Mengisahkan tentang seorang pria yang sudah beristri yang mengalami sebuah kecelakaan hingga mengakibatkan ia kehilangan ingatan dan menikah dengan wanita beda keyakinan.
Akan kah kisah cinta mereka bertahan?
Bagaimana akhir kisah cinta mereka?.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diah Lubis27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 26
"Albert aku mau jalan-jalan. " Setelah diam cukup lama Jesica memutuskan untuk menyerahkan segalanya kepada takdir.
"Baiklah."
Mereka berdua pun pergi ke sebuah aliran sungai yang ada dikaki gunung tidak jauh dari desa.
Keduanya duduk di bawah pohon besar saling bersandar sambil menikmati indahnya pemandangan sungai dengan aliran air yang jernih.
Tiba-tiba sebuah bayangan tentang masa lalu kembali muncul di benak Albert. Tentang seorang wanita yang sedang hanyut dan ia berusaha menyelamatkannya.
"Karisa. "Gumamnya.
"Albert apa yang kamu katakan?" Jesica sebenarnya mendengar apa yang digumamkan oleh Albert tetapi ia ingin meyakinkan dirinya.
"Entahlah, sepertinya aku teringat sesuatu tapi tidak jelas. "
"Kalau begitu jangan dipikirkan. Sudah hampir senja, ayo kita pulang. "
Padahal mereka belum 30 menit berada di sana tapi Jesica sudah minta mengajak pulang namun karena Albert merasa mood Jesica sedang tidak baik dia menurut saja.
Dalam perjalanan pulang Albert dan Jesica bertemu dengan Karisa yang sedang berjalan bersama dengan Heni. Namun Albert dan Jesica sama sekali tidak menyadari keberadaan Karisa dan Heni karena posisi mereka yang berada di belakang Albert dan Jesica.
"Mas Farhan. " Tubuh Karisa langsung mematung segala macam perasaan campur aduk. Ingin rasanya ia berlari dan memeluk pria yang selalu ia rindukan siang dan malam itu. Namun dia tau untuk saat ini Farhan sama sekali tidak mengenalinya. Tapi apa dia harus diam dan membiarkan suaminya itu terus berbuat dosa? Dan akhirnya dia hanya diam dan membiarkan Albert dan Jesica pergi begitu saja.
Saat ia sedang berada dalam kebimbangan ponselnya berbunyi menandakan ada panggilan masuk. Karisa langsung menggeser tombol hijau di ponselnya untuk menerima panggilan tersebut.
"Assalamu'alaikum kak Karisa. " Ucap seseorang yang menelpon Karisa yang ternyata adalah Aisyah.
"Waalaikumsalam, Aisyah maafkan kakak karena pergi begitu saja. " Karisa merasa bersalah karena pergi tanpa pamit pada keluarga suaminya yang sudah begitu baik pada dirinya.
"Tidak usah dipikirkan kami ngerti kok, tapi sekarang kakak sherlock ya. Abi dan umi khawatir kakak sendiri di tempat asing. "
"Baiklah akan aku sherlock setelah sampai di rumah kepala desa. "
"Telpon dari siapa kak?" Heni penasaran.
"Dari keluarga. "
"ohhh.. " Heni manggut-manggut.
"Lalu kita mau pulang atau lanjut keliling?" Melihat raut wajah Karisa yang berubah sedih Heni pikir Karisa pasti sudah tidak ingin melanjutkan melihat-lihat kampung mereka.
"Kita pulang saja! Tapi Heni apa di kampung ini tidak ada masjid?" Sepanjang perjalanan yang mereka lalui Karisa sama sekali tidak melihat adanya masjid.
"Tidak ada kak, karena di kampung kami memang tidak ada orang muslim. Semua penduduknya beragama Kristen. "
Karisa sedikit terkejut, ternyata masih ada kampung yang sama sekali tidak ada orang muslim didalamnya.
"Lalu apakah poligami adalah hal yang wajar di kampung ini?"
"Soal itu aku kurang tau tapi memang ada beberapa warga yang istrinya dua."
"Pantas saja. " Gumam Karisa.
"Kak Karisa!" Teriak Aisyah begitu sampai di depan rumah kepala desa tempat Karisa menginap. Dan mereka sampai saat hari sudah malam.
"Kamu ini, jangan teriak-teriak nggak enak sama warga kampung sini. " Tegur Amar.
"Iya maaf. " Aisyah memanyunkan bibirnya membuat Amar gemas dan langsung menjepit bibir Aisyah dengan jarinya.
"Isss, sakit. " Keluh Aisyah. Dan Amar hanya tersenyum.
"Aisyah. " Karisa keluar dan langsung memeluk Aisyah. Dan ia langsung menangis.
"Aisyah mas Farhan ternyata masih hidup. Hu... hu...hu.. " Segala gejolak perasaan yang tertahan di hati Karisa akhirnya bisa ia tumpahkan pada adik ipar nya ini.
"Nak Karisa siapa yang datang?" Tanya ibunya Heni.
"Ini adik saya dan suaminya bu. "
"Ohhh, kalau begitu sini ajak masuk. Di luar dingin!"
"Sebenarnya tujuan kalian datang ke desa ini apa?"Tanya pak kepala desa.
"Begini pak Kades sebenarnya kami datang ke sini untuk me... "
"Untuk melakukan riset tentang perkampungan di kaki gunung. " Karisa langsung memotong ucapan Aisyah. Ia tidak ingin warga kampung sini tau kalau Farhan itu suaminya, selain karena saat ini Farhan masih hilang ingatan, ia juga memikirkan tentang Jesica. Bagaimana nantinya nasib gadis itu kalau warga kampung ini tau ternyata suaminya sudah memiliki istri.
"Kak Karisa tenang dulu ya. "