Indonesia
NovelToon NovelToon
The Path To Godhood

The Path To Godhood

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Dikelilingi wanita cantik / Fantasi
Popularitas:399
Nilai: 5
Nama Author: Made Budiarsa

Xuan Han terbangun di dalam gua sembari mengingat kalimat tentang cinta. Ia hanya tahu namanya, tidak ada yang lain, kecuali kalimat itu.
Berbekal rasa penasaran tentang identitasnya ia mulai menelusuri hutan, bertemu para kultivator, hewan-hewan buas dan berbagi hal unik di dunia itu.
Perlahan-lahan ingatannya kembali pulih dan pada saat ia tahu jika kebenarannya menyakitkan, akankah ia mau menerimanya?

Ikuti perjalanannya yang memegangkan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Made Budiarsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiba

Namun setelah melakukannya, tidak ada perubahan yang terjadi; gerbang itu tetap berdiri kokoh dan tidak ada tanda-tanda pelemahan. Wang Hao menatapnya tajam, sementara perlahan-lahan serpihan-serpihan pedang itu berubah menjadi aura merah muda yang melesat ke arah Nona Xie dan masuk ke tubuhnya.

Perlahan-lahan wajahnya terlihat pucat dan beberapa butir keringat bermunculan. Tampaknya mengeluarkan teknik seperti itu memerlukan energi yang sangat besar dan menguras tenaga.

Wang Hao menatap Meng Chahua. “Nona Meng, sekarang giliranmu.”

Meng Chahua tidak menanggapinya dan tetap menatap gerbang itu. Setelah beberapa saat, ia melangkah menaiki undakan, perlahan-lahan mendekati gerbang. Mendongak menatapnya, lalu mengulurkan tangannya untuk menyentuhnya bersamaan dengan memejamkan matanya.

Tidak lama setelahnya ia membukanya kembali, lalu mundur beberapa langkah.

Saat itulah Xuan Han penasaran apa yang dilakukannya. Selama perjalanan ini hanya Meng Chahua yang paling sedikit berkontribusi dan mungkin sekarang juga begitu. Mungkinkah Meng Chahua masih dalam tahap pemulihan? Ia ingat bagaimana gadis itu menggigit dan menghisap darahnya. Barangkali memang sepertinya gadis itu masih lemah dan berusaha menghemat energi.

Setelah mundur, ia pun mendekati gerbang. Menggores tangannya menggunakan pisau lalu kembali menyentuh gerbang itu.

Tidak lama cahaya merah muncul dari bawahnya, menyinari kedua kaki relief, lalu perutnya, dan akhirnya berada di kepalanya. Rambutnya yang seperti ranting perlahan-lahan bersinar, begitu juga bulan itu. Namun tidak lama perlahan-lahan meredup lalu relief kembali seperti sebelumnya.

Meng Chahua diam di sana, sementara Wang Hao dan Nona Xie memperhatikannya.

Seketika ia berbalik menatap Xuan Han. “Xuan Han, majulah.”

Xuan Han terkejut. “Aku?”

Meng Chahua tidak menjawab, tapi tatapannya tajam.

Xuan Han menghela napas. Ia tidak punya pilihan dan segera melangkah naik.

Saat tiba di sampingnya, Meng Chahua memintanya mengulurkan tangannya.

“Untuk apa?”

Meng Chahua tidak menjawab, dan lagi-lagi tatapannya tajam. Xuan Han menurutinya dan sialnya ia mengulurkan tangan kanannya yang terluka, sementara tangan kirinya memegang pedang.

Gadis itu memperhatikan telapak tangannya beberapa saat. Tidak lama ia mengangkatnya. Xuan Han berjaga-jaga apa yang akan dilakukan gadis itu. Akan tetapi, tiba-tiba gadis itu mendorong tangannya dengan kasar ke pintu relief.

Bang!

Xuan Han mengernyitkan dahi. Tangannya yang terluka seperti tersengat listrik.

“A-apa yang kau lakukan!?”

Ia ingin menarik tangannya, tapi Meng Chahua tidak membiarkannya. Sementara di belakang mereka, Wang Hao penasaran apa yang dilakukannya dan bertanya-tanya tentang itu.

“Nona Meng, kamu benar-benar bajingan!”

Meng Chahua tidak mempedulikan ocehan Xuan Han. Lalu cahaya merah kembali muncul dan melesat ke seluruh relief. Kali ini ada tujuh cahaya yang muncul dan sekejap melesat menerangi seluruh relief. Xuan Han tanpa sadar memperhatikannya.

Perlahan-lahan Meng Chahua menarik tangannya. Relief itu bercahaya, lalu getaran mulai muncul seiring dengan terbukanya gerbang besar itu. Xuan Han terkejut dan penasaran, apa ini karena darahnya? Apa darahnya berharga?

Wang Hao dan Nona Xie sepertinya juga berpikir seperti itu, namun melihat pintu terbuka, mereka sangat senang dan segera melesat tiba di samping Meng Chahua.

Perlahan-lahan jalan di depan sana terbuka. Lalu ada cahaya putih yang melesat dari depan. Sebuah lorong panjang muncul. Di ujungnya ada ruangan besar dengan kunang-kunang yang terbang menerangi ruangan itu. Dari jauh ada juga sebuah cahaya merah yang melayang-layang yang terlihat mencolok. Hanya terlihat cahaya merah, namun jika diperhatikan, itu adalah tangkai bunga persik yang dipenuhi bunga dan aura merah menyebar darinya.

Wang Hao tersenyum dan segera melesat ke depan. Nona Xie mengikutinya, begitu juga Meng Chahua, sementara meninggalkan Xuan Han di belakang yang berlarian mengejar mereka karena penasaran.

Akhirnya tiga orang itu tiba di depan cahaya merah itu.

Mata Wang Hao terlihat cerah. Senyuman gembira tanpa sadar muncul dari bibirnya. Ia tertawa.

“Seperti yang diharapkan, ini tempat meditasi Yang Mulia, dan dia meninggalkan sebuah artefak di sini. Kita tidak salah dan perjalanan ini benar-benar menguntungkan.”

Setelah tertawa sebentar, ia melirik Meng Chahua dan Nona Xie. Segera Qi di tubuhnya meledak dan ia melangkah ke depan, sementara tangannya melambai ke belakang. Jimat muncul dan bercahaya, lalu membentuk perisai di sekitar mereka.

Ketika melihat ini, Nona Xie segera mendengus. Ia melempar jimat dan petir-petir biru meledak menghancurkan pelindung itu. Tanpa membuang waktu lagi, ia segera melesat sembari berseru, “Wang Hao!”

Ketika itu, ia menekan kakinya dan segera melompat. Ketika mengulurkan tangannya, segera selendang merah muda melesat.

Wang Hao yang merasakannya langsung berbalik di udara. Ia mengayunkan pedangnya dan segera embusan angin kencang berembus, beradu dengan selendang itu sebelum akhirnya berbalik pergi.

Melihatnya, Nona Xie mengertakkan giginya. “Dasar serakah! Wang Hao, berhenti!”

Ia segera mengejarnya. Sementara Meng Chahua tidak ikut mengejar dan sebaliknya menatap tenang. Xuan Han setelah tiba yang melihatnya bertanya, “Mengapa Nona tidak ikut?”

Meng Chahua sedikit menunduk, lalu perlahan-lahan berjalan. Xuan Han tidak suka diabaikan dan segera melangkah mengikutinya. Namun setelah lima langkah, gadis itu berhenti.

Xuan Han juga ikut berhenti. “Nona Meng, jika kamu tidak ikut maka kamu akan ketinggalan.”

Meng Chahua berkata tenang, “Seperti kataku, jalan kultivasi itu sulit. Menurutmu mendapatkan artefak itu mudah? Apalagi itu warisan Tuan Putri.”

Warisan... Xuan Han memikirkannya beberapa saat. Ia belum benar-benar tahu seberapa besar dan kejamnya dunia ini, tapi menurut pengalamannya selama ini, dunia ini penuh misteri dan bahaya yang mungkin tidak terhitung jumlahnya.

Menyaksikan Wang Hao dan Nona Xie melesat, tidak berapa lama Nona Xie menyusul, segera melontarkan serangannya menggunakan pedangnya. Sementara Wang Hao berbalik dan mengayunkan pedang beberapa kali hingga menimbulkan angin yang berembus dan memblokir serangan-serangan Nona Xie. Ledakan terjadi beberapa kali.

1
Pena Quality
saling support
Budiarsa: Terima kasih 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!