mengubah suasana yang sedang berlangsung.

"Kok sepertinya kamu pucat sekali, Alya?" tanya Kevin memperhatikan perubahan wajahnya.

Alya sedikit terkejut, lalu buru-buru menunduk sejenak dan tersenyum paksa. "Ah... mungkin karena aku tadi melihat wajahku di layar ponsel."

Ia menggeleng pelan, berusaha menutupi kebenaran. "Enggak, Kevin. Aku cuma sedikit lelah saja."

Alya sengaja berbohong, berusaha menutup rapat kejadian menakutkan dan menyakitkan yang baru saja ia alami. Ia tak ingin membebani pikiran Kevin atau memicu keributan.

"Kamu sepertinya kurang enak badan ya? Kalau begitu, mending kita pulang saja sekarang," ujar Kevin dengan nada yang penuh kepedulian.

Alya menggeleng lemah, berusaha tegar. "Tidak apa-apa, Kevin. Aku nggak kenapa-napa kok."

Namun Kevin tidak bisa membiarkannya begitu saja. "Tidak enak rasanya kalau kamu dalam keadaan begini terus kita pergi begitu saja."

Alya tertegun sejenak, lalu teringat tugas yang menanti. "Bukankah... kamu harus menemui orang tuamu?"

"Baiklah... Setelah urusan itu selesai, kita langsung pulang ya.kevim

alya pun mengangguk lega, genggaman tangan kevin terasa lebih hangat dan meyakinkan.

"Oke,Sekarang kita temui mereka sebentar, lalu langsung aku antar kamu istirahat," jawabnya tegas namun penuh kasih sayang.

Kevin menuntun langkah Alya menuju tempat duduk di mana orang tuanya sudah menunggu. Suasana seketika berubah menjadi tegang.

"Papa, Mama... Ada apa? Katanya ingin membicarakan hal penting?" tanya Kevin memulai.

Ayahnya langsung menatap tajam tanpa basa-basi. "Kevin, Papa ingin bicara soal perjodohanmu dengan Jessica. Papa dan Mama sudah menetapkan keputusan: pertunanganmu sudah kami tetapkan. Ini demi nama baik dan citra keluarga Mahendra. Kamu harus bisa menerimanya."

Kevin menggeleng keras, suaranya bergetar menahan amarah dan kekecewaan. "Sudah berapa kali Kevin harus bilang? Kevin tidak menyukai Jessica. Kevin tidak menginginkan perjodohan ini. Buat apa nama baik kalau hati sendiri tidak ikhlas, Pa?"

"Aku tidak bisa menerima semua ini," lanjutnya tegas.

"Kevin, sadarlah... Ini semuanya demi kebaikan dan masa depan perusahaan," potong ibunya berusaha melembutkan namun tetap teguh.

"Tidak, Pak... Kevin tidak mau," jawab Kevin pendek dan mantap. Tangannya ia rangkul erat di bahu Alya, seolah memberi perlindungan sekaligus kekuatan.

Papa menatap tajam ke arah Kevin, suaranya menggelegar penuh kemarahan.

"Kamu berani melawan Papa demi perempuan itu, Kevin?!" ucapnya penuh tuduhan. "Dia itu perempuan tidak baik, sadarlah kamu! Papa sama sekali tidak setuju hubungan kalian mau ke mana. Di mana letak muka keluarga Mahendra kalau begini?!"

Kata-katanya semakin menyakitkan dan merendahkan.

"Dia hanya perempuan kotor! Hidupnya pernah di dunia malam, bahkan kita tidak tahu dia berasal dari keluarga mana yang jelas!" hina Papa tanpa ragu, mencoba meruntuhkan harga diri Alya di hadapan semua orang.

Alya mendengar setiap kata hinaan itu dengan telinga sendiri. Rasanya seperti ditusuk-tusuk, hati kecilnya teriris pilu mendengar kejamnya ucapan ayah Kevin. Ia tak sanggup lagi berdiri di sana, menjadi bahan aib dan penghinaan. Tanpa berkata apa-apa, ia membiarkan kesedihannya membawa kaki melangkah pergi, meninggalkan ruangan dan acara itu di tengah suasana yang membeku.

Di tengah pelariannya yang penuh luka, batin Alya meratap pilu. Kata-kata tajam ayah Kevin terus bergema di kepalanya, seolah menjadi kenyataan yang tak terbantahkan.

"Semua yang dikatakan itu benar... Aku memang tidak layak dicintai," gumamnya dalam hati sambil menahan tangis yang memburu. "Aku hanyalah perempuan yang tidak pantas berdiri di samping Kevin yang begitu sempurna."

Rasa rendah diri dan kepahitan menyelimuti jiwanya, membuatnya merasa tak berharga sama sekali.

Kevin tak tinggal diam melihat Alya pergi dan mendengar ucapan kasar ayahnya. Wajahnya memerah menahan amarah dan kekecewaan yang meluap.

"Papa! Dia wanita yang aku cintai, Pa! Tidak sepantasnya Papa bicara sekejam itu padanya!" ucapnya dengan suara bergetar, namun tegas membela harga diri Alya.

Ia menatap ayahnya dengan pandangan kecewa yang dalam. Tak menyangka sosok yang dihormatinya bisa begitu rendah dan jahat menilai orang lain.

1
putri_raisa
cerita unik seru juga
Naura Azizah
good job
Ikhsan Ramadhan
cerita seru semangat
nurulmarisa: terimakasih😍
total 1 replies
vegaa
bagus
nurulmarisa: terimakasih😍
total 1 replies
Didi Mulyadii
bagus banget
nurulmarisa: terimakasih dukunganya🤩
total 1 replies
Didi Mulyadii
kenapa alya harus berkorban kaya gitu ya
nurulmarisa: demi uang pak🤣
total 1 replies
putri_raisa
kesel deh sama orang tua kevin mandang status banget😵‍💫
nurulmarisa: bisa lah orang yang beradaa maunya sama satu kasta🥲
total 1 replies
Naura Azizah
apa gak merinding ya si Alya di deketin om om kaya Kevin kalo ganteng mah hayu aja gemes alurnya Manarik KA update dong aku kepo kelanjutannya 😍🤣🤭
nurulmarisa: awal awal takut dia pas di perhatin om om ganteng🤣
total 1 replies
Naura Azizah
kayanya si Raka suka Alya deh segitu capernya bejir🤭🤣
nurulmarisa: cinta bertepuk sebelah tangan dia😵‍💫🤣
total 1 replies
vegaa
suka banget sama perhatian Kevin,tapi Alya bakal suka gak si soal dia udah om om tuh jadi kepo kelanjutannya di tunggu updatenya ya KK seru nih aku ada gemes gemesnya🤣
nurulmarisa: siap Kaka Kaka ku dak sabar nich💪🤭🤣
total 3 replies
Andira
jadi makin seru ni ceritanya lanjut kk semnggtt🤭
nurulmarisa: terimakasih KK aku makin semangat KK♥️🫶
total 1 replies
Andira
aku kalo jadi Alya baper parah seperhatian itu kevin
Andira: semua cowo gitu love bombing hehe🤣
total 2 replies
Feni sang penulis novel
assalamualaikum kak ceritanya Bagus banget aku suka alur yang terakhir lanjut kak bagaimana nih makin seru kak bisa komen ya kita semangat ya semangat yah kak bikin karyanya oh iya pak aku punya 3 novel kalau kakak suka mampir-mampir ya kak terima kasih
Feni sang penulis novel: terima kasih ya kak semoga kakak suka ya dengan karya aku ada tiga karya aku tolong baca semuanya ya kak semoga kakak suka dan tolong berikan bintang 5 dan tolong berikan komentar untuk ketiga novel aku kak terima kasih
total 2 replies
Yue xin🥀(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)
semangat buat author 💛💛
nurulmarisa: makasih komen kk ,kk juga semangat ya 🙏💪
total 1 replies
Yue xin🥀(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)
sampai segitunya banget yah🤭
nurulmarisa: sebener ke paksa aja kerja begitu karna nominal gede maklum dunia malam🥲🫠
total 1 replies
Yue xin🥀(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)
lagian cowoknya gragas banget sih/Smug/
nurulmarisa: kaya itu efek mabuk itu sepeleng🤣
total 1 replies
Yue xin🥀(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)
kenapa Alya melakukan itu?
nurulmarisa: lagi enak enak kerja,malah di godain om om kk, mana ganteng lgi🤣👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!