Indonesia
NovelToon NovelToon
I'M A Villain

I'M A Villain

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Romansa Fantasi
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Usu dedek

Seorang gadis 14th merelakan masa remajanya demi bisa masuk ke organisasi Phantom agar bisa membalas dendam kematian kakaknya. Misi pertama mendekati empat cucu Alexander Starling Gruop.

Demi keberhasilan misi Irish menggunakan apa saja termasuk mempermainkan perasaan targetnya.

Dendam nomer satu, perasaan nomer sekian!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Usu dedek, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

negosiasi berdarah.

Aku yang baru saja menyeruput minumanku tersedak seketika. Uhuk ... uhuk ... spontan leherku bagai terbakar, tenggorokanku rasanya tercekat, pertanyaan itu mematikan. Tapi jika tidak ku jawab dengan benar, akan jadi awal kecurigaan lain di hari mendatang.

"Ya benar, saat itu aku bertaruh dengan Zane di boxing hole, kalau aku menang.. dia akan menghabiskan waktu dua puluh empat jam bersamaku." Ku jawab dengan ketus walaupun itulah kenyataan yang sebenarnya.

Hahahaha, Alexander tertawa. "Artinya kau sudah mulai akrab dengan cucu kesayanganku ini?"

 "Tidak juga." jawabku pendek sambil cengengesan memegang gelas anggur.

"Apa kalian sudah tidur bersama?"

Uhuk .. uhuk ... Zane dan Aldrik batuk tanpa alasan mendengar kata-kata itu.

Kelontang .. ..... tak sadar gelas yang ku pegang terlepas dari tanganku. Gelas kaca itu jatuh ke lantai, pecah berderai berubah menjadi butiran kaca yang berserakan di atas karpet berbulu di bawah kakiku. Aku gugup dan malu, pertanyaan macam apa itu. Aku mencoba menjawab sebisanya.

"Ti ... "

"Kakek ... kami baru saling kenal dan hanya berteman, belum sampai di tahap itu." Sela Zane memotong perkataanku.

"Ya ... ya .. dia hanya numpang tidur di rumah Zane," sela Aldrik membenarkan.

Pak menteri menyimpulkan senyumnya begitupun Alexander Starling. Kedua orang tua itu tampak serasi dan saling memahami.

"Wiliam ... bagaimana jika kita jodohkan saja cucumu dengan cucu-cucuku ini, hubungan bisnis kita akan kembali seperti dulu. Kau bisa kembali berkuasa dalam dunia bawah dan mengusai pasar modal. Ini langkah yang mudah dan menguntungkan kedua pihak."

Sontak ruangan itu menjadi sunyi. Pertanyaan itu telak tapi menyakitkan bagiku. Aku mengepalkan tangan lalu membuang nafas. Aku menoleh ke arah kakek palsuku itu. Mataku sayup sedikit kecewa.

'Apa dia akan benar-benar menjadikan ku pion? Apa aku harus masuk ke keluarga Starling dan memiliki hubungan dengan mereka? Jika pak menteri menyetujui hal ini, aku akan keluar dari phantom dan balas dendam dengan caraku sendiri.'

Pak menteri menatapku dengan tatapan bimbang, aku memiringkan kepalaku dengan mata sendu. Sementara ke tiga cucu Alexander tampak tersipu malu dan sangat menyebalkan.

"Sir ... ," gumamku pelan dengan suara serak yang penuh kesedihan.

Pak Wiliam segera menggelengkan kepalanya dan mengambil sikap. Mungkin dia kasihan kepadaku.

"Alexander.. untuk melakukan perjodohan, ku rasa tidak perlu buru-buru. Biarkan mereka saling mengenal lebih dulu. Cucuku sedang melakukan study untuk berbagai penelitan, ku rasa keluarga Starling adalah tempat yang paling cocok."

"Kau ingin dia meneliti apa disini, Wiliam?"

Suara itu terdengar menekan dengan penuh rasa kecurigaan. Kata-kata itu bergetar mengaung dengan aura berat dari sang pemilik rumah. Aku sedikit merinding melihat tatapan mata tajam dari seorang laki-laki tua yang di kenal sebagai pembisnis nomor dua di Los Angeles itu.

Mataku menyipit ketika melihat Alexander Starling yang serius, seorang kakek berusia 69 tahun yang memegang kekuasaan tertinggi di Starling Group itu memancarkan aura seram. Dia adalah Taipan yang menguasai bisnis global sebanyak 40% saham di Los Angeles.

 Bahkan jika ingin dihitung, Starling group bergerak di berbagai bidang yang mencakup segala tentang makhluk hidup di muka bumi, bisinis mereka mencakup segala kebutuhan. Mulai dari senjata, obat-obatan, perangkat lunak, jasa hukum, seolah dunia bergerak dalam genggaman tangan mereka. Wajar saja jika pak menthan memiliki ide untuk menggunakan identitas sebagai cucunya.

Namun yang membuatku semakin curiga, kenapa sekelas Starling group malah takut terhadap Pak Mentan, tapi kenapa juga Pak menthan malah mengandalkanku untuk menguap informasi tentang keluarga Starling. Mereka masing-masing punya rahasia yang sulit di pecahkan.

"William, sepertinya terjadi kesalahpahaman antara cucu-cucuku dan cucumu di rumah sakit tadi," ucap Alexander Starling sebagai pembuka kalimat setelah lama hening, dari kata-kata itu aku dapat menyimpulkan bahwa mungkin mereka itu adalah sahabat sewaktu muda sehingga perkataannya sangatlah sopan dan santai.

"Jika kau memang tidak menginginkan perjodohan, tidak masalah. Kita tetap bisa bersahabat seperti dulu." Sambung Alexander.

"Alexander, kita sudah bersahabat dari muda, bahkan kita sama-sama berlatih militer dan menjadi pasukan anti teroris bersama-sama, kita juga pernah muda dan pastinya pernah terjadi kesalahpahaman seperti ini, aku, datang kemari bukan ingin menjadi saingan bisnis seperti dulu, tapi aku ingin menawarkan sesuatu yang tak bisa kau tolak."

"Apa itu?"

"Karena cucuku bersedia menjadi objek penelitian Markus, aku ingin mendanai seluruh penelitian tentang serum anti body itu. Tapi, cucuku juga harus belajar IT setara dengan Aldrik, dia juga harus memperkuat tubuhnya seperti Zane, dan yang pasti, dia harus bisa sehebat Caspian dalam bernisnis. Bagaimana?"

 Ayah Markus dan Alexander Sterling mendengus membuang nafas panasnya, pak mentri tersenyum pahit di depanku. Aku sama sekali tidak mengerti apa yang mereka berdua bicarakan, kata-kata itu terdengar seperti negosiasi berdarah. Menjadi pendana tapi juga menjadi penjahat dalam selimut.

Aku hanya mendengarkan sambil sesekali menyeruput minuman yang disajikan di atas meja, pandanganku teralihkan oleh kedua saudara yang lain. Mereka tampak cengengesan di depanku, entah apa yang mereka pikirkan sebenarnya. Mereka tampak sangat bahagia dengan kata-kata manis kakek palsuku itu.

"Aku tidak mengerti jalan pikiran pak menteri, tapi aku tahu, ini penuh jebakan. Dia ingin aku mendekati mereka sedekat mungkin, seolah menjadi pendonor, tapi aku lah yang menjadi penjahat utamanya. Sudahlah, jalani saja."

Suasana mendadak menjadi hening dan mencekam. Atmosfer sekeliling terasa dingin, Alexander Starling menatap tajam ke arah pak menteri.

"Apa yang kau inginkan William? Katakan dengan jelas!" tanya Alexander.

" Aku ingin menjalin kerjasama. Cucuku saat ini sedang menjalani studynya, dia ingin meneliti tentang berbagai perkembangan dunia yang menggabungkan tentang sains, teknologi, bisnis dan juga kesehatan menjadi satu, dan kau, keluarga Starling punya semua itu. Kau punya Caspian yang mengendalikan 30% pemasok senjata untuk militer, kau punya Zane yang memiliki kekuatan tidak ada banding, dan kau memiliki Aldrik yang jenius, dan tentu saja penelitian ini juga akan melibatkan Markus. Biarkan cucuku tinggal di sini, agar dia bisa melakukan risetnya dengan sempurna."

 Mendengar perkataan itu aku langsung terbatuk karena panik.

 " Yang benar saja, riset. Bukankah sandiwara ini sudah terlalu berlebihan, bagaimana bisa aku menjadi seseorang yang seperti diinginkannya, menggabungkan sains, senjata, teknologi dan juga kekuatan manusia. Tadi dia ingin perjodohan, sekarang kerja sama. Oh benar saja, organisasi Phantom benar-benar membuatku gila. Belum cukup aku harus menggali informasi tentang keluarga Starling, sekarang aku malah mendapat misi yang lebih gila."

"Benar kan Irish?" sambung Pak mentan membuyarkan lamunanku.

Sorot matanya bagai hendak membunuh, aku mengambil sikap tenang. Ku tarik nafas panjang lalu ku lebarkan senyumku. Walau sebenarnya hatiku kacau balau. Aku harus profesional.

 "Yes, sir ... saat ini aku sedang melakukan studi, makanya aku berkeliaran seperti orang bodoh, membuka restoran dan segala macam, itu karena aku sedang melakukan penelitian."

"Lebih baik berbohong seperti ini dari pada di jodohkan dengan mereka."

"Dia adalah satu-satunya cucuku yang ingin membuang nama keluarga, dia tidak suka diatur dan ingin Mandiri." sambung Pak mentan membelaku, seolah argumennya Itu menjelaskan kenapa aku sampai membuka restoran dan pergi ke sana kemari, ke boxing hole dan juga bermain dengan Aldrik.

Aku tak dapat beralasan lagi untuk menolaknya, tampak Alexander pun tak punya alasan untuk menolak kehadiranku di rumah itu, dia tersenyum pahit tapi menerima tawaran dari Pak Mentan. Alexander tampak berbisik dengan Adam Starling di sebelahnya. Setelah beberapa detik dia berfikir, akhirnya pak tua itu berdiri dan tersenyum yang tampak di paksakan.

"Baiklah ... dia bisa melakukan penelitiannya dengan siapapun dari empat cucuku, dia bisa mendampingi Markus untuk meracik obat-obatan terbaru, dia bisa bersama Aldrik, dia juga bisa bersama Caspian. Tapi sayangnya saat ini Caspian tidak di rumah. Dia sedang mengembangkan senjata model baru pesanan dari Iran. Malam ini kau akan resmi jadi tamu kehormatan di keluarga Starling. Bersiaplah, kami akan menjamu kalian makan malam."

1
sinnox
wkwkw lucu bgt aldrik cembokurnyaᯣ_ᯣ
sinnox
Selamat kmu jadi babysitter😌
sinnox
YEU MAKANYA JANGAN ASAL NUDUH
sinnox
aduh aku kok malah jdi pgn milik aldrik sama irish ya daripada sama zane🙉
sinnox
Nangis po? alamak😭
sinnox
Tendang aja tendang😭
sinnox
ak dukung zane sama irish
sinnox
Kok jdi kasian sama zane😶
sinnox
harusnya bilang mau aja, kapan lagi coba
azza Binury: 🤭 gengsi lah
total 1 replies
sinnox
Zane ga sadar ya wkwk informasi nya di keruk sedikit demi sedikit 😭
sinnox
ahaha mike😭
sinnox
lah udh ketahuan😭
sinnox
GEDE KALI BAH😭
sinnox
pasti gugup kan, ngaku aja irish🫢
sinnox
mau diapain itu woi😭
azza Binury: 🤭🤭🤭🤭 dag dig dug😄
total 1 replies
sinnox
zane mengambil kesempatan dalam kesempitan 😀
sinnox
lagian malah di provokasi😀
sinnox
woi😭
sinnox
iya bjir, irish ga ada berhenti berhentinya. berani bgt😭
sinnox
berani bgt ni cewe bjir😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!